Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 165


__ADS_3

Kenzo akhirnya menyadari kesalahan yang telah ia lakukan karena Sekarang pasti anaknya itu sedang kebingungan dengan tangannya yang sedang tertusuk jarum, apalagi melihat tatapan tajam dari sang istri yang sepertinya ingin sekali menerkam dirinya hidup-hidup dan memang Ia pun tak mungkin membela diri karena dirinya memang telah melakukan kesalahan.


"Kamu kenapa sih malah membahas hal yang tidak perlu dibahas saat ini, Nanti kalau dia bertanya yang aneh-aneh terus nanti kita bakalan menjawab apa supaya dianya tidak penasaran apa yang terjadi padanya sekarang?"sungut Asya karena memang sangat tidak memahami apa yang ada dalam isi otak suaminya itu sampai-sampai mengatakan hal yang tidak tidak di depan anak kecil yang belum mengerti apapun.


Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal karena memang tadi itu hanya keceplosan makanya tidak punya jawaban sekarang untuk membolak-balikkan fakta, hanya harapan dalam hatinya Semoga saja Elnara tidak bertanya aneh-aneh sebab nanti tidak mungkin ada jawaban yang pas untuk disampaikan.


"tangan Adik kenapa Papi, Kok bisa ditusuk-tusuk seperti begini padahal kan sakit?"tanya Elnara sambil meringis kesakitan karena terlalu banyak bergerak.


Asya cepat tanggap dengan mengusap pelan tangan putrinya itu agar semakin tidak banyak bergerak seperti tadi, soalnya dirinya juga tidak tega melihatnya karena anak sekecil itu harus berhadapan dengan yang namanya jarum suntik.


"Oh itu tadi karena Adek memang harus perlu ditusuk jarum makanya mau tidak mau harus disuntik, tapi kalau Adek tenang tidak banyak bergerak otomatis tangannya tidak bakalan sakit. adek percaya kan sama mami Kalau Mami tidak mungkin menyakiti anak mami yang paling Mami sayangi ini, nanti kalau Adik Banyak gerak rasanya makin tidak nyaman lebih baik berbaring atau tidur saja deh biar lebih nyaman!"bujuk Asya tetapi Elnara menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju dengan usul dari sang Mami karena dirinya itu ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan tangannya itu.


"tapi ini kan tanganku jadi kalau mau disuntik harus bilang, Papi sama Mami kok diam-diam saja tidak membangunkan Nara biar bisa bangun dan melihat mereka menyuntik tanganku?"sumpah demi dewa Neptunus yang bertahta di atas langit pemikiran Elnara itu merupakan sebuah keajaiban di anak yang baru seusia 2 tahun.


"kan Mami sama Papi sayang sama Nara masa iya anak mami yang secantik ini lagi tidur kok malah digangguin, sudah ya jangan banyak gerak lagi supaya tidak rasa sakit nanti kalau Adek sudah sembuh kita bakalan pulang dan jarum-jarum nakal ini bakalan di angkat lalu dibuang ke tengah laut Biar dimakan sama ikan hiu!"bujuk Asya karena memang hanya dengan cara begitu mungkin bisa membuat Nara lebih tenang.


"anak Papi yang paling cantik jangan sedih ya ada kami di sini Kok yang bakalan selalu menjaga adik, nanti kalau tidak mau bobok di tempat tidur biar Papi gendongin deh sepanjang malam pun tidak masalah yang penting gadisnya Papi bisa bobo!"Kenzo menimpali perkataan istrinya itu agar membuat El Nara lebih rileks sebab Biar bagaimanapun bayi sekecil itu tidak mungkin dibiarkan begadang sepanjang malam yang ada bukannya cepat sembuh malah tubuhnya bisa cepat lelah.


Percayalah cobaan yang baru saja dialami oleh sepasang suami istri itu sungguh sangat berat bahkan bisa dibilang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, kalau bisa meminta tentu saja mereka akan meminta supaya sakitnya itu dipindahkan ke pada tubuh mereka tetapi jangan kepada anak kecil yang belum mengerti apa-apa itu.


apalagi Asya yang merasa telah gagal menjadi seorang ibu yang tidak bisa menjaga anaknya bahkan tidak menyadari jika Sebenarnya anaknya itu sakit , padahal bisa dibilang dirinya itu mahasiswa fakultas kedokteran semester 6 jadi otomatis jika hal seperti begitu dirinya bisa mendeteksi lebih awal hanya saja mungkin karena terlalu sibuk dengan kehidupan yang lain sampai-sampai hal yang penting itu tidak menjadi prioritas.

__ADS_1


"Maafkan Mami Nak, karena selama ini tidak pernah menyadari kalau Sebenarnya kamu sakit. tapi Mami janji bakalan Coba lakukan yang paling terbaik dan juga mencari jalan agar kamu bisa sembuh, sakit kamu itu merupakan penderitaan bagi Mami dan rasanya tidak sanggup untuk melihatnya kalau kamu harus berteman dengan alat-alat medis sialan itu!"lirih Asya dalam hati.


