Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 121


__ADS_3

Gerry masih tetap pada pendirian nya untuk tetap memeluk pinggang Asya meskipun wanita itu menolak,karena biar bagaimanapun dirinya tidak bisa melewatkan kesempatan yang ada.


Kapan lagi bisa bertemu Asya jika kesempatan yang sekarang tidak digunakan,oleh karena itu tanpa banyak bicara lagi Gerry langsung menarik tangan Asya agar ikut dengannya .


Meskipun Asya memberontak tapi tidak di pedulikan oleh pria itu,apalagi kekuatan pria itu yang tidak sebanding dengannya membuat wanita itu hanya bisa meringis kesakitan ketika tangannya dipegang dengan begitu eratnya oleh Gerry.


Namun satu yang pasti membuat masih sedikit menyesal yaitu Gerry yang sekarang berbeda dengan Gerry yang dahulu, pria itu bahkan tidak mempedulikan jika dirinya Tengah meringis kesakitan akibat tangannya yang sepertinya kulitnya sedikit mengelupas karena genggaman yang diberikan oleh Gerry .


"Kamu itu kenapa sih,selalu saja menggangu kehidupan ku? Sebenarnya kesalahan apa yang sudah kulakukan sampai kamu selalu menggangguku,padahal aku saja tidak ada niat untuk menggangu kamu walau hanya sedikit saja?' Tanya Asya dengan wajahnya yang memerah karena menahan tangis.


Gerry tersenyum smirk karena Asya tidak berubah sebab wanita itu akan selalu menangis jika terlalu emosi,dan itu yang sangta ia merindukan selama ini..


"Aku merindukan kamu,bisakah jangan seperti ini walau hanya sebentar saja?" Tanya Gerry pelan.


Asya mendengus kesal karena melihat sikap pria kurang ajar sekaligus pemaksa itu,sebab selalu saja memaksa apa yang ia inginkan padahal Asya tidak peduli sama sekali.


"Kamu bisa tidak pergi sejauh mungkin bila perlu mati sekalian biar aku lebih nyaman bernafas di dunia ini,bukan malah membuat aku kebingungan dan juga menjadi benalu untuk kehidupan orang lain?" Tanya Asya dengan nada yang sangat tidak bersahabat.


Perih begitulah yang dirasakan oleh Gerry,hati pria itu terasa seperti diiris tapi tidak berdarah.


Sudah berusaha untuk tetap berpikir yang lebih baik dan positif tapi tetap saja tidak bisa,seolah luka itu ada tapi tidak berdarah dan terlihat.


Siapa yang tidak bakal terluka ketika apa yang ia ingin kan tidak sesuai harapan,padahal dirinya sangat mengharapkan lebih dari ini.


"Apa aku harus loncat dari jembatan sambil minta maaf baru kamu mau memberikan aku maaf? Kalau memang harus begitu maka aku bakal melakukan sekarang dan tidak akan membuat kamu kecewa,tapi tolong jangan katakan hal yang membuat aku serasa dicekik batang lehernya?" Tanya Gerry lirih bahkan sambil berlutut dihadapan Asya.


Asya yang melihat Gerry sudah melepaskan pegangan tangan nya langsung memilih pergi dari situ,tanpa mempedulikan keberadaan pria yang menurutnya hanya sebagai penggangu saja.


"Dasar manusia aneh!" sinis Asya dan memilih masuk kedalam rumah karena ia yakin Kenzo pasti sedang menunggu dirinya.


Ketika dirinya sampai didalam kamar terlihat pemandangan yang menyayat mata karena Elnara tidur diatas dada bidang sang Suami,sedangkan Kenzo sudah tertidur dengab kedua tangan yang memeluk El takutnya bayi kecil itu akan terjatuh.


"Mas,maafkan aku tidak bisa menjadi wanita yang sempurna untuk kamu! Maafkan aku yang selalu membuat kamu kepikiran,tapi percaya padaku kalau tidak akan pernah ada nama pria lain dalam hidupku selain kamu!" lirih Asya sambil mengecup pelan kepala suaminya yang sangat tampan itu saat tertidur.


