Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 63


__ADS_3

Siapa yang tidak bahagia jika apa yang ia inginkan sudah berada di depan mata,hanya saja itu semua tidak dapat dirinya gapai karena terbentang jarak yang di ciptakan oleh Asya sendiri.


Ketika melihat jika Asya sudah tertidur Kenzo secara perlahan naik keatas tempat tidur dan mengusap pelan perut Rata wanita itu.


Doa dan harapan dari tadi tidak pernah lepas darinya,agar Asya mau menerima kehadiran bayi yang tidak berdosa itu dan juga dirinya.


"Hallo Anak Daddy,baik baik di sana ya!Meskipun kamu bukan anak kandung Daddy tapi percayalah kalau kamu itu adalah kesayangan Daddy sama seperti Mommy mu ini,ingat jangan nakal apalagi membuat Mommy susah nanti Daddy bakal marah lho!" Ujar Kenzo pelan karena bagi pria itu bayi yang belum berbentuk itu pasti mendengar apa yang ia katakan.


"Kita berjuang sama sama ya agar Mommy mau menerima kita,bila perlu Baby El dan Daddy berlutut seharian agar Mommy tidak marah marah lagi!" Sambung Kenzo dengan begitu antusias agar Asya tidak terbangun.


Akan tetapi pikiran pria itu salah besar,karena Asya dalam posisi sudah bangun ketika merasa ada sentuhan langsung di kulit perut nya.


Dirinya bahkan begitu terkejut ketika mendengar nada bicara Kenzo yang seperti sudah ada lawan bicaranya,padahal bayi dalam perut nya saja tidak merespon sedikitpun apa yang ia katakan.


"Baby El?" Batin Asya heran dengan panggilan yang di berikan oleh Kenzo itu padahal jenis kelamin nya saja mereka belum tahu menahu.


"Kamu Bobo ya,hehe sekarang giliran Mommy kamu untuk di peluk takut nya dia marah marah karena tidak kebagian jatah!" Asya sampai mengerutkan kening nya ketika mendengar apa yang di katakan oleh Kenzo itu padahal menginginkan hal itu saja dirinya tidak pernah mau apa lagi meminta.


"Sayang,maafin aku ya tadi ganggu kamu.Tapi percaya lah ini semua agar kita lebih nyaman saat bersama dan dia juga,aku janji tidak bakal membuat kamu kesusahan!" Bisik Kenzo dan mengecup kening Asya perlahan meskipun mungkin saat sadar bakal ada penolakan tapi untuk sekarang biarlah seperti ini dahulu.


Entah mengapa Asya yang saat berada dekat Kenzo merasa sangat nyaman bahkan bayi dalam perut nya begitu ajaib hingga tidak bergejolak sama sekali,mungkinkah anak yang belum berbentuk itu tahu siapa yang pantas bersama Asya dan tidak.


Mungkin kah juga posisi Gerry kini sudah tergantikan oleh Kenzo,sehingga dengan atau tanpa hadir nya pria itu Asya terlihat anteng dan tidak terlalu kesusahan.


Namun satu yang tidak bisa di pungkiri oleh Kenzo yaitu hubungan darah,namun dirinya juga ingin sekali kali egois dengan mempertahankan apa yang ia jaga dari awal.

__ADS_1


Kenzo tidur dengan menjadikan lengan nya sebagai bantal nya Asya,dan tangan nya yang sebelah memeluk erat tubuh Asya takut wanita itu bakal pergi meninggalkan dirinya yang tidak ingin di tinggalkan.


"Terima kasih,tapi bolehkah aku memikirkan dan mencerna ini semua?" Tanya Asya dalam hati.


Gerry yang berada di Manchester City terlihat sangat kesusahan dengan gejolak yang berasal dari dalam perut nya itu,ing in sekali ada yang keluar tapi tidak bisa sebab serasa ada yang menahan nya.


Norah sampai kebingungan dengan apa yang di alami putranya itu,ingin sekali dirinya memikirkan yang buruk buruk tapi tidak jadi ketika mendengar Gerry meminta sesuatu.


"Mah,kira kira di sini ada yang jual Mangga Muda atau jeruk Limau begitu,soalnya sepertinya kedua makanan. itu sangat enak untuk di makan?" Tanya Gerry memelas.


Norah merasa heran dan juga sampai pusing sendiri,karena seumur hidup baru kali ini menemui seorang pria meminta mangga muda bukan untuk istrinya melainkan dirinya sendiri.