"Sayang jangan terlalu dipikirkan seperti begitu, nanti kasihan kan dianya kalau melihat kamu sedih seperti begitu Soalnya kamu tahu sendiri kan gaya berpikirnya anak kita sudah sangat dewasa padahal belum saatnya!"Kenzo menyadarkan sang istri bahwa segala sesuatu akan baik adanya jika kita lebih bersyukur dengan nafas kehidupan gratis yang diberikan jadi otomatis jika ada penyakit lain yang muncul kita bisa dengan mudah mengobatinya Karena rasa syukur itu selalu ada di dalam diri kita.


yang penting Intinya cuma satu yaitu apapun cobaan yang dialami setiap makhluk hidup yang ada di dunia tidak akan pernah melampaui batas kemampuannya, karena memang Tuhan lebih tahu setiap ciptaannya itu sampai di mana batas kesabarannya kemampuannya dan juga kehidupannya.


"Iya Mas aku baik-baik saja kok hanya lagi memikirkan soal keluarga kita yang tidak tahu apa-apa soal keadaan Elnara, nanti kalau mereka tahunya dari belakangan Bagaimana ya kira-kira respon mereka itu?"tanya Asya yang memang merasa khawatir dengan sikap orang tuanya Yang pasti bakalan kecewa kepada mereka berdua yang tidak memberitahukan apapun selama ini sebab Kenzo memang sengaja ingin lost contact walau hanya sebentar bukan karena maksud ingin menghilang tetapi hanya ingin membutuhkan privasi.


"pokoknya kamu tenang saja jangan memikirkan hal yang aneh-aneh kalau soal mereka nanti aku yang bakalan mengurusnya, Lagian mereka juga tidak mungkin kan memaksakan kehendak agar kita selalu saja berhubungan dengan mereka Sebab aku juga ingin tenang dan tidak membuat mereka khawatir ataupun memikirkan hal yang tidak tidak!"apa yang dikatakan oleh Kenzo itu sangat tidak disetujui oleh Asya karena menurutnya suaminya itu terlalu berlebihan dalam bersikap.


"sebenarnya tidak masalah kita mau memberi kabar atau tidak tetapi biar bagaimanapun selama ini orang tua tidak mungkin membiarkan anak untuk hilang kabar darinya, dan apa yang kita lakukan sekarang itu aku yakin pasti mereka sedang memikirkan yang tidak-tidak sebab bukan kan sekarang zaman sudah canggih masa iya hanya memberi kabar sebentar saja tidak bisa. kalau memang kamu tidak ada niat untuk memberikan kepada mereka Biar aku saja melakukannya, karena aku tidak ingin mereka memikirkan hal yang tidak-tidak dan membuat kesehatan mereka yang gantian bakalan terganggu!"Asya kali ini memang harus sedikit melawan kemauan Kenzo yang menurutnya rada aneh privasi sih boleh tapi jangan berlebihan dengan hilang kontak kepada keluarga terdekat yang selama ini sangat perhatian dengan keberadaan mereka.


"tapi sama mami lagi ngomongin Oma sama Opa ya, kenapa selama ini aku tidak mendengarkan suara opa sama Oma terus kakek sama nenek?"tanya Elnara dengan wajah yang penuh kebingungan membuat Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Ya sudah nanti baru kita hubungi mereka tapi untuk sekarang lebih baik tidur dulu nanti besok pagi bangun baru Papi yang menelpon kakek sama nenek terus opa sama oma, jadi untuk sekarang Tolong ya anak Papi yang paling manis jangan melawan ya ataupun membantah apa kata orang tua!"jelas Kenzo.


pokoknya apapun yang diinginkan oleh anaknya itu Kenzo bakalan langsung menurutinya karena memang selama ini anaknya itu tidak pernah meminta hal yang aneh-aneh, bahkan bisa dibilang Elnara tidak pernah meminta sesuatu yang di luar batas karena menurutnya itu hanya akan merepotkan kedua orang tuanya.


jika pasangan muda itu Tengah kebingungan dan juga cemas memikirkan keadaan Putri kecil mereka berbeda dengan Gerry yang hari ini merasa seperti moodnya sedang hancur berantakan, awalnya Saat ketemu dengan Bambang yaitu Papanya Mona kemudian Almira gadis yang sok dekat dengannya Padahal mereka berdua selama ini tidak pernah bertemu sedikit pun.


belum lagi di dalam benaknya itu seperti ada yang hilang entah apa itu ia saja bingung sebab dari tadi mencoba untuk berpikir tetapi tidak mendapatkan jalan keluarnya, belum lagi sikap sang Mama yang terlihat murung ketika diajaknya bercanda ataupun bertanya sesuatu jawabannya hanya itu saja Bahkan bisa dibilang seperti orang yang lagi malas untuk berbicara'

__ADS_1


"aku itu merasa akan terjadi sesuatu tetapi Apa itu yang membuat aku kebingungan, apa ini karena aku yang hanya terus-terusan di rumah saja jadinya akhirnya merasa bosan karena tidak punya kegiatan?"Gerry bertanya kepada dirinya sendiri sebab memang ia saja bingung harus berpikir seperti apa.


