Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 65


__ADS_3

Kenzo hanya bisa tertawa saja karena ketika mendengar nada protes dari Asya itu,padahal tadi wanita itu juga tak kalah menikmati permainan mereka yang saling bertukar saliva.


"Coba kamu pikir aku itu mesum dari sudut mana nya Coba,Sedangkan kamu sendiri juga sangat menikmati?" Tanya Kenzo mulai memberikan kode dengan matanya.


"Idih yang bilang aku menikmati yang ada aku itu takut jatuh,jadi jangan percaya diri." ketus Asya yang tidak ingin Kenzo begitu percaya diri.


"Kalau begitu ayo kita ulangi lagi,sampai kamu menikmati baru kita berhenti!" Ajak Kenzo membuat Asya menatap jengah kearah nya.


"Itu mah sama saja enaknya di kamu terus sengsara di aku,jangan modusin orang yang sudah Suhu soal begituan!" Ledek Asya.


Lanjut***


semua orang yang berada di situ merasa heran dengan sikap mereka berdua yang seolah menganggap pernikahan itu sebagai sesuatu yang tidak perlu di buru-buru kan, sebab sama saja jika hal yang terlalu tergesa-gesa hasilnya tidak akan bagus dan sesuai dengan harapan nantinya Yang ada hanyalah penyesalan dari belakang.


"jangan bilang kalau kalian itu hanya ingin main main saja,tanpa ada kata serius do dalam nya?" Tanya Dewi yang sudah mulai menerima kehadiran Kenzo.


Asya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,karena mendengar nada penuh kecurigaan dari semua orang.


padahal sebenarnya dirinya dan juga Kenzo tidak ada nada bercanda di dalamnya karena mereka berdua bukan anak kecil lagi, yang mengambil suatu keputusan secara main-main tanpa dipikirkan dengan matang.


" Ma tadi kan kita ngomong kan kalau sebenarnya kita bukan tidak mau,hanya saja kami berdua ingin saling mengenal masa ini baru setelah itu menuju ke jenjang yang lebih serius!" Ujar Kenzo sambil tersenyum kearah Asya yang tengah memasang wajah tak nyaman.


"Kamu kenapa Yang?" Tanya Kenzo ketika melihat Asya yang hanya diam.


"Aku pengen makan nasi goreng pake sambal terasi Mas!" Jelas Asya cengengesan membuat Kenzo harus pecah otak mencerna hal aneh itu.


"Itu benda apa?" Tanya Kenzo heran.


"Inti nya itu makanan bukan racun,ayo Mas kamu tolong buatkan makanan untuk ku!" Jelas Asya dengan wajah memelas.


"Tapi Yang,aku mana paham dengan benda itu dan cara mengolah nya?" Tanya Kenzo agar Asya sadar dengan permintaan nya barusan.


"Bodoh amat!Lagian kan cuma melakukan hal kecil doang,kamu pasti juga akan paham kalau kerja bareng Tante Rianti!" Ujar Asya sambil menunjukan kearah Rianti yang juga sedang menatap nya.


"Ok baiklah ini semua demi Baby El,Oma Ati bakal melakukan hal yang sangat di benci Opa George!" Rianti sangat tahu kalau suaminya itu sangat membenci yang namanya benda yang terbuat dari udang rebon yang sudah berubah menjadi warna coklat.

__ADS_1


"Aku juga Yang?" Tanya Kenzo memelas berharap Asya iba dan menyuruh dirinya duduk.


"Ya jelas lah kamu ikut karena kamu kan Daddy nya!"Sahut Asya santai.


Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena tidak percaya jika Asya dengan tega menyuruhnya berhubungan dengan sesuatu yang sangat tidak ia sukai, karena pria itu sangat Tahu betul dan sudah kembali mengingat Bagaimana bentuk dan aromanya dari benda yang tadi disebutkan Asya secara sadar dan nyata dan harus dirinya juga ikut ambil bagian untuk mengerjakannya.


" Baiklah kalau begitu karena demi anak maka aku bakal melakukan apa yang kamu inginkan Bila perlu keliling dunia dalam waktu 1 hari pun akan aku lakukan, hanya saja kamu harus makan ya Sebab aku ini sudah Rela melakukan sesuatu dengan menggunakan tenaga yang begitu full dan juga hati yang begitu tulus!" pinta Kenzo dan Asya menyahut dengan begitu antusias.


ketika Kenzo dan Mamanya sedang berkutat di dapur dan George membantu dengan sebisa mungkin demi cucu kesayangan,berbeda dengan Rio dan Dewi yang menatap sendu kearah putri mereka itu.


"Nak,kamu ngidam ya?Lain kali bilang ke kami juga ya,karena kami bakal melakukan apa yang kamu mau!" Pinta Dewi pelan agar Asya tidak tersinggung.


"Aku Juga Bingung Mah,karena kemauan itu tiba tiba muncul dan begitu kuat tanpa bisa untuk di tahan!" Ujar Asya dengan nada yang begitu pelan karena takut kedua orang tua nya bakal tersinggung dengan sikap nya itu.


