Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 30


__ADS_3

bukannya menjawab pertanyaan sang suami Riyanti memilih pergi meninggalkannya, karena menurut dirinya pertanyaan yang dilontarkan oleh George itu sangat membingungkan dan memerlukan waktu untuk menjawab.


" loh Mama kok malah pergi begitu saja bukannya menjawab pertanyaan Papa tadi, jadi istri tega sekali ya membiarkan suaminya Kalau berbicara mengambang begitu saja di udara?" tanya George namun tak dihiraukan sama sekali oleh Riyanti karena menurutnya sikap suaminya itu terlihat seperti ABG labil yang butuh belaian.


" bisa tidak jangan banyak bicara lagi lebih baik kita ke kamarnya Asa untuk memastikan keadaan anak itu, soalnya kalau membahas sesuatu sama papa itu tidak bakalan ada ujungnya?" tanya Rianti kesal dengan sikap suaminya itu.


George hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya sang istri sedang tidak ingin berbicara dengannya, padahal dirinya dari tadi ingin jawaban yang pasti agar tidak membuatnya penasaran.


Sesampainya di kamar Asya terlihat Rio dan Dewi sedang berusaha keras untuk membujuk anak gadis mereka agar lebih tenang, Rianti yang melihat Sikap yang ditunjukkan Asya merasa yakin jika ini semua akibat dari buatan Kenzo.


" ini anak kok bisa bereaksi seperti ini? seperti ada yang mengganggu ataupun mengingat tentang kejadian yang dialami, jangan bilang ini semua karena campur tangan dari Kenzo sehingga Asya kembali merasakan trauma?" gumam Rianti dalam hati.


" Mas, Gimana keadaan Asya? dia baik-baik saja kan ada yang perlu dikawatirkan maka lebih baik kita bawa ke rumah sakit sekalian, Karena disana ada dokter yang bakalan menangani trauma yang tengah! lihat dihadapi!" tanya Rianti memastikan keadaan Asya,


Rio hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sebenarnya dirinya paham kenapa Asya begitu ketakutan tadi, karena dirinya mengira Kenzo itu adalah Gery yang sudah melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya dan membuat putrinya itu alami trauma.


" sepertinya Kami lebih baik segera pindah dari sini karena jika tidak maka bisa dipastikan dia bakalan kumat Terus, apalagi di rumah ini ada anak muda yang mirip sekali seperti pria itu!" ujar Rio sambil menatap terus ke arah putrinya itu yang sedang ditenangkan oleh Dewi.


Rianti menatap tak percaya ke arah Rio yang yang Dengan entengnya mengatakan ingin meninggalkan rumahnya, padahal belum tentu karena kehadiran Kenzo membuat trauma Asya kembali mencuat di permukaan.


" kok gitu sih Mas, belum tentu karena Kenzo, Asya kembali seperti begini? ngomong itu yang jelas dong aku kan tidak terima kalau mas baru datang langsung pergi begitu saja, mas Rio tidak sayang sama aku karena kamu pergi begitu saja hanya karena kesalahan yang tidak dilakukan oleh Kenzo?" tanya Rianti tak terima ketika kakaknya yang paling disayanginya itu pergi tanpa bilang-bilang kepadanya.


Rio sebenarnya menyayangi adiknya itu lebih dari apapun tetapi biar Bagaimana yang dipertaruhkan kali ini adalah Putri kesayangannya, Putri yang selama ini begitu diidam-idamkannya akan memanggilnya papa tidak mungkin juga kan dirinya harus merelakan kebahagiaan Asya di atas kebahagiaannya?


" kamu Jangan memikirkan perasaan kita yang sedang sehat walafiat Tapi tolong pikirkan Putri kandung Mas, Apa kamu pikir Mas juga mau kita berpisah seperti begini Padahal Mas juga baru datang? Coba kamu lihat aja sekarang Dek apa kamu tega membiarkan dia kembali menderita, Biar Begini dia itu adalah keponakan kamu yang pantas kamu pikirkan keadaannya?" tanya Rio sambil menunjuk kepada Asya yang hanya memeluk erat tubuh Dewi.


