
semua orang yang berada di situ hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat wajah Intan yang terlihat meringis kesakitan tetapi memaksakan seolah tidak terjadi apa-apa pun, padahal terlihat juga Lilian merasa tidak nyaman ketika berada di dekat gadis itu hanya saja mungkin sudah menjadi kebiasaan maka dari itu wanita itu seolah tidak peduli jika sebenarnya kehadirannya sangat tidak dibutuhkan di tempat itu.
" kamu kalau ada pekerjaan yang lain lagi lebih baik kamu urusi saja pekerjaan itu tidak usah memperdulikan kehadiran saya di sini, karena saya itu dari tadi sudah ditemani oleh Hera maka dari itu tidak memerlukan lagi tenaga tambahan untuk menemani saya keliling! " jelas Lilian membuat Intan menatap tajam ke arah Hera yang menurutnya sudah mengganggu dirinya yang ingin sekali menarik perhatian.
" tapi dia kan punya pekerjaan sebagai resepsionis dan otomatis tidak boleh meninggalkan mejanya karena takut nanti ada tamu yang datang terus meminta bantuan tetapi tidak ada orang yang membantu, dan oleh karena saya pekerjaannya sudah selesai dari tadi dan tidak pernah terlambat maka dari itu saya menawarkan bantuan agar dia bisa kembali pekerjaan dan yang menemani Anda keliling di sini yaitu saya! " Intan masih saja mencoba untuk bernegosiasi dengan Lilian padahal sebenarnya Wanita itu sudah tidak ingin berada dekat dengan dirinya .
" Ya Tuhan Sebenarnya kamu itu paham tidak apa yang saya katakan dari tadi kalau sebenarnya jangan mengganggu urusan pribadi saya jika kamu masih ingin bertahan di sini, kamu Sadarkan dengan sikap kamu yang menyusahkan saya seperti begini nanti imbasnya bakalan terjadi kepada kamu sendiri bukan kepada orang lain! " ujar Lilian yang terlihat begitu gemas dengan sikapnya Intan yang selalu saja tidak pernah mau mendengarkan apa yang orang lain katakan.
Hera sebenarnya tidak ingin berada di posisi itu yaitu mendengar perdebatan orang lain hanya karena kehadirannya, namun dirinya juga tidak bisa bersikap lebih jauh lagi ataupun membantah perkataan Lilian karena nanti sama saja nanti bakal disalahkan juga,
" Ya sudah ayo kamu temani saya keliling-keliling melihat perusahaan ini siapa tahu Mungkin ada yang perlu dibenahi atau juga bisa bertemu dengan calon menantu Saya mungkin, Soalnya kalau terlalu lama di sini nanti bakalan kumat darah tinggi saya nya karena ada yang sengaja memancing!" ajak Lilian yang sengaja menyindir Intan karena dari tadi tidak pergi dari hadapannya.
Hera hanya bisa pasrah dan tidak mungkin menolak apa yang diinginkan oleh Nyonya Bos tempat itu, meskipun yang dirinya ketauhi jika nanti besok lusa pekerjaannya di tempat itu bakalan sudah tidak senyaman seperti biasanya akibat dari Sikap yang ditunjukkan Intan saat ini.
" Kenapa jadi aku yang disusahkan seperti begini ya, kalau tahu masalahnya bahkan serumit ini lebih baik tadi aku sengaja sembunyi di kolong meja biar Nyonya Lilian tidak melihatku?" Lirih Hera yang terlihat begitu frustasi Tetapi hanya bisa berdiam diri soalnya takut berbicara.
ketika Lilian mencoba untuk menyeleksi satu persatu pegawai wanita yang berada di tempat itu berbeda dengan suasana di ruang keluarga Erlangga, karena mereka digemparkan oleh berita televisi penemuan sosok wanita yang pingsan di pinggir jalan akibat menjadi korban dari kasus penganiayaan dan juga pem*rk*sa*n.
Norah makan sampai menambah volume TV agar bisa mendengar lebih jelas Apa yang diucapkan oleh pembawa berita itu, dirinya tak menyangka jika wanita yang semalam datang ke rumahnya dan membuat emosinya terpancing malah ditemukan dalam keadaan yang begitu mengenaskan.
" Kok bisa seperti ini sih Pah perasaan tadi malam kan dia di depan rumah tapi kok malah ditemukan di pinggiran kota seperti begitu, apa jangan-jangan disengaja ke sini terus ingin memancing Gerry keluar tapi karena Gerry nya tidak keluar ya Maka dari itu dia menghubungi pria lain?" tanya Norah membuat Dito kebingungan harus menjawab Papa dari pertanyaan sang istri yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
soalnya Bagaimana mau menjawab apa yang ditanyakan istrinya orang Dito saja baru tahu dari berita kejadiannya, jadi otomatis posisi Dito dan juga istrinya itu sama yaitu sedang dilanda rasa penasaran yang begitu sangat.
