Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 140


__ADS_3

Rama merasa heran ketika Millen melewatinya begitu saja padahal dirinya dari tadi sudah susah bangun pagi agar bisa sampai ke tempat itu sebelumnya lebih sampai terlebih dahulu yaitu Milen, maka dari itu sebelum hal itu terjadi dan mengecewakan dirinya maka lebih baik ia yang melakukannya.


pria itu menatap ke arah punggung wanita yang sudah semakin menjauh itu dengan penuh rasa kecil sebab sepertinya mau dirinya berusaha seperti apapun tidak akan pernah membuahkan hasil, jika menatap ke arahnya saja Millen yang tidak pernah mau melakukannya bahkan bisa dibilang mungkin sangat membencinya.


" sebenarnya ini pertanyaannya itu aku yang kurang Berusaha atau memang dia yang menutup diri dari awal, perasaan segala macam tinggal aku yang buruk sudah kutinggalkan bahkan mungkin bisa dibilang tanpa ada rasa malu selalu menunjukkan muka ke sini? " gumam Rama monolog membuat satpam yang sedang bertugas di situ merasa Iba dan mau tidak mau harus berusaha untuk membuat pria itu sadar diri dan tidak melakukan hal konyol.


" Permisi tuan, cobalah Anda lihat ke kanan dan kiri masih banyak wanita di luaran sana yang bisa didapatkan tanpa harus mengejar Nona Millen yang jelas-jelas tidak menyukai anda! jika saya jadi anda tidak ingin menghabiskan masa muda hanya dengan mengejar sesuatu tidak ada kepastian, kalau memang dianya tidak mau ditandainya memang dia bukan jodohnya anda jadi sebaiknya Anda harus mencari jodoh yang lain!" ujar satpam itu seolah tidak paham dengan perasaan Rama yang tengah menatap kesal ke arahnya soalnya sudah dipengaruhi dengan pikiran yang buruk-buruk.


pria itu memang mengatakan hal itu tidak bermasalah orang dirinya sudah sold out sedangkan dirinya tidak mungkin dong harus seperti begitu, jangankan sold out diperhatikan saja tidak apalagi berbicara terus di tanggapi tidak akan pernah terjadi.


" seharusnya anda itu sebagai generasi yang sudah lebih dari saya memberikan saran yang membangun bukan untuk menjadikan semangat, kalau seperti begini sebagai sesama kaum pria anda tidak mengerti dengan nasib orang lain selain memperhatikan nasib Anda sendiri!" Rama yang memang entah kenapa terlihat lebih sensitif hari ini mungkin karena penolakan yang Millen melakukan sudah terlalu berlebihan akhirnya pria itu tidak bisa menahannya lagi.


satpam itu tidak marah justru dirinya hanya tergelak lucu melihat wajah cemberut balik Rama yang tidak sesuai dengan usianya itu, padahal bisa dibilang usia seperti begitu merupakan usia yang mulai mencari jodoh Kalau memang jodoh yang lain tidak mau dia tinggal cari jodoh yang baru dong masa iya begitu saja susah sekali tidak pernah terpikirkan oleh Rama sedikitpun.


" untung juga anak-anak saya masih kecil Coba kalau sudah besar sudah saya jodohkan dengan Anda tuan soalnya saya yakin anda merupakan pria setia meskipun dulu ada belok sedikit, Hanya saja karena stoknya lagi tidak ada lebih baik anda mencari mungkin pegawai kantor yang lain yang tiap hari lalu lalang dihadapan Anda siapa tahu ada yang cocok walau hanya satu!" saran pria itu membuat Ramal lebih memilih untuk pergi mungkin hari ini bukan keberuntungannya tetapi siapa tahu hari esok Millen bakal luluh hatinya ketika melihat ketulusan yang ia lakukan.


" Ya ampun kita orang tua ngomongnya baik-baik dianya malah pergi memangnya apa yang saya ucapkan tadi itu salah atau bagaimana ya, seharusnya dia itu sadar diri kalau sebenarnya Nona Millen itu tidak menyukai sikap Don Juan yang ia miliki itu!" gumam satpam itu sambil menggelengkan kepalanya.


Sebenarnya apa yang terjadi di dalam hidup itu simpel saja masalahnya tidak terlalu rumit ataupun ribet hanya kitanya saja yang berbuat seolah masalah itu memang sangat rumit untuk dicari jalan keluarnya, jika memang sekarang tidak menyukai dirinya setidaknya dirinya juga tetap stay cool agar Milen tidak merasa bahwa Rama itu suka sekali tebar pesona.


" Permisi Nona Millen, Saya ingin melaporkan soal proyek yang ditangani langsung oleh Tuan Kenzo. apa tetap dilanjutkan atau menunggu beliaunya pulang setelah itu baru mengkonfirmasi, soalnya para pekerja sudah mulai bertanya kira-kira Kapan proyek itu bakalan berjalan lagi?" tanya salah satu pegawai kepada Millen yang tengah memeriksa berkas.


