
Vina yang dari tadi memilih pulang lebih dulu bukannya ke arah rumahnya melainkan ke arah Kompleks Perumahan Asya, sebab dirinya masih tidak percaya jika sahabatnya itu tidak bakalan kembali ke situ dan juga pasti ada yang tidak beres antara Asya dan Gery menurut pemikiran Vina kini.
" Kamu itu sebenarnya Kenapa sih kok bisa bisanya pergi tanpa bilang-bilang lebih dulu kepadaku, padahal asal kamu tahu saja aku itu sedang cemas dan juga kebingungan sekarang ini karena tidak punya teman buat berkeluh kesah? Kamu tahu tidak kalau sahabat yang selalu kamu bilang pesek Hidung minimalis dan juga cempreng sepertinya Serang ditaksir oleh 2 orang pria loh, hayo Kamu tidak pernah akan merasakan hal itu aku sekarang lagi merasakannya dan membuat aku begitu happy?" alamak kepercayaan diri Vina itu sangat membuat outer merasa kesal masa iya ya dirinya pergi saja sudah menjadi perdebatan antara Andi dan Valdi kenapa malah dibilang mereka menyukai dirinya.
__ADS_1
ketika Vina sedang memikirkan Asya berbeda dengan wanita itu yang kini malah menatap tajam kearah Kenzo yang tadi sudah janji bakal mengajaknya jalan-jalan eh malah mengajaknya ke apartemen pria itu, apalagi dengan dirinya yang masih mengalami trauma dan juga sedikit takut jika hanya berduaan saja dengan seorang pria di sebuah ruangan yang begitu asing.
" Kamu itu sebenarnya mau membawaku ke mana sih, Kok bisa-bisanya kamu bawa aku ke tempat yang seperti begini malah sunyi lagi? ingat ya kalau sampai kamu datang ke sini hanya untuk melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepadaku, Demi Tuhan aku bakalan dendam ke kamu sampai kapanpun dan tidak akan pernah luntur rasa itu sedikitpun?" Asya antara takut dan juga berani bercampur menjadi satu karena kunci seseorang agar bisa terhindar dari semua masalah yaitu keberanian.
__ADS_1
" Ya habisnya kamu aneh tadi itu kan mau mengajakku jalan-jalan Lah kenapa harus membawaku kesini, jadi jangan salahkan aku dong kalau berpikiran yang tidak-tidak Soalnya kamu kalau mau melakukan sesuatu saja tidak pernah bilang bilang!" apa yang dikatakan oleh Asya itu memang benar Tapi yang tidak disadari oleh wanita itu sebenarnya tadi bahasa Kenzo mengajaknya jalan-jalan dalam arti yang begitu luas bisa Kemana saja dan juga di mana saja.
" jadi menurut kamu bahasanya aku tadi mau ngajak kamu jalan-jalan itu ke tempat lain seperti Mall atau taman, Wah ternyata kamu ini ini selain suka curigaan isi otak kamu itu juga mempunyai banyak sekali pemikiran yang membuat orang lain Jadi kebingungan dan juga jadi takut pundi-pundi nya bakalan ludes?" tanya Kenzo Seraya tersenyum mengejek membuat Asya mendengus bukankah tadi pria itu sudah mengijinkan dirinya memakai uang sesuka hatinya sekarang malah menyindir secara halus.
__ADS_1
" Ya sudah aku sih Tak masalah tinggal pulang terus minta uangnya apa-apa setelah itu bakalan pergi kemanapun sesuka hatinya aku, secara kamu sebagai orang asing tidak pantas untuk mengatur kehidupan ku apalagi seolah-olah ingin menyetir ku ke arah yang menurut kamu itu lebih pantas?"Sungut Asya.