
Indah menatap kesal kearah punggung Gerry yang semakin menjauh, karena selama ini pria itu tidak pernah menganggap kehadirannya sama sekali. Dirinya dibuat kebingungan dengan sikap yang selalu ditunjukkan Gerry padanya, padahal sebenarnya dirinya saja tidak tahu Sisi kurangnya di bagian mana.
" kamu tidak capek mengejar pria yang sama sekali tidak menatap kearah kamu padahal jelas-jelas ada orang lain yang menaruh perhatian ke kamu lebih dari apapun, Lagian sesuatu yang ada di depan mata sudah jelas keadaannya tetapi kamu malah mencari sesuatu yang tidak pernah menatap kearah kamu sama sekali?" Tanya Mark yang berusaha menahan agar Indah tidak terjatuh.
Mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang selalu menguntit Gerry ke mana-mana itu membuat Indah meradang, karena baginya Mark itu adalah orang yang tidak pantas berbicara dengannya Apalagi mencoba untuk menarik perhatiannya yang merupakan jelas-jelas gadis yang berkelas di tempat itu.
" kamu itu harusnya sadar diri sadar posisi dan juga sadar status jangan mencoba untuk menggapai bintang Jika tangan kamu itu panjangnya cuma sejengkal, lebih baik kamu mencari sesuatu yang sepadan dengan kamu agar sesuai dan juga sama beratnya bukan mencari orang yang sebenarnya nanti buat kamu sendiri yang merasa malu karena tidak sepadan sama sekali! " sinis Indah sambil menatap tajam kearah Mark yang bukannya marah Malah tersenyum kearah wanita itu sebab baginya melihat Indah yang marah seperti begitu terasa sangat memanjakan mata nya.
" kamu kalau marah seperti begitu terasa sangat cantik dan juga membuat aku betah menatap lebih lama lagi, Tolong ingat kata-kataku tadi dan bila perlu kamu tolong renungkan Di mana letak kesalahannya agar aku bisa merubah lebih baik lagi untuk kamu! "setelah mengatakan hal itu Mark pun pergi dari hadapan Indah karena baginya berbicara dengan wanita itu sudah cukup membuat dirinya lebih bersemangat untuk menjalani hari dan juga menghadapi segudang tugas yang tidak tahu habisnya.
Indah mendengus kesal entah Mimpi apa semalam sampai hari ini dirinya harus bertemu dengan orang yang aneh seperti Mark itu, padahal sebenarnya Tadi ia sengaja Jalan pagi-pagi sekali untuk bisa bertemu dengan Gerry dan juga menyapa pria itu meskipun dirinya yakin tetap saja pasti ada penolakan.
" kamu ditolak lagi ya sampai wajahmu kusut seperti pakaian yang belum disetrika? aku saja sampai bingung dengan kamu kok bisa-bisanya sih selalu menempel dengan pria yang jelas-jelas menolak kehadiran kamu di sisi-nya, menurut aku nih pria yang kamu sebut sebagai penguntit Gerry itu tidak kalah tampan kok dari Gerry yang jelas jelas mukanya tidak tersenyum dan irit ekspresi?" Tanya Suri yang merupakan temannya Indah selama kuliah di tempat itu dan juga merupakan orang yang paling tidak menyukai sikap Arogan serta dinginnya seorang Gerry Erlangga yang Bahkan tidak pernah mau menyapa setiap orang yang ada di tempat itu.
" aku kan Hanya penasaran saja kira-kira dia itu Normal atau tidak sampai-sampai tidak pernah dekat dengan siapapun wanita yang ada di kampus ini, padahal dari tampangnya itu sayang loh kalau dianggurin seolah-olah kita menyangkal dengan anugerah yang diberikan Tuhan tepat di hadapan kita!" sahut Indah yang terlihat cuek Jika setiap orang berpikiran yang tidak-tidak tentang Gerry.
" Ya jelas Gerry bakalan Cuek terus ke kamu. kan katanya Mark dia itu kan sudah punya istri masa iya harus menatap kearah wanita lain lagi, masa iya kamu harus jadi pelakor di saat seperti sekarang ini dan juga kamu bisa laku di hadapan pria lain?" sahut Suri yang tidak menyukai jalan pemikiran sahabatnya itu yang terlalu dangkal sebab menilai sesuatu itu berdasarkan apa yang ia lihat bukan yang ia dengar sebenarnya betul juga sih tapi kalau yang ia lihat tidak tampak otomatis yang didengar lah yang harus dijadikan tolak ukur.
namun Indah memilih malas tahu dan juga tidak merespon apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu karena menurutnya hanya membuang-buang waktu saja, Toh kalau memang Gerry mempunyai istri otomatis pasti selama dirinya berkuliah disini selama setahun pasti bakalan bisa menemui wanita itu tetapi sampai sekarang batang hidungnya pun saja tidak nampak masa iya harus percaya pada hal yang tidak jelas.
