Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
My Flowers


__ADS_3

Asya yang tengah asyik mengerjakan tugas kampus,sampai tak menyadari keberadaan Gerry di sampingnya.


Pria itu terlihat menatap kearah gadis cantik itu secara intens,entah apa yang ada dalam pikirnya hanya satu yang pasti dirinya sedang memikirkan apa yang bakal terjadi nanti.


"Serius Amat Neng,lebih baik minum dulu deh?" Goda Gerry dengan wajahnya yang penuh keringat sambil menyodorkan minuman kepada Asya.


"Makasih Kak,tapi kenapa sampai berkeringat seperti itu?Jangan bilang karena grogi melihat kecantikan ku,wah aku jadi tersanjung nih bahkan sampai klepek klepek!" Ledek Asya hanya di balas senyuman oleh Gerry.


Asya meminum Teh tawar yang dikasih Gerry sampai tandas,gaya minumnya yang seksi membuat Gerry kesusahan menelan salivanya.


Asya yang tak menyadari tingkah Gerry itu hanya terlihat santai tanpa pedulikan sekitar,sedangkan Gerry sudah merasa panas dingin di sekujur tubuhnya.


"Oh Tuhan tadi Mona bilang ini obat perangsang dan aku harus minum banyak biar cepat beraksi,dan kini aku malah sengsara sendiri.Demi Tuhan aku harus bagaimana,kalau begini apa harus aku lakukan," Gerry terlihat begitu frustasi.


Kini tubuh Asya yang membelakangi dirinya juga terlihat semakin menggoda,membuat dirinya ingin sekali merasakan apa yang di bungkus oleh kain itu.


"Sya," Lirih Gerry membuat Asya menoleh kebelakang dan merasa terkejut melihat wajah Gerry yang memerah dan tubuh nya yang berkeringat.


"Astaga Kakak kenapa,kok bisa seperti ini? Kakak itu sakit atau apa sih,tapi tidak panas!" Ujar Saya sambil meraba kening Gerry dan juga kening nya sendiri.

__ADS_1


"Sya,ini sangat menyakitkan.Tolong aku karena hanya kamu yang bisa,aku sungguh tak tahan!" Lirih Gerry membuat Asya bingung.


"Lho memang nya aku kenapa,kalau perlu sesuatu ya tinggal bilang saja siapa tahu aku bisa bantu!" Ucap Asya.


Asya yang hendak bertanya pun tidak jadi Karena Gerry sudah membungkam mulutnya,wanita itu terlihat shock dan membulatkan matanya sempurna.


"Kak Gerry,please stop it!" Lirih Asya yang berusaha melepaskan Diri dari dekapan Gerry namun sayang usahanya itu sia sia.


Asya menangis dalam diam karena merasa kecewa dan juga tak terima,ketika Orang yang ia harapkan menjadi penolong dan juga pahlawan malah kini berusaha hendak mengambil sesuatu yang ia punya.


"Kak Gerry kamu kenapa,ini tidak benar Kak karena kita bukan siapa siapa dan kamu sudah punya kekasih?" Tanya Asya pelan berusaha mengembalikan kesadaran Gerry yang tengah menggerayangi tubuhnya.


Asya berontak dengan sekuat tenaga,karena dirinya tak mau bunga yang ia jaga selama ini terenggut pergi diambil oleh Gerry.


Namun Gerry yang sudah tak bisa menahan gejolak lalu tanpa permisi merobek begitu saja baju yang di pakai oleh Asya,membuat apa yang berada di baliknya langsung tersembul keluar.


Ukuran yang tidak terlalu besar tapi pas di genggaman Gerry membuat pria itu menggila,bahkan sudah tak memikirkan hal lain nya lagi ditambah efek obat yang ia minum.


"Ya Tuhan Kak Gerry stop,aku mohon hentikan semuanya!" Lirih Asya tak Gerry seolah menulikan telinganya.

__ADS_1


Asya yang sudah frustasi memilih untuk berteriak agar para Asisten rumah itu mendengar,namun sayang Gerry tadi ternyata sudah menyalakan kedap suara hingga perbuatan mereka disitu tidak akan ada orang yang mendengar.


Dan untuk cari aman silahkan berhalu sendiri,karena Tante NT melarang bab awal menceritakan Versi dewasa jadi lebih baik kita cerita soal anak kecil bermain bola bekel.


Dan terjadilah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi,ketika bunga yang seharusnya kembang malah sudah di petik sebelum waktunya.


Jangan di tanya lagi keadaan Asya kini,gadis belia itu merasa hancur tak berkeping ditambah lagi area intinya yang terasa seolah terkoyak mungkin bisa dibilang pasti ada luka di mana mana.


Gerry yang sudah puas menjalakan misi dari Mona dan juga merasakan lega karena obat perangsang yang ia minum dapat tersalurkan langsung tidur.


Berbeda dengan Asya yang menangis tergugu,belum lagi ada pesan masuk ke ponsel nya Gerry yang membuat dunia Asya seakan runtuh.


Tring


Asya menoleh kearah ponsel Gerry yang terlihat ada chat masuk dari Mona,kekasihnya.


❤Mona


"Gimana Yank,kamu jadikan memper ko sa Asya? Awas saja kalau tidak jadi maka jangan harap kita bakal menikah,masa hanya tinggal melakukan itu saja tidak bisa?" Pesan dari Mona membuat Asya ingin sekali berteriak.

__ADS_1


"Jadi dia melakukan ini semua karena perintah Mona,jadi dia lebih memikirkan perasaan Mona daripada aku?" Batin Asya langsung memilih pergi dari situ.


__ADS_2