Rianti menatap ke arah Asya dengan Tatapan yang tidak bisa diartikan, yang penting Intinya cuma satu yaitu dirinya tak tega kepada Gadis itu yang sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain ke-2 orang paruh baya yang sedang berusaha menenangkannya itu.


" Ya sudah Maafkan aku Mas, nanti kalau sudah dapat waktu yang pas baru ya kita bicarakan hal ini lagi! Asya sayang kamu jangan takut lagi ya nak disini tidak ada orang yang bakalan menyakiti kamu, ada kami semua yang bakalan selalu menjaga kamu apapun yang bakalan terjadi kedepannya!" bujuk Rianti lalu segera pergi menuju ke kamarnya Kenzo karena dirinya ingin menuntaskan rasa penasarannya.

__ADS_1


" Halo anak mama gimana masih takut lagi atau sudah Senang Hatinya, kalau sudah kamu tidur lagi ya nak atau kamu belum makan biar mama suapin kamu?" tanya Dewi sambil membelai pelan rambut Asya.


Asya menggelengkan kepala karena dirinya ingin istirahat sekarang ini, tidak ingin lagi memakan apapun Biar Semua orang pergi dari dalam kamarnya agar dirinya merasa rileks.


" Asya mau tidur mah!" sahut Asya pelan dan diangguk kepala oleh Dewi setelah mengusap pelan.


" Ya sudah kalau begitu kami keluar dulu ya ingat kalau ada apa-apa bisa panggil mama sama papa kami bakalan langsung datang, kamu jangan histeris seperti tadi lagi ya membuat Kami khawatir!" pinta Dewi sambil tersenyum.


" Papa sama Mama ada di luar Kalau tidak bisa tidur kasih tahu ya nak, nanti kalau lapar bilang mau dimasakin apa Biar Papa yang bantuin mama kamu!" sambung Rio lagi sambil mengusap pelan kepala Asya yang hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan permintaan kedua orang tuanya.


sedangkan George hanya tersenyum menatap kearah anak angkat dari kakak iparnya itu, dirinya tidak menyangka jika gadis yang dahulu selalu ceria ketika datang berlibur di rumahnya Kini harus dihadapkan dengan masalah yang begitu rumit sehingga membuat dirinya memilih pergi.


" Mas sama Mbak, Gimana kalau Aisyah kita bawa saja kepada psikolog untuk memastikan keadaannya apa sudah bisa dibawa ke tempat umum atau belum? soalnya kasihan juga kan kalau dia tidak melanjutkan kuliah dan harus menundanya, itu seperti kita tidak memperdulikan sama sekali! " saran George membuat Rio dan Dewi saling tatap karena memang benar apa yang dikatakan oleh pria itu tidak salah.


" nanti ya Setelah dia ada perubahan dulu baru kita bawa ke Psikologi seperti yang kamu bilang, Soalnya kalau sekarang sepertinya belum memungkinkan Takutnya nanti dia bakalan berteriak seperti tadi!" sambung Dewi pelan.


Siapa yang tidak ingin jika putri yang sangat mereka sayangi kita kembali ceria seperti dulu, Siapa juga yang tidak ingin jika cita-cita yang dulu ingin dia kejar bisa tercapai.


disaat orang lain sudah ingin istirahat berbeda dengan Rianti yang tengah mengintrogasi putranya, sebab dirinya yakin jika Asya umatnya itu kamu karena kelakuan Kenzo yang mengganggu gadis itu.


" Ayo kamu jujur sama mama Sebenarnya tadi kamu ngapain di kamarnya Asya, karena setahu Mama itu bibi Dewi menyuruh kamu untuk mengantarkan makanan untuk Asya? tapi dimakan juga belum Kok tiba-tiba terdengar bunyi barang jatuh, Sedangkan di dalam kamar situ hanya ada kamu sama Asya saja?" tanya Rianti dengan tatapan menyelidik Kenzo mendengus kesal.