Millen hanya bisa mendesah nafasnya kasar soalnya pekerjaannya bisa dibilang sangat bertumpuk sedangkan pemimpin perusahaan itu malah sibuk bulan madu dengan sang istri, Kalau sudah seperti begini Kapan dirinya bakal mendapatkan calon suami jika hanya tetap Stay di belakang meja seperti itu.


" kamu taruh saja berkasnya di atas meja Nanti saya periksa kalau memang bisa dilanjutkan dia sudah dilanjutkan saja soalnya kalau menunggu tuan Kenzo nanti bakal berhenti di tengah jalan, soalnya belum ada kepastian dari dia kapan kembalinya ke sini dan melanjutkan semua pekerjaan yang ada. Oh iya Apa kamu sudah memastikan Kalau pria aneh yang selalu berdiri di depan parkiran itu sudah pulang, Soalnya saya mau keluar ada meeting sama klien tetapi tidak ingin melihat batang hidungnya yang tidak jelas itu?" tanya Millen yang secara tidak langsung perhatian terhadap keberadaan Rama Padahal selama ini mau dirinya keluar ke sana kemari pun tidak pernah peduli dengan orang itu.


" Apa anda sedang menanyakan pria tampan yang selalu saja menunggu Anda di depan gerbang, dan selalu memasang senyum termanisnya saat Anda datang ke tempat ini, nona?" tanya staff itu membuat Millen akhirnya merutuki kebodohannya karena bisa-bisanya menanyakan soal Rama di depan orang lain.

__ADS_1


" Kenapa tadi aku sampai bisa keceplosan seperti begitu ya, padahal jelas-jelas aku sudah mengusirnya tadi pagi ya pastinya dia sudah pergi dong bukan malah muncul di situ?" batin Millen frustasi.


" kamu itu kalau ditanya sesuatu ya jawabnya sesuai dengan pertanyaan lah jangan malah mengarah ke tempat lain, Memangnya kamu pikir aku sedang bercanda ataupun terlihat seperti teman bermain kamu? " mau tidak mau Milen harus menggunakan kekuasaannya agar membuat orang lain bungkam dan tidak mengejek dirinya terus-menerus.


" Maafkan saya Nona, kalau begitu saya permisi dulu dan memastikan apakah dia masih ada di depan atau tidak..


" tidak perlu! kamu kembali bekerja Dan lakukan tugas kamu sesuai dengan yang seharusnya kamu lakukan, kalau soal urusan orang lain Lebih baik kamu jangan terlalu ikut campur Nanti yang ada kamu bakalan bikin kehebohan di kantor ini!" potong Millen cepat sebelum orang itu bergerak dan membuat dirinya yang malu.


Rama yang memang sudah pergi dari tempat itu tidak tahu menahu jika sebenarnya Milen telah memperhatikan dirinya dari jendela ruang kerjanya, Karena Wanita itu ingin memastikan Apakah sebenarnya Rama mendengarkan apa yang ia katakan atau tidak.


pandangan Millen tertuju ke arah parkiran yang terlihat kosong tidak ada tanda-tanda bahwa ada Rama di tempat itu, otomatis dirinya merasa begitu lega sekaligus kecewa karena dalam hati kecilnya berharap agar pria itu bisa sedikit lebih gencar dalam menaklukan dirinya.


di usianya yang sudah tidak mudah lagi bohong bila ia tidak ingin berumah tangga ataupun membangun komitmen dengan seorang pria, hanya saja mungkin belum menemukan seseorang yang pas sesuai dengan kriterianya dan juga yang mengerti Arah pandangan hidupnya ke depannya.


berumah tangga itu bukan hanya karena bisa bertanggung jawab dan juga orang tersebut membuat kita jatuh hati pada pandangan pertama, melainkan bisa berkomitmen menjaga kepercayaan rasa pertanggungjawaban dan juga otomatis kesetiaan yang paling utama.


dengan langkah kakinya yang gontai Millen memilih keluar dari ruangannya untuk menemui klien yang sudah berjanji akan melakukan meeting dengan salah satu restoran terkemuka di kota Den Haag, sebenarnya urusannya ini bisa ia wakilkan karena biar bagaimanapun dirinya sekarang yang memegang roda perusahaan menggantikan Kenzo yang sedang berbulan madu.


Hanya saja karena mood-nya yang lagi kurang bagus dirinya memilih untuk pergi sendiri agar melihat Bagaimana proses pembahasan pekerjaan itu, karena kepercayaan yang diberikan oleh Kenzo itu merupakan hal yang paling utama dalam kehidupannya yang itu tetap menjaga agar kepercayaan itu tidak diambil daripadanya,


Sesampainya di sana restoran tersebut dalam keadaan yang lumayan ramai Hanya saja karena dirinya yang memesan ruangan VIP membuat ia tidak kesusahan harus mencari tempat duduk, namun tanpa dirinya sadari ternyata ada Rama juga di tempat itu yang rencananya bertemu dengan teman lamanya agar bisa bekerja sementara waktu di situ guna menghidupi kebutuhannya.


bukan karena dirinya tidak mampu menghidupi kehidupannya di tempat itu Padahal selama ini gajinya sebagai asisten Dev bisa dibilang lebih dari cukup, hanya saja ia ingin membuat ada sesuatu yang mengikat dirinya di situ agar bisa Berusaha tetap mendekati Millen tetapi keuangannya tidak anjlok.


ketika ia menoleh ke arah pintu masuk netranya seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini, Bagaimana tidak wanita yang dari tadi menghindarinya Eh ternyata malah dengan secara sukarela datang ke tempat itu entah mungkin ada keperluan lain dirinya tidak mempedulikan hal itu..


