Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 169


__ADS_3

Andi sebenarnya kasihan ketika mendengar istrinya itu mengeluh hanya saja jika dirinya tidak seperti begini bisa dipastikan Vina bakalan keras kepala lagi, maka dari itu dirinya memilih untuk tidak peduli dan ingin melihat sampai sejauh mana Vina meminta maaf kepadanya sebab biar bagaimanapun sebagai seorang kepala keluarga dirinya harus tegas agar perannya memang di dalam rumah sangat-sangat betul dihargai.


Vina yang merasa diacuhkan mendadak berubah menjadi tambah kesal dirinya sudah tidak peduli lagi Andi mau marah atau apa kek yang penting dirinya harus menyelesaikan masalah mereka berdua secepatnya, karena Percuma saja mereka berdua sudah bertemu jika masalah yang mereka hadapi itu maka bertambahnya dan membuat dirinya yang pusing sendiri sebab kelakuan Andi bukannya malah ingin menyelesaikan masalah tambah mendiamkannya.


Vina yang tadi berbaring langsung bangun dan duduk serta menatap ke arah punggung suaminya itu yang tidur sambil membelakanginya, Padahal selama ini andi mana pernah melakukan hal itu meskipun dalam keadaan marah sekalipun pria itu masih tetap mencoba sabar dan peduli dengan kehadirannya.


"kamu bangun sekarang atau aku yang bakalan memaksa kamu untuk bangun dengan caraku sendiri, karena kamu lama-lama Ngelunjak loh jadi seorang suami seperti menganggap aku ini orang asing dan pantasnya dijauhi! kalau memang kamu maunya seperti begitu ya sudah ngomongin jelas aku juga tidak bakalan memaksakan kehendak jika memang kehadiranku itu sudah tidak dibutuhkan lagi oleh kamu dan juga kalau memang kamu masih ingin tetap diam aku yang bakalan pindah kamar saat ini juga! "Vina yang sudah terlalu jengah dengan sikap suaminya itu yang bukannya malah ingin membuat masalah mereka berdua selesai tetapi yang ada tambah runyam.


Andi masih saja tetap tidak bergeming bahkan pria itu sengaja mengatur nafasnya secara teratur agar Vina mengira bahwa dirinya sudah tertidur, dan hal itu sungguh membuat perasaan Vina begitu hancur sebab selama hidupnya dirinya tidak pernah diacuhkan seperti itu.


"Oke baik kalau memang kamu tidak mau ngomong denganku Ya sudah tidak masalah dan jangan pernah ajak aku untuk bicara lagi setelah ini, Aku mau pindah kamar dan tidak ada yang boleh mencoba aku ataupun menghalangi jalanku karena itu bakalan membuat aku ajak duel saat ini juga! "Vina sebenarnya kesal dengan sikap Andi itu karena memang dirinya tahu bahwa suaminya itu belum tidur.


Lagian masuk akalnya di mana coba Orang baru masuk ke dalam tempat tidur baru 5 menit ntar langsung tidur kan merupakan hal yang mustahil, padahal seseorang itu kalau lagi mau mencari kenyamanan biasanya bakalan berbolak-balik ke sana kemari untuk mendapatkan posisi yang ia inginkan baru bisa terlelap.


Andi yang dari tadi berusaha untuk abai seketika langsung panik karena menurutnya Vina itu biasanya orang yang nekat, jika dirinya sudah merasa tidak nyaman bahkan melakukan apa yang ia pikirkan secara singkat tanpa dipikirkan masak-masak dulu, tapi kalau dirinya dengan tiba-tiba menoleh ke arah Vina otomatis bakalan ada masalah lebih besar dari ini sebab Siapa sih yang tidak tahu sikap wanita itu yang selalu saja membantah dan juga keras kepala.


"namanya cobaan berat kalau aku merespon dia bakalan marah-marah, tapi aku membiarkan saja aku otomatis dia bakalan pergi dan sudah tahu kan kalau dia pergi otomatis masalah besar bakalan lebih parah dari ini!"gumam Andi dalam hati dan mau tidak mau mengakui kalau memang kali ini Vina tetap menang padahal dirinya sudah berusaha menjadi pria yang tegas tetapi ya begitu karena di dalam peraturan dunia ini wanita itu selalu benar tidak pernah salah jika wanita itu salah maka otomatis kembali ke peraturan awal lagi.

__ADS_1


"kamu mau apa, Jadi ceritanya mau kabur lagi karena bosan melihatku? jadi Menurut kamu aku ini apa hanya pajangan kamu ataupun foto di dinding itu hanya untuk membuat kamu senang, aku itu semalaman Pak nih Kalau mencari Kamu kemana-mana kayak orang gila sudah begitu bahasa di negara ini berbeda kita menggunakan bahasa Inggris mereka kebanyakan pakai bahasa Nederland kadang-kadang tidak ketemu?"sungut Andi membuat Vina mengurutkan keningnya karena alasan yang diberikan suaminya itu sangat tidak masuk akal menurut pemikirannya.


