
Vina yang kebingungan memilih untuk menyuruh sopir taksi itu mengantar dirinya ke salah satu hotel yang tidak jauh dari situ, soalnya tidak mungkin juga kan dirinya harus berada di dalam taksi dalam kurun waktu yang dirinya saja bingung sampai kapan.
Sorry Guys meskipun Vina lagi berada di Netherland tetapi percakapannya kita tetap ubah ke bahasa Indonesia ya, soalnya ini novel yang bacakan bukan orang Belanda melainkan orang Indonesia!! Wkwkwkwk
" Permisi tuan, Bisakah turunkan saya di hotel yang ada di depan itu? " tanya Vina memastikan membuat sopir taksi itu hanya menganggukan kepala karena biar bagaimanapun pelanggan itu merupakan raja.
" Baiklah nona!" sahut Sopir itu.
Vina dari tadi hanya menatap ke arah ponselnya yang sudah dinonaktifkan soalnya dirinya ingin membuat Andi merasa jerah dan tidak Mengulangi kesalahan yang sama, di dalam rumah tangga bukan hanya suara kepala keluarga yang harus didengarkan sehingga berbuat Sesuka Hati mau marah yang tidak jelas pun tidak ada yang bakalan melarang.
Vina ingin Andi lebih terbuka seperti dirinya yang kalau tidak menyukai sesuatu langsung ngomong bukan malah memperlihatkan sikap yang acuh tak acuh, maka dari itu tidak ada salahnya jika kali ini dirinya menjadi pribadi yang lebih pembangkang tetapi bukan berarti berpikiran buat berpisah ataupun selingkuh.
" Maafkan Aku jika kamu merasa bahwa aku adalah istri yang keras kepala tidak pernah mau mengalah dan juga selalu ingin menang sendiri, tetapi Jujur aku hanya tidak ingin kita bertengkar tanpa parah dan membuat hubungan kita kembali runyam hanya karena ego masing-masing!"Lirih Vina dalam hati.
Sesampainya di hotel itu dirinya pun langsung membooking sebuah kamar yang tidak terlalu luas karena menurutnya dirinya hanya ingin beristirahat sejenak, tidak ada rencana untuk menghina berhari-hari sebab tidak ada pakaian yang dibawanya.
setelah masuk ke dalam kamar miliknya Vina langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk sambil Berusaha tetap tenang dan juga tidak terlalu memikirkan perasaan suaminya, karena menurutnya jika terlalu memikirkan suaminya nanti takutnya Andi yang bakalan cemas di seberang dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Berbeda dengan suaminya yang berkali-kali menghubungi ponsel Vina tetapi tidak aktif membuat dirinya mau tidak mau memasang wajah pengemis sambil menatap ke arah para penjaga di situ, karena biar bagaimanapun kehilangan istrinya itu terasa seperti kehilangan bongkahan berlian yang sangat langka di dunia.
" permisi Bisakah kita mengecek cctv-nya soalnya ponsel istriku tidak bisa dihubungi sama sekali, Mungkin karena baterai ponselnya habis jadinya mati!" pinta Andi yang terlihat begitu memelas membuat pria yang berjaga di situ hanya bisa menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
" Baiklah Tuan karena anda terlihat sangat membutuhkannya maka dari itu Ayo silakan masuk ke dalam sini dan kita periksa, tetapi karena ini merupakan kawasan wisata otomatis banyak orang yang keluar masuk maka dari itu tolong tajamkan penglihatan Anda agar bisa dengan jelas Melihat posisi istri anda sebenarnya di mana!" ujar pria itu membuat Andi hanya bisa menganggukkan kepalanya.
fokus Andi kini sedang tertuju kepada sosok yang berlalu Lalang di hadapan kamera CCTV itu tetapi dari tadi belum terlihat sosok istrinya itu meskipun biar hanya punggungnya saja, membuat pria itu sudah terlihat begitu pasrah dengan keadaan.
ketika dirinya sudah pasrah dan mungkin bisa dibilang sudah tidak tahu lagi harus mencari ke arah yang mana, tiba-tiba sosok yang ia kenal terlihat dari kamera CCTV itu sedang menghentikan taksi dan setelah itu naik ke dalamnya dan pergi dari situ.
