Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 56


__ADS_3

Pria itu bahkan sampai tidak mengatakan apapun lagi, karena menurutnya perkataan Asya barusan itu sudah mewakili segala-galanya yang tidak ingin dirinya bahas dan juga membuat semua orang di situ pasti tidak bakalan menganggap kehadirannya sama sekali.


makanan yang tadi begitu menggugah selera hatinya karena Asya yang mengambilkan, tiba-tiba langsung terasa hambar seketika membuat nafsu makan pria itu langsung menurun drastis.


Rianti yang melihat perubahan sikap putranya itu hanya bisa menatapnya sendu tanpa bisa berkomentar banyak, karena Biar bagaimanapun perasaan seseorang itu tidak dapat dipaksakan seperti tenggorokan yang tidak ingin menerima makanan pasti bakal dimuntahkan kembali.


" kamu Kenapa nak makanannya kok hanya diaduk saja, apa Tante masaknya tidak enak ya seperti mama kamu?" tanya Dewi yang ternyata juga menyadari perubahan sikap Kenzo itu.


Kenzo yang sadar jika dirinya daritadi menjadi bahan perhatian semua orang yang langsung menatap mereka satu persatu, dan terakhir tatapannya itu tertuju kepada Asya tetapi sangat sulit diartikan maksudnya.


" Makanannya enak sekali tante hanya saja mendadak Aku mengingat pekerjaanku yang belum selesai, Jadi sepertinya aku tidak dapat melanjutkan makannya malam ini soalnya aku harus buru-buru kembali ke apartemen dan mungkin juga tidak bakalan kembali!" Jelas Kenzo lalu tanpa tedeng Aling langsung pergi dari situ.


Asya yang tadi hendak makan langsung mengurungkan niatnya itu dan berlari ke arah dapur, bahkan dirinya tak peduli dengan sikap semua orang yang menatap heran kearahnya yang berlaku seperti orang yang dikejar setan.


" ini semua anak gadis sama anak bujang dalam rumah ini kenapa hari ini terlihat aneh sekali, apa ini hanya perasaanku saja atau Memang benar-benar mereka berdua itu aneh? " tanya George membuat Rianti menatap tajam kearah suaminya yang menanyakan sesuatu tetapi tidak memperhatikan situasi dan kondisi karena ada Rio dan Dewi disitu.


" mungkin hanya pemikiran Papa saja kali, orang mereka saja tidak apa-apa!" Rianti berusaha memaksakan senyuman di wajahnya karena biar bagaimanapun tidak ingin membuat Dewi dan Rio menjadi curiga atas perubahan sikap Kenzo tadi.


Asia kembali dari dapur dengan membawa kotak bekal berwarna pink yang dibawanya dari Indonesia yang merupakan benda kesayangannya, setelah itu dirinya menuju ke meja makan dan mengisi semua bagiannya dengan makanan yang berada di situ.


" itu kotak bekalnya buat siapa Nak, kok malam-malam begini malah memberikan kotak bekal kepada orang yang tidak ada?" tanya Dewi penasaran dengan sikap putrinya itu'


Asya hanya tersenyum karena tidak ingin menanggapi perkataan Mamanya itu, karena Biar bagaimanapun terkadang pertanyaan itu tidak perlu dijawab cukup dilakukan saja agar semua orang paham.


Kenzo yang sudah kembali dari kamarnya terlihat memakai jaket kulit berwarna hitam kesayangannya, dan juga memegang dompet serta kunci mobil di tangannya.


pria itu terlihat memakai celana jeans denim dan juga sepatu skate, sebenarnya mau kemana Asya jadi bingung dan tidak berani menanyakannya.


" kamu mau pergi sekarang, nak?" Tanya Rianti penasaran.


" Iya aku mau pergi sekarang daripada sebentar lagi nanti lebih malam, Aku juga ingin beristirahat Mungkin setelah sedikit melepaskan pernah ketemu dengan teman-teman!" Jelas Kenzo yang tidak ingin menatap kearah Asya sedikitpun.


