
Vina hanya tersenyum mengejek ketika mendengar kata-kata keluhan yang berasal dari Andi itu, karena menurutnya pria itu terlalu bertingkah berlebihan Terasa seperti orang yang sedang dianiaya tetapi sebenarnya tidak ada apapun yang serius sedang terjadi.
" Ya jelas seperti begitulah orang aku jauh-jauh ke sini hanya untuk bertemu dengan dia kok. masa iya sudah sampai di sini terus dianya belum datang kita pergi begitu saja, Memangnya kamu pikir aku ini sahabat apaan yang hanya dicari saat senangnya susahnya tidak mau?" tanya Vina dengan nada mengejek.
Andi yang dari dulu merupakan orang yang selalu saja menjawab ketika ada hal yang tidak berkenan di hatinya, kali ini memilih untuk diam saja soalnya nanti bisa panjang urusannya jika sampai Vina marah-marah kepadanya untuk yang kedua kali Selama datang di tempat itu.
" Ya sudah kalau begitu aku minta maaf karena sudah ngomong yang tidak benar soalnya kan Aku juga lupa tadinya Sebab di mana-mana itu kamu yang selalu benar, jadi jangan marah lagi ya kasihan loh jauh-jauh datang dari sana ke sini buat honeymoon eh malah bertengkar! " pinta Andi tetapi dengan nada yang begitu serius membuat Vina tidak tega tetapi sekaligus juga tidak terima!
" masalah kita berdua itu tidak terlalu rumit dan juga tidak terlalu susah, hanya saja Kamunya itu yang terlalu berlebihan dalam bersikap dan juga menganggap sesuatu yang aku katakan itu adalah mutlak! padahal setiap orang di dunia ini kan berhak menyampaikan pendapat ataupun apa yang ada dalam pikirannya agar tidak menjadi beban, Tetapi kalau misalnya kata-kata kamu seperti itu seolah-olah membatasi ruang lingkup gerak aku buat ngomong! " ujar Vina membuat Andi pun merasa tidak tega terhadap istrinya itu.
memang segala sesuatu keputusan di dalam rumah itu harus mengetahui kepala keluarga, tetapi jangan pernah melupakan sesuatu Jika seorang kepala keluarga itu tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa ada pendamping ataupun penerus.
Hargai keputusan orang lain Jangan dilihat dari usianya Jangan dilihat dari seberapa mampu materinya Jangan dilihat dari seberapa ia dihargai di mata umum, tetapi hargailah apa yang ia katakan karena setiap orang dalam menyampaikan pendapat itu sudah diatur.
" Ya sudah kalau begitu ayo siap-siap katanya mau berangkat cepat agar sampai ke sana, biar nanti kalau pulangnya ke sini tidak terlalu kemalaman! " ujar Andi mengingatkan sang istri jika Sebenarnya hari ini mereka berdua itu rencananya bakal travelling keliling kota Den Haag menikmati spot wisata yang biasa dikunjungi oleh para turis.
ketika keduanya keluar dari kamar setelah bersiap diri terlihat kedua pasangan paruh baya itu sedang duduk bersantai Sambil mencoba terus menghubungi Asya dan Kenzo, soalnya semenjak pergi dari beberapa hari yang lalu keduanya seperti hilang kabar dan entah mungkin disengaja ataupun tidak mereka tidak tahu sama sekali.
" Wah kalian sudah siap-siap ya mau untuk jalan-jalan keliling kota ini, kalau saja Tante masih muda seperti dulu terus ruang lingkup gerak Tante Masih bebas Wah bakalan ikutan ?" tanya Rianti Sambil tertawa membuat wajah Vina memerah Bukan karena apa tapi dirinya sedikit malu karena merasa seperti anak-anak ABG yang masih labil terus hobinya plesiran kemana-mana.
" ah Tante bisa saja kalau memang Tante mau ikut Ya tidak masalah Justru lebih rame lebih bagus, Soalnya kami juga masih buta soal kota ini belum paham seluk-beluknya arahnya seperti apa. " ajak Vina membuat George yang berada di samping istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Mama mereka itu pasangan yang baru menikah otomatis ingin selalu bersama berdekatan dan juga tidak pernah lepas, kalau sampai kita ikut terus mengganggu mereka ya percuma saja mereka jalan jauh-jauh juga hasilnya tidak ada sama sekali!" jelas George membuat Rianti mendengus kesal karena memang tadi itu dirinya hanya berbasa-basi bukan memang ingin ikut pergi juga.
__ADS_1
" Eh Pak suami, Memangnya Kata siapa aku ngotot ingin ikut ? yang tadi itu kan hanya sekedar candaan kepada mereka berdua saja agar lebih rileks, kamunya saja yang terlalu sensi menganggap setiap apa yang aku katakan itu selalu benar dan juga serius! " sungut Rianti tak terima.
