
"Dasar penipu,kalau masih waras pasti tidak akan bergaul dengan itu orang gila yang ada di pos satpam!" Omel Millen membuat Maxwell Ingin sekali tertawa melihat wajah adik nya itu.
"Dari sudut mana nya yang membuat kamu yakin kalau dia orang gila,karena aku itu melihat dia sebagai calon adik ipar yang sangat potensial?" Tanya Maxwell sambil menaik turunkan alisnya.
"Dasar aneh itu karena terlalu lama bergaul dengan senjata dan juga pria bertongkat makanya menjadi begitu, jadi setiap melakukan sesuatu itu tidak ada yang benar selalu saja salah dan membuat orang lain yang pusing akibat dari ulah kalian itu!" Sungut Millen.
Maxwell Ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut milik adiknya itu,karena memang ia yang sengaja melakukan hal itu agar adiknya itu tidak terlalu kaku dengan lawan jenisnya sebab mengingat usia adiknya itu yang sudah tidak bisa dibilang masih muda.
"Yang harus kamu pikirkan itu ya diri kamu sendiri bukan orang lain,sebab sudah tua tapi tidak laku laku hanya membuat malu dan makanan dirumah habis!" Ejek Maxwell membuat Millen mendengus kesal.
Millen menatap tak percaya kearah Kakaknya itu yang berani beraninya menghina dirinya, padahal sebenarnya keduanya itu tidak jauh berbeda yaitu sama-sama belum menikah padahal usianya sudah dibilang mapan lebih dari kepala tiga.
"Lain kali kalau bicara itu harusnya sadar diri Bung jangan seenaknya menghina orang lain padahal sebenarnya diri sendiri lebih parah dari itu, memangnya sekarang dirumah sudah ada istrimu yang sedang menanti kepulangan kamu?" Tanya Millen sinis.
Mendengar balasan yang diucapkan oleh Adiknya sendiri itu membuat Maxwell memilih untuk bungkam sebab dari dulu sampai sekarang yang namanya Millen tidak pernah mau mengalah padanya.
"Ya sudah terserah kamu saja mau melakukan apa pada pria yang didepan sana,karena yang pasti jika kamu tidak merespon kehadirannya otomatis dia bakal tetap bertahan ditempat itu sampai kapanpun!" jelas Maxwell dan memilih pergi dari situ.
Millen yang melihat kakaknya seperti sedang lepas tangan membuat dirinya menatap tak percaya ke arahnya, kalau memang dari awal sudah tidak ada niat untuk membuat suasana lebih tenang kenapa malah memperkeruhnya.
"Eh kamu mau kemana,sini kembali dan bereskan kekacauan yang kamu lakukan?" Teriak Millen tapi tapi tidak dianggap sama sekali.
Maxwell yakin pasti berbagai macam sumpah serapah sedang di berikan oleh adik nya itu,sebab siapa yang tidak tahu ciri khas seorang Millen Elsye.
__ADS_1
"Dasar keras kepala,perasaan pria yang didepan itu kelihatan nya baik tapi kenapa dia malah merasa tidak suka?" Gumam Maxwell yang merasa heran dengan penolakan yang diberikan oleh Millen kepada Rama.
Rama yang sudah tiga jam lebih menunggu disitu merasa kebingungan harus seperti apa,sebab dirinya Ingin sekali pergi dari situ bukan karena mau menyerah mendekati Millen melainkan ingin membelikan wanita itu hadiah.
Hanya saja dirinya masih terikat hukuman yang diberikan Maxwell dan dirinya juga tidak tahu menahu soal Maxwell yang merupakan Kakak dari Millen .
"Kalau aku pergi bisa jahat urusannya,tapi kalau bertahan disini apa dia bakal peduli?" Tanya Rama.
Karma di bayar kontan itulah yang tengah didapatkan oleh pria itu,sebab dirinya yang selama ini dikejar oleh para wanita dan setelah dipakainya di campakkan begitu saja eh sekarang malah gantian mengejar seorang wanita yang tidak pernah peduli pada nya.
Hidup seorang manusia terkadang tak berjalan sesuai dengan kemauan karena semua sudah diatur,kita hanya bisa menjalaninya tanpa mengeluh karena hidup ini ibarat roda berputar.
