Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 184


__ADS_3

orang di ruangan itu mempunyai suasana hati yang berbeda-beda, Jika ada yang merasa bahagia kalau sudah ada titik terang dari apa yang mereka inginkan selama ini berbeda dengan pasangan suami istri itu yang terlihat Saling pandang .


jelas keduanya merasa pasti ada sesuatu yang bakalan terjadi ke depannya dan itu merupakan hal yang sangat tidak pernah mereka harapkan bakalan terjadi, maka dari itu tidak mungkin juga kan mereka harus berdiam diri seperti begini tanpa melakukan apapun.


"kira-kira hasil dari miliknya Siapa yang 100% cocok dengan pasien? bisa anda katakan saat ini juga agar operasi itu cepat dilaksanakan dan juga pasien bisa segera sembuh, Tolong jangan mempersulit dan juga menunda hal baik ini karena ada seseorang anak kecil yang sedang menunggu keajaiban! "terlihat Gerry kembali masuk dalam ruangan itu lalu pria itu menatap ke arah dokter itu Seraya memberikan permohonan agar segera menyampaikan apa yang dia ingin mendengar.


"orang yang cocok untuk mendonorkan sumsum tulang belakang yaitu Tuan Gerry Erlangga, Dan saya harap Tuan mau melakukan operasi pencangkokan itu saat ini juga!"Gerry begitu bahagia bahkan senyum di wajahnya tak pernah luntur dari tadi karena Akhirnya bisa berbuat kebaikan kali ini meski dibilang kebaikan itu entah diharapkan atau tidak.


Asya merasa seperti disambar petir di siang bolong soalnya apa yang ia takutkan dari tadi ternyata benar-benar menjadi kenyataan untuk saat ini, Bolehkah dirinya meminta jika hasil yang tadi sama itu tiba-tiba langsung berubah dan itu adalah hasil yang mengatasnamakan dirinya.


hanya saja terkadang apa yang kita inginkan tidak pernah sesuai dengan kenyataan yang kita harapkan, maka dari itu kadang berakhir dengan penuh rasa kekecewaan tetapi mau bagaimana lagi Hidup itu harus terus berlanjut karena tidak mungkin hanya hanya jalan di tempat.


"ya Tuhan Aku nggak mau kalau sampai mereka tahu bahwa Elnara itu merupakan anaknya Gerry, pokoknya kamu harus membayar mahal apa yang ia lakukan agar dirinya tidak merasa melakukan hutang Budi kepada kita Dan suatu saat bakalan menuntut balas!" Jelas Asya setengah berbisik kepada suaminya itu karena menginginkan agar Kenzo segera bertindak tegas.


Kenzo Tentu saja tidak bakalan pernah menolak apa yang diinginkan oleh istrinya itu sebab dirinya pun sudah memiliki pemikiran yang sama, yaitu bakalan membayar mahal Apa yang dilakukan Gerry terhadap putrinya untuk saat ini..


ketika keduanya sedang sibuk memikirkan apa yang harus mereka lakukan ke depannya berbeda dengan Gerry yang terlihat begitu antusias bahkan di wajah pria itu dari tadi tidak lepas senyuman, membuat Norah dan juga Dito Saling pandang Sebab mereka paham dengan kata-kata dokter yaitu yang mengatakan jika DNA serta segala sesuatu yang menyangkut anaknya Asya itu memiliki kemiripan bahkan sampai 100% dengan Gerry.


padahal itu seharusnya yang terjadi kepada keluarga kandung seperti orang tua terhadap anaknya kakak terhadap adiknya Begitupun sebaliknya tetapi apa yang terjadi pada Gerry kali ini sungguh sangat diluar ekspektasi, kecuali kalau Elnara merupakan anak dari hasil hubungan antara Gerry dan juga Asya yang selama ini mereka tidak tahu sama sekali dan mungkin ada pihak yang sengaja menyembunyikan kebenaran tersebut.