"Aku kan sudah bilang kalau kamu itu lebih baiknya tidur tidak usah mencariku karena nanti aku bakalan men-share lock lokasi keberadaanku kepada kamu, kenapa kamu malah nekat dan melakukan hal yang tidak-tidak ya Setelah itu kita sudah ketemu eh kamunya Aku malah jual mahal sok membuat aku menjadi orang yang bersalah di sini?"nah ini yang paling tidak disukai Andi dari istrinya yaitu tidak pernah mau mengalah dan mengakui sedikit jika kali ini dirinya yang bersalah tetapi yang ada wanita itu malah ngegas dan ingin menunjukkan bahwa dirinya itu adalah orang yang paling Maha Benar.


"Aku kecewa kepada diriku sendiri dan juga kepada orang-orang di sekitarku yang tidak pernah menghargai keberadaanku, Apa mungkin karena aku terlalu lembek dan juga tidak pernah tahu apa itu yang namanya ketegasan maka dari itu tidak pernah ada yang menghormatiku meskipun statusku kadang lebih tinggi?"Andi secara tidak sengaja mencampurkan hal itu seperti sedang menyindir Vina Karena Wanita itu dari tadi tidak paham dengan apa yang ia inginkan.


Vina mendengar kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami karena menurutnya Andi itu terlalu kebanyakan nonton drama, maka dari itu pemikirannya selalu sempit tidak pernah panjang kali lebar karena hanya berpatokan pada satu hal dan hal itu yang membuat dirinya sangat tidak menyukai Perangai pria itu yang kalau mau marah kadangnya tanpa alasan yang jelas.


"Kamu kenapa sih tiba-tiba marah kemudian baik setelah itu marah lagi yang tidak jelas Padahal aku saja bingung letak kesalahanku tuh di mana, coba saja kalau kamu ngomong aku pasti paham Tetapi tiba-tiba kalau kamu cemberut Padahal kita sedang bersenang-senang itu kan paling aku benci karena sama saja rugi jalan jauh-jauh tapi yang ada kita bertengkar terus di manapun dan kapanpun?"tanpa Vina sadari sebenarnya ego keduanya itu sama-sama tinggi Maka dari itu otomatis ya bakalan seperti begitu terus rumah tangga mereka Kadang baik kadang ribut tidak lama berdamai lagi setelah itu ribut lagi.


"aku ini kepala keluarga jadi otomatis kamu bakalan harus mendengar kan apa yang aku katakan, Aku paling tidak suka kalau kamu lebih tinggi dariku Padahal yang jelas-jelas itu kata-kataku mutlak dan kamu harus mendengarkan hal itu. aku itu sudah membayar kamu kepada orang tua kamu jadi otomatis Tubuh kamu itu merupakan milikku dan aku berhak melakukan apa saja, Kamu pikir aku mengambil kamu sebagai istri itu hanya ambil yang gratis saja tidak dibayar begitu?"Andi mengatakan hal itu padahal sebenarnya Jalan pikirannya berbeda dengan hati nurani ini hanya saja otak dan pikiran jika sedang tidak bekerja sama ya begitu sudah hasilnya bakalan mengucapkan sesuatu tanpa dipikirkan dahulu.


"ada ceritanya kamu menggambarkan aku seperti bawa aku itu dijual kedua orang tuaku kepada kamu dan kamu sudah membayarkan hal itu dengan tunai, kamu anggap aku ini wanita apa sampai-sampai harus ada kata dijual belikan seperti tadi dan juga kamu anggap aku ini barang dagangan yang bisa kamu lakukan sesuka hati karena kamu sudah membelinya? kalau memang rasanya tidak nyaman Dari awal kamu bicara dong agar kita tidak mau mulai hal ini, kamu ini pria tapi kok mulutnya kelewat jujur seperti seorang wanita yang lagi PMS?"Vina bahkan sudah tidak dapat melihat dengan jelas karena kedua kelompok matanya sudah dibanjiri dengan air matanya dan air mata itu bukan air mata yang bahagia melainkan air mata yang begitu terluka dengan sikap dan juga kata-kata yang dilontarkan oleh sang suami.


Andi tertegun ketika melihat wajah istrinya yang begitu tersiksa dengan apa yang ia katakan barusan, yyang merutuki kebodohannya yang sudah melakukan dan juga mengatakan hal yang pastinya membuat wanita itu sangat terluka padahal rasa cintanya itu begitu besar dan tidak ingin melihat ada air mata di matanya Vina.