Percayalah kalau Kenzo ingin sekali memeluk tubuh mungkin sang istri,hanya saja ia ingin agar Asya jujur tentang kejadian yang terjadi ditangan.


Sebab tanpa Asya ketahui jika Kenzo melihat semua gerakan dari Gerry dan Asya dari jendela kamar,hanya saja dirinya merasa tidak punya hak untuk melarang karena biar bagaimanapun Gerry adalah pria masa lalu Asya sekaligus Ayah kandung dari bayi yang sedang ia gendong.


"Aku tidak ingin kehilangan kamu walau hanya sedetik saja,tapi bisakah kamu jujur tanpa aku minta tentang kejadian yang sudah terjadi?" Lirih Kenzo dalam hati.

__ADS_1


Asya yang pikirannya sedang mumet memilih untuk berendam dalam hati up untuk melepaskan penat yang tengah dirasakan,tidak ingin menggangu tidur orang Orang yang paling ia sayangi.


Asya menanggalkan semua benang yang melekat pada tubuhnya dan langsung masuk kedalam bak mandi,tidak peduli dengan keberadaan Gerry yang sedang berlutut seperti waktu jaman SD ketika dengan sengaja tidak mengerjakan PR.


Karena menurut wanita itu dirinya tidak pernah meminta pria itu untuk berlutut,jadi jika dirinya melakukan hal itu maka ia tak peduli sama sekali karena tidak ada yang memaksa.


"Aku capek Ayah,Ibu! Kenapa manusia itu datang lagi dalam kehidupan kami,padahal aku tidak ingin ada yang menggangu kehidupan ku dengan Mas Kenzo!" lirih Asya sambil menangis.


Kenzo yang tadi sudah menidurkan El,langsung memilih untuk ikut pergerakan Asya di dalam kamar mandi.


Langkah kakinya terhenti ketika mendengar apa yang di katakan oleh Asya barusan,lalu tanpa tedeng aling pria itu membalikkan badan dan menuju kearah taman dimana Gerry masih berada.


Terlihat punggung pria itu naik turun pertanda sang empunya sedang menangis dalam diam,hanya saja Kenzo tidak peduli karena biar bagaimanapun masalah yang ada harus segera di bereskan agar tidak berlarut larut.


Bugh


Bugh


"Kamu bangun sekarang,atau aku yang bakal membuat kamu tidak bisa bangun lagi!" Perintah Kenzo dengan nada yang begitu meninggi karena membuatnya Asya tidak bakal mendengar sebab kamar mandi itu kedap suara.


Gerry yang tidak tahu menahu jika bakal di pukul dari belakang langsung tersungkur tanpa persiapan,bahkan lebih parahnya pria itu sempat memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


Gerry yang tidak ingin di anggap remeh langsung bangkit dan menoleh kearah orang yang sudah memukulnya,setelah dilihatnya ternyata itu adalah pria yang tadi selalu menggenggam tangan Asya tanpa dilepaskan.


Tapi Kenzo yang merupakan seorang Mafia dan juga jago bela diri tentu saja dapat dengan mudah menangkis serangan yang diberikan oleh Gerry,membuat perkelahian itu tak dapat terelakkan.


"Kamu itu pria kurang ajar yang sudah berani merebut Asya dariku,jadi sekarang karena aku sudah kembali lebih baik segera kembalikan dia padaku!" tegas Gerry dengan nafas yang terengah engah.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Gerry barusan membuat Kenzo tertawa sinis,bagaimana tidak tertawa sebab ada pria yang mengatakan hal konyol.


"Apa kamu bilang tadi,kenapa aku jadi merasa seperti sedang berbicara dengan orang yang tidak waras ya?" Tanya Kenzo dengan nada yang mengejek.


