
Asya memilih pergi keluar dan tidak jadi menginap di rumahnya Gerry, meski berjalan dengan tertatih karena menahan sakit di area intinya wanita cantik itu memilih pergi dari situ Segera Karena terlanjur sakit hati dengan keadaan.
" Ya Tuhan, ternyata selama ini aku salah menilai dia. aku di matanya bukan siapa-siapa karena demi orang lain dirinya menghancurkan aku dalam satu malam, nanti apa kata Om sama Tante kalau tahu keadaan ku yang seperti begini?" batin Asya yang terlihat begitu tersiksa bahkan air matanya pun sudah tidak ingin keluar karena terlalu kelamaan menangis.
ketika sampai di depan rumah yang selama ini ia tinggal tangisnya kembali pecah, karena Asya bingung harus berbicara apa kepada Tante dan Om nya jika dirinya tidak jadi menginap di rumahnya Gerry.
belum lagi seluruh tubuhnya penuh dengan kiss mark dari Gerry yang terlihat begitu beringas tadi, jika sudah seperti begini semoga saja kedua orang yang paling berpengaruh dalam hidup Asya itu tidak mengetahui apapun.
Asya sudah berada di depan pintu,terdengar suara dari dalam rumah pertanda Jika Dewi dan Rio suaminya belum tidur.
__ADS_1
Tok tok tok
Asya memberanikan diri untuk mengetuk pintu meskipun sebenarnya dirinya sedang kebingungan harus menjawab apa Jika ditanya, hanya saja mau bagaimana lagi jika tidak ke rumah ini dirinya tidak punya tempat tujuan yang lain lagi.
" Papa Bukain pintu dong, Soalnya aneh sih ada yang bertamu di jam begini!" pinta Dewi kepada suaminya.
" lho Asya kamu kok di sini, Bukannya kamu tadi pamit katanya mau tidur di rumahnya Gerry? Emangnya kenapa Nak kamu bisa kembali mana jalan sendiri atau diantar sama Gerry, Ayo masuk cuaca di luar tidak bagus kamu malah keluyuran malam-malam begini?" Rio benar-benar Tak habis pikir dengan Asya aku bisa kembali dari rumah Gerry semalam ini padahal di luar lagi gerimis.
Dewi yang mendengar suaminya berbicara ikut menyusul keluar dan juga tak kalah terkejut ketika melihat Asya, karena tadi dia sangat ingat juga Asya berpamitan untuk menginap di rumahnya Gerry.
__ADS_1
" lho Asya kamu kok di sini nak? Bukannya tadi kamu bilang mau nginep di rumahnya Gerry, Tapi kenapa harus kembali malam-malam begini mana di luar kan gerimis nanti kamu sakit gimana?" tanya Dewi sambil mengusap pelan Puncak kepala Asya yang sedikit basah karena terkena air hujan.
" Om sama Tante aku boleh tidak masuk Istirahat di dalam, nanti besok ya baru aku bicara?" tanya Asya pelan sambil menundukkan kepalanya dirinya tidak berani menampakan batang hidungnya karena merasa sangat takut dan juga tertekan.
Dewi sebenarnya ingin sekali berkomentar hanya saja melihat wajah Asya begitu tak bersahabat membuat ia jadi tak tega, maka dari itu ia hanya bisa menganggukan kepalanya saja karena biar bagaimanapun memang baca Asya terlihat begitu pucat.
sepeninggal Asya kini tersisa Hanya suami-istri itu yang sedang memikirkan hal yang tidak mereka pahami sama sekali, karena selama ini jika Asya bagai menginap di rumah kiri tidak pernah wanita itu pulang sendirian apalagi di larut malam seperti ini.
" Asya kenapa ya Pah, kok bisa-bisanya dia seperti begitu seperti ada yang tidak beres? Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan itu Ahmad karena tingkahnya kali ini sangat aneh, membuat mama jadi kepikiran yang tidak-tidak?" tanya Dewi pelan membuat Rio hanya bisa menghela nafasnya kasar.
__ADS_1