Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 22


__ADS_3

Vina tertawa geli mengingat kebohongan yang tadi dirinya ucapkan di hadapan asisten rumah tangganya Gerry , ternyata mengatakan diri Bahagia itu tapi tidak sesuai dengan kenyataan pasti bakalan Terasa seperti orang gila.


" yaelah, semoga saja dengan apa yang aku katakan tadi benar-benar menjadi kenyataan. bisa memiliki jodoh yang lebih segala-galanya dari Kak Gerry , apalagi dari segi wajah dan kekayaan pasti dunia aku bakalan terasa begitu sempurna! " gumam Vina yang Bahkan tidak sadar jika dirinya kini tengah diperhatikan oleh seseorang.


" kamu masih waras kan, Soalnya kalau mau belajar gila jangan di sini ini? karena tempat ini hanya khusus untuk orang yang masih normal dalam berpikir dan bertingkah, tapi jika orang yang seperti kamu sukanya berbicara dan tertawa sendirian di sini bukan tempatnya! " ujar pria itu dengan wajah begitu menyebalkan membuat Vina melototkan matanya tak percaya.


" kamu berbicara ke saya, atau kepada makhluk yang tidak kasat mata? " tanya Vina memasang wajah penasaran.


" dasar wanita aneh, sepertinya jika aku berdekatan dengan dia terus bisa ikutan aneh juga?" Guman pria itu yang masih bisa didengar oleh Vina.


" Kayaknya aku yang bakalan jadi orang gila kalau berdekatan sama kamu terus, Permisi Tuhan yang paling aneh di jagat raya doakan semoga kita tidak bertemu lagi karena bisa dipastikan saat kita bertemu nantinya kamu adalah orang pertama yang bakal saya tonjok!" ketus Vina lalu pergi dari situ.


" Kenapa dia Jadi marah-marah tidak jelas begitu, padahal tadi kan saya berbicara sesuai kenyataan? apa semua wanita terlihat sangat labil seperti dia, kalau begitu pasti hanya Asya milik Gerry saja yang selalu terlihat manis!" ujar pria itu yang merupakan sepupu dari Gery kebetulan dirinya hendak bertemu dengan pria itu karena ingin membahas soal rencana keduanya pindah ke Manchester City.


setelah merasa urusannya dengan Vina itu tidak bakal membawa sesuatu yang berharga, Valdi memilih untuk menuju ke rumah sepupunya daripada Memikirkan orang yang tidak jelas jelas bertingkah seperti layaknya manusia normal.


Sesampainya di sana rumah dalam keadaan sunyi hanya tersisa asisten rumah tangga, yang dari tadi ternyata melihat dirinya berinteraksi dengan an-nahl layaknya seperti orang yang sangat ingin mengetahui kebenaran.


" Halo Bibi, Kalau boleh tahu ini tuan rumah semua pada ke mana? soalnya sunyi sekali seperti tidak ada nampak orang lain selain bibi, apa mereka ada di dalam biar saya langsung masuk saja tidak usah repot-repot memanggil mereka lagi?" tanya Faldi lagi penasaran karena biar bagaimanapun pekerjaan menunggu itu adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang.


" Aduh maaf Aden Valdi, tuan sama nyonya besar sedang menyusul dan Gerry yang katanya lagi pergi kuliah di luar negeri." sahut Siti yang merupakan asisten rumah tangga di tempat itu daripada kita panggilnya wanita paruh baya Kasihan lho orang punya nama.

__ADS_1


Valdi menatap tak percaya kearah wanita paruh baya itu dengan apa yang barusan dia katakan, karena sebenarnya baru kemarin malam Gerry menelponnya untuk menawarkan keduanya sama-sama pindah kuliah tapi kenapa sudah pergi secara mendadak.


" Lho kok bisa, padahal kan dia baru kasih tahu saya tadi malam Kenapa sekarang sudah pergi begitu saja? Om sama Tante juga tega sekali, setidaknya kasih kabar ke Aldy dulu lah biar tidak tanya-tanya seperti begini! "ujar Valdi memasang wajah cemberut nya.


" mana Bibi tahu den, Kenapa tidak telepon mereka saja biar masalahnya kelar dan tidak simpang siur seperti begini kan?" tanya Siti.


" Bibi Siti yang imut prikitiew, kalau saja Valdi bisa menelpon mereka ngapain juga capek capek datang ke sini? orang panggilannya saja tidak bisa masuk nomornya selalu dialihkan, mana bisa menelpon mereka yang ada mengambang saja di udara!" kesal Valdi akibat dari sikap Gery yang menghilang begitu saja.


" Lho kenapa jadi marah-marah ke bibi, kan yang tidak bisa dihubungi itu Aden Gerry Coba kalau menghubungi Bibi pasti bakalan Bibi angkat detik itu juga!" sahut Siti membuat Valdi mendengus kesal.