__ADS_1


"Aku siap melakukan operasi kapan saja dan juga ambil sebanyak yang kalian butuhkan karena aku ikhlas memberikannya, yang penting Tolong selamatkan gadis kecil itu untukku dan juga untuk mamanya yang pasti bakalan merasa senang saat ini!" jelas Gerry sambil tersenyum ke arah Asya yang dari tadi terlihat membuang mukanya tidak ingin menatap sedikitpun ke arah pria itu.


"anda tenang saja saya bakalan membayar berapapun yang anda inginkan dan juga terima kasih atas kesanggupan anda untuk membantu putri kami, nanti setelah selesai dari sini Terserah anda bakalan meminta ataupun menginginkan nominal yang Anda pikirkan sendiri pun saya tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu karena Biar bagaimanapun keselamatan putri saya itu sangat penting!" jelas Kenzo.


"saya Ikhlas membantu dan juga saya juga bukan tipe orang yang kesulitan keuangan sampai-sampai menginginkan sesuatu hal yang menguntungkan saya, lebih baik uang anda itu berikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan dan juga Sumbangkan saja kepada yayasan yang sedang mencari donatur saat ini tetapi jangan pernah memberikan kepada saya karena saya tidak ada niatan untuk menerimanya!" Tolak Gerry.


Asya Aku bakal melakukan apapun demi kamu dan juga anak kamu untuk menebus kesalahanku di masa lalu, aku mohon kamu jangan pernah membenciku setelah ini karena jujur melihat tatapanmu kepadaku seperti itu terasa begitu menyakitkan seolah kita berdua ini merupakan orang asing yang tidak saling mengenal di kehidupan dulu!" Pinta Gerry dengan Tatapan yang memelas tetapi Asya masih enggan memaafkan pria itu.


"Baiklah dokter saya sudah siap untuk operasi saat ini juga, tetapi sebelum itu bolehkah saya melihat putri kecil itu untuk pertama kalinya?"tanya Gerry memohon kepada Asya dan juga suaminya yang dari tadi terlihat enggan untuk berbicara dengannya walau hanya sepatah kata saja.


"silakan, karena kami tidak ingin menjadi orang yang tidak tahu balas budi dan juga orang tua yang egois terhadap anaknya! hanya saja Sesampai di sana tolong jaga sikap Anda dan jangan terlalu berlebihan, karena jika anda membuat putri saya tidak nyaman bisa saya pastikan kalau itu adalah hari terakhir Anda bertemu dengannya!" tegas Kenzo yang tidak ada nada bicara untuk bercanda di dalamnya.


"Maafkan aku Mas Jika selama ini selalu membawa luka dalam hidupmu, tidak pernah sekalipun aku membuat kamu bahagia ataupun membuat hidupmu lebih jauh dari masalah!" Lirih Asya yang terlihat menggenggam erat tangan suaminya itu sehingga Kenzo menoleh ke arahnya dan memberikan senyuman terbaik di wajahnya sebab pria itu sangat Paham bagaimana perasaan istrinya kini.


"kita hadapi semua sama-sama dan semoga ke depannya tidak akan terjadi hal-hal seperti begini lagi, kamu Jangan pernah merasa bahwa aku melimpahkan semua kesalahan kepada kamu karena hal ini! Sebab jalan cerita hidup setiap orang itu berbeda-beda terkadang kita selalu bahagia namun jika sekali-sekali diberikan cobaan Ya seperti begini, mau tidak mau rela tidak rela ikhlas ataupun tidak tetap bakalan harus kita jalani dengan sepenuh hati!" Ujar Kenzo sambil membelai pelan kepala istrinya itu.