" ya Mama kan tahu sendiri semalam setelah meninggalkan dia sendirian di depan kita berdua masuk sama-sama ke dalam rumah dan setelah itu papa juga tidak tahu apa-apa lagi, maka dari itu biarkan saja dia mau seperti apa yang penting Intinya satu yaitu kita tidak terlibat sama sekali dengan masalah yang dihadapi oleh wanita itu!" jelas Dito tapi Norah masih saja belum terima karena menurutnya apa yang dikatakan sang suami itu belum merupakan jawaban yang ingin Ia dengar.
" ya Mama kan tanya maksudnya papa mungkin mendengar suara mobil ataupun ada orang yang berbincang-bincang di depan rumah kita tadi malam, Soalnya suka atau tidak rela atau tidak tetap nanti polisi bakalan datang bertanya kepada kita soal kronologi kejadian yang sebenarnya! " sahut Norah membuat Dito itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.
" Mama kan tahu sendiri kalau kamar kita itu kedap suara jadi otomatis segala sesuatu yang terjadi di luar tidak akan pernah bisa terdengar sampai ke dalam, Lagian jangan terlalu memikirkan hal yang belum tentu itu ada kaitannya dengan kita karena nanti bakal menyusahkan diri kita sendiri! " jelas Dito yang tidak ingin membuat istrinya itu terlihat lebih penasaran dengan apa yang sedang dialami oleh Mona.
Nora menatap sinis ke arah suaminya itu yang sepertinya tidak paham dengan apa yang ia maksudkan, padahal sebenarnya tidak ada masalah yang besar ataupun rumit dan juga dirinya juga tidak ingin mempermasalahkan soal keadaan yang dialami oleh wanita itu sekarang. hanya saja biar bagaimanapun sebagai manusia normal tentu saja kita akan peka terhadap masalah orang yang sekitar ketika orang tersebut baru saja kita jumpai beberapa jam yang lalu, maka dari itu Norah memilih untuk tetap waspadai karena jangan sampai apa yang dialami Mona itu ada bersangkut pautnya dengan kedatangan wanita itu di rumahnya tadi malam.
ketika kedua orang tuanya sibuk dengan perdebatan soal wanita yang pernah hidup di masa lalunya berbeda dengan Gerry yang malah terlihat begitu santai, karena menurut pria itu apa yang terjadi dengan Monas sekarang merupakan sesuatu yang memang pantas didapatkan oleh wanita yang menurutnya sangat terlalu Gesit selama ini.
Norah yang melihat Gerry tidak merespon apa yang dirinya dan Dito bicarakan membuat dirinya mengambil bantal sofa dan melempar ke arah wajah putranya itu, meski belum hilang kekesalannya terhadap anaknya tetapi setidaknya merespon ataupun menghargai apa yang dikatakan orang tua merupakan hal yang paling terbaik saat ini.
Gerry yang tiba-tiba diperlakukan seperti itu merasa heran dan jadi bingung dengan sikap Norah tadi, karena menurutnya dirinya yang tidak tahu menahun Kok bisa disalahkan seperti begini.
" Mama kenapa jadi menyalahkanku seperti itu memangnya apa kesalahanku? aku kan hanya diam-diam saja di sini tidak melakukan apapun terus kenapa tiba-tiba harus dipukul, Tanya dulu dong apa yang aku lakukan baru menghajar aku jangan langsung asal saja!" sungut Gerry .
Norah menatap tajam ke arah putranya itu karena menurutnya anak itu suka sekali membangkang dan menjawab apa yang ia katakan, padahal masalahnya yang kemarin saya belum kelar tetap hari ini malah menimbulkan masalah yang baru.
" Kenapa hidup dengan anak seperti kamu itu tidak pernah membuat orang tua merasa senang ataupun bangga , Apa kamu tidak lihat berita tadi di televisi tentang wanita yang dulu merupakan kekasih kamu itu sedang viral ?" tanya Norah sambil menatap kesal ke arah putranya itu.
__ADS_1
" tapi kan itu Masalahnya dia bukan masalah aku lagian Semalam juga aku tidak peduli dengan kehadirannya sama sekali di tempat ini, Jadi kalau dia mau melakukan apapun terserah dari dia dan tidak ada sangkut pautnya denganku!" jelas Gerry membuat Norah ingin sekali menghajar putranya itu kembali.
Siapa yang tidak merasa emosi kepada anaknya sendiri ketika selalu melakukan hal-hal yang membuat mereka harus selalu menemui masalah dalam hidup, setidaknya Gerry yang merupakan anak satu-satunya mereka membuat mereka bangga dan juga bisa diandalkan Mungkin Norah tidak akan merasa seperti begini.
" kalau saja kamu lebih bisa pintar dalam mengambil sikap dan juga tidak menyakiti siapapun mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi, tapi kamu lihat kan Sekarang semua sudah terjadi dan juga untuk kata memperbaikinya tidak akan pernah ada lagi?" Norah terlihat begitu Terpukul dengan segala sesuatu yang ada bahkan bisa dibilang kekecewaan wanita itu belum lenyap sampai saat ini.