" Ya sudah tapi pulangnya jangan terlalu malam ya, soalnya Ingat besok kamu harus bekerja!" pinta Rianti sambil melanjutkan makannya.


sedangkan asam masih memeluk erat kotak bekal yang berada di tangannya karena merasa enggan memberikannya kepada Kenzo, apalagi melihat tatapan datar pria itu yang dari tadi seolah tidak ingin menatap ke arahnya sedikitpun'


" Ya Tuhan kalau wajahnya seperti begitu Aku kan jadi takut Mau kasih kotak makanan ini, nanti Kalau dianya tambah marah-marah atau malah membentakku gimana?" gumam Asya dalam hati tapi entah mengapa langkah kakinya malah mengikuti Kenzo dari belakang.


Kenzo yang sedang menuju ke garasi mobil tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, membuat Asya yang berjalan sambil menunduk langsung menabrak punggung keras pria itu.

__ADS_1


" Ih kalau mau berhenti bilang bilang dong, hidung aku bisa patah nih?" sungut Asya sambil memegang hidungnya begitu Mancung dan imut itu.


sedangkn Kenzo secara refleks sudah meniup hidung Asya yang merah akibat dari perbuatannya tadi, dirinya ingin mengabaikan dan pergi tetapi hati nuraninya menolak untuk melakukan hal itu.


" Siapa juga yang menyuruh kamu tadi untuk mengikutiku dari belakang, ya akhirnya begini kan jadinya? Lain kali kalau mau jalan itu Usahakan di depanku agar aku bisa menjaga kamu dari belakang, tapi kalau kamu jalan di belakangku otomatis aku tidak bakalan tahu posisi kamu ada di mana!" Jelas Kenzo membuat Asya yang tadi ingin marah-marah langsung menghentikan niatnya itu.


" Lagian ini punggung kamu keras banget kayak beton, untung juga hidung aku tidak cidera kalau tidak Menurut kamu aku bakalan bernapas pakai apa coba? "sungut Asya memasang wajah cemberut nya.


" kamu kok masih tanya bakalan bernapas pakai apa? Ya jelas aku bakalan kasih Kamu nafas buatan lah, Memangnya kamu pikir aku tega melihat kamu kesakitan seperti ini?" tanya Kenzo membuat Lagi dan lagi membuat Asya merasakan ada perasaan yang lain tapi dirinya berusaha untuk menepisnya.


"Memang nya kamu pikir aku bakal dengan suka rela menerima nafas buatan kamu itu,wah jadi orang percaya diri sekali?" Tanya Asya sambil tersenyum mengejek.


"Aku bakal memaksa untuk melakukannya,sampai akhirnya kamu yang bakal mengijinkan sendiri!" Goda Kenzo lagi.


Asya kita mendelik kesal ketika melihat wajah penuh percaya diri milik Kenzo itu, karena pria itu selalu saja bisa merubah suasana hatinya dalam hitungan menit.


Kenzo yang ingin sekali berkomentar langsung menghentikan niatnya itu ketika melihat ada benda asing yang sering dibawa oleh Asya, pria itu merasa heran karena selama ini tidak pernah melihat ada barang itu di dalam dapur rumah mereka.


" kamu bawa apa itu?" tanya Kenzo penasaran.


Asya mendengar pertanyaan pria itu langsung menepuk pelan jidatnya, karena bisa-bisanya dirinya itu melupakan hal sepenting ini. padahal dirinya tadi itu berusaha menyusul Kenzo hanya karena ingin memberikan kotak bekal itu, tapi karena ada insiden kecil alhasil dirinya melupakan hal itu.


" Astaga untung juga kamu mengingatkan aku kembali, kalau tidak pasti sudah ku lupakan hal penting ini?" ujar Asya sambil tersenyum dan menyerahkan benda yang dipegangnya dari tadi yang berwarna pink itu kepada Kenzo.


" ini apa yang kamu kasih?" Tanya Kenzo penasaran.


