
Asya tersenyum ketika melihat wajah penuh kuatir milik Om sama tantenya itu, karena Biar bagaimanapun kedua manusia itu sangat berarti untuk hidupnya dan rasa sayang mereka yang selama ini untuk dirinya tidak pernah Asya ragukan ketulusannya.
" Asya sudah baikan kok Om tidak terlalu meriang lagi seperti tadi, maaf jika sudah merepotkan Om di Tengah Malam seperti begini harus pergi membeli obat!" ujar Asya terenak hati membuat Dewi dan suaminya menggelengkan kepalanya karena tidak setuju dengan perkataan wanita cantik itu.
" kamu itu kalau ngomong sembarangan saja yang bilang kamu itu merepotkan siapa, ingat ya Sampai kapanpun tidak akan pernah merasa direpotkan oleh kamu! karena kalau bukan kami yang memperhatikan kamu siapa lagi coba, kecuali Si Gery itu tinggal bareng sama kita pasti dia bakalan bisa Tante sama Om andalkan buat menjaga kamu 24 jam." sahut Dewi yang tanpa sadar jika raut wajah Asya ini berubah menjadi seperti orang yang ketakutan.
Deg....
raut wajah Asya berubah menjadi tegang Karena Wanita itu benar-benar sangat tidak ingin mendengarkan nama orang yang sudah menghancurkan dirinya, Jika boleh memilih dirinya ingin menghilang saat itu juga dan berpindah ke belahan bumi yang lain tanpa ada nama orang yang sudah menghancurkan hidupnya dalam waktu satu malam.
__ADS_1
" Ya Tuhan boleh aku memilih tak mengenal pria itu lagi ataupun dulu tak mengirimkannya kepadaku, dia yang dulu ku kira sebagai pahlawan ternyata hanyalah manusia yang lebih mementingkan kepentingan dirinya daripada orang lain!" Lirih Asya dalam hati yang tanpa sadar sudah menitikan air matanya membuat Dewi dan suaminya menjadi cemas.
" lho sayang kamu kok nangis Memangnya tadi Om sama Tante ada salah ngomong ya, Kalau iya Om sama Tante minta maaf ya karena sudah membuat kamu jadi seperti begini ?" tanya Dewi dengan wajahnya yang penuh kekhawatiran karena biar bagaimanapun Asya yang menangis dalam diam membuat keduanya jadi bingung harus bersikap seperti apa.
" tante sama Om boleh tidak Asya minta tolong, tinggalkan Asya sendiri malam ini saja nanti besok ada hal penting yang ingin sekali Asya bicarakan ke Om sama Tante!" mendengar perkataan itu membuat Dewi dan suaminya tak bisa berbuat banyak meskipun rasa cemas selalu ada tapi melihat kondisi Asya kini mereka harus menghargai hal itu.
Asya mendesah kasar sambil mengusap pelan perutnya berharap kejadian malam ini tidak meninggalkan sesuatu di dalam sana, karena sejujurnya hamil tanpa suami itu merupakan sebuah hal yang sangat tidak lazim di masyarakat kita dan beban moril nya itu tidak main-main.
" Tolong jangan kamu tumbuh di dalam sini karena aku belum siap, tapi jika memang kamu bakal ada aku bakal menerima kamu apa adanya tanpa mau berhubungan dengan pria pengecut itu!" sudah hilang rasa hormat dan sayang Asya kepada Gerry berganti menjadi rasa benci yang luar biasa Dahsyat dan berharap agar mereka tidak bertemu lagi di kehidupan sekarang atau pun kedepannya.
__ADS_1
di lain tempat di sebuah klub malam yang semakin mendekati pagi hari semakin ramai, terlihat seorang pria Tengah menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol tanpa mau diganggu sedikitpun. bahkan para wanita seksi yang memakai pakaian kurang bahan pun ia hardik secara kasar, karena tidak ingin diganggu sama sekali sebab pikirannya sedang tidak berada pada tempatnya.
" Hallo tampan, butuh teman buat minum tidak? tenang saja setelah kita minum terus kamu kalau membutuhkan teman buah tidur aku tidak masalah kok melakukan hal itu, apalagi untuk pria setampan kamu aku pasti bakal dengan senang hati melakukan hal itu?" tanya seorang wanita yang memakai pakaian yang bisa dibilang Mungkin kehabisan bahan jadinya terbuka di mana-mana.
" menjauh dariku ******, wanita yang sangat berarti dalam hidupku yang ku jaga setengah mati saja sudah ku hancurkan masa depannya apalagi wanita murahan seperti Kalian membunuh pun aku tidak akan segan!" ujar Gerry dengan tatapan matanya yang begitu tajam membuat wanita itu segera beringsut pergi karena bergidik dengan ancaman Gerry barusan.
" ih tampan kok psychopath menyesal aku menawarkan diri padanya, tapi syukur juga belum dieksekusi kalau tidak mah bisa melayang percuma nyawaku ?" batin wanita itu sampai bergidik ngeri menatap ke arah Gerry yang dari tadi sudah meracau tidak jelas.
" Asia Maafkan Aku, aku janji Bakal pergi dari kehidupanmu selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi! Persetan dengan wanita yang bernama Mona itu, persetan dengan pernikahan konyolnya itu membuat aku menjadi pria yang dicat terhadapmu!" Lirih Gerry yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
__ADS_1