
" kamu berencana menikahi wanita jadi-jadian ini, semua yang kamu lakukan itu atas izinnya siapa? " tanya Norah Mau memastikan karena biar bagaimanapun dirinya harus meluruskan apa yang sudah ia dengar.
Gerry mendengus kesal sambil menatap ke arah Mona yang malah begitu terlihat percaya diri ketika mendengar mamanya membahas soal hal yang tidak penting itu, jika pertanyaannya dilontarkan setahun yang lalu otomatis Gerry bakalan dengan antusias menjawabnya tetapi sekarang ceritanya begitu berbeda.
" Mama kan hanya dengar dari dia saja tetapi bukan dari aku kan? jadi jangan percaya begitu saja dari mulut orang lain Jika dari anak sendiri belum mengucapkan hal itu, Mungkin dia mau menikah sama satpam sebelah rumah atau apapun itu Aku tidak tahu menahu! " ujar Gerry membuat Mona membelalakkan matanya sempurna seolah tak percaya.
" kamu kok jadi berubah seperti begini, Memangnya ada yang salah dengan perkataanku yang tadi? Bukankah memang kita berdua yang Berencana untuk menikah, jadi Kenapa di saat aku membahas seperti ini kamu malah mengalihkan pembicaraan? " tanya Mona Yang Tak habis pikir dengan perubahan sikap yang dialami oleh Gerry.
" sudah kukatakan kepada kamu untuk sekarang juga harus pergi dari tempat ini sebelum ku seret dan kubuang di depan jalan, di sini bukan tempat untuk menampung wanita yang tidak jelas sepertimu! " tegas Gerry yang benar-benar muak melihat sikap Mona yang terlalu berbuat seolah-olah dirinya orang paling berharga.
" tidak bisa begitu dong, aku datang ke sini itu untuk bertemu dengan kamu. masa kita belum berbicara berdua kamu malah mengusirku seperti begitu, atau jangan-jangan kamu malu karena ada kedua orang tua kamu yang selalu saja menempel ke dekat kita berdua sehingga tidak bisa leluasa buat berbicara? " Percayalah jika ada batu kerikil yang besar yang pas ukuran dengan mulutnya Mona maka bisa dipastikan Norah sudah menyumbat mulut wanita itu agar tidak berbicara lagi.
soalnya setiap kali Mona berbicara pasti bakal menimbulkan konflik yang berkepanjangan, Norah berjanji dalam hatinya bahwa tidak akan pernah mempercayai wanita itu apapun keadaannya.
" Terserah kamu mau berbicara apa tetapi yang penting Intinya cuma satu yaitu tolong menjauh dari depan rumahku, soalnya manusia yang seperti kotoran sepertimu itu tidak pantas untuk berada di sini karena hanya bisa menghalangi jalan dan juga pemandangan!" Noah mengusir wanita itu secara halus Kalau memang dia paham artinya bakalan pergi Tetapi kalau tidak barulah dirinya berlaku secara kasar.
" Oke Tante kalau aku salah aku minta maaf tapi tolong jangan marah-marah ya, tadi itu aku hanya keceplosan saja makanya langsung mengatakan hal-hal yang tidak sopan. hanya saja aku berjanji tidak bakalan mengulangi hal itu lagi, dan akan menjadi orang yang paling baik di bumi ini agar tante sama Om mau menerima aku sebagai calon menantu! " semua orang yang berada di situ menatap Jengah ke arah wanita yang dari tadi terlalu kelebihan percaya diri Entah berapa ton besarnya sampai-sampai meskipun diusir secara kasar pun tidak digubris sama sekali.
Norah hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena sudah tidak tahu lagi harus mengeluarkan kata-kata Seperti apa agar Mona bisa pergi dari situ, karena sepertinya wanita itu memiliki sikap yang tidak tahu malu atau mungkin urat malunya sudah putus.
" Ya Tuhan tolong panjangkan sabarku Dan tolong lapangkan kuburku agar bisa bersikap yang seperti bagaimana terhadap wanita aneh ini, dari tadi kerjaannya hanya mencari masalah padahal orang lain sedang tidak ingin diganggu! " Sungut Norah dalam hati.
" Kami sedang tidak ingin mencari calon menantu untuk beberapa tahun kemudian, Jadi kalau kamu memang ingin menikah Silakan cari pria di mana saja terserah dari kamu untuk dijadikan calon suami!" usir Dito yang juga sebenarnya sudah tidak ingin lagi menatap Mona berdiri di hadapannya karena dirinya juga ingin masuk ke dalam rumah dan menikmati makanan yang mereka bawa sebab dirinya rasa itu sudah dingin karena dari tadi harus meladeni wanita yang aneh.
Mona melihat Sikap kedua orang tua Gerry yang dari tadi seolah tidak menyukai kehadirannya, padahal dirinya hanya ingin bersilaturahmi dan juga tidak ada niat untuk mencari masalah tetapi kenapa malah disalah artikan seperti begitu.