" Aduh kamu ini Segala sesuatu pasti harus selalu menjawab padahal suami kamu hanya ngomongnya seperti begitu saja, Kenapa sih sekali-sekali jadi orang itu diam sedikit soalnya kuping kita ini tiap hari bakalan lepas kalau mendengar colotehan kamu yang tidak jelas itu? " kali ini Dewi menimpali perdebatan adik iparnya Itu sebab jika tidak bisa dipastikan sampai kapanpun tidak akan pernah berhenti dan alhasil Vina dan Andi bakalan cancel untuk berangkat.
" Ya ampun Om sama Tante Kenapa jadi heboh begini sih Padahal tadi kan memang tante Rianti kan hanya bercanda saja, Lagian kalau mau ikut pun aku tidak pernah mempermasalahkannya supaya suasana Lebih ramai dan juga kita bisa langsung menuju ke tempat yang seharusnya karena kan sudah hafal jalan!" Vina berusaha melerai perdebatan antara semua manusia paruh baya yang ada di hadapannya itu karena jika tidak otomatis bisa dipastikan mereka tidak akan pernah berhenti entah sampai kapanpun.
" nah tuh kan Vina saja sadar kalau tadi itu mama hanya bercanda hanya papa saja yang kelebihan heboh seolah-olah ada masalah yang besar begitu, lain kali kau seperti begini Saat ketemu seseorang dan bersama Papa Mama bakalan Diam tidak ingin berbicara banyak soalnya nanti bakalan disalahkan terus!" sungut Riyanti membuat Rio mau tidak mau harus turun tangan karena jika tidak adiknya itu bakalan cemberut sepanjang hari dengan bibirnya dimajukan sekitar beberapa centi.
" Ya sudah kalau memang tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan Untuk apa kamu nyerocos terus dari tadi, suamimu itu kan hanya berbicara sebentar saja tetapi mungkin dasarnya kamunya saja yang suka sekali menjawab? " Riyanti jika sudah sampai ke tahap Rio yang turun tangan otomatis dirinya biarpun marah sampai ke ubun-ubun tetap bakalan diam saat itu juga.
" Ya sudah kalau begitu aku minta maaf tidak bakalan Mengulangi kesalahan sama lagi! Oh iya kalian sudah sarapan, kalau belum lebih baik bakal kalian dibungkus aja biar bisa dibawa terus dimakan di sana?" tawar Rianti membuat Vina hanya bisa tersenyum soalnya Ya kali jalan-jalan ku bawa sama bekal padahal bisa berwisata kuliner sekalian kan.
" Terima kasih Tante tahu Orangnya tetapi sepertinya nanti Kalau kami sudah merasa kelaparan baru bisa mengurusnya di sana, karena kalau jalan-jalan tuh lebih enaknya tidak mau Membawa Apapun biar bisa bergerak bebas dan juga tidak melupakan sesuatu yang bakal kerepotan nantinya!" jelas Vina membuat Rianti hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda paham dengan kemauan dari wanita cantik itu .
" ih Mbak mah gitu selalu saja mengungkit masa lalu Padahal aku saja sedang tidak ingin mengingatnya, itu kan merupakan aib yang harus ditutup dan dikubur dalam-dalam tidak boleh dikorek ulang lagi karena nanti bakalan seperti begini kan! " sungut Rianti terhadap kakak iparnya itu yang seolah tidak mengerti dengan apa yang ada dalam pikirannya dan juga apa yang ingin Ia sembunyikan di dalam hidupnya.
" Ya habisnya itu kan kenyataan makanya kenyataan itu harus dibicarakan biar besok lusa jangan terulang lagi kepada anak cucu kita, masa iya sebuah kesalahan fatal disembunyikan yang mana Nanti orang bakalan tahu dan mewaspadai hal itu! " tanya Dewi menimpali apa yang dikatakan oleh adik iparnya itu jangan buat Riyanti hanya bisa menghela nafasnya kasar soalnya jika berdebat dengan Dewi dirinya sungkan karena Biar bagaimanapun posisi wanita itu adalah istri dari saudaranya sendiri.
" Ya sudah Om sama Tante semuanya kami pamit ya nanti bakalan kembali lagi ke sini Kok hanya ingin jalan-jalan saja menikmati waktu yang ada, mau titip dibawakan apa nanti Saat pulang karena kebetulan kan kami mau rencana keliling kota Den haag sampai sepuasnya?" tawar Vina membuat Rianti dan Dewi langsung antusias soalnya siapa sih matanya tidak berubah jadi hijau ketika ditawari sesuatu.
" Tante itu tidak pesan banyak-banyak cukup kalian kembali dengan selamat itu sudah bagus tetapi kalau memang mau dikasih bonus Tante minta kalian pulang bawa yang memanjakan mata seperti sesuatu yang bling-bling begitu, biar nanti kalau kami berdua pakai buat nonton drama Korea sangat sesuai dengan feel yang didapat saat menonton!" jelas Rianti membuat Vina mengerutkan keningnya karena seumur hidupnya dirinya itu selalu kebingungan dengan ucapan kata yang bling-bling itu maksudnya apa sebenarnya.