" Tuan Terima kasih saya sudah mengetahui di mana istri saya berada maka dari itu saya harus langsung pergi, soalnya daripada nanti dia semakin jauh dan saya tidak bisa bakalan menyusulnya!" ujar pria itu tetapi penjaga itu menjawabnya dengan kata-kata yang akhirnya membuat Andi sadar.
" Kalau boleh saya tanya apakah anda merupakan turis yang datang ke sini? Kalau boleh saya sarankan lebih baik anda mencari hotel-hotel yang terdekat di bagian sini, karena sangat mustahil bisa menyusul istri anda karena dia menggunakan taksi bukan berjalan kaki! " ujar penjaga itu membuat Andi tersenyum antusias karena memang dari tadi dirinya tidak sampai memikirkan ke arah situ.
" Terima kasih Tuan karena anda merupakan malaikat penyelamatku hari ini, maka dari itu saya akan langsung mengikuti saran yang anda katakan tadi!" jelas Andi dan bergegas lari ke arah luar hentikan taksi yang lewat dan setelah itu pergi ke arah yang dimaksud oleh penjaga tadi biar langsung pada tempatnya bukan pada feeling saja.
" Ya Tuhan Sayang Semoga saja kamu tidak kemana-mana dan juga tidak melakukan hal nekat, Aku tahu aku salah karena tadi Bukannya berbicara jelas kepada kamu malah marah-marah tanpa ada sebab! " lirih Andi yang terlihat begitu terus kasih dengan keberadaan sang istri yang menurutnya itu sudah seperti menghilang Ditelan Bumi.
Bagaimana tidak mulai dari pagi siang dan malam Kenzo selalu menggarapnya di ranjang ketika Elnara sudah tertidur, maka dari itu tuh seluruh tubuh Asya itu sudah terlihat loreng-loreng seperti warna kulitnya macan.
" kamu ini kok terlalu sekali sih masa iya selama sampai di sini aku tidak dibiarkan bernapas bebas sedikit dan menjauh dari kamu, bulan madu sih boleh tapi tidak sampai berlebihan seperti begini kan?"Tanya Asya sungut.
" ya Memang harusnya seperti begitu di mana-mana itu bulan madu ya kerjaannya hanya memadu kasih saja, kecuali kita liburan maka kita harus plesiran kemana-mana menikmati udara yang lain!" Kenzo yang tidak mau kalah.
" Astaga di mana-mana itu biarpun bulan madu tetapi otak juga perlu harus penyegaran dan juga gunakan kesempatan yang ada bukan malah mengurung diri dalam rumah, seperti begini jadinya lebih baik kita tidak usah ke mana-mana saja tetap tinggal di rumah di Den Haag sama kan?" tanya Asya tidak harus pikir dengan sikap suaminya itu yang hanya memikirkan daerah itu itu saja.
__ADS_1
" Aduh kamu itu sepertinya tidak tahu saja dengan keadaan di rumah yang kalau aku terlalu lama mengurung kamu di dalam kamar otomatis para wanita-wanita heboh di rumah itu bakalan marah-marah tidak jelas kepadaku, yang di sini yang berhak kepada kamu itu kan aku sebagai suami Kenapa jadi mereka yang lebay ya?" tanya Kenzo ya masih saja melakukan pembenaran pada diri sendiri bahwa apa yang dia lakukan terhadap Asya itu merupakan hal yang masih di batas wajar.
" Ya jelaslah mereka marah-marah orang sifat kamu itu kan aneh sekali bahkan Bisa dibilang sudah seperti orang stres, kamu Sadarkan kebiasaannya emak-emak kalau melihat kamu bertingkah yang sedikit menjengkelkan jadi jangan salahkan mereka jika ngegas terus ketika bertemu kamu!" Sindir Asya yang memang sangat sadar jika sang suami selalu menjadi bahan bulan-bulanannya sang Mama berdua Sebab mereka itu paling gedek Kalau lihat Kenzo terlalu melakukan hal yang aneh-aneh.
