
jika menangis adalah sebuah cara menggambarkan situasi hati seseorang maka pergi adalah jalan yang terbaik yang dipilih oleh Gerry untuk sedikit menebus rasa bersalahnya. padahal tanpa Gerry sadari sudah ada Hati Yang dirinya Sakiti, sudah ada tubuh yang sudah ia sentuh tanpa ada ikatan sama sekali.
" Permisi mas, apa Ada nomor yang bisa saya hubungi untuk menjemput anda dari sini? " tanya Bartender yang dari tadi melihat keadaan Gerry yang begitu kacau.
" tolong antar aku ke bandara sekarang, berapapun akan ku bayar Yang penting jangan membawaku pulang apalagi mempertemukan kami berdua! " pinta Garry dengan matanya yang masih terpejam seolah tak dapat untuk dibuka.
" tapi ini sudah tengah malam Mas, anda lebih baik beristirahat saja dulu nanti besok pagi sudah sedikit siangan baru anda mau ke bandara atau ke mana pun terserah?" tanya pria itu lagi tapi Gerry membalas dengan menggelengkan kepalanya.
" kamu kalau tidak ada niat untuk membantu lebih baik pergi dari hadapanku sekarang, karena kehadiran kamu itu sudah seperti Mona yang merupakan benalu dan wanita yang tidak berguna serta Tak memiliki hati nurani sama sekali!" usir Gerry yang bahkan tanpa sadar sudah menyebutkan nama Mona di setiap kata-kata yang ia lampiaskan kepada setiap orang.
bartender itu yang melihat sikap Gerry sudah di luar kendali membuat dirinya harus meminta tolong kepada satpam untuk membawa pria setengah sadar itu ke dalam kamar yang kosong di tempat itu, karena Biar bagaimanapun mereka tidak bisa meninggalkan tempat itu hanya untuk mengantarkan 1 orang yang dalam keadaan tidak sadar jika hari esok masih ada.
" Pak, nanti tolong antarkan Mas ini ke ruangan yang kosong biarkan dia menginap di sana. nanti kalau ada yang bertanya Bapak tolong sampaikan kepada saya ya biar nanti saya yang kasih informasi, tugas bapaknya cukup mengantarkan dia saja agar tidak mengganggu pengunjung yang lain !" perintah bartender itu sambil menunjuk ke arah Gerry yang sedang teler Tapi masih saja meracau tak jelas tapi syukur juga bunyi musik disitu Sedikit keras menjadi apa yang pria itu katakan hanya terdengar seperti gumaman belaka.
" Kamu mau ngapain, kamu pikir saya ini pria lemah jadi bisa kamu sentuh dan kamu seret Sesuka Hati? tapi memang kamu benar sih kalau saya ini pria lemah karena mempertahankan hal yang baik saya tidak bisa, malah mengikuti perintah wanita yang tidak punya hati sama sekali!" Gerry terlihat seperti orang yang sudah tidak mempunyai arah dalam berbicara asal nyeplos yang penting bisa mengeluarkan unek-unek di dalam pikirannya Persetan orang mau mengerti atau tidak.
" saya disuruh mengantarkan Masnya untuk menginap di salah satu ruangan yang kosong di tempat ini, soalnya kasihan pengunjung yang lain merasa terganggu!" jelas satpam itu membuat Gery meradang.
__ADS_1
" katakan siapa yang merasa terganggu dengan kehadiranku biar ku ajak dia buat duel, tapi Tenang saja aku bakal mengalah kali ini karena memang diriku pantas mendapatkan pukulan yang berkali-kali lipat banyaknya?" Gery sudah terlihat seperti orang yang sangat menyebalkan tetapi juga menyedihkan'
satpam itu akhirnya mengalah terjadi membawa Kiri Ke ruangan yang kosong, karena pria itu malah memilih pergi dari tempat itu dan berjalan sempoyongan masuk ke dalam mobilnya.
Gerry sudah membulatkan tekad bahwa dirinya Bakal pergi Sejauh Mungkin sampai Asya benar-benar tak menemukannya, Kalau dibilang dirinya melarikan diri dan tidak bertanggung jawab maka perkataan itu tidak dapat disangkal nya karena memang sangat benar tetapi mau bagaimana lagi jika dirinya saja sekarang untuk berhadapan dengan Asya sudah tidak mempunyai nyali sama sekali.
" Asia, aku pergi dari hidup kamu maaf jika sudah menjadi pria bodoh tapi aku tidak sanggup bertemu denganmu dan melihat air matamu lagi! semoga Aku pria bodoh dan tidak mau bertanggung jawab ini selalu menemukan kesulitan nanti, agar bisa mengalami dan merasakan apa yang kamu rasakan!" Gery sebenarnya tanpa sadar jika selama ini dirinya menjaga asia bukan karena menganggap wanita cantik itu hanya sebagai adiknya melainkan ada timbul rasa lain yang ingin melindungi dan tak ingin melihatnya kenapa-napa entah itu perasaan apa kita tunggu di episode yang bakal terasa panjang nantinya.
dengan hanya berbekal credit card dan juga pakaian di badan Gerry malam itu juga memutuskan untuk pergi jauh, bahkan mobil sport biru yang biasa ia pakai dibiarkan begitu saja di parkiran bandara bahkan dengan masih ada kunci di dalamnya. karena menurut pikirannya menjauh dari Asya adalah sesuatu hal yang lebih berharga daripada mobil yang hanya merupakan materi dunia, jika suatu saat bisa sukses bakal dibelinya lagi dengan merek yang lebih bagus.
