
Kenzo sedang berdiri tepat di hadapan pintu kamar Rio dan Dewi berada,dirinya harus segera menyelesaikan ini semua agar tidak ada penyesalan nanti nya yang bakal ia sesali di kemudian hari.
Tok tok tok
Dewi yang sedang memeluk putrinya mengerutkan keningnya karena bingung dengan orang yang berada di depan pintu,padahal biasanya kan langsung memanggil.
"Papa tolong lihat pintu nya dulu siapa tahu itu Rianti!" Pinta Dewi.
"Nggak usah Pah,biar aku saja Papa kembali duduk saja ya!" Ujar Asya sambil tersenyum membuat Rio mengurungkan niat nya itu.
Asya yang tidak tahu menahu dengan keadaan yang sebenarnya,terlihat begitu santai seolah memang tidak terjadi apapun.
Ceklek
"Kamu...
"Aku mau bicara,bisa hanya berdua saja?' Tanya Kenzo dengan tatapan datar membuat Asya merinding karena ngeri.
"Siapa Sya?" Tanya Dewi karena Asya yang tak kunjung kembali.
"Mas Kenz,Mah!" Sahut Asya pelan.
"Aku mau pinjam Asya sebentar Tante,karena ada hal yang harus kami berdua bahas tentang Masa depan. Saya janji tidak akan menyakiti dia dengan apapun,karena biar bagaimanapun saya sangat mencintai Putri Tante!" Ujar Kenzo dengan satu tarikan nafas.
Dewi heran dengan kecanggungan di wajah Asya yang begitu kentara,sedangkan Kenzo begitu datar seolah ada masalah yang tengah ia sembunyikan.
"Lho kenapa harus minta izin segala kalian kan udah solid hanya saja nanti tolong jangan macam macam,kasihan anak kalian yang belum tahu apa apa." Pinta Dewi membuat Kenzo begitu bersemangat sampai langsung menggendong Asya karena menurut nya wanita itu terlihat enggan untuk ikut dengan nya.
"Ahhh,kenapa aku di gendong?" Teriak Asya yang sangat terkejut dengan apa yang di lakukan pria itu berbeda dengan Dewi yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Astaga anak muda jaman sekarang memang kebanyakan aneh,masa iya jarak jingkal begini pake acara gendong segala?" Gumam Dewi sambil tersenyum.
"Kenapa Sayang?" Tanya Rio heran dengan tingkah istrinya itu.
__ADS_1
"Biasalah Pah,jangan di bahas lagi yang ada bikin tambah bingung." Ujar Dewi santai.
Rio memilih untuk tidak mencari tahu dengan apa yang di katakan oleh istrinya itu,karena sama saja tidak mungkin juga kan Dewi bakal jujur kepadanya.
Kenzo memilih membawa Asya masuk ke dalam kamarnya karena dirinya ingin agar wanita itu lebih membiasakan diri terhadap tempat itu. Supaya besok lusa tidak ada kecanggungan yang terjadi, sebab biar bagaimanapun hari esok harus dipersiapkan mulai dari sekarang Dan juga hari sekarang itu merupakan bekal untuk hari esok.
" Mas Kenapa bawa aku ke sini? Bukankah kamarku juga ada kenapa sih kamu harus melakukan hal ini tanpa mendengarkan perkataanku lebih dahulu, apa aku harus teriak dulu agar kamu paham semua yang aku inginkan dan yang tidak aku inginkan? " Tanya Asya Ketus karena sikap Kenzo yang tidak pernah paham dengan apa mau wanita hamil itu.
"Kamu juga sama saja,melakukan sesuatu yang kamu mau tidak pernah mendengar kan pendapat ku dulu!" Balas Kenzo tak kalah tajam.
Asya langsung bungkam karena tidak ada niatan sedikitpun untuk membalas yang dikatakan oleh Kenzo tadi,sebab pasti tidak akan digubris sedikitpun.
Setelah menidurkan Asya secara paksa kini giliran pria itu yang mengukung tubuh Asya di bawahnya, agar tidak bisa kemana-mana dan juga menatap Intens hanya kepadaNya saja. tidak ke arah lain sedikitpun,Asya sudah tidak tahu harus bersikap seperti apa memilih hanya memejamkan mata karena dirinya merasa kinerja jantungnya semakin tidak bagus ketika berdekatan dengan Kenzo.
" Kamu pikir aku mau ngapain kamu sampai pakai tutup atas segala, sekarang Coba kamu buka mata kamu dan tatap aku secara dekat dan juga pelajari Bagaimana sebenarnya sikap aku selama ini ke kamu? bisa tidak jika aku adalah orang yang merupakan masa depan kamu dan juga masa tua kamu untuk selamanya, bisa tidak juga Kamu paham kalau sebenarnya Aku itu sangat serius dan tulus kepada kamu tanpa embel-embel apapun itu? " tanya Kenzo yang benar-benar ingin sekali menangis di depan Asya wanita yang sangat dicintainya tapi sangat susah untuk digapai sedikit.