" sebenarnya itu Aku tidak pernah melakukan sesuatu hal yang aneh hanya merekanya saja yang terlalu membenciku seolah aku ini merupakan manusia yang selalu melakukan kesalahan, coba saja kalau mereka memperhatikan kelebihanku yang lain otomatis tidak akan pernah banyak berkomentar ataupun marah-marah seperti begitu." ujar Kenzo yang masih tetap ada pendiriannya.
" Ya sudah kalau begitu nanti komentarnya di depan mereka soalnya kan Aku bukan mereka masa iya harus ngomong kepadaku, nanti yang ada saat ketemu mereka kamu malah membahasa hal lain yang Percuma saja kan? " sinis Asya lalu pergi dari situ soalnya jika berlama-lama dekat dengan Kenzo yang ada membuat dirinya itu selalu marah-marah.
Kenzo terkekeh geli melihat wajah sang istri yang sepertinya sedang tidak bersahabat padanya untuk hari ini, soalnya memang dirinya sadar jika dari tadi pagi itu Asya sudah uring-uringan tidak jelas mungkin karena dirinya yang terlalu monopoli waktunya.
" sayang kamu kok malah pergi meninggalkan aku sendirian, setidaknya temani aku ngobrol dong biar tidak terkesan seperti hidup aku itu sendirian saja tidak ada yang menemani?" goda Kenzo padahal sebenarnya itu dirinya hanya bercanda saja ingin mengetes Asya sebenarnya atau hanya pura-pura.
" sana pergi cari kuntilanak atau Tuan Putri yang bisa kamu ngajak ngobrol Jangan ngomongnya sama aku saja, kebiasaan laki-laki itu ada maunya manis coba kalau sudah tidak ada bah habis manis sepah dibuang!"Kenzo mengerutkan keningnya Kenapa pembahasan istrinya jadi mengarah ke arah lain ya.
" kamu kok malah bicara begitu sejak kapan aku membuang kamu bukan ke aku itu suami yang pengertian romantis dan juga tidak suka marah-marah, ayolah masa hanya masalah sepele begitu saja kamu merajuk seperti begitu seperti anak kecil saja padahal Elnara saja tidak kayak gitu?" Sahut Kenzo yang merasa sebenarnya jawaban yang diberikan oleh Asya tadi itu terlalu berlebihan'
" kenapa malah sama kan Elnara sama aku ya jelas kita berdua bedalah orang dia kan masih bayi masih polos belum ada rasa marahnya, Nah aku orang tiap hari kamu garap terus sampai-sampai lama-lama nanti bakal tidak bisa jalan lagi!" ini namanya kejujuran jilid 1.
" perbedaan kamu dan juga adik itu yaitu sama-sama cewek dan juga harus mendengarkan apa kata kepala keluarga, maka dari itu setiap aku meminta sesuatu dari kamu jangan banyak membantah ataupun marah-marah karena nantinya jatuhnya ke arah-arah dosa!" Asya mendengus kesal mendengar kata-kata percaya diri suaminya itu.
" Ya sudah kalau begitu Tuan suami yang Maha Benar kalau bisa sekarang Jangan menggangguku soalnya aku itu lagi sedang tidak ingin diganggu, Kalau kamu tidak punya pekerjaan ya Sana pergi masak di dapur Jangan hanya tahu makan doang!" setelah mengatakan hal itu Asya pun memilih untuk ke arah kolam renang sedikit merilekskan pikirannya yang dari tadi sudah tak terasa begitu panas siap meledak sewaktu-waktu.
__ADS_1
" Jadi ceritanya aku ditinggal terus aku disuruh masak jadi koki dadakan begitu, yah Percuma saja dong datang ke sini jauh-jauh longgar lautan tapi malah dijadikan koki bukannya mau dijadikan sesuatu yang berharga!" lirih Kenzo sambil mendesah kasar karena Asya yang tidak peduli dengannya.