"Kamu untung juga cowok kalau tidak Mama sudah mengira kamu sedang hamil muda kalau kamu itu wanita,lain kali jangan bertingkah seperti istri Kamu itu sedang hamil!" Sungut Norah.


Gerry yang mendengar apa yang dikatakan Norah membuat pria itu langsung menegang,karena kalau tidak salah ini adalah minggu ketiga ia melalukan hal itu kepada Asya.


"Mah,memang nya ada wanita yang hamil terus pria yang muntah,karena setahuku hanya wanita yang mengalami Mual dan Ngidam?" Tanya Gerry dengan wajah yang serius.


Norah mengerutkan kening nya ketika mendengar dan melihat Kenzo yang begitu antusias seperti itu,seolah ingin sekali mendengar apa yang ia ingin dengar.


"Kamu kenapa sangat ingin tahu,apa ada yang sengaja ingin kamu sembunyikan dari kami?" Tanya Norah penasaran.


"Ahh Mama ini aneh tadi kan sendiri yang bicara, lah sekarang aku giliran tanya balik kok malah balik bertanya dengan nada curiga?" Gerry sedang mencoba berbohong dengan begitu meyakinkan agar Mama nya itu tidak curiga karena ia sebenarnya tidak pandai berbohong.


"Kamu kan dokter masa tentang itu saja kamu tidak paham,memang nya selama ini kamu belajar tentang apa saja?" Tanya Norah sinis.

__ADS_1


"Mah,aku itu dokter bagian jantung bukan kandungan kecuali Asya dan...


Gerry tidak mampu melanjutkan apapun lagi karena ini semua pasti arah bicara nya mengarah kepada Asya,membuat pria itu kembali merasa mual yang tidak tertahankan hingga membuat dirinya berlari kearah kamar mandi lagi.


"Huekkk,Huekkk!! Asya aku kangen kamu,aku mohon maafkan aku Sayang!" Lirih Gerry dalam hati merutuki apa yang tengah ia alami sekarang ini.


"Kalau begitu menyiksa lebih baik kita ke rumah sakit,Ger?" Tanya Norah cemas karena dirinya tahu betul begitu tersiksa nya seseorang ketika ingin Muntah tapi tidak bisa keluar sama sekali.


"Mah,aku ingin sendiri! Kalau memang harus muntah aku baik baik saja kok,hanya saja tolong tinggalkan aku sendiri disini sekarang!" Pinta Gerry memelas dengan tatapan yang tidak melihat kearah Mama nya itu.


"Tapi Nak!" Ujar Norah pas kebetulan Rama juga baru pulang mengurus izin tinggal mereka di situ dengan alasan pekerjaan karena dirinya ingin membangun usaha disitu.


"Ini kenapa?" Tanya Rama heran.


"Gerry muntah tapi tidak keluar terus bukan hanya satu kali saja tapi berulang kali,sudah begitu Mama suruh bawa kerumah sakit dia malah suruh Mama keluar kamar ini!" Jelas Norah pelan dengan wajah yang begitu cemas.


"Kamu yakin tidak ingin kerumah sakit Nak?' Tanya Rama penasaran.


"Aku yakin sangat yakin dan lebih yakin,jadi tolong jangan ganggu aku sedikitpun karena aku capek mau istirahat!" Pinta Gerry yang sudah memilih untuk naik keatas tempat tidur sekedar berbohong jika ingin istirahat.


Rama dan Norah tidak mungkin juga kan memaksakan kehendak kepada Gerry yang sudah besar dan bisa mengambil keputusan,sebab sepertinya pria itu sedang benar benar tidak ingin di ganggu.


"Mah,ayo kita keluar! Dan kamu Gerry,ingat jangan lupa panggil Papa sama Mama jika ada yang sedang kamu perlukan?" setelah mengatakan itu kedua orang Tua Gerry pergi dari situ dengan langkah yang lunglai.


Sedangkan Gerry memilih kembali turun dari ranjang dan mengambil ponsel nya,dirinya ingin sekali menghubungi Asya yang sangat ia rindukan hari ini.

__ADS_1


Ketika ia begitu antusias tadi karena pasti bakal berbicara dengan Asya,beberapa ketika kemudian antusias itu berubah jadi sendu karena apa yang di inginkan tidak di dapatkan sama sekali.


__ADS_2