Asya kebingungan dengan perkataan Kenzo barusan, sebab sebenarnya pembahasan ini kan sudah dikatakan atau mereka berdua sudah berjanji tidak akan membahas lagi.
"Mumet atau apapun itu aku tidak peduli sedikit pun,karena yang aku pedulikan itu cuma kamu!" Ujar Kenzo tajam tanpa ingin di bantah sedikit saja.
Diam itulah keputusan yang tepat bagi Asya. Jika tidak ingin mereka berdua bakalan bertengkar nantinya, karena sama saja sikap Kenzo sekarang ini ingin didengar bukan untuk mendengarkan, Dana Asya yakin pasti ada kesalahan yang tidak dirinya sengaja membuat Kenzo berubah drastis seperti itu. yang biasanya manis dan juga halus kini mendadak jadi pemaksa,karena bukan kah diam itu Emas?
" apa kamu sadar dengan kesalahan yang kamu lakukan sehingga aku sampai melakukan hal nekat seperti ini, sampai-sampai meeting penting dengan klien pun aku tinggalkan hanya untuk berbicara secara pribadi dengan kamu! tapi sikap kamu dari tadi itu seolah malas tahu dan tidak peduli dengan apapun yang ada disekitar, padahal orang lain juga memerlukan perhatian dari kamu m bukan hanya diri kamu sendiri?" Ujar Kenzo.
Asya menatap heran ke arah pria itu yang dari tadi seolah menyalahkan dirinya yang jelas jelas tidak tahu menahu, karena Kenzo mengatakan apa yang ingin Ia katakan tanpa menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya membuat lawan bicaranya mendadak jadi orang linglung.
" kamu itu dari tadi ngomong apa sih aku tuh jadi bingung soalnya mulut kamu tuh komat-kamit tanpa henti terus hanya marah saja kerjaannya, kalau memang kamu mau melayangkan protes ya tinggal ngomong saja jangan bertele-tele ngalor-ngidul kemana-mana bikin orang lain merasa mumet dengarnya? " tanya Asya heran membuat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya yang memang sih dari tadi terlalu berbelit-belit tidak langsung to the point aja.
" yang mengijinkan dan menyuruh kamu untuk pindah dari sini itu siapa, terus atas dasar apa kamu sampai punya pemikiran aneh seperti begitu bahkan tanpa bilang-bilang dulu kepadaku? Sebenarnya aku di mata kamu tuh apa sih sampai tidak ada harganya sama sekali, setidaknya mau mengambil keputusan itu ngomong dulu dong jangan hanya diam terus langsung ambil kesimpulan sendiri!" Ujar Kenzo memastikan.
Asya merasa heran. Perasaan tadi percakapan itu hanya antara dirinya dan kedua orang tuanya kenapa sampai Kenzo bisa tahu, jangan-jangan benar apa yang dikatakan semua orang jika sebenarnya jika ingin membicarakan sesuatu hal yang bersifat pribadi usahakan hanya ada orang-orang yang penting saja agar nantinya tidak ada penyesalan di kemudian hari.
" itu kan hanya rencana saja tapi belum terealisasikan sama sekali buktinya aku sekarang masih berada di depan Kamu kan belum kemana-mana, Lagian malu juga tahu siang malam hanya numpang di rumahnya orang terus malah menyusahkan anggota keluarganya lagi? aku kan jadi tidak enak hati kepada semua yang sudah selama ini mengurus aku tanpa mengeluh sedikitpun, jadi kamu juga Tolong Mengerti dong dengan apa yang aku rasakan sekarang ini bukannya untuk lari menjauh hanya saja ingin Mandiri bersama kedua ora tuaku! " Lirih agar Senso paham dan juga tidak memojokkan dirinya terus dan keputusan yang telah Ia ambil tadi.
__ADS_1
" tapikan tidak dengan pergi dari rumah ini. Semua orang itu bisa mandiri dengan caranya sendiri, bukan malah menyendiri karena tidak ingin dekat dengan siapapun . Lagian siapa juga yang mengeluh untuk mengurus kamu sedikitpun, yang ada malah ada rasa bahagia karena sudah berguna untuk orang yang paling kita sayang! "Kenzo benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Asya yang terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi sama sekali.
Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya alasan apapun yang akan ia ucapkan saat ini tidak akan mau didengarkan sama sekali oleh pria itu, Asya pun harus pasrah dan diam tidak usah mengeluh banyak karena dalam hidup jika orang yang terlalu banyak makannya yang sangat dekat dengan masalah.
" aku akan mengurus surat pernikahan kita tanpa ataupun persetujuan dari kamu, agar kalau kamu sudah terikat dengan lagu otomatis rasa malumu akan pergi begitu saja dan tidak akan merasa tidak enak hati lagi seperti yang sudah-sudah! " netra Asya membulat ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo tadi.
" Lho kayak gitu sih keputusannya nya tidak menanyakan dulu apa yang ada dalam pikiranku sekarang, padahal kamu kan harus tanya kepadaku dulu dan juga orang tuaku gimana terbaik buat kita berdua bukan asalnya nyeplak saja? " tanya Asya tak terima dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Kenzo itu.
