Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 44


__ADS_3

Asya yang melihat Kenzo sudah berada dalam ruangan itu langsung menatap heran ke arah pria itu, sebab apa yang dilihatnya sekarang itu sangat tidak pernah dibayangkan sedikitpun apalagi memimpikan hal itu.


" ini kok bisa begini ya jadinya, kamu atas izin siapa mau melakukan hal ini?" tanya Asya memastikan.


Kenzo kebingungan harus menjawab apa dari pertanyaan Asya tadi, Sebab semua yang terjadi itu karena spontanitas dan juga berasal dari hatinya yang paling dalam.


dirinya memilih cengengesan agar Asya tidak memarahinya lagi ini juga semua akibat dari kesalahannya melakukan sesuatu tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain, padahal dulu Rianti sudah berkata untuk Jangan melakukan sesuatu yang nanti bakal menjadi dampak yang paling buruk.


" Kamu kenapa malah diam,Dengar kan tadi aku bertanya apa?Kamu pasti punya penjelasan untuk semua ini,sebelum aku yang mencari tahu sendiri?" Tanya Asya sambil berdiri bersedekap seraya menatap kearah Kenzo yang mati kutu.


"Nanti lain kali saja ya,karena sekarang aku mau menemani kamu jalan jalan.soalnya aku sudah tidak punya kesibukan lain lagi,sebab semua pekerjaan sudah menjadi urusan Adele." jelas Kenzo membuat Asya Menatap heran kearah Pria itu.


"Kamu bukannya bekerja malah menyuruh orang lain,memangnya kegunaan kamu sebagai Bos itu apa,hanya untuk jadi orang yang selalu kasih perintah?" Tanya Asya sambil memberenggut kesal.


Kenzo sungguh tak tahu harus bicara apa lagi,karena melihat sikap yang ditunjukan oleh Asya itu,tidak mungkin juga kan dirinya membantah Perkataan wanita itu? sebab jika hal itu terjadi maka bisa dipastikan Asya bakalan marah besar kepadanya, tadi menjelaskan soal foto di dinding saja belum bisa masa iya harus menambah lagi masalah?


" Iya aku tahu kalau pekerjaan seorang pemimpin itu harus memantau kinerja para pegawainya, hanya saja hari ini saja aku off untuk kamu soalnya daripada kamu bosan di sini!" Jelas Kenzo tapi namanya Asya Sejak kapan dirinya percaya dengan pria seperti itu.


" nanti saja deh perdebatannya daripada nanti kalau keburu sore terus Om sama Tante cariin Kan masalahnya bisa berabe, Lagian kamu Jadi orang kok tukang tanya banyak sih? Memangnya setiap pertanyaan yang ingin kamu tanyakan itu tidak bisa ditunda dulu, barang beberapa menit lagi lah atau beberapa hari lagi agar aku bisa menjelaskan secara perlahan?" tanya Kenzo memastikan tapi Asya malah memilih fokus dengan gambar dirinya berada di dinding ruangan itu.


" gambar ini kan waktu aku masih SMP, Kok bisa ada di kamu Padahal selama ini kan kamu di sini tidak pernah datang ke Indonesia? atau jangan-jangan selama ini kamu menyewa penguntit untuk mengikuti aku kemanapun, Astaga kalau sampai hal itu terjadi Aku bisa gila jika selama ini ternyata ada orang gila yang selalu berada di sekelilingku akibat ulah kamu itu?" Asya yakin dengan pemikirannya kali ini karena memang selama ini dirinya jarang berkomunikasi dengan Rianti.


" Ya itu kan namanya perjuangan dari awal Jadi aku minta sama kamu jangan melarangnya ataupun menghentikan semua yang kulakukan, karena Biar bagaimanapun Aku tidak akan pernah bisa berhenti jika menyangkut kamu." jelas Kenzo yang meminta Asya menatap dirinya mencari kesungguhan di dalam matanya apa ada kebohongan atau tidak.

__ADS_1


" kalau aku minta kamu untuk menghentikan semua aksi gila kamu itu sekarang juga Kamu mau mengikuti permintaan aku itu atau tidak, karena Biar bagaimanapun hidup aku sekarang itu sudah hancur berantakan Jadi untuk apa harus ada yang menguntit jika akhir-akhir nya semua sudah terjadi dan tidak akan bisa terulang lagi ?" pinta Asya tapi Kenzo memilih menatap ke arah lain karena jujur dirinya tidak ingin dan juga tidak bisa melakukan apa yang diinginkan oleh Asya itu.


" Mintalah yang lain tapi tolong jangan yang itu karena sampai kapanpun aku tidak akan berhenti melakukannya, sampai kamu mengatakan jika bakal menerima aku selalu berada di sisi kamu selamanya." tegas Kenzo sebenarnya tidak tega jika terlihat terlalu memaksakan kehendak kepada Asya yang masih begitu trauma dengan masalah yang tengah ia hadapi sekarang ini.