"Kembalikan Asya padaku sekarang,bila perlu kamu bawa anak itu pergi karena dia bukan siapa siapa nya kami!" Ujar Gerry lagi membuat Kenzo meradang karena ada yang sudah menyinggung soal anaknya dan Asya.


Akan tetapi yang lebih parahnya lagi bahwa orang yang mengatakan hal itu merupakan Ayah kandung dari anaknya,padahal bayi kecil itu tidak berdosa sama sekali.


"jangan pernah menyebut anak kami dengan mulut kotormu itu,karena sampai kapanpun kami tidak akan pernah terpisahkan !" Ujar Kenzo datar bahkan dengan tatapan yang mengintimidasi..


Gerry tidak peduli dengan apa yang dijawab oleh Kenzo,karena baginya urusan dirinya dengan pria itu bakal kelar kalau Asya sudah kembali padanya..

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan apapun yang kamu katakan,karena aku kesini untuk mengambil apa yang menjadi milik ku yaitu Asya!" tegas Gerry..


"Wah Bravo Men,karena sudah meminta istri orang tepat di hadapan suaminya!" Ujar Kenzo sambil menepukan tangan nya.


" Terserah kamu mau katakan apa yang penting Intinya cuma satu Iya itu aku ke sini mau mengambil apa yang sudah kamu ambil, tidak peduli itu mau kamu kasih secara baik-baik ataupun menggunakan kekerasan!" ujar Gerry dengan tidak ada nada bercanda sedikitpun membuat Kenzo Yang tadi tertawa langsung mengubah ekspresi wajahnya itu dan Tatapan yang begitu serius.


" Sudah aku katakan bahwa Kamu itu sebenarnya manusia waras atau tidak, karena hanya manusia yang tidak waras yang mau melakukan hal bodoh seperti yang kamu lakukan ini?" tanya Kenzo dengan nada yang begitu sinis karena sudah habis kesabarannya menghadapi Pemuda seperti Gerry yang tidak pernah mau mengerti dengan sesuatu yang diinginkan mereka itu hanyalah sesuatu yang diinginkan dan harus didapatkan.


" kamu dari tadi terlalu bertele-tele orangnya sehingga membuat orang lain menjadi bosan dan juga ingin sekali menghajar kamu, Aku tidak pernah peduli dengan apa yang kamu tanyakan karena Yang intinya yang ku pedulikan dan aku inginkan adalah Asya ku kembali kepadaku!" Ujar Gerry serius.


" lebih baik kamu pulang sekarang dan jangan pernah menampakan batang hidungmu apalagi muncul di hadapan Asya, karena mau sampai dunia ini terbalik atau apapun yang bakal terjadi Aku tidak akan pernah menyerahkan istriku kepadamu!" sahut Kenzo.


Gerry ingin sekali tertawa dengan kebohongan yang diciptakan oleh pria yang dihadapan yang kini, karena menurutnya Asya itu masih kuliah dan belum tentu mau menikah dengan pria yang lebih tua darinya.


bahkan pria itu merasa jika Kenzo sedang membohonginya agar dirinya pergi dari situ dan juga merelakan Asya untuknya, maka dari itu dirinya tetap kekeh pada pendirian dan Tidak Akan berpindah tempat walau hanya sedikit saja sebab menurutnya Asya tidak mungkin menikah.


" Aku tidak pernah percaya Jika dia sudah menikah denganmu karena dia itu masih muda dan cita-citanya ke depannya itu masih banyak yang ingin harus dia capai, jadi jangan pernah menciptakan kebohongan yang membuat orang lain hanya ingin tertawa karena kamu tidak punya kata-kata lain lagi yang bisa diucapkan sekarang ini untuk menjawab." Gerry masih saja tetap mempertahankan apa yang ia pikirkan dan juga tidak ingin sama sekali mempercayakan apa yang dikatakan oleh Kenzo karena menurutnya pria itu hanya mengada-ada saja agar dirinya tidak bisa memiliki Asya lagi.