Kenzo merasa tidak terima ketika dirinya dijadikan tersangka utama Atas kejadian yang menimpa Asya, jika memang dirinya tahu dari awal apa yang terjadi kepada Asya tidak mungkin juga kan dia bakal melakukan hal konyol seperti itu.


" terserah mama mau curiga apapun kepadaku yang penting Intinya cuma satu disini itu yang salah Mama, kalau saja Mama ngomong dari awal dengan keadaan Asya sebenarnya tidak mungkin juga kan hal yang tadi bakalan terjadi?" jelas Kenzo tajam membuat Dewi mendelik kesal Kenapa dirinya Lagi dan lagi yang disalahkan.


" loh kok kamu malah menyalahkan Mama yang jelas-jelas disini itu pria super nekat kan kamu, Lain kali itu itu kalau memang kamu menyukai anak gadis orang Jangan melakukan hal yang aneh-aneh kasihan dia kan sekarang lagi kebingungan?" tanya Riyanti membuat Kenzo tidak tahu harus berkata apa lagi karena sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Mama nya barusan.


" maksud Mama ngomong begitu apa ya, yang bilang selama ini kalau aku menyukai Asya itu siapa? Lain kali kalau tidak tahu apa-apa jangan ngomong sekalian, soalnya nanti jatuhnya itu kita bakalan gibahin orang yang tidak jelas?" tanya Kenzo tak terima.

__ADS_1


Rianti tersenyum mengejek karena putranya itu ternyata mengelak apa yang dikatakannya tadi, padahal sebenarnya dirinya sudah tahu dari awal Siapa wanita yang ditunggu Kenzo selama ini sehingga mau sendirian sampai Sudah setua itu.


" kamu pikir Mama tidak tahu apa-apa tentang wanita yang selama ini kamu tunggu di dalam diary kamu itu, kamu pikir Mama ini anak kecil jadi tidak bisa mendefinisikan seseorang yang selama ini kamu simpan di dalam hati dan pikiran tanpa mau dibagi dengan orang lain? " tanya Rianti membuat Kenzo kebingungan harus mengelak Seperti apa lagi.


Kenzo akui ternyata Mamanya itu memiliki indera keenam yang sangat peka dengan keadaan sekitar, hanya saja perasaan yang sudah ditutupi rapat-rapat selama bertahun-tahun Kok bisa ya diketahui oleh mamahnya dengan begitu mudah tanpa menemukan kesulitan sedikitpun.


" Mah, tolong Biarkan Aku berjuang dengan caraku dan juga tolong jangan pernah menghina apapun keadaannya! kalau memang mama sudah tahu perasaanku Aku sangat berterima kasih sekali, tapi Intinya cuma satu Tolong jangan pernah mengatakan hal ini kepada siapapun! " pinta Kenzo dengan wajah memelas membuat Rianti merasa Tak Tega dengan putranya itu.


orangtua mana yang bakalan tega mengatakan sesuatu yang tidak ingin didengarkan oleh orang lain dan itu atas permintaan anaknya sendiri, maka dari itu dirinya juga tidak mungkin membuat harapan Kenzo menjadi Pupus dan juga kalah sebelum bertanding.


" Mama bakalan menuruti apapun kemauan kamu kalau memang kamu anggap itu benar, tapi kamu tidak lupakan dengan keadaan Asya sekarang ini? nanti kalau misalnya dia hamil karena perbuatan pria itu apa kamu mau bertanggung jawab, sebab itu bukan darah daging kamu dan kamu tidak pernah melakukan sedikitpun dengan Asya?" tanya Rianti memastikan perasaan putranya Apakah berubah atau tidak.


