Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 102


__ADS_3

Kenzo tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh kapal mertuanya itu karena dirinya saja sedang bingung dan hanya tertuju pada satu arah yaitu Jalan tempat mobil itu membawa istrinya, bukan karena tidak ingin bersikap yang tidak sopan atau tidak ingin menjawab apa yang ditanyakan oleh sang mertua hanya saja fokusnya sekarang sedang terbagi jadi takutnya dirinya bakalan salah menjawab dan membuat suasana jadi bertambah kacau.


"Papa nanti tolong cari bantuan pada teman temanku yang lama,kalau mereka tanya kenapa katakan saja yang sejujurnya !" Pinta Kenzo lalu mengecup pelan kepala Baby El dan segera pergi dari situ.


"Semoga mereka bisa menemukan Mami kamu ya Nak!" bisik Rianti yang merasa tidak tega dengan bayi kecil itu.


" Ya sudah ayo kita pulang soalnya aku harus mengurus yang lain lagi dan juga harus segera menemui teman-teman Kenzo yang dahulu, agar kita tidak terlambat untuk segera menemukan Asya!" Ajak George yang tadi sudah dimintai tolong untuk bisa menemukan Asya oleh Kenzo.


Kenzo kini sedang menuju kearah jalan yang tidak mungkin ada jalan cabang yang lain,sebab ia yakin jika mereka pasti membawa Asya ke pinggiran kota.


Rio yang duduk disamping Kenzo yang merupakan menantu sekaligus keponakan yaitu tidak banyak berbicara ataupun bertanya karena dirinya yakin pria itu sedang fokus, yang bisa ia lakukan adalah Tetap tenang tidak memberikan perintah yang aneh-aneh atau pun melontarkan pertanyaan yang bakal membuat orang lain tidak kehilangan perhatian kepada suatu masalah.

__ADS_1


Dilain tempat mobil yang membawa Asya sudah meluncur ke arah Villa pribadi yang terletak di pinggir kota , karena disanalah tempat Tuan mereka sedang menunggu target yang sedang mereka bawa dan juga tentunya disana pula mereka Bakalan mendapatkan bayaran yang begitu besar yang ditawarkan oleh pria gila yang sudah dengan Teganya mengambil istri dari suaminya dan ibu dari anaknya itu.


Derth derth derth Ponsel salah satu pria yang duduk dekat dengan Asya bergetar pertanda ada panggilan masuk ,setelah dilihat nya ternyata itu panggilan dari Bos mereka..


"Bagaimana kerjaan kalian ?" Tanya pria diseberang.


Mereka semua tersenyum mendengar pertanyaan yang di lontarkan ,karena memang sesungguhnya pekerjaan mereka sudah beres dan tidak masalah..


"Haha,bagus kalau seperti itu pokoknya nanti bayaran kalian akan saya kasih dua kali lipat jika sampai wanita yang saya mau ada dihadapan saya tanpa ada cacat sedikitpun!" Sahut Pria itu dari seberang.


Setelah panggilan itu di matikan berbeda dengan Asya yang malah mencoba mengingat suara yang menurutnya tidak asing dalam pendengaran nya,sebab ia seperti pernah mendengar tapi entah dimana mungkin butuh sedikit penyegaran barulah ingatan itu bisa kembali.

__ADS_1


"Tadi itu suaranya kok seperti aku kenal ya,kira kira siapa yang sedang berbicara dengan mereka tadi?" Tanya Asya dalam hati sebab sangat penasaran.


Salah satu pria yang berada di hadapannya melihat kearahnya dan seolah paham dengan isi pikiran Asya itu,maka dari itu dirinya tersenyum lalu menatap kearahnya.


"Tenang saja nanti saat ketemu dengan Bos kamu pasti bakal berbahagia,sebab dia sepertinya sangat mencintai kamu!" jelas Pria itu membuat Asya mengerutkan keningnya karena bingung.


Sebab yang ia ketahui dalam hidup jika yang sangat mencintai dirinya adalah suaminya bukan orang lain,jadi jika sampai ada yang merasakan hal itu maka orang itu gila.


"Dasar orang aneh!" sungut Asya.


Tak berselang lama mereka pun sampai di tempat yang dimaksud,terlihat Asya mengerutkan keningnya karena tempat itu terasa begitu asing baginya.

__ADS_1


" ini rumahnya siapa kok bisa dibawa ke sini sebenarnya siapa sih yang tinggal di sini, apa jangan-jangan orang yang tadi mereka maksud yang sedang menunggu dan menanti bagaimana nasibku jika ada disini selama-lamanya!" lirik Asa dalam hati


__ADS_2