" sebenarnya apa sih kesalahan aku sama kalian semua sampai-sampai sepertinya melihat ku bahagia sedikit saja kalian merasa tersiksa, padahal aku tidak pernah membuat rugi siapapun ataupun membuat orang lain menderita? tapi kenapa giliran aku yang berbahagia Walau sedikit saja kalian merasa begitu sengsara, Apa kalian sudah bosan melihatku bernapas di dunia di dunia ini Jadi kalian ingin agar aku pergi secepat mungkin dan membuat dunia ini kembali lega tidak terbebani sedikitpun?" tanya Asya Yang Tak habis pikir dengan sikap semua orang yang seolah-olah jika ada dirinya mereka bakalan sekarat.


Kenzo menatap tajam kearah Asya yang terlihat seolah-olah sedang menyalahkan dirinya sendiri, padahal setiap masalah itu ada jalan keluarnya tergantung Sikap apa yang harus kita ambil menghadapi masalah itu sendiri.


" Kamu kenapa bicara seperti begitu Memangnya pernah kamu dengar aku mengeluh soal kedatangan kamu di tempat ini, Ayolah pemikiranku tidak sepicik yang kamu kira buktinya semua foto yang terpajang di sini itu bertahan bertahun-tahun tak lekang oleh apapun?" namun Asya tetaplah Asya yang sudah tidak percaya pada siapapun lagi apalagi dengan pria yang setelah bertahun-tahun baru ditemuinya itu.


" aku mau pulang kalau memang kamu masih mau di sini atau mau jalan-jalan silakan saja biar aku pulang naik taksi, yang penting kamu tinggal bilang tempat tinggalnya Om sama Tante itu di mana biar aku bisa ngomong langsung ke sopirnya." Asya sebenarnya masih ingin menikmati suasana baru di kota Den Haag Netherland hanya saja kehadiran Kenzo yang selalu saja mengganggu ketenangannya membuat dirinya sudah merasa risih dan tidak nyaman.


" Kamu kenapa jadi orang selalu keras kepala seperti begini Memangnya tadi aku ngomong apa Jadi kamu malah pindah haluan, salah kalau aku menawarkan sesuatu sebagai seorang teman atau sahabat bukan sebagai apapun yang tidak kamu inginkan sekarang ini? bisa tidak tolong Jangan terpaku dengan masa lalu karena kamu tidak akan pernah bangkit kalau hanya terpaku di saat itu, Aku kan selalu meminta ke kamu tolong hargai kehadiranku sedikit saja jangan pernah menyebut nama orang lain yang tidak akan pernah ada di sekitar kita." tegas Kenzo yang benar-benar merasa Jengah dengan sikap Asya yang seolah kuat untuk menghadapi setiap masalahnya seorang diri padahal biar bagaimanapun sekuat-kuatnya seseorang tapi hatinya tidak bisa membohongi apa yang sudah terjadi.


" ya maka dari itu kamu jangan jalan sendirian Kan aku sudah bilang kalau ini tempat asing buat kamu dan mereka semua juga belum mengenal kamu, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik kita mewaspadai lagi dulu kan?" Kenzo tidak ingin mencari tahu masalah itu sekarang karena dirinya bakalan menyelesaikan dengan caranya tanpa diketahui oleh Asya sedikitpun.


" Ye kenapa aku malah disalahin kamu mah enak banget jadi orang ngomongnya. Orang aku mau ngadem saja tidak boleh, masa iya harus berdekatan dengan kamu terus lama-lama pasokan oksigen ku bakalan habis." Sungut Asya membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang itu adalah wanita yang sangat sulit diajak kerjasama Jalan pemikirannya.


" Ya sudah terserah kamu mau ngomong apa nanti aku bakalan kasih tahu ke mereka ya tadi sudah sempat mencari masalah, yang penting Intinya cuma satu jangan Kamu pulang sendirian tanpa denganku karena aku tidak bakalan mengijinkan hal itu sampai terjadi." sambung Kenzo lagi dengan menggunakan nada yang sedikit kasar karena jika tidak otomatis Asya tetap keras kepala padanya.


" Ya sudah terserah kamu saja Ayo kalau mau jalan-jalan tapi aku nggak bawa apa-apa Jadi otomatis semuanya kamu yang tanggung, Jadi kalau sebentar gila belanja aku mencuat di permukaan kamu diam-diam saja jangan komentar banyak Nanti kalau sampai rumah baru aku kasih kembali uang kamu yang kupakai." setelah mengatakan hal itu Asya segera membuka pintu ruangannya Kenzo dan bertepatan dengan Dev dan Rama yang baru keluar dari ruangan meeting.


karena tadi ada urusan sebentar membuat Dev dan Rama sengaja keluarnya dari belakang, Padahal mereka berdua sedang memantau jika Asya sudah keluar dari ruangannya Kenzo akan mereka Langsung menyusul wanita itu.

__ADS_1


" cie kita ketemu lagi ini Asya? Padahal tadi aku pikir kita tuh sudah tidak akan ketemu lagi, Soalnya aku lupa minta nomor ponsel kamu, eh tau-taunya Fortune Cookies masih menghampiri diriku dan bisa bertemu dengan Bidadari secantik mu." Puji Rama basa-basi membuat Asya mengerutkan keningnya Karena ada saja kata pria itu yang membuat dirinya kebingungan mencerna maksud dan tujuannya.