__ADS_1
" Tapi kan aku datang ke sini baik-baik tidak ribut-ribut di jalan ataupun marah-marah hanya kaliannya saja yang kelebihan lebay berbuat seolah aku sedang melakukan kejahatan, jadi tolong dong kamu antar aku pulang ya Soalnya ini sudah malam aku takut nanti kalau ada apa-apa di jalan terus gimana coba?" Bujuk Mona.
Gerry yang dari tadi berdiri menatap tajam ke arah wanita itu sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana mendadak langsung berubah menjadi sangat emosi, sebab menurutnya Mona itu tidak punya hak untuk memberikan perintah kepadanya apalagi menyuruhnya seperti algojonya yang digaji setiap saat.
" Maksud kamu apa ya menyuruhku seperti begitu, apa Kamu pikir aku ini sopir pribadimu jadi satu kali 24 jam bisa mengantarkan kamu kemanapun mau pergi?" tanya Gerry dengan nada sinisnya sebab biar bagaimanapun dirinya harus tegas tidak boleh lembek alhasil nanti bakalan diinjak oleh orang lain.
" ya kita kan belum ada kata putus sampai sekarang otomatis sampai saat ini masih sah sebagai pasangan kekasih kan, cara Tidak ada salahnya dong kalau aku minta tolong ke kamu?" Norah tidak habis pikir dengan sikap Mona itu yang seperti ini terlalu murahan dan terkesan seperti ingin menjual diri kepada pria manapun.
dirinya tanpa basa-basi lagi langsung mendekati Mona dan menarik kuat rambut wanita itu sehingga membuat Mona pun terjatuh di bawah tanah, dan setelah itu Norah menatap tajam ke arah Mona yang tengah merintis kesakitan itu dan memberi kata-kata ancaman yang mungkin entah bakal dilaksanakan atau tidak.
" aku dari tadi bersikap sopan dan juga tidak terlalu kasar karena mengingat kamu adalah seorang wanita dan juga anak kecil, jadi tolong jangan macam-macam ataupun melakukan hal yang bakalan kamu sesali nanti. Saya paling tidak suka dengan orang yang suka sekali memaksa kehendak agar orang lain harus menurutinya, Jika kamu terus saja melakukan hal itu kepada anak saya maka saya Norah Erlangga pastikan hidup kamu bakalan berhenti saat itu juga!" tegas Norah yang benar-benar tidak ada nada bermain ataupun bercanda di dalamnya membuat Mona pun langsung mematung sebab bingung harus berekspresi atau seperti bagaimana.
Gerry mendekati sang mama berusaha membujuknya agar jangan terlalu marah-marah sebab Biar bagaimanapun penyakit hipertensi yang diderita olehnya itu sangat tidak bagus, Lebih baik menjauh daripada meladeni seseorang yang hanya membuat kita tersulut emosi dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan.
" mama, lebih baik kita pergi dari sini dan masuk ke dalam rumah terus istirahat karena sekarang sudah tengah malam. tidak perlu meladeni orang yang menurut kita tidak penting, karena itu sama saja buang-buang tenaga dan pikiran dan alhasil merugikan diri sendiri! " bujuk Gerry namun tidak disahuti oleh Norah dan malah menepis tangan putranya itu agar jangan menyentuhnya sedikitpun.
Gerry hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena memang terlihat dari wajah Mamanya itu masih memendam amarah, tentu saja ia tidak punya hak untuk melarang Norah agar jangan marah kepadanya karena memang kesalahan yang ia lakukan itu pantas mendapatkan semua hukuman secara tidak langsung yang diberikan oleh kedua orang tuanya yaitu dengan tidak berbicara dengannya satu katapun.
sepeninggal mereka berdua sebenarnya Gerry hendak meninggalkan Mona sendirian di situ, hanya saja langkah kakinya itu kalah cepat dengan langkah kaki Mona yang sudah terlihat mencekal kedua tangan Gerry agar tidak kemana-mana.
" ada hal yang harus kita bicarakan jadi tolong jangan meninggalkanku seperti begini, kamu kalau mau marah juga boleh mau memakai ku juga boleh tapi tolong jangan mengabaikanku! " lirih Mona yang sebenarnya sedang bersandiwara agar mungkin ada rasa kemanusiaan di dalam benaknya Gerry sehingga tidak jadi pergi meninggalkannya sendirian.
" sekarang pertanyaannya yang menyuruh kamu datang ke sini itu siapa? Bukannya kamu sendiri yang berinisiatif untuk datang ya Makanya kalau pulang tidak perlu diantar kan, soalnya di sini itu bukan penyewa jasa antar jemput Jadi kamu dengan Seenaknya saja memberikan perintah? " setelah mengatakan hal itu Gerry menepis kuat tangan Mona agar jangan coba-coba menyentuhnya lagi.
" pokoknya aku tidak mau tahu kamu harus mengantarku pulang sekarang atau kalau tidak aku bakalan duduk di sini sampai besok pagi, supaya semua orang tahu kalau kamu itu merupakan seorang pria yang tidak tahu bertanggung jawab sedikitpun! " teriak Mona yang memang tidak terima ketika Gerry meninggalkan dirinya sendirian apalagi di tengah malam yang dingin seperti begini dengan keadaan dirinya yang memakai pakaian yang sangat kurang bahan seperti begitu.