"tapi perasaan sudah setahun lebih kegiatanku yang memang banyak tetapi Baru beberapa bulan ini kan off, Kenapa malahnya rasa sangat tidak enak mulai dari semalam seolah aku itu bakal kehilangan separuh dari jiwaku atau apa itu?"gumam Gerry lagi bahkan bisa dibilang dirinya terlihat seperti seseorang yang tengah memendam beban pikiran yang begitu besar tetapi orang lain tidak tahu menahu sama sekali atau mungkin tidak menyadari hal itu.


Dito terlihat mendekati sang istri berusaha untuk mencerna apa yang ada di pikiran wanita itu karena dari siang hanya diam saja tidak berbicara sedikitpun, padahal biasanya di rumah itu selalu saja ribut dengan ocehan wanita itu yang tidak pernah berhenti apalagi melihat sesuatu yang tidak tepat di matanya pasti bakalan mengomel sepanjang hari.


"Mama kenapa kok dari tadi kelihatannya lemas tetapi tidak ngomong sama sekali apa ada hal yang sangat membuat pikiran Mama terganggu saat ini, kalau memang ada tolong katakan saja kepada Papa Siapa tahu kita berdua bisa Cari jalan keluarnya?"tanya Dito memastikan karena memang sikap istrinya itu sangat luar daripada biasanya.


mendengar pertanyaan sang suami itu Norah hanya bisa menghela nafasnya secara kasar bahkan membuangnya pun terasa begitu berat, jujur ini merupakan hal yang tidak ia mengerti karena mood-nya hancur padahal hanya sepele saja hanya Entah mengapa dirinya merasa itu merupakan beban yang paling besar.


"Mama lagi bingung soal masalah ya menimpa wanita yang merupakan masa lalunya Gerry, dan juga kenapa ya Sekarang malah memikirkan anaknya Asya seolah Mama itu sangat merindukan dia?"Dito mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari sang istri karena selama ini dirinya saja sudah melupakan kalau Asya itu sebenarnya punya anak.


"maksud mama anak kecil Yang waktu itu kita temui di rumah sakit saat Gerry pingsan, yang diakui Asya kalau itu merupakan anaknya dengan suaminya?"tanya Dito lagi karena memang masih kebingungan dengan pemikiran Norah yang tiba-tiba itu.


"Ya iyalah anak yang itu masa iya yang mana lagi,Papa ini kenapa sih malah bertanya yang aneh-aneh membuat Mama sendiri jadi emosi deh!"Ketus Norah karena dirinya sedang galau memikirkan sesuatu Eh suaminya malah bertanya hal-hal yang sebenarnya dari awal sudah ada penjelasan darinya.


"ya Mama kan tadi tidak omong Yang jelas mungkin ada orang lain yang sedang Mama pikirkan tapi kalau soal anaknya Asya ya Makanya Papa ingin memastikan hal itu lagi, kalau memang mama memikirkan anaknya Kenapa tidak ditelepon saja siapa tahu mereka sedang mengalami masalah atau apapun itu!"ujar Dito yang terlihat begitu santai karena menurutnya yang punya masalah itu Asya dan juga Gerry bukan dengan mereka Jadi jika berhubungan dengan mereka otomatis tidak masalah dong pasti Asya bakalan respon baik.


mendengar jawaban suaminya yang seolah tanpa beban itu membuat Norah mendengus kesal karena memang jawaban Dito itu bukanlah jalan keluar yang paling bagus, Yang benar saja mereka harus menghubungi Asya sedangkan kesalahan yang dilakukan anaknya saja belum dimaafkan sampai saat ini.


"Papa ingat tidak waktu kita terakhir kali ketemu sama Asya dan bagaimana sikapnya dia kepada kita, jika biasanya tuh dia antusias Terus mau saja Mama ajak ngobrol lama-lama terus mama ajakin ke manapun tetapi saat itu kan beda sekali Dia seolah menghindari kita? Jadi kalau sampai kita menghubungi mereka terus menanyakan kabar anaknya itu merupakan sebuah hal yang paling gila di dalam benaknya mama, padahal kesalahan yang anak kita lakukan saja belum kita meminta maaf secara langsung dan juga bertemu kedua orang tuanya yang pasti kecewanya minta ampun!"Dito menganggukan kepala mendengar jawaban sang istri memang benar sebuah kesalahan itu perlu kata maaf tetapi jika sebelum kata maaf itu terjadi Terus ada masalah yang berarti bukan kamu memberi perhatian itu lebih penting.

__ADS_1


kalaupun menunggu harus mendapatkan Maaf otomatis maka itu akan lama sekali barulah bisa tercapai, karena mereka harus mengurus pekerjaan di sini dan Gerry juga harus mengurus pekerjaannya yang belum ada kepastian sama sekali.


__ADS_2