" Wah itu kan Bidadari Surgaku Kok bisa muncul di sini, Mungkin ini yang disebut dengan jodoh tidak bakalan ke mana!" gumam Rama begitu antusias bahkan tanpa sadar dirinya sudah berdiri dan mengikuti langkah kaki Millen yang sudah memasuki salah satu ruangan khusus.

__ADS_1


tetapi sayang ketika sampai di tempat itu dirinya mengira Millen yang sendirian saja harus menelan kekecewaan, karena ternyata wanita itu datang ke tempat itu untuk bertemu dengan seorang pria asing yang bisa dibilang lebih mapan darinya.


" Halo selamat siang tuan Marco, Maaf jika saya terlambat Soalnya tadi ada sedikit kendala di kantor!" sapa Millen.


pria yang ada di hadapannya itu hanya tersenyum karena memang tidak mempermasalahkan dengan keterlambatan Millen karena dirinya juga baru sampai di tempat itu, Lagian tidak ada yang bisa menolak ataupun menyangkal soal kinerja Milan yang selalu tepat waktu selama ini dan tidak pernah mengecewakan para klien dari perusahaan milik keluarga Delano itu.


" Ah tidak masalah Nona Millen, karena saya pun baru sampai di tempat ini beberapa menit yang lalu!" sahut Marco sambil mempersilahkan Milen duduk di hadapannya.


sedangkan Rama hanya berdiri di depan pintu dengan memasang wajah kecewanya karena selalu saja kecolong start oleh orang lain, padahal dirinya sedang getol berusaha agar bisa bersama wanita itu ternyata hasilnya tetap sama saja.


berbeda dengan Marco yang mengira bahwa Rama yang ada di depan pintu itu merupakan partner kerjanya Millen makanya mereka berdua sama-sama sampai di tempat itu, dirinya pun mau tidak mau menyapa Rama membuat Millen sangat terkejut dan tidak menyangka jika pria itu ada di tempat itu juga.


" Apakah anda tidak berniat untuk masuk ke dalam tuan, Bukankah meeting sedikit lagi bakal kita mulai?" tanya Marco sambil menatap ke arah pintu membuat Millen pun mengikuti arah pandang pria itu dan netranya membulat sempurna ketika sadar bahwa itu adalah Rama.


" Anda Bicara ke saya sekarang ini tuan, tapi saya tadi hanya Numpang lewat tidak ada niat untuk masuk ke dalam sini?" tanya Rama balik karena memang dirinya tidak tahu-menau soal apa yang bakal terjadi di dalam situ.


Marco hanya tertawa ketika melihat wajah penuh keheranan dua orang manusia yang di hadapannya itu seperti sedang memikirkan sesuatu tapi kebingungan jawabannya harus seperti apa, maka dari itu dirinya pun berdiri dan menyusul Rama agar ikut masuk ke dalam.


" Jangan kecewakan majikan kalian jika ingin menjadi pegawai yang diperhitungkan di perusahaan, dan anda nona Millen Tolong jangan terlalu cuek dengan lawan jenis soalnya kasihan sepertinya Maxwell ingin sekali memiliki adik ipar!" goda Marco membuat Millen mendengus kesal.


" kehadiran pria itu tidak ada hubungannya dengan kehidupanku ke depannya jadi jangan membahas hal yang tidak perlu dibahas sama sekali, karena aku ke sini tuh real untuk bekerja bukan untuk melakukan hal yang aneh-aneh seperti yang dipikirkan oleh Anda saat ini!" ujar Millen yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Marco tadi.


Rama yang tidak paham dengan semuanya mau tidak mau harus menunda urusannya dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Marco, meskipun diselingi dengan wajah Millen yang sangat tidak bersahabat tetapi pria itu bersyukur karena Akhirnya bisa memantau kegiatan kekasih hatinya secara langsung.


terserahlah ke depannya nanti Millen mau berbicara seperti apa yang penting menurutnya kesempatan ini harus ia Gunakan sebaik mungkin, daripada dirinya bertanya-tanya sebenarnya apa gerangan yang terjadi lebih baik langsung mengikuti saja.


Millen sepanjang Meeting itu tidak fokus dengan penjelasan yang diberikan oleh Marco soalnya dirinya merasa risih dengan tatapan lapar milik Rama kepadanya itu, Jika boleh menonjok maka saat ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukan aksinya itu agar ramah sadar jika dirinya bukan wanita yang Sembarangan memberikan apapun yang diinginkan oleh pria itu.

__ADS_1


__ADS_2