
Vina yang sedang kebingungan karena saat dirinya tengah mengerjakan tugas kampus,tiba tiba ada panggilan masuk kedalam ponselnya tapi dari nomor yang tidak di kenalnya sama sekali.
"Ini manusia Planet mana sih,sudah tahu kalau ini sudah malam dan orang lagi ada kesibukan kok malah di ganggu?" Sungut Vina karena ia merasa benar benar terganggu dan memilih untuk mengubah mode silent kepada ponselnya agar terserah mau di hubungi pake gaya apa dirinya tidak peduli.
"Ayo silahkan kau hubungi aku karena aku juga sedang menunggu mu untuk tunggu sampai bengkok di situ,siapa suruh mau cari perkara dengan ku?" Sinis Vina karena nomor asing itu masih tetap saja menggangu dirinya.
Karena ponselnya dalam mode silent sehingga yang terlihat hanya lah notifikasi pesan,membuat jiwa pemasarannya muncul di permukaan.
Heii bisa tidak jangan sok jual mahal,soalnya tambah imut 😘
Vina mengerutkan keningnya karena manusia Planet yang tidak jelas itu selalu saja menggangu dirinya,padahal ia sedang tidak merasa dekat atau akrab dengan seseorang apalagi seorang pria.
Dirinya memilih untuk mengabaikan pesan singkat yang tidak jelas itu,karena sama saja nomornya pun tidak di kenal sama sekali.
Karena merasa di abaikan pengirim pesan itu mengulang kembali pesan yang berbeda,tapi kali ini sukses membuat Vina penasaran di buat nya.
Cantik,apa sudah melupakan pria yang sengaja kamu abaikan di supermarket itu??ðŸ˜
Jika menyangkut pria yang di supermarket maka tentu saja tidak pernah di lupakan oleh Vina,karena pria itu yang selalu saja mengganggu dan mengatai dirinya yang bukan bukan.
"Oh ini manusia aneh yang selalu saja mencari masalah ketika bertemu,awas saja kalau dia macam macam kepadaku lagi atau aku bakal tidak tinggal diam!" Sungut Vina tapi tetap saja tidak menghiraukan pesan itu karena menurutnya hanya orang bego yang bakal merespon hal itu.
Pria di seberang mendengus kesal karena merasa di abaikan,padahal jelas jelas dirinya tadi sudah mengatakan sesuatu yang pasti bakal di ingat oleh Vina tapi sayang sampai sekarang tidak ada respon sama sekali.
Entah sudah berapa kali pria itu bolak balik kesana kemari hanya untuk memastikan pesan nya sudah di baca dan dibalas,tapi sayang hanya di baca doang tanpa di respon sama sekali.
"Ini anak kok tidak membalas pesan ku sama sekali,apa dia kehabisan kuota? Kalau memang Iya apa aku kirim saja kuota kesana biar pesan ku bisa di balas,soalnya pekerjaan menunggu itu adalah hal yang sangat tidak mengenakan!" Gumam Valdi monolog.
Vina mah santai saja karena baginya hanya orang yang tidak punya kerjaan yang selalu saja menggangu kehidupan orang lain,padahal dirinya paling membenci jika sampai ada orang yang yang mau melakukan hal itu.
__ADS_1
Setelah mengerjakan tugas yang di berikan Vina memilih untuk berselancar di dunia maya,siapa tahu ada info terbaru dari Asya dan juga Gerry.
Tapi Sayang media sosial miliknya Asya sama sekali tidak dibuka selama beberapa bulan terakhir, bahkan bisa dibilang yang tidak ada info terbaru dari wanita itu yang seperti menghilang Ditelan Bumi. Bahkan tidak pernah mereka berdua saling memberikan kabar ataupun berbicara lewat telepon seperti biasanya, dan Vina yakin jika Asya sedang menyembunyikan sesuatu hal yang penting kepadanya dan tidak ingin ada yang tahu.
Padahal selama ini Asya tidak pernah seperti begini di manapun dirinya pergi ataupun ingin ke mana pasti selalu memberi kabar kepada Vina Tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun,namun sekarang malah sudah lebih dari setengah tahun keduanya bahkan tidak pernah menanyakan kabar masing masing.
Entah sudah berapa kali bolak-balik ke rumahnya Asya tetapi sama sekali tidak menemukan sahabatnya itu ya sudah menghilang seperti secara disengaja,bahkan lebih parahnya lagi kini kediaman keluarga Dirgantara malah sudah di sewakan kepada orang lain membuat Vina benar benar kehilangan akses untuk bertemu Asya.
ketika dirinya datang ke situ sangat terkejut ketika melihat Kenapa orang lain ya malah keluar dari dalam rumahnya Asya dan orang tersebut sangat asing di pemandangannya Vina,membuat berbagai macam pikiran timbul dalam benak nya.
Mungkinkah keluarga Dirgantara bangkrut sampai harus memberikan rumah mereka di sewa orang lain,atau mereka pindah ke tempat lain tapi sampai hati sekali kalau sampai Asya tidak memberi tahu padanya tentang semua ini.