__ADS_1
menoleh, tentu saja hal itu tidak akan pernah dilakukan oleh Gerry sedikitpun. sebab Biar bagaimanapun jika dirinya kembali merespon Mona otomatis wanita itu tidak akan pernah berhenti mengganggu ketenangannya, padahal gara-gara wanita itu pula membuat dirinya harus melakukan hal yang sangat membuat Asya membencinya hingga saat ini.
Mona terus saja berteriak sampai Gerry masuk ke dalam rumah pun dirinya masih melakukan hal itu, sebab menurutnya Jika ia tak melakukan hal itu maka otomatis dirinya bakalan pulang jalan kaki sampai di rumah yang jaraknya lumayan jauh.
" Gerry, Terserah kamu mau peduli atau tidak pokoknya aku ingin kamu harus mengantarku pulang saat ini juga! kalau sampai kamu tidak mau melakukan hal itu maka aku bakalan teriak sampai semua orang di sini tahu bagaimana sikap kamu selama ini kepada seorang wanita, dan juga aku bakalan kasih tahu kepada keluarganya Asya Apa yang telah kamu lakukan kepadanya dan juga atas dasar apa sampai hal itu bisa terjadi!" mendengar apa yang dikatakan oleh Mona, Gerry memang tidak merespon melainkan hanya tersenyum sinis..
sebab tanpa wanita itu mengatakan kepada siapapun dan juga memberitahukan kepada keluarga Asya, semua orang sudah pasti bakalan akan tahu dan juga keluarga Dirgantara tidak akan pernah memaafkan dirinya.
belum ada pengakuan darinya saja sudah terjadi seperti begini, maka dari itu terserahlah Mona mau mengatakan apa di luaran sana karena setiap orang punya kebebasan untuk berbicara dan menyampaikan pendapat.
Norah yang melihat Gary sudah masuk ke dalam rumah langsung menatap tajam ke arah putranya itu, tetapi kali ini lebih berbeda dari sebelumnya terlihat guratan kekecewaan serta kemarahan yang dicampur adukan menjadi satu.
" Terserah kamu mau melakukan apapun dan juga mau menginginkan apapun itu, tetapi Intinya cuma satu yaitu kamu jangan pernah menyakiti Asya lagi hanya karena disuruh oleh orang lain! " setelah mengatakan hal itu Norah pun masuk ke dalam kamarnya tidak ingin mendengar tanggapan kiri yang menurutnya Sudah Terlambat.
Nora sebenarnya tidak ingin memarahi putranya itu ataupun mengatakan kata-kata yang bakalan menyakiti hatinya, hanya saja sebagai orang tua jika dirinya Hanya berdiam diri maka segala sesuatu tidak bakalan berjalan sesuai dengan rencana apalagi Keinginan mereka dari awal.
Gerry memilih memasang earphone-nya dan langsung naik ke tempat tidur untuk segera tertidur agar tidak mendengar ocehan Mona yang sangat tidak masuk akal itu, terserahlah wanita itu mau bermalam atau pun pulang persiapan dengan segala urusannya karena Bukankah Mona sendiri yang suka rela datang ke tempat itu tanpa ia undang apa lagi ia suruh.
Mona benar-benar merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita yang sebenarnya sangat tidak disukai oleh seorang pria, ketika dirinya berdiri Bengong di situ terlihat segerombolan anak muda yang lewat.
mereka yang melihat seorang wanita berpakaian kurang bahan di tengah malam begini tanpa ada satupun yang menemani otomatis bakalan tergoda juga, lagian kucing kalau dikasih ikan mana mau menolak Bukankah itu makanan yang setiap saat dinantikan?
" Halo cewek ngapain Bengong di sini, mendingan ikut kita saja party malam ini? Tenang saja untuk urusan soal biaya nanti kita yang bakalan tanggung, Yang penting kamu mau yang jadi paling cantik di antara kami semua!" bujuk mereka semua sambil tersenyum smirk karena menurut mereka Mona itu merupakan tipe wanita yang suka sekali berpesta.
Mona yang merasa tidak dianggap oleh Gerry memilih untuk mengikuti para pria itu sebab menurutnya kapan lagi ada yang bakal mentraktirnya minum, terus daripada dirinya pulang jalan kaki selagi ada tumpangan kenapa tidak digunakan saja.
__ADS_1
" tapi kalian janji ya setelah kita party kalian harus mengantarku pulang, soalnya aku capek banget hari ini pengen istirahat Tetapi kalau diajak minum alkohol ya Mari saja!" pinta Mona dan tentu saja mereka tidak menolak permintaan wanita cantik seperti begitu.
Mona tak pernah tahu dan juga tak pernah peduli dengan konsekuensi yang bakal ia hadapi jika pergi bersama dengan orang yang tidak pernah ia kenal sama sekali, karena yang ada dalam pikirannya itu hanyalah bersenang-senang mendapatkan uang dan juga memuaskan diri sendiri.