" ini itu kotak bekal yang berisi makanan untuk kamu, soalnya tadi itu kan aku lihat di piring kamu itu masih penuh makanan yang belum sempat kamu habiskan. terus aku yakin kalau kamu keluar rumah dan merasa lapar pasti kamu bakalan beli di luar, dan aku sangat tidak menyetujui jika kamu melakukan hal itu sebab makanan di luar itu tidak higienis!" jelas Asya Tatapan yang begitu serius membuat hati Kenzo begitu berbunga-bunga.


" Jadi ceritanya kamu takut Aku kelaparan, dan juga takut kalau aku bakalan sakit sebab makan makanan yang tidak sehat?" tanya Kenzo yang berusaha menutupi kebahagiaannya.


" kamu jangan salah paham begitu dong, aku itu melakukan ini semua karena pasien sama om dan tante yang bakalan kewalahan kamu kamu sampai sakit!" bohong Asya yang tidak ingin membuat Kenzo mendadak jadi baper padanya.


" Jadi gimana mau tidak bekalnya, Soalnya bukan kamu saja yang kelaparan di sini itu aku juga? karena buru-buru menyiapkan semua ini alhasil makananku pun tidak aku sentuh sampai sekarang, Lain kali kalau mau pergi Tunggu Aku kenyang dulu setelah itu menyiapkan untuk kamu baru boleh kamu pergi"? Ketus Asya membuat Kenzo antara berada di dunia nyata atau tidak Tapi intinya perkataan yang begitu sederhana menurut Gadis itu tetapi begitu bermakna bagi pria itu.


" Bagaimana kalau kita makan sama-sama di sini, soalnya sepertinya tempat bekalnya terlalu banyak dan aku tidak bakalan mampu menghabiskannya?" tawar Kenzo tapi ditolak mentah-mentah oleh Asya.


" Hei kamu mau memperlakukanku seperti orang yang tidak tahu Ikhlas memberi, kotak bekal Ini kan semua isi di dalamnya itu miliknya kamu kenapa malah menawarkan balik kepadaku?" tanya Asya kesal.


" Tapi yang aku katakan itu beneran kalau ini sangat banyak, dan menyangkut sudah menjadi milikku otomatis aku berhak dong ingin membaginya ke siapa-siapa aja?" Jelas Kenzo membuat Asya mendengus kesal.

__ADS_1


" Ya jelas makanan yang ada di dalam sini itu banyak, karena tempat bekal ini khusus untuk dua orang yaitu aku sama Gerry....


Asya langsung menghentikan perkataannya ketika mengingat dirinya yang sudah menyebut orang yang tidak ingin diingatnya, tatapannya yang tadi antusias kini berubah jadi sendu dan seolah tidak semangat lagi membahasnya.


sedangkan Kenzo mendadak besar dengan benda yang sedang dipegangnya itu, karena ternyata ada sejarah di dalamnya dan dirinya bukan orang yang termasuk di antara sejarah itu,


" kalau begitu tidak bisa dimakan semua yang ada di dalam sini, dan lebih baik aku buang barang yang tidak berguna ini dan membelinya dengan yang baru!" tegas Kenzo kesal dengan nadanya yang terdengar begitu dingin dan datar.


netra Asya membulat ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu, memangnya salahnya di mana dengan kotak bekal berwarna pink itu jika Gerry pernah memakan darinya.


" Eh kok malah dibuang? Aku kan sudah susah payah menyiapkan untuk kamu, jadi setidaknya kamu makan dulu dong isi dalamnya baru boleh kamu lakukan apa? Lagian sekarang itu benda ini kan yang kasih aku untuk kamu, jadi otomatis cerita di dalamnya sudah berubah lagi?" jelas Asya membuat Kenzo bahagia karena kata-kata itu sudah mewakilkan perasaan yang barusan.


" Oke kalau begitu, karena pemerannya sudah berubah otomatis kamu harus memakannya denganku sekarang baru kita membuangnya bersama-sama!" goda Kenzo sambil menaik turunkan alisnya membuat Asya hanya bisa pasrah.


