
Vina mendekati Dewi berusaha memberikan ketenangan kepada wanita itu, sebab biar bagaimanapun dirinya sangat paham dengan isi hati wanita paruh baya itu yang pastinya tidak tega melihat putrinya bakalan terpuruk lebih dalam lagi seperti dulu.
"Tante jangan terlalu cemas berlebihan ya karena setiap masalah di dunia ini pasti ada jalan keluarnya, tergantung bagaimana kita menghadapi masalah itu yaitu dengan bersikap lebih bersahabat dengan masalah dan juga tidak mengambil kesimpulan yang membuat kita yang bakalan kesusahan sendiri. "bujuk Vina yang memang tidak tega jika melihat Mama dari sahabatnya begitu terpukul di depan matanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Vina membuat Dewi menatap ke arah wanita itu berusaha untuk mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja untuk saat ini, tetapi kalau untuk nanti ya tak tahu soalnya selagi keluarga Erlangga masih berada di dekat Asya maka rasa cemasnya itu pasti bakalan tetap ada.
"Terima kasih karena kamu sudah mengerti dengan keadaan yang sudah dilalui oleh Asya sebelumnya, hanya saja Tante belum bisa tenang kalau mereka masih ada di sini dan belum kembali juga!"Dewi tetap mengkhawatirkan keberadaan Gerry yang pastinya bakalan membuat Asia kembali mengingat rasa traumanya yang dulu yang ia yakini pasti belum sepenuhnya hilang dari kehidupan wanita itu meskipun sudah ada keluarga kecil yang selalu menemaninya saat ini.
Vina tersenyum mendengar nada penuh kecemasan Dewi barusan, akan tetapi menurutnya tidak perlu harus merespon terlalu berlebihan karena masalah Gerry pasti Kenzo bakalan bisa membuat pria itu tidak akan pernah mau mendekat ke arah Asya lagi.
"sekarang itu kan sudah ada suaminya yang pasti bakalan tidak ada orang yang di masa lalu istrinya datang dan muncul tiba-tiba seperti begitu, Oleh Oleh karena itu kita lihat saja nanti Respon yang diberikan oleh Kenzo seperti apa!"jelas Vina sambil tersenyum membuat Dewi sedikit lega perasaannya karena memang setahunnya menantunya itu sangat posesif kepada Asya.
__ADS_1
Kenzo menatap tajam ke arah pria yang tengah menatap sendu ke arah istrinya itu, sebab menurutnya orang itu sepertinya tidak pernah kapok meskipun sudah berkali-kali dirinya memberikan peringatan tetapi masih saja dilanggar.
"Kamu lupa Atau harus saya ingatkan satu kali lagi bahwa kamu harus menjauh dari istri saya dan jangan pernah menampakan wajah kamu lagi, akan tetapi Kok bisa ya kamu muncul ke sini seolah-olah tidak punya salah sama sekali dan juga seperti orang yang tidak sadar diri? "tanya Kenzo dengan ada bicara yang menurut Gerry ada kata-kata seperti sindiran dan juga ancaman di dalamnya.
Sedangkan Norah dan Dito Saling pandang karena merasa seperti Kenzo pernah bertemu dengan Gerry, karena respon pria itu sepertinya sudah tahu siapa sebenarnya Gerry dan juga ada hubungan apa Gerry dengan istrinya di masa lalu.
"Saya ke sini karena ingin bertemu dengan si Kecil, jadi lebih baik kamu biarkan saja kami bertemu setelah itu saya janji tidak bakalan Muncul lagi di hadapan kalian. kalau memang kamu tidak percaya dengan kata-kata saya silakan buat surat perjanjian, dengan begitu kamu bisa melaporkan saya kepada pihak wajib sesuai dengan yang kamu inginkan kapanpun saya bakalan menuruti kemauan kamu itu. "Gerry begitu nekat ingin bertemu dengan anaknya Asya sebab entah mengapa pria itu merasa seperti mengenal gadis kecil itu lebih lama.
"Aku tidak akan pernah mengizinkan orang asing bertemu dengan anakku sampai kapanpun apalagi orang asing itu adalah kamu! Kalau memang kamu ingin punya anak ya sudah Pergi Saja Dengan Kekasihmu Yang Selalu saja kamu ikuti kemauan nya itu meskipun akhirnya orang lain yang hatinya kamu sakiti pun kamu tidak pernah peduli sama sekali!"Gerry mengerutkan keningnya karena kata-kata Asya itu sepertinya mengetahui alasan kenapa dirinya dulu menggauli wanita itu.
"Tidak ada yang perlu untuk minta maaf dan juga tidak ada yang perlu untuk dimaafkan karena aku tidak ingin istriku berbicara dan juga bertemu dengan kamu, jadi kamu harus sadar diri kalau sebenarnya kehadiran kalian di sini itu tidak diharapkan sama sekali hanya yang ada membuat istriku merasa tidak nyaman!" Kenzo benar-benar membatasi akses Asya untuk berbicara dengan Gary meskipun itu sebenarnya hanya untuk meluruskan segala macam masalah yang tengah mereka hadapi saat ini.
__ADS_1
"Tapi dia menerima kamu itu setelah meninggalkanku dan juga aku tidak bertemu dengannya sama sekali, coba kalau selama ini kami selalu bersama tidak pernah terpisahkan otomatis yang menjadi orang luar di sini adalah kamu!"tegas Gerry yang merasa kesal dan tidak terima ketika Kenzo selalu saja berbuat seolah Asya itu tidak bisa berbicara makanya dirinya mewakilkan.
Plak
"Jaga bicara kamu terhadap suamiku! Jangan pernah kamu merasa percaya diri dengan hubungan yang pernah terjadi dulu, karena dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada kamu apalagi saat ini sungguh perasaan apapun itu tidak ada!"ujar Asya sambil menunjuk tajam ke arah Gerry yang terlihat tertegun menatapnya seolah tidak percaya jika wanita yang ada di hadapan ini benar-benar menolak kehadirannya sama sekali.
Ketika mereka sedang asyik berdebat dan bahkan tidak sadar jika sebenarnya di situ merupakan Rumah Sakit, sampai-sampai suara dokter menginterupsi mereka semua sehingga perdebatan itu berubah menjadi sebuah kecemasan.
"Permisi semuanya! Apa sudah menyiapkan pendonor yang cocok untuk pasien, karena takutnya obat yang diberikan itu bakalan tidak berfungsi lagi ketika kanker semakin menggerogoti tubuhnya?" Tanya dokter tersebut dengan wajahnya yang begitu serius.
Semuanya yang berada di situ Saling pandang karena terlalu sibuk memikirkan urusan masa lalu mereka sampai-sampai melupakan kejadian di masa depan, begitu pula dengan Gerry yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan bisa dibilang itu semua seperti mimpi.
__ADS_1
"Apa maksudnya Anda mengatakan hal itu? Memangnya siapa yang sakit dan memerlukan pendonor, dan Bisakah anda menjelaskan Sebenarnya apa yang terjadi di sini?"tanya Gerry penasaran membuat dokter tersebut menatap heran ke arahnya dan juga menatap ke arah Asya untuk memastikan kira-kira Siapa orang yang sedang berbicara dengannya saat ini.
"Jangan hiraukan dia! Baiklah nanti kita bakalan memeriksa keadaan Mama saya Dan untuk memastikan Apakah dia cocok atau tidak, tadi kami mau ke ruangannya anda tetapi belum sempat maka dari itu ayo kita ke sana agar lebih cepat lebih bagus!" jelas Asya yang benar-benar mengabaikan keberadaan Gerry di situ.