" bukan Fortune Cookies tetapi Dewi Fortuna, Lain kali itu kalau ngomong bedakan doang maksud dan tujuannya kalau mau bicara nanti orang pikirannya akan aneh-aneh! aku pikir tadi kalian sudah pulang ternyata masih di sini padahal dunia sudah tentram loh kalau tidak ada kalian, tetapi ternyata Dewi Fortuna sedang tidak berpihak pada Asya Malika." kode Asia balik membuat Rama tersenyum sedangkan Kenzo dan Dev sedang menghela nafas mereka berdua kasar.


" ternyata asisten kamu itu lebih kurang ajar daripada Tuhannya, kok bisa-bisanya ya di terlihat memaksakan diri untuk akrab dengan Asya padahal Sepertinya kalian baru bertemu!" Sindir Kenzo yang merasa kesal karena saya lagi nyambung mengobrol nya dengan Rama dari pada dirinya.


" kamu kalau bicara yang baik ya tuan Kenzo jangan asal coblos membuat orang lain tersinggung, asal kamu tahu ya itu pertanda Asisten saya lebih mudah bergaul dibandingkan dengan kamu yang kaku kaya Kanebo kering. jadi lebih baik mulai dari sekarang kamu akui kalau orang-orang Dave Smith dibandingkan dengan orang-orangnya kamu yang tidak ada apa-apanya, dan aku juga ingin memastikan kalau mulai sekarang lebih baik kamu mulai sudah memasang tameng untuk menjaga Asya karena aku bakalan merebutnya dari kamu!" tegas Dev membuat Kenzo semula tak percaya ke arah pria yang berada di sampingnya itu.


" Jadi selama ini kamu mengajak kerjasama di perusahaan ku hanya untuk mencari tahu soal Asya, Wah ternyata pria berkarismatik seperti kamu pemikirannya masih sepicik itu? tapi tidak masalah karena menurutku semua itu sudah diatur, seberapa kerasnya kamu berusaha tetapi jika semesta sudah berkehendak lain otomatis kamu hanya bisa gigit jari saja!" setelah mengatakan hal itu Kenzo segera mendekati Asya yang sedang mengobrol cantik dengan Rama sambil tertawa Tiwi.


" ayo sayang, Tadi katanya mau pulang jadi karena pekerjaan aku sudah selesai Aku bakal mengantarkan pulang sampai ke rumah baru setelah itu kembali lagi ke sini atau mau menemani kamu kemana pun hari ini?" ajak Kenzo sambil memberi kode kepada Asya agar wanita itu paham jika dirinya tidak ingin berlama-lama ada di tempat itu.


" eh mana bisa begitu tadi kan katanya jalan-jalan dulu baru kita bakalan pulang ke rumah, tadi kan sudah janji di dalam ruangannya Kamu kenapa malah sekarang berubah pikiran?" tolak Asya yang tak terima dengan ajakan Kenzo barusan.


" Jadi kamu masih mau ingin jalan-jalan soalnya tadi aku pikir kamu sudah berubah pikiran, Baiklah karena ini kemauan kamu aku tidak bakalan menolak dan bakalan menemani Tuan Putri seharian di manapun dan kapanpun." Dave tidak tinggal diam ketika mendengar rencana yang sudah disusun matang oleh Asya dan Kenzo.


" Wah Kebetulan saya juga ada rencana mau pergi keluar tapi hanya bingung mau kemana Soalnya tidak tahu tempat yang bagus di sini, Bagaimana kalau saya mengikuti kalian hitung-hitung ada teman jalannya Biar tidak bosen sendirian saja." bujuk Dev membuat Asya langsung meraih tangan Kenzo karena tiba-tiba dirinya merasa sangat takut melihat tatapan Dev yang begitu tidak biasa.


Kenzo yang paham dengan perubahan sikap Asya langsung menatap tajam kearah Dev, karena dirinya tidak ingin jika kelakuan pria itu membuat Asya kembali ketakutan seperti yang sudah-sudah.


" mohon maaf tuan Dave Smith karena sepertinya dia sudah tidak nyaman berada di dekat anda, maka dari itu Rencana jalan-jalan hari ini pun kayaknya kamu bakalan batalkan karena kami masih punya hari yang lain lagi untuk jalan berduaan tanpa gangguan sedikitpun." Kenzo sedikit menekankan kata gangguan agar dia sadar jika dirinya di situ sangat tidak dibutuhkan oleh siapapun karena mereka cuma sebatas rekan kerja saja.


Jadi kalian pasti sudah sadar dong kenapa dia merasa tidak asing dengan wajah Asya karena dirinya melihat dengan jelas foto Asya yang berada di ruangan Kenzo, dari kemarin dulu dirinya selalu berusaha untuk mengingat kira-kira pernah melihat Asya di mana dan akhirnya ingatan Itu kembali.

__ADS_1


__ADS_2