" kalau aku katakan kami sudah menikah selama setahun lebih saat dia baru pindah dan juga sudah ada anak diantara kami apa belum percaya, kalau belum baiklah Kamu tunggu di sini aku bakalan mengambil akta pernikahan karena berdua biar kamu sadar kalau apa yang aku katakan itu tidak ada yang bohong!" tanpa menunggu jawaban dari Gerry pria itu langsung masuk kembali ke dalam rumah penginapan dan ingin mengambil dokumen yang selalu dirinya dengan Asya bawah setiap kali mereka keluar rumah karena jangan sampai suatu saat bakal diperlukan dan ternyata benar sekali dengan mereka itu.


tujuan Kenzo yaitu koper milik istrinya namun ketika dirinya baru sampai tepat di depan pintu kamar terlihat Asya sudah keluar dan membawa dokumen pernikahan mereka di tangannya sambil menggendong elnara di tangan yang satunya, Kenzo kebingungan Apakah istrinya itu ingin kembali menemui kiri ataukah mungkin mempercayakan semuanya kepadanya tanpa ikut campur ataupun turun tangan sendiri.


" sayang kertas itu kok ada sama kamu, Memangnya apa yang aku bicarakan kamu dengar? Terus menurut kamu harus bagaimana kalau sampai kamu tidak ingin memberikan kertas itu kepadaku, Apa kamu ingin kembali kepadanya dan meninggalkan aku sendirian tanpa menoleh ke belakang lagi?" Tanya Kenzo dengan nada yang begitu pelan seolah apa yang ia pikirkan itu akan menjadi kenyataan dan Asya akan pergi meninggalkannya.


Asya yang mendengar nada khawatir dari suaminya itu hanya bisa tersenyum karena ternyata pria itu sepertinya belum 100% mempercayai dirinya, padahal sebenarnya dirinya hanya ingin membantu Kenzo agar bisa secepatnya menemui Gerry dan juga menjelaskan semuanya.


"Kamu itu kalau ngomong kebanyakan ngelantur nya daripada benarnya, masa iya aku hanya membantu kamu agar cepat menemukan benda ini dan mengusir orang itu pergi tapi kamu malah mencurigai yang tidak jelas?" Tanya Asya .


Kenzo menatap tak percaya ke arah istrinya itu karena ternyata apa yang ia pikirkan salah besar dan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, syukur juga Asya tidak marah ataupun kecewa kepadanya karena sudah mengatakan hal yang tidak tidak dan juga tidak mempercayai istrinya itu.


" Jadi ceritanya kamu membantuku untuk mendapatkan dokumen akta pernikahan kita agar bisa segera aku bawa kepada Gerry supaya pria itu segera pergi, Apa kamu tidak kasihan atau ingin berbicara Empat Mata dengannya karena sudah berusaha untuk menemukan kamu di sini?" tanya Kenzo yang berusaha melihat apakah respon istrinya itu sesuai dengan harapannya atau memang Asya masih menyimpan perasaan terhadap Gerry .


" Aku tidak ingin berbicara dengan orang yang pemikirannya selalu aneh seperti dia,masa sudah kukatakan kalau aku sudah menikah dan memiliki anak tapi dia masih saja tidak percaya!" Oceh Asya.


Kenzo bukannya tidak percaya,hanya saja dirinya ingin sekali melihat sampai di mana kejujuran istrinya itu kepadanya. Sebab selama ini Asya tidak pernah berbohong ,tapi apakah itu berlaku untuk masalah Gerry seperti ini.


"Jadi cerita nya kamu tahu kalau aku tadi menghajar dia dan juga mendengar permintaan konyol pria itu?" Tanya Kenzo pelan.


"Ya dengarlah Sayang,soal nya ini juga kan menyangkut Aku?" Sahut Asya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak marah kalau aku tadi menghajar nya?" Tanya Kenzo lagi.


"Mas,Aku rasa pukulan kamu tadi itu masih pelan dan juga sedikit.Sampai dia tidak takut atau pergi dari sini,lain kali lebih lagi dong!" jelas Asya.


__ADS_2