
Sebenarnya Apa yang di lakukan oleh Kenzo itu sangat masuk akal,sebab seorang suami tidak mungkin membiarkan istrinya di hina tepat di hadapan nya.
"Tapi kan dia juga harus sadar kalau semua orang tidak bisa sepemikiran dengan dia ,jadi tolong bilang ke dia untuk jangan mengatur orang lain sekehendak hati!" Jelas Wanita itu yang memang dari dulu memendam rasa kepada Kenzo.
"Ayolah Kim,hargailah pasangan Kenzo karena biar bagaiamana pun kita datang kesini untuk mengucapkan selamat kepada mereka bukan untuk bertengkar." jelas Andre yaitu pria yang mengajak Kimberly datang sebagai pasangan nya.
"Kalau kalian datang kesini hanya untuk mencari masalah lebih baik pulang saja,karena aku tidak ingin melihat wajah kalian?" Kenzo benar benar tidak menyukai sikap yang di tunjukan oleh Kim itu apalagi dengan tatapan sinis nya kepada Asya.
Asya yang merasa jika ada yang tak beres dengan Kenzo dan juga teman teman nya ,meskipun ia sedang kesal tapi tetap memilih untuk mendekati pria itu untuk berbicara padanya.
__ADS_1
"Mas,kalian kenapa? Wajah kalian kok pada tegang semua seperti ada masalah besar,kalau memang semua tidak nyaman dengan permintaan aku yang tadi ya sudah aku minta maaf ! Kalau begitu bisa kah aku pinjam suami ku lagi,soalnya ada keluarga yang katanya mau mengobrol dengan dia!" Kenzo yang dari awal memang ingin pergi dari situ memilih untuk mengikuti langkah kaki istrinya sambil menggandeng tangan Asya yang tadi setelah tersenyum sekarang mendadak jadi memasang wajah emosinya.
"Kamu masih marah ?" Tanya Kenzo pelan.
"Menurutmu aku harus bagaiamana untuk memaksa kan diri masuk dalam lingkup pergaulan kamu yang aneh itu,baru hari pertama menjadi istri saja sudah pusing entah nanti kalau sudah seminggu kira kira masih mampu bertahan atau tidak ?" Asya benar benar merasa sangat banyak kejutan yang ia dapatkan untuk hari ini.
Mulai dari segala perkataan tidak masuk akal nya Olivia sampai tatapan yang di berikan Kimberly pada nya,meskipun ia tahu jika Kenzo tidak pernah menanggapi hal itu tapi dirinya yang belum terbiasa.
"Yang,aku minta maaf jika tidak kasih tahu apa yang boleh dan tidak untuk datang ke pesta pernikahan kita!" Pinta Kenzo agar sang istri tidak marah lagi.
__ADS_1
"Mas,aku itu tidak marah soal Apapun dan juga tidak mempermasalahkan cara mereka berpakaian. Mungkin aku yang mulai dari sekarang harus mulai membiasakan diri,karena biar bagaimanapun mengubah kebiasan dan budaya seseorang itu sama saja menyalahi aturan!" Jelas Asya lalu kembali tersenyum ketika sudah ada George yang berdiri mendekat kearah mereka berdua.
"Nak,apa kamu tidak duduk saja dulu ? Daripada nanti kecapean karena terlalu lama berdiri,dan juga kamu Kenzo urus istrimu jangan hanya mengurus hal lain saja !" Ujar George.
"Apa yang papa Bilang itu benar Yang,kita kembali ke kamar saja ya?" Tanya Kenzo yang memang butuh waktu berdua untuk bisa berbicara dengan Asya.
"Mana ada pesta pernikahan tanpa pengantin,kamu kalau ngomong aneh aneh saja?" Tanya Asya heran.
"Biarlah nanti Papa sama yang lain temani para tamu,nanti kalau mereka menanyakan soal kalian kami yang bakal kasih tahu:" jelas George.
__ADS_1
"Aku saja yang istirahat tapi kamu yang temani para tamu!" Tawar Asya tentu saja Kenzo menolak.
Karena menurutnya dimanapun ada Asya otomatis harus ada Kenzo,begitupun sebaliknya.