Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Sakit


__ADS_3

" Astaga Asya badan kamu panas anakku sayang, kamu sih sudah tahu lagi gerimis kok malah pulang?" ujar Dewi yang begitu panik ketika merasakan perubahan suhu di tubuh Asya.


Asya yang baru tertidur merasa sedikit terganggu dengan suara paniknya Dewi, membuat wanita cantik itu terpaksa harus membuka matanya sebab kalau tidak pasti tantenya itu bakalan heboh sendiri.


" tante Kok bisa ada di sini, Kenapa belum tidur ini sudah tengah malam lho Asya juga mau tidur?" tanya Asya yang merasa heran dengan kehadiran Dewi di kamarnya.


Dewi mendengus kesal mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Asya itu, karena mana bisa dirinya tertidur dengan lelap sedangkan anak yang paling dia sayangi sedang sakit.

__ADS_1


" kamu itu kalau kasih pertanyaan Jangan yang aneh-aneh seperti begitu deh, Masa Tante harus meninggalkan kamu sendirian dengan keadaan sakit begitu? kamu tunggu sini tetap berbaring Jangan bangun Tante mau pergi ngomong sama Om kamu untuk pergi ke Apotek cari obat turun panas, Ingat pesan Tante tadi tidak boleh bangun ataupun bergerak kemana-mana!" tegas Dewi lalu segera keluar dan kebetulan berpapasan dengan Rio Yang merasa khawatir ketika mendengar suara istrinya barusan.


" Mama kenapa tadi kok Papa dengar kaya panik begitu, Asya baik-baik saja kan tidak kenapa-napa?" tanya Rio penasaran.


" Asya sakit papa badannya panas, Makanya mama mau minta tolong ke papa buat ke apotik beli obat penurun panas supaya dia bisa minum!" jelas Dewi membuat Rio pun tak kalah panik seperti Dewi tadi.


sepeninggal suaminya Deby langsung menuju ke dapur untuk membuatkan wedang jahe untuk Asya terlihat kedua suami istri itu sangat panik ketika mengetahui Asya sakit. kira-kira Bagaimana reaksi mereka ketika mengetahui jika keponakan tersayang mereka itu sudah dirusak oleh pria yang selama ini mereka percaya kan bisa menjaga Asya, karena biar Bagaimanapun rasa sayang mereka kepada Asya melebihi rasa sayang seorang keponakan Bahkan mereka sudah menganggapnya seperti anak sendiri apalagi dengan keadaan mereka yang tidak mempunyai anak kandung.

__ADS_1


semua yang dikatakan oleh suami-istri itu didengar jelas oleh Asya yang sudah terbangun membuat wanita itu tak bisa menahan tangisnya, karena dirinya merasa sudah tidak pantas mendapatkan kasih sayang mereka dengan keadaan dirinya yang sudah hancur seperti begitu.


" Ayah, Bunda. Asya pengen ikut kalian saja karena untuk apa juga hidup di dunia ini jika apa yang aku punya sudah diambil, aku mesti gimana ke depannya kalau sampai terjadi sesuatu sedangkan orang yang mengambilnya hanya melakukan ini untuk menyenangkan kekasihnya? " batin Asya yang bingung harus mengeluh kepada siapa.


Dewi yang melakukan sesuatu dengan segera mungkin tak berselang lama sudah masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas wedang dengan asap yang masih mengepul, Dewi langsung duduk di samping Asya dan membantu wanita cantik itu Bangun agar bisa meminum wedang yang dibuat olehnya.


" Ayo Sayang bangun dulu kamu minum wedang ini dulu ya, agar kamu lebih segar dan besok bangun tidak terlalu merasakan sakit!" bujuk Dewi membuat Asya merasa Tak Tega dan memilih untuk mengikuti saran tantenya itu.

__ADS_1


sambil melihat Asya meminum wedang buatannya, Dewi memperhatikan leher Asya yang terlihat merah-merah. Seperti bekas gigitan atau apa begitu dan membuat dirinya merasa heran, karena bekas-bekas yang memerah seperti begitu dulu pernah ia alami. Tapi yang melakukannya adalah Rio suaminya tapi kalau yang terjadi pada Asya dirinya bingung.


__ADS_2