" Selamat tinggal luka selamat tinggal Asyaku, Selamat tinggal Rasaku semoga kedepannya kita sudah tidak saling mengingat lagi dan juga Anggap saja tidak saling kenal jika hanya membuat hati sakit dan terluka!" jika ada begitu banyak pria yang model seperti Gerry Demi Tuhan Dia adalah orang pertama yang bakal aku habis karena sudah memberikan contoh yang tidak bagus.
" ayah, Bunda aku pengen ikut kalian saja di sini sudah tidak ada yang sayang padaku lagi, aku malu sama om dan tante Apa kata mereka karena sudah membuat mereka kecewa dengan melakukan hal yang tidak terpuji itu! Meskipun aku tidak menginginkan hal itu Tapi semua sudah terjadi tidak mungkin juga kan aku harus menghindarinya, yang ada harus kuhadapi meskipun dengan berat hati jadi kumohon Ambil Nyawaku saja karena untuk apa hidup jika sesuatu yang berharga milik ku sudah terenggut secara paksa?" lirih Asya dalam hati yang sungguh sangat memprihatinkan keadaan wanita cantik itu menangis dalam diam tanpa bisa mengeluarkan kata suara ataupun keluh kesah.
Percayalah Tuhanmu lebih dari rasa percayamu kepada sesamamu karena segala sesuatu yang di dunia ini hanyalah fana sedangkan Tuhan adalah kekal, Tuhan tidak pernah meninggalkanmu Tuhan tidak pernah mengecewakanmu tetapi manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh dengan berbagai macam permasalahan bahkan terkadang memiliki sikap yang berubah-ubah.
sayangi Tuhanmu lebih dari kamu menyayangi dirimu sendiri, karena sesungguhnya Tuhanlah yang mempunyai tubuh fana ini tanpa bisa dibantah oleh satupun makhluk di muka bumi ini.
__ADS_1
Asia baru dapat tertidur ketika waktu sudah menunjukkan pukul jam 4 pagi, demam yang dirasakan olehnya tadi sudah hilang mungkin karena tanggap cepat yang dilakukan oleh Rio dan istrinya membuat tubuh Asya dengan cepat langsung merespon dan sedikit membaik dalam waktu yang tidak begitu lama.
" Mama udah lihat Asya belum di kamarnya, biar nanti papa yang bantu buat sarapan?" tanya Rio kepada Dewi ketika melihat istrinya itu sibuk membolak-balikkan bubur untuk Asya.
Dewi menggelengkan kepalanya karena memang dari tadi Dirinya belum menengok Asya sama sekali, karena dipikir nya sekalian dengan membawa bubur agar gadis cantik itu segera memakannya dan meminum obat.
" belum sih Pa, Soalnya ini Mama juga lagi nyiapin bubur buat Asya makan nanti Supaya bisa minum obat. tapi papa lanjutin aja ya Soalnya dari tadi dia belum keluar kamar sama sekali mau aku khawatir jangan sampai demamnya tambah parah, nanti buburnya jangan ditambah garam ya soalnya Asya tidak suka!" ujar Dewi sambil tersenyum kearah suaminya itu lalu segera menuju ke kamarnya Asya sedangkan Rio melanjutkan pekerjaan istrinya.
tok tok tok
" Asya buka pintunya nak ini Tante, sudah siang loh jangan sampai kamu telat minum obat!" ujar Dewi dari depan pintu dirinya selalu menjaga nada bicaranya agar tidak terkesan seperti membentak atau memarahi Asya dan membuat Gadis itu merasa tak nyaman.
sedangkan Asya yang baru saja terlelap tidak mendengar panggilan dari tantenya itu sama sekali, sebab dirinya sudah kepalang sangat mengantuk dan tidak bisa terganggu oleh suara berisik apapun.
Dewi mencoba untuk memutar handle pintu ternyata terkunci dari dalam membuat wanita itu menjadi gusar, dari semalam saja tidurnya sudah tidak tenang Apalagi sudah jam segini tapi Asya belum keluar kamar juga orangtua mana yang tidak bakalan cemas.
" lho mama kok kembali ke sini lagi kan papa sudah bilang tolong cek keadaan Asya gimana, Soalnya dari tadi belum bangun juga itu kayaknya suaranya pun saja tidak kedengaran?" tanya Rio heran Ketika istrinya itu kembali ke dapur.
__ADS_1
" papa pikir Mama tidak mau masuk apa ke dalam untuk mengecek keadaan Asya secara langsung, pintunya itu dikunci luar dari dalam Mama caranya masuk gimana coba memang papa pikir badan mama sebesar semut Apa jadi bisa lewat celah pintu?" Dewi mengatakan hal itu sambil memasang wajah ketusnya sebab suaminya itu bertanya tepat saat dirinya juga Tengah cemas.