"Tidak apa apa Nak itu adalah hal wajar,tapi yang membuat Mama heran kamu kok seperti nya nyaman dengan Kenzo yang jelas jelas bukan siapa siapa kalian berdua?" Tanya Dewi yang ingin mengorek lebih dalam lagi apalagi ia sempat melihat siluet Kenzo di balik dinding.


"Kami nyaman dekat dengan Kenzo,seolah dia itu memang benar adalah Daddy nya Baby El. Maka dari itu aku seperti nya Tidak mau pisah dari nya,bagiamana kalau kami menikah dalam waktu dekat ini?" Tanya Asya pelan.


"Tapi bagaimana kalau Suatu saat Gerry datang dan menanyakan soal kamu dan bila bertemu baby El dan merasa yakin jika bayi itu adalah miliknya dia, Apa kamu mau kembali kepadanya dan meninggalkan Kenzo yang sudah sama-sama berjuang dari awal untuk mempertahankan bayi itu itu? " tanya Dewi pelan agar semuanya menjadi clear dan tidak ada yang perlu untuk dipikirkan lebih jauh lagi sehingga ada hati yang bakalan Tersakiti.


mendengar Asya yang hanya menghela nafasnya kasar Entah mengapa hati Kenzo begitu terasa sakit karena menurut Kenzo jika Asya tidak bisa menjawab sebab pasti ada Rasa Yang Tertinggal Di hati wanita itu, dan dirinya adalah orang asing yang tidak pantas Untuk menggeser sedikitpun posisi Gerry yang sudah bertahun-tahun menempati dalam relung hati yang paling dalam.


" ternyata memang benar selalu ada dia di dalam hati kamu dan aku adalah orang asing yang ingin sekali menggeser posisinya tapi sepertinya tidak dapat, mungkin kata-kata kamu jika ingin jantung hati kamu akan berdebar ketika berdekatan denganku hanya merupakan sebuah alasan saja!"Lirih Kenzo memilih kembali kedapur tanpa ingin menanyakan maksud dan tujuan nya kembali.


" kamu sudah tanya hasilnya Mau nasi goreng rasanya pedas atau tidak, soalnya setahu Mama itu selera makannya ibu hamil itu jauh dari kata normal kebanyakan aneh semua? biar nanti kalau kita sudah masak sesuai seleranya dia bakalan makan sampai habis, Biar apa yang kita kerjakan sekarang ini tidak sia-sia ya dan juga bakalan membuat bayi El sehat walafiat!" ujar Rianti begitu antusias namun kenshu hanya menjawabnya dengan senyuman tanpa ada niat untuk mengeluarkan kata-kata sedikitpun.


" entah nanti Baby El lahir bakal bisa memanggilku Daddy atau tidak, karena aku sepertinya sudah kalah sebelum bertanding dan juga entah sampai kapan aku bertahan di posisi ini yaitu Selalu ada disamping Asya!" Lirih Kenzo dalam hati.


"jangan kasih pedas,Mah.soalnya kasihan bayi nya bakal kesulitan minum air,kan Mama tahu sendiri kalau perut Asya itu begitu kecil pasti makanan bakal susah untuk di cerna!" Ujar Kenzo dengan tampang datar.


Rianti memilih tak menggubris apa yang di katakan putranya itu yang entah mengapa antusias nya yang tadi berubah jadi kejengkelan,padahal tidak biasanya Kenz seperti begitu.


Asya yang bosan menunggu memilih menyusul kedapur dan langsung mencium aroma menyengat,membuat sesuatu di dalam sana langsung bergejolak padahal tadi ia sendiri yang meminta.


"Huekkk,Huekkk

__ADS_1


Kenzo yang mendengar Asya yang ingin sekali mengeluarkan isi dalam perutnya langsung menyusul wanita itu ke dalam kamar, hanya hanya masih tetap stay cool dengan memasang wajahnya tanpa ekspresi karena benar-benar merasa kekecewaan yang tidak bisa diungkapkan.


"Sudah selesai muntah nya karena aku mau keluar?" Tanya Kenzo bahkan kebiasaan dirinya yang selalu mengusap kepala Asya tidak di lakukan sama sekali.


" sudah, kamu boleh keluar ar-rayyan ti biar aku yang sendiri menyiapkan air hangat soalnya seperti ada yang masih mengganjal di tenggorokan. nanti biar mama saja yang melanjutkan pekerjaan kamu Bukankah kamu harus ke kantor sekarang, nanti kamu terlambat dan juga kasihan para...


" kamu tidak perlu sibuk dengan urusan ku cukup saja kamu sibuk dengan urusanmu dan juga hatimu, agar kamu lebih paham Sebenarnya aku ini ada di bagian yang mana Di dalam hati kamu sekarang. atau hanya ingin Numpang lewat saja?" setelah mengatakan hal itu tanpa memikirkan perasaan Asia yang sedang kebingungan dengan perubahan yang dialami oleh Kenzo pria itu langsung pergi tanpa mau mengucapkan kata-kata yang lain lagi membuat Asya langsung menitikkan air matanya karena dirinya yakin jika pria itu sebenarnya hanya merasa iba kepadanya bukan karena Cinta Semata.