"kamu menangis, Tolong jangan menangis karena aku bakalan tersiksa melihat hal itu?"tanya Andi yang sudah menjulurkan tangannya untuk mengusap air mata yang sedang membanjiri pipi istrinya itu tetapi Vina mmemalingkan wajahnya ke arah lain karena hatinya begitu-begitu pedih dengan kata-kata yang dilontarkan oleh suaminya itu

__ADS_1


"aku bakalan ngomong ke orang tuaku untuk mengembalikan apa yang sudah kamu kasih ke aku agar tidak ada yang namanya hutang Budi setelahnya, dan aku juga pastikan bahwa kita tidak akan bertemu setelah ini karena aku adalah wanita yang selalu menjunjung tinggi Harga Diriku tetapi hari ini kamu sudah merusaknya!"setelah mengatakan hal itu Vina pun meraih tas selempang yang berada di nakas di samping tempat tidurnya lalu pergi dari situ sambil membuka pintu hotel.


Andi begitu terkejut dengan Respon yang ditunjukkan oleh istrinya itu karena terlihat begitu marah dan kesal kepadanya,ia pun tanpa banyak bicara lagi langsung mengejar Vina yang ia yakini jika masih berada di lorong hotel itu.


Vina pergi dengan hati yang begitu terluka karena Andi suaminya itu bahkan tidak ada niat untuk mengejar dirinya,maka dari itu hatinya begitu terluka dan juga tidak percaya jika anda dengan tiga mengatakan hal yang membuat hatinya begitu hancur berantakan seolah tidak ada yang bisa tersisa lagi.


"Aku benci kamu dan juga aku benci semua kata-kata manis yang selama ini kamu ucapkan kepadaku bahwa tidak akan membiarkan aku menangis karena kamu, tetapi apa buktinya sekarang kamu malah dengan tega menyamakan aku dengan wanita murahan di luar sana Padahal aku ini istri kamu!"Vina benar-benar terluka dan juga jalannya pun tidak mempedulikan orang-orang yang ada di hadapannya sehingga tanpa sengaja menabrak tubuh kekar seseorang yang juga Tengah sibuk dengan ponselnya sehingga tidak memperhatikan jalan secara benar.


Bughh


"Awww, siapa sih jalannya tidak kelihatan sudah tahu kalau aku lagi galau dan juga kesal ingin menerkam seseorang saat ini?"sungut pria itu membuat Vina yang tadi tengah menangis langsung tidak kalah dibuat emosi karena pas dengan suasana hatinya saat ini.


"kamu yang tidak lihat jalan Tetapi malah menyalahkanku sekarang Memangnya kamu tidak sadar kalau kamu itu sedang sibuk sama ponselmu sampai tidak memperhatikan kalau ada orang yang ada di hadapanmu, Woi semua orang yang ada di sini tuh punya ponsel mereka tidak Seu di kamu yang bukannya memperhatikan langkah kaki kamu malah sibuk dengan benda itu sampai membuat orang lain yang kecelakaan?"Vina benar-benar ingin marah dan juga melampiaskan emosinya itu kepada seseorang dan disaat yang tepat pria yang tadi itu malah mengajaknya berdebat Ya sudah dirinya ladeni saja tidak peduli dengan tatapan keheranan dari semua orang akibat dari kedua manusia berbeda jenis kelamin itu bertengkar menggunakan bahasa asing.


Andi yang menyusul istrinya begitu panik ketika melihat Vina sedang bertengkar dengan seseorang karena dirinya yakin istrinya itu pasti bakalan lebih marah besar karena suasana hatinya sekarang lagi tidak sedang mendukung, dengan langkah kaki panjangnya dirinya pun dengan segera menggenggam tangan istrinya dan juga tidak ingin ada orang lain yang memarahi ke kekasih hatinya karena sudah cukup dirinya yang tadi melakukan hal bodoh itu.


"kamu berani membentak istriku, Kamu itu sebenarnya seorang pria atau banci sampai-sampai tidak tahu malu bertengkar dengan seorang wanita di tempat umum seperti begini? Awas aja kalau sampai kamu coba-coba berkata kasar dengan Istriku lagi karena aku bakalan bikin perhitungan dengan kamu, kali ini masalah kamu bukan sama dia melainkan denganku karena aku adalah suaminya dan bakalan bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan!"Vina bukannya bahagia ketika dirinya dibelah oleh Andi melainkan malah merasa tidak suka sebab menurutnya Andi itu sekarang sedang akting di hadapan semua orang supaya terlihat seperti seorang suami yang begitu peduli dengan istrinya.

__ADS_1


"Oh jadi kamu suami wanita cerewet ini, nanti kamu bilang ya sama dia tolong itu mulut Jangan dijadikan petasan hidup soalnya kuping orang lain bisa lepas akibat dari suara cemprengnya itu! dan juga bilang sama dia kalau sedang bertengkar jangan bawa-bawa emosinya kepada orang lain, karena otomatis orang lain juga bakalan tidak terima dan memarahinya seperti yang tadi aku lakukan?"ujar pria itu sambil tersenyum mengejek kearah Vina membuat wanita itu sudah melepas sepatu yang ia pakai dan ingin melempar ke arah Wajah pria yang sudah membuat moodnya tambah hancur parah dan berantakan.


__ADS_2