__ADS_1
" kalau aku sudah bisa melihat Bagaimana tampang istrinya dan juga bentuknya seperti apa aku bakalan menjauh dari orang itu saat itu juga, tetapi Kalau hanya ngomong doang terus memaksa aku buat percaya Maka hal itu tidak akan pernah kulakukan biarpun satu dunia melarang!" Indah terlihat begitu santai mengatakan hal itu seolah tanpa beban sedikitpun karena memang baginya untuk apa merasa terbebani dengan hal yang sepele dan juga tidak terlalu membuat dirinya merasa kesulitan.
" tapi kan malu Kamu tiap hari tuh di jadikan bahan gosip untuk 1 kampus ini akibat dari sikap kamu yang selalu mengejar mengejar pria yang tidak pernah menatap kearah kamu sedikitpun, kan Terasa seperti harga diri kita sebagai seorang wanita itu di injak-injak dan juga tidak ada harganya sama sekali!" oceh Suri karena memang tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh Indah itu seolah bajunya harga dirinya itu tidak masalah dari apapun yang sedang ia lakukan sekarang ini.
" bodo amat sama omongan semua orang Soalnya aku kan tidak pernah mengharap makanan dari mereka orang uang jajan aku saja dari orang tuaku, jadi lebih baik kita itu menulikan telinga soalnya tidak mendengar apapun yang orang katakan di luar sana Dan juga menganggap mereka itu seperti angin yang hanya numpang lewat!" ucap Indah sambil tersenyum membuat Suri mendengus kesal sebab Percuma saja dirinya berbicara besar kecil panjang kali lebar sampai membentuk jajargenjang jika tidak ada yang bakalan mendengar apa yang dia katakan sedikit pun.
" Terserah kamu mau bicara apa Saya suka kamu lah aku mah sudah malas pusing dengan apa yang ada dalam pikiran kamu sekarang ini, Soalnya percuma bicara sama kamu tembus telinga kiri masuk masuk telinga kanan Ya sudah hilang begitu saja tidak ada yang masuk dalam otak sedikit pun!" Omel Suri.
" Kan aku sudah bilang tadi lebih baik kamu jangan banyak bicara soalnya tidak bakalan aku dengar sedikitpun, daripada kamu buang-buang tenaga untuk sesuatu hal yang tidak dapat hidayahnya lebih baik kamu belajar yang giat biar bisa cepat lulus supaya cepat kerja dan tidak menumpang hidup terus sama orang tua!" Suri menatap tak percaya ke arah sahabatnya Itu sebab seolah tidak sadar diri jika Sebenarnya sekarang itu yang sedang menumpang hidup pada orang tuanya adalah dirinya.
" kamu itu kalau mau menjatuhkan harga diri orang paling nomor satu tetapi kalau orang lain Balik mengatakan kamu, kamunya tidak terima. Kok bisa ya ada orang seperti kamu hidup di dunia ini hanya mau yang membicarakan orang lain sedangkan orang lain Balik membicarakan kamu tidak terima, Terserah kamu mau melakukan apa pun dari sekarang Aku sudah tidak peduli soalnya capek berbicara kepada manusia tembok yang tidak pernah merespon apa yang orang lain katakan!" setelah mengatakan hal itu Suri pun pergi dari hadapan Indah soalnya dirinya sudah capek berdebat dengan orang yang tidak pernah mengalah dan selalu menganggap dirinya paling benar.
" ini anak sebenarnya menghilang di bagian mana sih sampai-sampai Aku cari dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya, apa jangan-jangan dia pergi ke tempat biasanya selalu merindukan istrinya yang aku saja bingung sebenarnya orangnya seperti apa?" gumam mark monolog sebab pria itu kebingungan mencari keberadaan Cs nya selama setahun ini.
sebenarnya Gerry tidak kemana-mana pria itu sedang bersembunyi dari orang yang selalu saja Mengusik ketenangannya, Gerry sedang bersembunyi di balik lemari agar Mark tidak bisa menemukannya dan bisa segera pergi agar dirinya bisa bebas memikirkan masa lalu dan juga masa yang akan datang.
" Dasar orang aneh sudah diusir berapa kali pun tetap saja muncul kembali, Memangnya dia pikir aku tidak punya waktu untuk diri sendiri dan harus selalu mendengar ocehannya yang sangat tidak jelas itu?" Sumut Gerry kesal sambil memindai pergerakan Mark sudah keluar dari arah perpustakaan itu entar mau pergi kemana dirinya tidak peduli sama sekali.
kampus adalah tempat dirinya bisa lebih tenang dan juga terbebas dari gangguan apapun itu, tempat yang bisa membuat dirinya lebih leluasa memikirkan Asya yang sudah setahun ini selalu membuat Rindunya terasa begitu menyiksa.