Jika hari ini engkau sedang tertawa maka belum tentu besok engkau akan merasakan hal yang sama,dan jika besok engkau adalah pihak yang suka memerintah belum tentu lusa masih di berikan kesempatan itu.
Maxwell yang sudah berada di luar hanya bisa menggelengkan kepala melihat Rama yang begitu antusias,padahal Millen jangan kan untuk berbicara mau menemui pria itu saja tidak ada niat sama sekali.
"Heii kamu,bagaimana hukumannya? Kalau merasa tidak pas dengan pikiran aku bakal merubah hukumannya,biar kamu kapok dan tidak pernah mau mengikuti kegilaan majikan kamu itu!" Sindir Maxwell.
Rama yang merasa tidak terima karena Dev yang dibawa bawa,merasa tidak terima sebab itu sama saja dengan penghinaan yang tidak bisa diampuni.
"Kamu jaga bicaranya jika tidak ingin aku melakukan kegilaan disini,oleh karena Tuan Dev yang sudah kamu bawa bawa tadi!" Ancam Rama.
Maxwell tertawa sambil memasang wajah tak percaya nya,sebab diri nya yang notabene merupakan seorang Mafia kelas kakap malah diancam sama orang sekelas ikan teri.
__ADS_1
"Kamu yakin dengan kata kata yang tadi,atau masih mau dirubah sesuai dengan prosedur keselamatan?" Tanya Maxwell mengejek.
Rama yang merupakan seorang pria tentu saja tidak terima ketika dirinya dikatakan seperti itu,karena dari apa yang ia dengar kalau Maxwell sedang menghina dirinya..
"Woii Bule laknat,kamu jangan macam macam padaku ya biarpun disini merupakan negara kamu,karena aku tidak akan pernah takut pada siapa sekalipun!" Ketus Rama dengan tatapan sombongnya.
Maxwell yang sedang tidak ingin memukul orang hari ini karena sudah puas menghajar Dev tadi memilih untuk pergi saja,sebab ia sedang tidak ingin membuat orang bonyok.
"Kamu terserah mau apa yang penting intinya jangan membuat keributan disini,karena nanti Millen bakal mengeksekusi kamu sampai sukses!" Ujar Maxwell lalu segera pergi dari situ.
Rama yang mau menjawab tiba tiba langsung bungkam ketika mendengar Nama Millen yang disebut,sampai sampai dirinya bingung harus berkata apa lagi karena Maxwell yang sepertinya sangat mengenal Millen dengan baik.
"Lho dia kok kenal dengan si cantik,padahal aku saja boleh menunggu disini sampai Bengkok?" Tanya Rama.
Karena terlalu berperang dengan pikirannya sendiri sampai-sampai Rama tidak tahu kalau sebenarnya sekarang jam pulang kantor,sampai dirinya terkejut ketika melihat Milan sudah berdiri tepat di hadapannya sambil bersedekap dada dengan tatapannya yang sini seolah ingin menerkam siapapun yang mengganggunya.
"Hei kamu mau pulang atau masih tetap di sini, kalau sampai kamu masih ingin disini Ingat jangan membuat keributan ataupun melakukan hal yang ganjil yang membuat mataku sakit melihatnya ? "tanya Millen dengan ada yang sinis membuat Rama begitu gemas melihatnya sebab menurutnya wanita yang ada di hadapannya sekarang itu ketika sedang marah terlihat begitu imut dan juga seksi untuk diajak unboxing.
pria itu bahkan sepertinya tidak sadar jika sebenarnya Millen itu Tengah memaki dirinya dihadapan semua orang,mau bilang tapi ketika kesadaran seseorang sedang terganggu terkadang sampai lupa jika apa yang ia lakukan itu merupakan sebuah hal yang sangat konyol dan sangat tidak masuk akal sama sekali.
"Cantik,kamu kok sudah ada disini?Apa sedang merindukan aku,jadinya datang kesini walau masih jam kerja?" Tanya Rama yang mengira Millen sedang merindukan nya.
Millen berdecih kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Rama tadi,karena pria itu seperti orang gila yang sangat menyebalkan dan membuat dirinya malu.
__ADS_1