
Kenzo yang kebetulan berada tidak jauh dari situ menjadi heran dengan arah perbicaraan Dev dan orang-orang suruhan yaitu, minta persiapan Apa yang dimaksud dirinya merasa itu merupakan hal yang sangat tidak bagus.
" Memangnya pria itu menyuruh mereka mengerjakan apa, aku tadi sepertinya mendengar sesuatu hal yang sangat tidak bagus? semoga saja Asya tetap dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah sedikitpun, karena jika sampai hal itu terjadi aku bisa memastikan pria itu bakalan berhenti Bernafas saat ini juga!" Kenzo benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi.
dirinya mengikuti arah langkah kaki Dev yang Tengah menuju ke salah satu ruangan yang berada paling pojok di tempat itu, hanya saja yang membuat Kenzo kebingungan penampilan pria itu seperti orang yang mau melakukan pesta besar sangat berbeda dari biasanya.
" keluarkan dia dari dalam sekarang karena kami harus pergi ke tempat pemberkatan nikah!" perintah Dev pada orang yang menjaga pintu membuat Kenzo membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
" apa katanya tadi, menikah? Tapi dengan siapa bukan Kah dirinya itu pria yang tidak laku-laku, kok tiba-tiba mau menikah tapi malah menculik istriku? atau jangan-jangan.....
Kenzo sudah tidak tahu lagi harus berbicara apa karena dirinya merasa seperti sekarang itu sedang berjalan di atas angin, tidak ada tanah untuk kakinya berpijak karena memang apa yang ia dengar itu merupakan pukulan telak dan juga sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidup.
Duarrr
Kenzo membulatkan matanya sempurna ketika melihat seseorang yang sangat ia kenali keluar dari dalam ruangan yang dimaksud oleh Dev, apalagi penampilannya yang membuat Kenzo seolah-olah ingin berteriak dan meruntuhkan seluruh dunia jika orang tersebut adalah miliknya.
"Ya Tuhan,itu kan istriku ?" Gumam Kenzo pelan.
Asya yang merasa seperti ada Kenzo disitu langsung mengangkat wajahnya dan kebetulan tatapannya bertemu dengan sang suami, membuat wanita itu ingin sekali berteriak gembira tetapi kita bisa memberikan isyarat kepadanya agar Jangan melakukan hal itu.
Asya yang paham langsung mengurungkan niatnya itu padahal ia sudah sangat bahagia tadi,hanya saja ketika melihat begitu banyak anak buah Dev yang berjaga-jaga di sekitar pria itu membuat Asya tidak ingin melakukan hal yang nantinya akan menimbulkan resiko bagi Kenzo.
__ADS_1
" Ayo Sayang, kita pergi dari sini soalnya ada yang sudah menunggu kita. kasihan kan mereka semua kalau sampai menunggu calon pengantinnya tidak datang-datang, yang ada nanti mereka pikir kalau kita itu kawin lari makanya tidak ingin melakukan pemberkatan dihadapan semua orang!" ajak Dev dengan wajahnya yang begitu sumringah tetapi tidak tahukah pria itu jika sebenarnya Kenzo nya sedang bersembunyi itu Tengah menahan emosi sebab ada yang sudah dengan lancang memanggil istrinya seperti begitu.
dirinya bisa dengan mudah langsung menggerebek mereka sehingga tidak jadi pergi keluar dari ruangan itu hanya saja Kenzo tidak bisa melakukannya, sebab dirinya harus mengikuti Dev sampai keluar dari tempat itu dan kemudian bakalan dikepung oleh anggota Black Dragon.
karena kalau berkelahi dalam ruangan itu sama saja bohong otomatis mereka bakalan mungkin kewalahan karena tidak mengetahui di mana tempat anak buah Dev berada, maka dari itu jika berada di luar ruangan otomatis mereka bakalan bisa mengetahui titik lemah musuhnya dan dengan begitu bisa membutuhkan waktu yang cepat untuk melumpuhkan lawannya.
Kenzo melihat dengan jelas Bagaimana Dev memaksa untuk memegang tangan Asya walau berulang kali ditepis oleh wanita itu, dirinya berjanji bahwa sebentar tangan yang kurang ajar itu merupakan korban kedua setelah mulut Dev yang memanggil istrinya dengan begitu lancang.
" kamu kok seperti begitu? Padahal kita kan sebentar lagi bakalan mau menikah, jadi otomatis kita saat keluar rumah nya harus lebih romantis sedikit dong. Kasihan para bujangan lapuk ini yang merasa iri kepada kita, karena sudah setua itu tapi sampai sekarang belum pernah merasakan nikmatnya surga dunia!"Dev yang begitu terlihat bahagia membuat Asya ingin sekali ia ingin sekali menghajar pria disampingnya ini karena sudah berbicara dengan begitu Lancang dan juga tidak punya rasa malu sedikitpun karena orang yang ia ajak bicara itu merupakan istrinya seseorang.
" kamu kalau mau romantisan Ya pergi aja ke anak buah kamu yang penurut dan juga tidak punya otak seperti kamu itu, soalnya aku itu tidak berniat sedikitpun disentuh oleh manusia aneh seperti kamu yang otaknya sudah sepertinya geser dari tempatnya!" sinis Asya hanya saja Menurut Dev merupakan cobaan awal dari pernikahan mereka namun pasti setelah ini bakalan ada kebahagiaan yang datang.
boleh memilih dirinya ingin saat ini juga diselamatkan oleh sang suami dan juga tidak berdekatan dengan pria yang dari tadi selalu saja narsis dan juga pemaksa, namun dirinya juga tidak ingin gegabah dan menimbulkan kesulitan kepada Kenzo maka dari itu memilih untuk bertahan walau sebenarnya sudah tidak ingin.