Kalau bangkrut sepertinya tidak mungkin mengingat gaji pilot yang lumayan itu,dan juga belum lagi usaha butik milik Dewi yang berkembang pesat hingga memiliki berbagai cabang yang tidak bisa di anggap remeh.
"Sya coba kalau mau pindah setidak nya ngomong lah Beb,biar aku tahu kalau kamu itu sekarang baik baik saja dan ada dimana biar aku tidak seperti orang gila begini?" Vina benar benar kehilangan sosok sahabat sekaligus rasa saudara yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari orang lain.
Hanya saja pasti rasa kecewa itu ada ketika dia yang sudah di anggap sebagai saudara,tiba tiba menghilang tanpa pamit bahan seolah memang kita selama ini tidak pernah di anggap sama sekali.
Den Haag,Netherland🇳🇱
Terlihat Kenzo sedang menjadi terdakwa karena semalaman membawa pergi anak orang tanpa di antar pulang,padahal mereka di rumah boleh kegelisahan setengah mampus tapi tidak ada yang peduli sama sekali dengan hal itu.
Kalau saja setiap telfon dari mereka di gubris tidak dibiarkan begitu saja mungkin masalah nya riskan akan seperti begini,eh tapi semalam ini malah di biarkan mengambang di udara tanpa ada respon yang jelas dan juga seperti tidak di pedulikan sama sekali.
"Kamu kenapa semalam tidak menjawab panggilan dari kami tadi malam,memang nya kamu pikir kami tidak cemas Disini ini karena anak kami satu-satunya kamu bawa pergi terus Setelah itu kamu berbuat seolah dia itu tidak punya orang tua sama sekali? "Sungut Dewi sambil menatap tajam kearah keponakannya itu yang hanya bisa menunduk saja dan menyadari kesalahan yang telah ia lakukan.
Kenzo tidak bisa berbicara banyak sebab memang setiap orangtua pasti bakalan merasa cemas ketika anak mereka tidak pulang-pulang semalaman sudah begitu tidak memberikan kabar sama sekali, coba setidaknya kalau memang tidak ada niat untuk pulang palingan cuma lewat chat doang juga tidak masalah yang penting intinya ada kabar.
Apalagi mengingat kondisi Asya sekarang yang bisa dibilang harus diberikan pengawasan yang ekstra sebab kehamilannya itu masih rentan karena usianya yang masih muda, dan ini merupakan hal pertama baginya jadi harus didampingi oleh siapapun Ia memang tidak mereka pungkiri meski saat itu Kenzo ada di sampingnya.
__ADS_1
Sedangkan Asya memilih untuk tidak memberikan komentar ataupun sanggahan yang cukup berarti karena sama saja dirinya juga sebenarnya merasa kesal dengan cancel, yang tanpa hujan dan angin malah mengajaknya menginap di hotel.
" Aku sudah ngomong ke dia tapi dianya komentar banyak ya alhasil diam saja soalnya tahu sendiri kan Gimana sifatnya dia itu, jadi kalau mau marah marahnya ke dia saja jangan ke aku soalnya yang memberikan perintah kan dia!" Sungut Asya.
mendengar sanggahan yang dilontarkan oleh Asya membuat Kenzo menatap tak percaya ke arah nya karena seharusnya wanita itu membelanya dihadapan semuanya agar dirinya tidak disalahkan terus, eh kali ini malah menjatuhkan semua yang telah ia lakukan semalaman dan alhasil semuanya pada menatap tajam ke arahnya seolah dirinya merupakan tersangka kasus pembunuhan yang tidak bisa dianggap sepele dan harus dimusnahkan dari muka bumi ini tanpa tersisa sedikitpun karena bisa menghancurkan generasi penerus.
" sayang kamu kok malah mengatakan hal itu bukannya membela aku, padahal kan aku itu kan yang harusnya kamu Bella terus Kamu dukung apa yang aku lakukan semuanya agar kedua orang tuamu tidak salah paham? "tanya Kenzo tak percaya dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Asya itu.
Rianti yang mendengar jika calon menantunya itu hendak disalahkan oleh Sang putra membuat dirinya menjadi kesal dan ingin sekali menjitak kepala putranya itu, bagaimana tidak jelas jelas di sini Kenzo yang tidak memberikan kabar karena ponsel Asya ketinggalan di rumah sedangkan milik Kenzo dibawa oleh pria itu.
padahal Tanpa mereka sadari jika sebenarnya semalaman ponsel pemuda itu dipegang oleh Asya tanpa membiarkan pria itu menyentuhnya sama sekali, sebab Asya masih merasa kesal dengan Kenzo yang mengedit foto dirinya menjadi gambar yang tidak senonoh dan pantas untuk dilihat.