Asya yang memilih untuk mengurung diri di dalam kamar tidak ingin keluar sama sekali sebab dirinya sangat merasa kecewa dengan perubahan Kenso yang secara drastis itu, padahal sebenarnya hal ini sudah pernah mereka bahas dan Kenzo tidak pernah mempermasalahkannya kenapa sekarang tiba-tiba menjadi berubah pikiran dan malah mengeluarkan kata-kata yang begitu menusuk.


" Apa aku salah jika menyuruh kamu untuk menunggu dan juga tidak memaksakan kehendak sehingga membuat aku tidak nyaman, kalau memang semua ini karena keterpaksaan Baiklah aku bakalan meminta mama sama papa untuk pergi dari sini agar kalian tidak merasa direpotkan sama sekali oleh ku?" setelah mengatakan hal itu Asya langsung bergegas menuju ke kamar orang tuanya untuk pindah saat itu juga terserah mau dibawa ke mana saja yang penting intinya menjauh dari Kenzo yang sudah berubah dan juga tidak tulus menyayangi dirinya dan juga baby El.


Tok tok tok


Rio yang sedang sibuk dengan email yang masuk merasa terkejut ketika ada yang mengetuk pintu dari luar, sedangkan Dewi masih berada di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebab rencananya mereka berdua bakalan mencari apartemen yang tidak terlalu jauh dengan kampusnya Asya nanti setelah dirinya melahirkan.


" loh anaknya papa kok ada disini kenapa tidak langsung masuk saja Nak? Ayo cepat masuk tidak boleh lama-lama berdiri nanti kaki kamu bakalan pegel, Kenapa mata kamu jadi sembab apa ada masalah yang tidak papa ketahui sama sekali dan kamu tidak ingin menceritakannya? ingat nak apapun status kamu sekarang kamu itu tetap merupakan Putri kesayangannya Papa sama Mama dan tidak ada yang boleh menyakiti kamu, karena Papa tidak bakalan tinggal diam ketika anak Papa disakiti secara sadar dan nyata di depan Papa!" Rio yang merupakan seorang pria penyayang langsung menyadari perubahan sikap Asya dan juga mimik wajah Asya yang terlihat begitu Sendu.


" Asya baik-baik saja kok, pah.Hanya ingin saja ke sini dan mengobrol sama papa dan mama, dan juga meminta sesuatu yang mungkin sebelumnya Asya harus minta maaf dulu karena terkesan seperti memaksakan kehendak Padahal di sini tidak ada turut ambil bagian sedikitpun!" penjelasan Asya itu membuat Dewi yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa heran karena sepertinya ada yang disembunyikan oleh gadis itu.


" Kamu itu sebenarnya mau ngomong apa sih Nak? Kok sampai minta maaf segala kaya sama orang lain, Sejak kapan kami bakalan menolak apa yang kamu inginkan? Meskipun terkadang susah untuk didapatkan? Kamu itu merupakan anak kami otomatis menjadi tanggung jawab kami dan semua yang kamu inginkan harus kami penuhi apapun keadaannya, jadi jangan pernah malu untuk mengeluh ataupun merasa tidak enak hati karena nanti kamu yang bakalan terbebani karena anak sendiri seolah menjauh tidak ingin berbagi keluh kesah nya ataupun masalahnya yang tengah dihadapi dan malah memendam sendiri!" Dewi tidak menyukai perkataan Asya tadi.


"Maaf!" Lirih Asya membuat kedua orang tua nya menjadi gusar.


"Sayang,jangan begitu dong karena sikap kamu ini membuat Mama dan Papa jadi bingung!" Pinta Dewi agar Asya tidak terlalu terbebani.


"Asya pengen kita pindah dari sini." Ujar Asya yang langsung di dengar oleh Rianti karena pintu yang tidak tertutup dengan benar itu.


Sebab tadi Rianti sempat ke kamar Asya karena nasi goreng pesanan Ibu hamil itu sudah jadi,tapi saat kesana Asya tidak ada sama sekali maka dari itu membuat Rianti belok arah dan mendengar hal yang menurut nya sangat tidak ingin di dengar.


Rianti dengan begitu terburu buru menghampiri Kenzo yang tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena biar bagaimanapun pagi ini ada meeting penting dengan klien, melihat sikap Mamanya itu Kenzo hanya mengerutkan keningnya sepertinya ada masalah besar yang sedang terjadi atau bakalan terjadi.


" Mama kenapa jalannya kayak dikejar hantu?" tanya Kenzo penasaran membuat Rianti hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" ini itu lebih parah lagi bukan dikejar hantu bukan juga dikejar orang jahat ataupun segala macam ***** bengeknya, karena Asya tadi itu mama dengar meminta kepada kedua orangtuanya untuk pindah tinggal di rumah sendiri entah apa alasannya Mama juga bingung!" Ujar Rianti dengan satu kali tarikan nafas.

__ADS_1


Hal itu membuat Kenzo yang tengah memasang dasi langsung menarik kembali benda itu dan membuangnya asal,lalu segera turun ke lantai bawah untuk bertemu dengan Asya.


__ADS_2