" tapi kamu kan sudah bersiap-siap mau pergi, memangnya tidak jadi ketemu sama teman-teman kamu?" tanya Asya penasaran karena penampilan Gerry itu yang terlihat begitu rapi.


" menurut kamu Bagaimana kalau misalnya nanti saat aku ketemu sama teman-teman dan mereka membawa wanita seksi, sedangkan kamu tahu kan para wanita disini itu selalu menggoda pria lebih dulu dengan pakaian mereka yang begitu wow?" tanya Kenzo penasaran membuat Asya memasang wajah cemberut nya.


" Kenapa kamu bertanya kepadaku? itu semua kan dari kamunya saja, yang kalau kelebihan ganjen pasti otomatis mereka juga bakalan ikutan ganjen ke kamu!" Ketus Asya Lalu ingin pergi dari situ sebab pertanyaan Kenzo itu membuat dirinya merasa emosi.


" Oke aku minta maaf, tapi jangan marah-marah seperti begitu dong tadi itu kan hanya bercanda saja? teman aku kan pria semua terus kami hanya minum minum sedikit saja, itu juga tergantung dari kamu kalau mengijinkan aku pergi atau tidak?" tanya Kenzo membuat Asya mengerutkan keningnya.


" kok aku?" tanya Asya sambil menunjuk kepada dirinya sendiri.


" ya Iya harus kamu, masa iya aku harus bertanya kepada asisten rumah tangga?" Tanya Kenzo balik tapi dengan Sambil tertawa.


" kalau misalnya aku suruh kamu tidak usah pergi, Kamu mau tidak melakukannya?" tanya Asya pelan bukannya merasa takut melainkan dirinya merasa minder karena biar bagaimanapun antara ia dan Kenzo itu bukan siapa-siapa.


" oke fix karena kamu yang suruh aku bakalan tidak jadi jalan!" Sahut Kenzo penuh dengan senyum kebanggaan dan menarik tangan Asya agar ikut dengannya masuk ke dalam mobil.


" loh tadi katanya tidak jadi jalan kenapa malah menarikku ke dalam mobil?" tanya Asya penasaran dengan sikap anehnya Kenzo itu.


" untuk menghabiskan bekal yang sudah kamu Siapkan dan setelah itu membuang benda tidak berguna itu, lalu setelahnya besok kita bakalan mencari yang baru dan kamu yang harus menyiapkan isi didalamnya." tegas Kenzo membuat Asya menatap heran tak percaya ke arahnya.


" Eh saudara seperti kamu itu memang sangat tidak berguna, masa iya Adik sendiri diperintahkan seperti seorang pembantu?" Ketus Asya tetapi Kenzo sudah tidak ingin menganggap perkataan itu serius karena dengan perhatian yang diberikan oleh wanita itu saja sudah membuatnya bahagia.


keduanya kini sudah memakan isi dalam bakal itu, dan Kenzo yang bersikeras untuk menyuapi Asya dan juga dirinya. padahal sebenarnya Asya menolak keras hal itu sebab bakal membuatnya mengingat akan sosok Gerry, yang selama ini melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Kenzo itu.


" ingat ya Mulai dari sekarang yang boleh melakukan ini ke kamu itu hanya aku, dan setelah kita makan kotak bekal ini bakalan aku hancurkan dengan ban mobilku agar kamu tidak mengingat pria Kurang ajar itu lagi!" tegas Kenzo tidak ingin dibantah sedangkan Asya hanya bisa pasrah.

__ADS_1


setelah mereka selesai menikmati apa yang di dalam itu sampai ludes, cancel langsung keluar dari mobil dan menaruh tempat bekal itu tepat dihadapan Ban mobilnya. Lalu setelah itu pria itu kembali masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesinnya, tanpa aba-aba dirinya melaju begitu kencang dengan Asya yang begitu sangat terkejut sebab terdengar bunyi retakan yang begitu besar.


cara yang terbesar untuk mengikhlaskan seseorang dan juga melupakan seseorang itu secara perlahan, yaitu mulai menyingkirkan barang-barang yang berhubungan dengannya satu persatu.


__ADS_2