Kenzo menghembuskan nafasnya kasar karena setiap kali mengingat kejadian yang menimpa Asya darahnya seketika itu mendidih, ingin sekali dihajar nya pria yang sudah merusak wanita yang sangat ia impikan selama.


" Mama tahu kan kalau selama ini aku berubah jadi pria Arogan dan tidak tersentuh sama sekali hanya agar ingin para wanita menjauh, Aku bahkan menutup mata telinga aku tidak menghiraukan sekitarku meskipun wanita secantik apapun yang mendekat. itu semua aku lakukan karena Asya selalu mendapatkan tempat yang paling terbanyak di dalam hidupku, jadi otomatis tempat untuk orang lain sudah tidak ada lagi dan aku juga bakalan menerima keadaannya apapun itu kedepannya!" tegas Kenzo membuat Riyanti menatap bangga ke arah putranya itu yang ternyata memiliki kepribadian yang Teguh tidak plin-plan kesana kemari.


" nah begitu baru anak mama tidak bakalan menggantikan sesuatu dengan hal yang baru, Semangat ya untuk memperjuangkan cintanya dari sekarang dan seterusnya! Nanti kalau dia menolak kamu bakalan Mama bantu dengan cara Mama, tapi kamu juga harus menunjukkan kesungguhan hati jangan kasar-kasar sama ada anak gadis orang kasihan tuh nanti dia ketakutan lagi!"setelah mengatakan hal itu Rianti tersenyum lalu keluar dari dalam kamarnya Kenzo karena Biar bagaimanapun jawaban yang ingin ia dapatkan sudah didapatkan dengan baik tanpa kendala sedikit pun.


kamar Kenzo yang berada di sampingnya Kamar Asya menjadi gelisah karena dirinya ingin sekali memastikan keadaan Asya sekarang, hanya saja dirinya takut jika wanita itu bakalan histeris lagi ketika melihat dirinya.


" apa aku menunggu sedikit lagi sampai Dia tertidur dengan benar baru aku ke sana, Soalnya kalau aku bertahan di sini terus rasa-rasanya seperti terlalu lama menunggu besok pagi!" sungut Kenzo sambil meloncat-loncat ingin menghilangkan rasa kesalnya karena waktu sangat begitu lama.


namun ketika menunggu terlalu lama dirinya mengingat sesuatu kalau tadi ingin mencari tahu tentang pria yang sudah berbuat kurang ajar terhadap Asya, dirinya ingin membalas dendam dengan caranya sendiri agar hatinya bakalan merasa puas dan tidak terbebani lagi dengan berbagai macam pikiran.


Kenzo lalu mengambil ponselnya diatas nakas dan segera menghubungi orang yang berada di Indonesia, karena Biar bagaimanapun mencari seorang musuh harus langsung pada titiknya tidak perlu melewati perjalanan yang harus memakan waktu.


" halo Dimas, kamu tolong cari tahu tentang pria mana saja yang selama ini berhubungan dengan Asya di kampus dan juga di rumah? kamu pasti tahu kan siapa itu Asya jadi tidak perlu saya jelaskan lagi, soalnya nanti bakalan membuang waktu dan pikiran serta uang saya percuma tapi tidak ada hasilnya!" tegas Kenzo harus segera mematikan ponselnya tanpa menghiraukan balasan dari seberang karena menurutnya apa yang ia inginkan sudah dikatakan jadi untuk apalagi menunggu.


sedangkan Dimas yang merupakan orang suruhan Kenzo selama ini untuk menjaga Asya mendadak jadi kebingungan, sebab beginilah pekerjaan Si Sultan selalu saja memerintah tanpa mau mendengarkan sanggahan dari orang yang diperintahkan.

__ADS_1


" Anda memang keterlaluan Tuan selalu saja setiap menelpon kita belum ngomong sudah dimatikan begitu saja, sebenarnya mulut saya ini gunanya untuk apa kamu menjawab Saya juga tidak bisa?" sungut Dimas merasa kesal dengan sikap tuannya itu.


__ADS_2