" Mama jangan seperti begitu terus dong ya kalau memang aku sudah salah melakukan hal yang membuat kalian malu ataupun merasa kecewa, tapi asal kalian tahu semua secara spontanitas kulakukan dan tidak ada niatan untuk menyakiti siapapun Tetapi semua sudah terjadi untuk memperbaikinya sepertinya susah!" lirih Gerry meminta perhatian kepada kedua orang tuanya dan selama masalah dengan Asya terjadi mereka belum mengobrol secara pribadi seperti saat ini.
Norah sebenarnya ingin berbicara ataupun membuat Gerry lebih paham dengan isi hatinya tetapi sama saja bohong jika semua sudah terjadi dan tidak ada kata untuk memperbaikinya, Coba kalau selama ini Gerry belum melakukan kesalahan apapun dan Asya juga masih ada di situ mungkin Norah tidak bakalan sedih ataupun sekecewa.
" Mama tidak bisa mentolerir apa yang kamu lakukan terhadap Asya, karena menurut Mama itu ada hal yang sangat mengecewakan dalam hidup ketika anak yang sudah pernah sibuk kurang beruntung malah kamu buat hidupnya lebih terpuruk. coba saja kalau selama ini kamu lebih bersikap dewasa dan tidak ada niat untuk menyakiti dia, pasti Mama tidak bakalan sekecewa ini ataupun marah kepada kamu karena semuanya. mungkin mama bakal lebih paham lagi dengan keputusan tiba-tiba yang kamu ambil, Tetapi semua kan sudah terjadi Percuma saja untuk memperbaikinya jika Asya saja sudah bahagia!" jelas Norah membuat Gerry tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa.
Dito memilih menjadi pendengar yang setia karena tidak tega untuk memotong apa yang istrinya katakan, sebab dirinya tahu benar apa yang membuat kegundahan hati Norah selama ini sehingga malam pun terlihat tidur tidak terlalu nyenyak mungkin karena terlalu banyak beban pikiran yang sedang ditanggung oleh wanita itu.
maka dari itu ketika ada pembicaraan dari hati ke hati seperti begini dirinya memilih untuk menjadi pendengar saja, jikalaupun ada kata-kata yang perlu ia tambahi dan juga perbaiki maka mungkin sebentar tapi tidak untuk sekarang.
" Kamu kenapa sih hari itu bisa punya pemikiran melakukan hal yang paling kurang ajar dalam hidup seperti begitu, padahal kamu tahu sendiri kan Mama itu begitu menyayangi Asya sampai-sampai sudah menganggap dia seperti anak sendiri? apa kamu pernah memikirkan perasaannya ketika kamu melakukan hal itu Padahal selama ini sudah kamu jaga dengan tulus ikhlas dan juga sepenuh hati, kenapa sampai ada setan yang merasuki tubuh dan pikiran kamu sampai-sampai melakukan hal yang paling kurang ajar dan tidak pernah terbayangkan sedikitpun oleh Mama dan juga Papa kamu?" ujar Norah yang terlihat begitu kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Gary meskipun itu sudah berlalu sangat lama.
" Maafkan Aku Tapi jujur aku tidak pada niat untuk menyakiti hatinya ataupun membuat dirinya pergi menjauh dari kehidupanku, hanya hari itu yang dipikirkan olehku mungkin karena ada pengaruh dari luar dan juga kebodohanku yang tidak pernah aku sadari bahwa dia merupakan orang yang paling terpenting dalam hidupku Ya makanya hal itu langsung bisa terjadi begitu saja! " sahut Gerry yang terbaik dan ada penyesalan begitu dalam di dalam kata-kata yang ia lontarkan itu.
" terkadang apa yang kita jaga sepenuh hati dan juga kita ingin Tidak ada orang lain yang menyakiti terkadang pula Kitalah menjadi orang yang bakal menjadi sumber rasa sakit itu, maka dari itu mantapkan hati dari awal jika memang dia lebih berharga dari apapun itu cobalah untuk mengerti dan pahami bahwa sebenarnya kamu lebih ingin bersamanya daripada orang lain!" Norah sengaja mengatakan hal itu karena memang dirinya tahu bahwa selama ini Gerry selalu menganggap Asya sebagai adiknya bukan sebagai wanita yang spesial sebagai calon pendampingnya ke depannya.
__ADS_1
" Aku akan berusaha memperbaiki semua yang telah kulakukan dan juga kebodohan yang telah terjadi akibat kesalahanku sendiri, aku tidak akan pernah lari dari kenyataan ataupun membuat dia tahu bahwa Sebenarnya aku tidak pernah menganggap kehadirannya!" tegas Gerry membuat Dito dan Norah Saling pandang karena sepertinya ada maksud terselubung di dalam kata-kata itu.