Dev sudah berada di depan halaman rumah merasa heran ketika tidak ada satupun penjaga yang ditugaskan berada di tempat, Padahal tadi sebelum mereka pergi dirinya sudah mengatakan bahwa tidak boleh ke mana-mana sampai acara pernikahannya selesai.
" ini semua orang pada kemana ya? masa iya sudah pergi begitu saja Padahal tadi kan mereka mengatakan bahwa akan berjaga-jaga di sini, Dasar mata hijau semuanya jangan pernah melihat uang yang banyak maka langsung melupakan janji dari awal!" Sungut Dev karena memang dirinya tidak menemukan satupun orang di halaman rumahnya itu.
belum lagi keberadaan asisten nya yang dari tadi tidak nampak batang hidungnya padahal Ia sangat memerlukan bantuan pria itu, Dev sampai bingung kepada semua orang pada hal ini merupakan hari bahagianya Bisakah mereka sedikit saja tidak membuat dirinya emosi.
" ini asisten kutu kupret ini sebenarnya kemana sih kok dari tadi tidak kelihatan?" tanya Dev sambil menoleh ke arah ke sana kemari tetapi sama saja tidak ada batang hidung yang ia temukan di tempat itu.
__ADS_1
Asya tertawa sinis karena melihat pria itu yang kebingungan, Padahal dari tadi wajahnya itu sangat sumringah bahkan rasa-rasanya dunia merupakan miliknya sendiri sehingga tidak peduli dengan perasaan orang lain.
" mungkin asisten kamu itu sadar kalau sebenarnya bekerja dengan pria yang gila seperti kamu itu merupakan tempat yang paling tidak terbaik di dunia, jadi seperti ini ya kamu mulai berpikir cari asisten yang baru soalnya yang lama sudah kabur tidak mau dekat dengan orang-orang yang lagi Belajar gila! "Sindir Asya membuat Dev menatap heran ke arahnya.
" kamu itu harusnya merasa sedih karena di saat seperti begini tidak ada orang sedikitpun yang bisa kita andalkan agar urusan kita berdua bisa mudah, bukan malah tertawa seperti itu seolah-olah tidak ada beban pikiran yang sedang kamu rasakan Dan ini semua merupakan hal yang biasa saja? "tanya Dev membuat Asya menatap tak percaya ke arah pria itu yang malah ingin berbagi suka dan duka dengannya padahal Ia sendiri tidak berminat melakukannya.
" kayaknya kamu itu Salah Orang deh, soalnya aku itu kalau kamu bahagia merupakan sesuatu hal yang paling tidak sukai tetapi jika kamu stres seperti ini Nah itu merupakan hal yang membuat aku bahagia!" oceh Asya terlihat begitu santai bahkan gaya jalannya pun bisa dibilang tanpa beban seolah ingin pulang ke rumahnya sendiri bukan malah dibawa ke tempat eksekusi mati yang sudah dipikirkan dari tadi.
" kira-kira di mana asisten kamu itu supaya aku ingin berbicara serius dengannya dan juga menanyakan tempat yang mana cocok untuk tuannya itu tinggal, soalnya aku kasihan manusia seperti kamu itu bakalan jadi apa jika tanpa orang lain yang bisa kamu suruh-suruh?" Asya tersenyum mendengar suara yang sangat ia kenali siang selama setahun lebih ini maka dari itu dirinya pun antusias menoleh kearah belakangnya dan terlihat seorang pria yang berdiri dengan gaya maskulin nya membuat wanita siapa saja bakalan tergoda oleh penampilan itu.
" kamu! Kenapa bisa ada di sini, siapa menyuruh kamu untuk datang ke tempat ini? Memangnya kamu pikir asisten ku itu bakalan tergoda dan juga tidak akan mengikuti semua perintah yang aku katakan, asal kamu tahu saja dia itu merupakan orang kepercayaan ku selama bertahun-tahun ini maka dari itu aku tidak akan pernah takut ketika dia menghilang!"Dev begitu percaya diri mengatakan semua itu membuat Kenzo ingin sekali tertawa.
" Ya sudah tidak masalah Terserah dari kamu mau mengatakan apapun yang ingin kamu katakan, soalnya aku itu adalah manusia paling berbaik hati membiarkan korbannya berbicara sepuasnya Lalu setelah itu dirinya bakalan lupa caranya berbicara itu seperti bagaimana! "ujar Kenzo dengan nada mengejek sambil berdiri menatap ke arah istrinya itu yang terlihat begitu bahagia ketika kembali berjumpa dengannya.
" sini Sayang! Jangan dekat kearah orang aneh itu nanti lama-lama kamu juga bisa ikutan terkontaminasi,karena kegilaan yang ada di dalam dirinya yang tidak pernah hilang dan juga selalu saja merepotkan orang lain!" Kenzo tidak ingin istrinya itu berdekatan dengan orang apalagi itu seorang pria.
"Sayang,kita sebentar lagi mau menikah lho?" Bujuk Dev.
Asya mendengus kesal atas kata-kata yang diucapkan oleh Dev barusan karena menurutnya pria itu terlalu gila,bagaimana tidak menyebutnya pria gila jika memanggil Sayang istri orang lain tepat di hadapan suaminya.
"Eh menikah dari dengkulmu?" Tanya Asya.
__ADS_1