" Terus menurut kamu sampai kapan aku menunggu dengan sikap kamu yang tidak ada perubahan sama sekali ini, Apa kamu mau sampai anak ini lahir dulu dan setelah itu itu dia kurang ajar itu datang mengambil kalian dariku?" tanya Kenzo penasaran dengan jawaban yang ingin diberikan oleh Asya .
" Dan berapa kali juga aku harus bicara ke kamu kalau sebenarnya aku tidak pernah memikirkan untuk kembali kepada pria itu, karena memang selama ini antara kami berdua itu tidak pernah ada apa-apa yang membuat kami terikat dengan sesuatu hubungan yang tidak jelas. " Asya sebenarnya tidak ingin mengingat nama Gery dalam hidupnya karena sama saja tetap tidak akan membawa perubahan dalam keputusannya meskipun sudah ada Baby El yang bakalan hadir di tengah mereka.
" Terus kenapa Saat ditanya sama Tante Dewi jawaban kamu tidak ada sama sekali, seolah memang benar kamu tidak ada niat untuk menyampaikan apa yang telah kamu rasakan sekarang? " tanya Kenzo sambil menatap tajam ke arah Asya membuat wanita itu mendengus kesal.
" makanya lain kali kalo mau menguping orang ngomong dengarnya itu semuanya Jangan hanya setengah-setengah saja, hasilnya kan kamu jadi salah pengertian? " sungut Asya yang sudah tahu duduk permasalahannya sehingga membuat Kenzo marah-marah tidak jelas.
wajah Kenzo memerah karena malu sebab ternyata dirinya tadi itu salah paham dan alhasil membuat Asya ingin pergi dari situ karena perubahan sikapnya, dirinya berjanji dalam hati jika hal ini adalah yang terakhir yang dilakukan kepada Asya sehingga membuat wanita itu mungkin menangis tadi dan akhirnya meminta kepada orang tuanya untuk pindah sesegera mungkin.
" kamu menangis tadi karena sikapku yang marah-marah tidak jelas, Kalau iya aku sungguh minta maaf karena memang itu bentuk tidak terima nya aku terhadap penolakan yang selalu kamu? " setelah mengatakan hal itu Kenzo langsung mencium kening dan juga kedua mata Asya yang sembab sebab dirinya benar-benar mengaku salah.
Asya Tersenyum Dalam diam karena sebenarnya dirinya hanya salah paham dan juga mungkin bawaan dari hormon kehamilan jadi sedikit sensitif, ternyata Kenzo tidak pernah berubah hanya saja pria itu cepat mengambil keputusan dan kesimpulan tanpa bertanya dahulu itu yang membuat Asya yang sedikit resah.
" Lain kali kalau ada apa-apa tanyakan langsung kepada aku jangan langsung kamu ambil tindakan kan yang marah-marah tidak jelas seperti tadi, aku kan bukan anak kecil yang bisa saja kamu permainkan sesuka hati dan juga bisa di over ke sana ataupun ke sini! " sungut Asya membuat Kenzo tidak tahu harus berkata apa lagi karena memang ini semua akibat dari kesalahpahaman yang berasal darinya.
Kenzo ini memilih berbaring disamping Asya bukannya malah pergi kerja tetapi pria itu mengurungkan niatnya, dan Asya melihat Kenzo yang malah bersantai sampingnya merasa heran sendiri karena pria disampingnya itu sepertinya memang tidak ada niat lagi untuk pergi bekerja. Jangan bilang kalau ingin mengganggu dirinya selama seharian.
" kamu kok malah di sini bukannya pergi bekerja Tadi katanya ada pertemuan penting yang tidak bisa ditinggalkan, Ayo cepat bangun jangan jadi pria yang pemalas terus nanti besok lusa aku dan anakku yang bakalan kelaparan karena pemalas nya kamu itu? " Kenzo bukannya pergi dirinya malah memeluk erat tubuh Asya itu itu karena merasa gemas dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
" biarpun aku tidak bekerja selama 7 tahun pun kalian tidak bakalan kelaparan karena uang yang aku punya adalah punyanya Kalian juga, jadi mulai dari sekarang mulailah berpikir caranya untuk menghabiskan semua uang yang aku miliki agar aku tambah semangat buat bekerja! " ujar Kenzo penuh percaya diri membuat Asya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Iya kamu tenang saja semua apa yang aku inginkan kedepannya sudah aku catat baik-baik di dalam memoriku, hanya nanti kamu jangan mengeluh ya jika suatu saat kamu melihat saldo kamu itu nihil tanpa sepeserpun di dalamnya! " Asya terkekeh geli mengingat apa yang ia katakan tadi padahal sebenarnya itu hanya di ujung bibirnya tanpa ada niatan untuk melakukannya.
" aku bakalan kerja tambah giat agar kamu tidak merasa kekurangan sedikitpun, jadi mulai besok aku urus ya pernikahan kita agar cepat kelar sebelum baby El keluar dari dalam persembunyiannya? " tanya Kenzo memastikan membuat Asya hanya bisa pasrah saja karena tidak mungkin menolak sesuatu hal yang sangat baik.
__ADS_1