__ADS_1
dirinya sadar betul kalau selama ini begitu banyak wanita yang ingin sekali menarik perhatiannya tetapi satu pun tidak ada yang digubrisnya, karena baginya wanita yang lebih agresif seperti itu adalah orang yang tidak tahu menjaga kesetiaan sama sekali dan juga tidak Suci lagi. untuk apa mencari wanita yang seperti itu jika ada orang lain yang sudah rusak dan juga mungkin sedang mencoba untuk menjauh, jika dirinya masih bisa memperbaiki kesalahan untuk apa menciptakan kesalahan yang lain lagi.
apapun yang dilakukannya di tempat itu hanya dirinya saja yang tahu dan orang lain tidak ada yang ia beri tahu sedikit termaksud orang tuanya ataupun orang yang selalu berada di belakang bayangannya yaitu Mark , karena baginya dirinya cukup juga butuh privasi untuk setiap beban hidupnya dan juga pikirannya yang sedang melalang buana ke mana-mana. yang entah kapan bakalan selesai ataupun menemukan titik terang yang pasti dari setiap masalahnya itu jika dirinya Hanya berdiam diri dan menunggu sesuatu yang tidak ada kepastian sama sekali.
Indah menatap heran ke arah Mark yang keluar dari perpustakaan tapi seorang diri padahal biasanya dimanapun ada pria itu pasti bakalan ada Gerry di sampingnya, mungkin hari ini mereka berdua lagi ingin sendiri sendirian tidak ingin mengusik ketenangan masing-masing?
" kamu sedang melihat apa sih sampai begitu serius seolah-olah hal yang kamu lihat itu merupakan barang yang paling terindah di dunia ini selain berlian, aku jadi ingin tahu sosok apa sih yang menarik perhatian kamu selain pria aneh dan juga irit ekspresi serta belajar menjadi manusia bisu?" tanya Suri lalu menoleh ke arah yang menjadi titik pusat tatapan Indah yang dari tadi tertuju.
" cie dari tadi katanya tidak ingin melihat kearah yang begituan eh tatonya sekarang malah fokusnya ke situ, aku jadi bingung lho sama kamu aku bisa-bisanya sih tiba-tiba berubah pikiran dalam waktu sesingkat ini! makanya lain kali kalau orang lain menyampaikan pendapat harusnya didengar bukan malah dibantah, lihat sendiri kan kalo sebenarnya benci sama cinta itu beda tipis mengalahkan kertas yang sudah tipis itu?" Indah menatap heran ke arah sahabatnya itu yang dari tadi berbicara nonstop seolah apa yang ia katakan itu sangat benar dan juga sedang dipikirkan indah ya seperti itu.
" kamu dari tadi itu bicara apa sih, aku sampai bingung nih untuk mencerna semua yang kamu katakan soalnya kebanyakan anehnya? aku itu kan hanya merasa heran itu manusia Kenapa bisa sendirian Padahal selama ini kan selalu menjadi bayangan orang lain, Tapi karena kamu yang curiga seperti itu Aku sudah tidak jadi dia menatap kearah yang lain soalnya capek nanti jadi bahan pembicaraan yang tidak ada habisnya!" Ketus indah yang tidak menyukai sikap sahabatnya itu yang selalu saja mengambil kesimpulan disaat yang tidak tepat.
ketika Gerry sedang galau memikirkan Asya yang entah bagaimana kabar wanita itu gimana keadaannya dan juga di mana Dirinya sekarang, berbeda dengan Vina yang sedang dilanda kebahagiaan sebab hubungannya dengan Andi sudah Direstui oleh kedua belah pihak dan Mungkin setelah telah menyelesaikan kuliah mereka bakalan bisa langsung kan pernikahan.
Jika ditanya Apakah selama setahun ini dirinya sudah mengetahui Di mana keberadaan Asya otomatis jawabannya iya, dan dirinya juga sangat membenci Gerry yang sudah menghancurkan masa depan sahabatnya itu sehingga memutuskan pergi tanpa pamit kepadanya.
Itu semua terjadi ketika dirinya tidak sengaja bertemu dengan Dewi dan Rio yang sengaja kembali ke tanah air untuk mengurus berkas Asya yang masih kurang, sehingga membuat Gadis itu memohon dengan sangat untuk mereka memberitahukan Di mana keberadaan Asya dan juga kenapa pindah secara mendadak tanpa memberitahukan kepadanya lebih dahulu.
setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh Dewi dan juga Rio orang tuanya Asya membuat Vina begitu Terpukul dan juga tidak menyangka jika selama setahun ini sahabatnya itu ternyata menyimpan begitu banyak kesedihan, Dan di saat itu dirinya tidak ada disampingnya sama sekali Sekedar memberi dukungan dan juga kekuatan agar lebih kuat menjalani hidup.
__ADS_1
sebagai seorang sahabat yang selama ini selalu berada disaat suka maupun duka membuat dirinya merasa menjadi orang yang sangat tidak ada artinya sama sekali dan juga tidak ada gunanya, maka dari itu dirinya memutuskan bahwa setelah menikah dengan Andi nanti dari nama kamu ngajak pria itu untuk berbulan madu ke Den Haag Nedherland untuk melepas rindu kepada sahabatnya itu.