" kamu itu kalau ngomong jangan suka sembarangan ya ini semua pasti gara-gara kamu sampai akhirnya mau tidak mau harus mengikuti semua kemauan konyol kamu yang tidak ada alasan jelas, coba Setidaknya kalau kamu sebagai seorang pria sejati mengantar pulang anak orang agar masalah bisa selesai ya pasti tidak akan seperti begini jadinya. sebenarnya isi dalam otak kamu tuh apa sih sampai-sampai bisa memikirkan hal yang sangat tidak pantas untuk dilakukan seperti begini, untung juga orang tuanya tidak melupakan kamu kepada polisi Tadi malam kalau tidak kamu kasih sudah menginap di dalam kantor polisi bertemu dengan para Bandit kurang ajar!" Ketus Rianti membuat genso mendelik kesal sebab kali ini mereka benar-benar mengeroyok dirinya sudah begitu Asya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan untuk nya yaitu wanita itu memilih bergabung dengan grupnya orang tua yang lagi sedang mencecar dirinya dengan berbagai pertanyaan konyol yang jelas-jelas tidak ada dalam pikirannya sedikitpun.
" Aku itu bingung sama kalian semua yang ada disini tanpa terkecuali. Kok bisa-bisanya mengatakan hal yang jelas-jelas tidak ada dalam pikiranku dari tadi malam, kalian lihat kan posisi Asya sekarang masih utuh tidak ada kekurangan apapun kok bisa-bisanya kalian mencurigaiku seperti seseorang yang sedang merencanakan melakukan hal yang diluar Nalar?" pengertian membela dirinya sebab jika tidak melakukan hal itu otomatis semua orang bakalan terus saja menyalahkannya.
Dewi tidak terima ketika Kenzo mengatakan bahwa dirinya memang tidak melakukan apapun padahal sebenarnya di dalam undang-undang membawa lari anak gadis orang itu masuk di dalam suatu tindakan kriminal, masa iya dengan santainya pria itu mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan sebuah dosa yang besar Padahal dosa yang ia lakukan itu sangat nyata dan jelas yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya.
" Jadi ceritanya kamu hari ini merasa paling benar dan tidak ingin disalahkan sama sekali, padahal jelas-jelas kamu itu melakukan kesalahan dan juga membawa pergi Asya menginap di hotel padahal kamu itu dengan dia belum ada ikatan sama sekali? paling semalam itu dosanya dapat kejahatannya juga dapat Terus apa lagi yang mau disangkal, Mau mengatakan jika Tuhan tidak melihat apa yang kalian lakukan atau mau mengatakan jika karena kalian sudah mendaftarkan pernikahan otomatis Segala sesuatu menjadi tidak masalah?" tanya Dewi tidak menyukai sikap Kenzo itu yang belum menjadi suami sah saja sudah terlalu memonopoli anaknya apalagi kalau sudah sah otomatis Mau dibawa Asya kemanapun mereka bakalan tidak mendapatnya.
" Astaga Tante Kenapa sih malah terlalu berlebih-lebihan seperti begini, setidaknya Tolonglah tanyakan Apa alasan nya aku melakukan hal itu semalam sehingga aku bisa dengan mudah menjelaskannya agar tidak ada yang menjadi salah paham?" tanya Kenzo tidak habis pikir dengan setiap tuduhan yang dilontarkan padahal semuanya itu bisa dimengerti Jika ia memberikan penjelasan dan semuanya mendengarkan.
tidak ada yang mau mengakui hal itu karena menurut mereka apa yang mereka lihat dan dengar itulah yang harus dipercaya, karena waktu Kenzo menjelaskan Ya hanya tadi malam Kalau untuk sekarang untuk akan mendengar penjelasan yang bersifat terlambat dan sudah tidak ada gunanya sama sekali.
Coba kalau semalam Kenzo memberikan penjelasan semuanya dan menelpon mereka tentu saja mereka tidak bakalan duduk marah ataupun memberikan nasihat kepada pria itu, Tetapi semua sudah terjadi terus penjelasannya dari belakang ya sama saja bohong tidak akan pernah berubah.
" sudah kalian dari tadi membalas panjang kali lebar membuat aku yang jadi bingung mendengarkan yang mana dan percaya yang mana serta membela yang di bagian mana, jadi permintaanku hanya satu untuk kamu Kenz yaitu hentikan sifat kamu mu yang memonopoli Asya sebelum kalian menjadi sah suami istri. karena Biar bagaimanapun dia itu masih menjadi putri kami dan tanggung jawab Kami, kamu belum ada hak sama sekali di dalamnya. Itu juga kalau kamu sadar dengan apa yang Paman katakan barusan, dan juga sekali-sekali kamu mengakui jika Sebenarnya apa yang kami katakan ini tidak ada salahnya dan mesti kamu ikuti!" Rio yang notabene merupakan seseorang yang tidak terlalu mempedulikan masalah jika tidak terlalu besar memilih untuk mengambil Jalan Tengah karena biar bagaimanapun Kenzo itu adalah keponakan kandungnya.
Kenzo akhirnya mengakui jika pemikiran pamannya itu yang bisa diterima karena tidak menyalahkan dirinya ataupun membenarkan sikapnya, bukan seperti kedua wanita paruh baya itu yang ketika memarahi dirinya tidak pernah memikirkan apapun yang ada dalam otaknya langsung saja dikatakan tidak peduli dengan perasaan orang lain karena baginya apa yang mereka pikirkan itu lebih benar daripada yang dipikirkan oleh siapapun.
__ADS_1