" sudah kalau begitu aku pulang dulu soalnya kalau lama-lama ngobrol sama Bibi kepala aku bisa pecah, soalnya setiap apa yang Bibi katakan itu tidak pernah masuk di dalam Nalar!" pamit Valdi membuat Siti hanya bisa tertawa pelan melihat tingkah sepupu dari majikannya itu.


" Ya sudah Den Valdi pulangnya hati-hati ya Ingat jangan kangen sama bibi. Soalnya Bibi itu punya suami di kampung, kasihan loh sudah lama ldr-an terus Malah ditinggal selingkuh kan rasanya tidak enak sama sekali!" goda Siti membuat Valdi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" enak saja kalau ngomong, padahal sebenarnya apa yang dikatakan itu benar semua sih? tapi aku dulu kan primadona di kampung jadi tidak ada salahnya dong kalau sedikit kecentilan nya dibawa Sampai tua, bila tidak melupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada Siti Markonah!" Sumpah demi apa tapi Siti merupakan wanita paruh baya yang paling hits di Kompleks itu karena tingkahnya yang absurd dan ceplas-ceplos itu.


Vina yang kebetulan bolos kampus hanya karena ingin bertemu dengan Asya tapi sayang rezeki tidak berpihak padanya, memilih untuk jalan-jalan ke mall sekedar melepaskan penat dan juga membuang kejenuhan.


" daripada aku bosan, Terus kalau pulang ke rumah mama pasti ngegas karena tahu Aku bolos, lebih baik menikmati masa muda dan kesendirian dengan memanjakan mata hati dan pikiran!" gumam Vina monolog.


kebetulan Valdi juga merasa bingung harus berbuat apa memilih untuk berjalan-jalan ke mall tidak jauh dari Kompleks Perumahan Gerry, daripada dirinya terlihat seperti orang bingung lebih baik melakukan sesuatu yang tidak ada artinya tapi bermanfaat baginya.

__ADS_1


kini keduanya sudah mulai berkeliling tempat itu dengan hanya melihat tanpa niat untuk membeli, jika Vina Entah berapa banyak barang yang sudah dirinya pegang dan juga tanya tanya mengenai harganya tapi setelah itu meninggalkan begitu saja hingga pegawai toko harus kewalahan untuk membereskannya kembali.


karena terlalu asyik menikmati sekitarnya Vina Bahkan tak menyadari jika ada orang yang sedang berdiri membelakanginya karena harus membalas pesan dari seseorang, dan yang salahnya orang tersebut malah membalas pesan di tengah jalan yang harus dilewati oleh Vina dan sibuk celingak-celinguk ke arah yang tidak jelas.


Bugh


"Awwww, ini manusia karbit model apa lagi sih yang jalan tidak pakai mata?" sungut Valdi kesal karena dirinya sampai terhuyung kedepan sebab orang yang menabrak dari belakang itu mungkin terlalu terburu-buru.


" manusia Siapa sih yang berdiri di tengah jalan sehingga mengganggu saja perjalanan aku yang lagi manis-manisnya menikmati hidup, untung juga tidak jatuh kalau tidak bakalan encok nih seluruh tubuhku karena kelakuan manusia aneh ini!" kesal Vina akibat dari perjalanannya harus terganggu dengan insiden kecil.


keduanya Pun bangun secara bersamaan dan tatapan langsung berubah yang tadinya kesal kini berubah lebih dari itu, bahkan seolah-olah ingin menerkam satu sama lain secara hidup-hidup tanpa ingin dikunyah lebih dulu.


" kamu.....


" apes sekali Hidupku hari ini terus ketemu dengan manusia model seperti kamu ini secara berulang kali, apa dunia ini memang benar-benar hanya selebar daun kelor sampai ke mana-mana harus ketemu kamu saja?" tanya Vina kesal.


mendengar apa yang dikatakan oleh Vina membuat Valdi menjadi kesal, karena dirinya selalu disalahkan padahal sebenarnya itu juga akibat dari ulah Vina yang tidak melihat jalan.


" Lain kali kalau mau bicara sadar diri dong, kalau saja kamu lihat Jalanan pasti tidak bakalan saling tabrak seperti begini kan? enak saja kalau mau mengatakan sesuatu seolah-olah orang lain yang selalu salah dan kamu benar, saya yang harusnya lebih sial daripada kamu karena Bertemu dengan wanita ada seperti kamu itu!" sinis Valdi tak mau kalah.


Vina melotot matanya tajam ke arah Valdi yang sudah mengatakan sesuatu tanpa berpikir dulu, dirinya yang tipe orang Tidak pernah mau mengalah tentu saja menjadi marah.

__ADS_1


" Apa kamu bilang, enak saja kalau ngomong situ pikir saya semau mau bertemu dengan manusia aneh sepertimu? Woy sadar diri Bro, tempat ini luas Kenapa juga kamu harus berdiri di tengah jalan seperti tadi untung juga yang menabrak kamu itu saya coba kalau orang segede gentong pasti kamu sudah nyungsep!" sinis Vina.


__ADS_2