Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 68


__ADS_3

Dewi yang berada di dalam kamar begitu gelisah karena melihat Asya yang tidak kunjung keluar dari kamar Kenzo,berbagai macam kecurigaan muncul di dalam benak nya membuat Rio merasa heran dengan sikap Istrinya itu.


'Astaga Mah,kenapa seperti begitu terus? Papa jadi heran lihat nya sebab yang ada buat sakit mata,karena dari tadi kesana kemari layak nya setrikaan yang sedang di pakai?' Tanya Rio heran dengan sikap sang istri yang kalau khawatir sesuatu bakal begitu kentara.


"Ih Papa mana tahu kalau urusan yang beginian, karena hobinya papa itu selalu malas tahu tidak terlalu ambil pusing dengan segala sesuatu yang ada?" Ketus Dewi mengingat sikap suaminya itu yang selalu positif thinking tidak ada pemikiran yang negatif dalam hidupnya sebab baginya semua manusia itu selalu diberikan pilihan untuk bersikap dan dirinya adalah seseorang yang memilih untuk selalu santai saja dalam menghadapi sebuah masalah.


" Sejak kapan Kenzo bakalan ada niat untuk menyakiti Asya, jika selama ini dia yang selalu menjaga Asya kapanpun dan dimanapun bahkan setiap saat tanpa memikirkan pekerjaannya sama sekali?" tanya Rio penuh penekanan kepada istrinya itu agar lebih paham.


" Iya Mama tahu jika selama ini Kenzo yang selalu ada untuk Asya, hanya papa sadar tidak apa yang terjadi dengan mereka sekarang itu mungkin karena akibat dari Asya tadi ingin kita pindah dari sini?" jelas Dewi.


" jika Kenzo tulus kepada AsiaAsya pasti dia punya jalan keluar untuk masalah mereka berdua yang sekarang ini, dan mama harus percaya sama papa kalau sebentar lagi Kenzo pasti bakalan langsung mengurus pernikahan mereka. jika tidak ingin Asya meninggalkan rumah ini. Dari situlah kita bisa melihat ketulusan pria itu kepada putri kita dan juga tidak perlu menaruh kecurigaan kepada-nya terlalu berlebihan, bukan karena dia itu keponakan kandungnya Papa melainkan karena bersikap seperti dan selayaknya seorang pria sejati." Dewi langsung diam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu memang segala sesuatu itu memerlukan bukti bukan opini belaka.


" Ya sudah semoga apa yang Papa katakan tadi benar-benar kenyataan dan bukan hanya pemikiran kita berdua saja, awas saja Kenzo kalau sampai dia ngapa-ngapain sama Putri kita dan membuat Asya jadi sedih karena mama tidak bakalan tinggal diam!" setelah mengatakan hal itu Dewi berangsur menjadi tenang tidak seperti tadi yang sudah seperti cacing kepanasan.


" Nah gitu dong jadi orang jangan terlalu menaruh curiga kepada orang lain yang sangat berlebihan, karena belum tentu apa yang kita pikirkan itu sama juga yang sering dipikirkan orang lain. Karena manusia itu meskipun nama dan tempat tanggal lahirnya sama belum tentu karakter mereka sama, setiap orang sudah diatur sama Tuhan memiliki karakter masing-masing yang tidak dimiliki oleh orang lain!" Ujar Rio.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar mandi,Asya memilih untuk duduk diam tidak ada niat untuk keluar dari tempat itu.


Kenzo yang sedang menunggunya pun di buat begitu panik,karena sudah mulai memikirkan hal yang bukan bukan.


"Sayang,kamu kenapa tidak keluar keluar? Apa ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman,ayo keluar atau aku yang memaksa untuk dobrak ini pintu?" Tanya Kenzo cemas.


"Aku baik baik saja,kamu keluar sana ngapain pake acara tunggu di situ segala?" Tanya Asya balik membuat Kenzo mengerutkan keningnya.


"Tapi aku kan cemas ke kamu,masa iya begitu saja tidak boleh." Kekeuh Kenzo pada pendiriannya yang memang ingin tetap memantau keadaan Asya.


" tapi pertanyaannya Kenapa kamu juga sampai sekarang tidak mau keluar dari tempat itu emangnya kamu betah berada di situ, membiarkanku mencemaskan kamu tidak ada kepastian di depan sini?" Tanya Kenzo.


" dasar pria pemaksa maunya setiap perkataannya itu harus didengarkan sedangkan apa yang diucapkan oleh orang lain itu tidak perlu, coba saja kalau aku dapat menghilang sekarang juga membiarkan dirinya kebingungan mencari buku di setiap sudut ruangan!" Asya benar-benar merasa jengkel dengan sikap Kenzo yang maunya harus dirinya keluar saat itu juga dari dalam kamar mandi.


ceklek

__ADS_1


mau tidak mau Asya mengikuti apa yang dikatakan oleh Kenzo. tapi wanita itu keluar dengan memasang wajah datarnya, agar Kenzo segan dengannya sehingga ia bisa Bebas kembali ke kamarnya dan tidak terkurung di dalam situ yang membuat kinerja jantung yang sedikit bermasalah.


" wajah kamu wajah kamu kenapa aku bisa jadi berubah secara drastis seperti ini, perasaan tadi itu baik-baik saja tidak ada masalah yang cukup berarti?" tanya Kenso penasaran dengan perubahan yang sedang terjadi kepada Asya itu.


" kamu bersiap diri Supaya pergi ke gereja mendaftarkan pernikahan sedangkan aku mau kembali ke kamar soalnya pengen istirahat, ingat kalau belum ada kepastian yang jelas jangan pernah mengganggu aku karena aku juga ingin dibiarkan sendiri dan menikmati waktu agar lebih rileks!" Ujar Asya.


Kenzo hanya bisa pasrah ketika mendengar penolakan yang di lakukan Asya itu,mungkin memang karena sikap nya yang terlalu posesif membuat wanita itu tidak nyaman.


" Ya sudah kamu istirahat di sini saja biar aku yang keluar terus ngomong sama semuanya karena aku yakin mereka juga pasti sedang harap-harap cemas dengan keadaan kita berdua, pasti mereka berpikiran jika aku sedang Unboxing kamu di dalam sini sehingga kelamaan untuk keluar." jelas Kenzo sambil mengusap pelan wajah Asya itu lalu pergi meninggalkan wanita cantik yang tengah menatap heran ke arahnya.


" Jadi maksud kamu mulai sekarang kita bakal berbagi tempat tidur ini, dan aku akan selalu lengket ke kamu tidak bakalan bisa kemana-mana lagi?" tanya Asya.


" Iya benar sekali sayang yang kamu katakan itu karena memang mulai dari sekarang kita tidak bakalan terpisahkan lagi entah apapun yang bakalan terjadi kedepannya, maafkan aku karena selama ini sudah membuat kamu tidak nyaman dan juga membuat kamu ingin pergi dari tempat ini!" setelah mengatakan hal itu Kenzo pun pergi karena jika berlama-lama di situ bisa dipastikan dirinya tidak bakalan kemana-mana dan tetap memilih untuk selalu berdempetan dengan Asya.


" Semoga apa yang kita berdua inginkan tidak ditentang oleh alam dan juga orang-orang yang selalu bermaksud jahat, aku janji akan menjaga perasaan kamu dan tidak akan pernah berpaling kepada siapapun yang sudah menyakitiku dengan sadar dan nyata!" Lirih Asya sambil menatap punggung Kenzo yang sudah menjauh.

__ADS_1


__ADS_2