" Maaf ya Tante maksudnya Blink Blink itu apa ya? soalnya aku bingung maksudnya itu apa mungkin makanan atau benda begitu, terus bentukannya seperti apa soalnya masih terasa asing?" tanya Vina sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
" Sudahlah nak jangan meladeni kelakuan tante kamu itu yang nanti bikin kamu tambah pusing Soalnya Om sudah pengalaman kalau bagian yang seperti begitu, jangan kamu juga menjadi korban yang selanjutnya soalnya nanti obat sakit kepala pun tidak akan bisa mereda nyerinya!" Sindir George membuat Rianti menatap tajam ke arah suaminya itu.
" terus aja ya memancing emosiku Kamu pikir aku bakalan tinggal diam saja dan melihat kelakuan kurang ajar kamu itu, aku itu ngomong sama dia bukan ngomong sama kamu tuan George Delano!" gumam Rianti tapi masih bisa didengar oleh semuanya.
" memang kamu ngomongnya sama dia bukan sama aku tapi kan posisi kuping aku lagi berfungsi dengan benar makanya bisa mendengar semua yang kamu katakan, kecuali kalau kamu pakai bahasa isyarat tidak mungkin kan aku bakalan tahu!" jelas George yang tidak mau kalah dari istrinya.
Dewi memberikan kode kepada Vina dan juga Andi agar segera pergi dari situ sebab kalau mereka hanya berdiri dan mendengar perdebatan suami istri itu otomatis tidak akan pernah selesai, soalnya sikap Riyanti yang selalu cerewet dan tidak pernah berhenti berbicara selalu saja dipatahkan oleh sang suami yang tidak suka jadi istrinya terlalu bersikap seperti begitu.
kini Andi dan juga Vina sudah naik ke taksi yang akan mengantarkan mereka keliling kota Den Haag sebab taksi tersebut sudah dipesan secara langsung oleh keluarga Rianti, Lagian siapa juga sih tidak kenal dengan keluarga yang begitu tersohor dan juga memiliki Putra yang sukses memegang perusahaannya sendiri.
" mertuanya dan Asya asyik juga ya orangnya, Aku yakin dia bakalan betah di sana sebab meskipun cerewet dan banyak bicara tetapi terpancarkan kasih sayang yang begitu tulus di matanya?" ujar Vina pelan karena dirinya begitu bahagia jika Asya bahagia dan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah.
memang tidak bisa ia pungkiri jika perhatian yang diberikan oleh Rio dan juga Dewi tidak pernah surut ataupun padam kepada Asia bahkan terlihat begitu besar selayaknya anak kandung mereka sendiri, maka dari itu melihat secara langsung kehidupan Asya yang sekarang Vina begitu bahagia dan mungkin sedikit berterima kasih kepada Gerry meski tidak diucapkan secara langsung.
karena atas campur tangannya pria itu makanya Asya bisa tinggal di tempat itu dan juga bertemu orang-orang baik yang tulus menyayanginya, Meskipun cara yang dilakukan itu tidak akan pernah ada pembenarannya sekalipun.
" maka dari itu kamu jangan terlalu cemas memikirkan dia sebab kalau kamu membahas hal yang sudah mereka lupakan tentu saja luka itu akan ternganga kembali, Terkadang ada hal yang perlu kita ingat selalu dan terkadang ada hal yang perlu diingat tetapi tidak terlalu harus ditonjolkan!" ucapan yang di katakan oleh Andi itu benar sekali dan Vina memang mengakuinya.
" Aku pengen banget loh ketemu sama dia terus sama anaknya itu yang katanya sangat menggemaskan, Soalnya kamu tahu sendiri kan mamanya saja sih menggemaskan itu apalagi anaknya?" ujar Vina yang terlihat begitu bahagia ketika membayangkan dirinya sudah menjadi Aunty dari anaknya Asya.
" semua butuh proses Kali Sayang tidak mungkin langsung sesuai dengan keinginan kita, Asya tidak Sebebas dulu yang kalau ada apa-apa kita langsung bisa ketemu ataupun ngobrol Sekarang kan sudah ada yang lebih berhak dari orang tuanya!" Vina mendengus kesal mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Andi karena posisi Asya itu sebenarnya sama dengannya.
" kenapa ya posisi wanita itu bakalan selalu terkekang ketika sudah menikah tidak ada yang namanya bebas, Terus kenapa juga suami itu harus kelihatannya berlebihan maka Kang istrinya padahal wanita juga sadar diri kalau sebenarnya dia itu sudah menikah?" Vina sengaja menyindir suaminya itu yang memang selama pernikahan mereka Andi tidak pernah mengijinkan Vina keluar rumah sendirian apalagi berkumpul dengan teman-temannya karena itu tidak akan pernah terjadi.
__ADS_1