Gerry yang tadi begitu bersemangat Entah mengapa tiba-tiba merasa seperti orang yang patah hati, perasaan bahagia yang baru saja dirinya rasakan tiba-tiba menguap begitu saja bukan karena dirinya berubah pikiran tidak ingin membantu Elnara melain karena pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


Terlihat dengan jelas bagaimana tatapan Kenzo kepada wanita yang selama ini selalu mengisi hari Gerry, dan tatapan itu adalah tatapan memuja dan juga tatapan penuh cinta yang disambut dengan begitu antusias oleh wanita yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Kalau kata orang setelah berkembang lalu layu berbeda dengan dirinya karena belum berkembang tetapi sudah langsung layu karena tidak dirawat dan juga tidak diberi perhatian, Kalau boleh ingin menjadi orang yang egois otomatis dirinya sudah pasti melakukan hal itu.


"Bagaimana jika selama ini selalu melihat kedekatan mereka perasaanku Apakah kau akan seperti begini terus? padahal mereka memang sudah sah sebagai suami istri dan Aku adalah orang yang bisa dibilang hanya masa lalu yang sangat ingin dilupakan, tetapi tetap saja hati ini tidak bisa berbohong kalau aku tidak terima jika ada orang lain yang lebih berhak daripada ku terhadap dirinya!" lirih Gerry .


sesampainya mereka di ruangan sana terlihat Riyanti sedang menggendong si kecil Elnara , terlihat wajah anak itu sembab sepertinya baru habis menangis dan juga Rianti dan George yang terlihat seperti sedang kewalahan.


"Waduh anak mami Kenapa? kok ditinggal sebentar sama Oma langsung seperti begini, apa tidak kasihan lihat Oma yang wajahnya sudah seperti orang kecapean begitu?" tanya Asya penasaran sebab baru sejam an lebih Mereka pergi ternyata sudah begini Respon yang diberikan oleh anaknya itu.


"kepala adik itu Sakit mami, terus lihat semuanya itu kayak gelap pokoknya tidak nyaman deh! Sudah begitu masa Mami sama papi ninggalin adik begitu saja ya sudah adiknya nangis, nanti lain kali Adek jangan ditinggal lagi ya soalnya takut kalau Mami sama Papi pergi tidak kembali lagi!" Ujar Elnara sambil merentangkan tangannya meminta agar sang Papi menggendong dirinya.


"Anak Papi rasa sakit ya di kepalanya? Papi janji sebentar lagi rasa sakit itu sudah hilang dan adik sudah bisa pulang ke rumah main sama boneka Teddy bear nya, maka dari itu harus minta maaf sama oma dan Opa kasihan kan mereka sudah tua begitu disuruh kerja berat!"Kenzo mencoba mencairkan suasana yang tadi terlihat begitu sendu Sebab semua tidak tega menatap ke arah tubuh mungil itu.


"Astaga aku lupa tadi memang belum minta maaf sih sama oma dan Opa! Papa sama Mama maafin Nara ya,karena nakal dan tidak bisa jadi anak yang penurut tadi!" ujar Elnara sambil tersenyum dan Percayalah tiga pasang mata Tengah terpaku terhadap anak itu karena mereka sedang berada di antara rasa percaya dan juga tidak.


Sebab wajah Elnara itu terlihat seperti wajah Gerry saat anak itu masih kecil, kecurigaan itu semakin membesar dengan pernyataan dari dokter tadi dan juga apa yang mereka lihat saat ini.


"boleh aku gendong?"tanya Gerry yang terdengar seperti gumaman saja tetapi masih bisa didengar jelas oleh semua orang yang berada di situ karena ruangan sedikit hening.


"tapi aku berat nanti unclenya capek! terus harus izin sama mami dan Papi juga karena kata papi tidak boleh sembarangan berbicara sama orang asing, dan juga tidak mau Mami sedih karena aku sudah menjadi anak nakal dengan menyusahkan orang lain!"perpaduan gen kedua orang tuanya memang melekat sempurna di tubuh Elnara .

__ADS_1


oleh karena anak yang usianya berjalan 2 tahun itu sudah begitu banyak memikirkan perasaan orang dewasa padahal sebenarnya mereka inginkan yaitu kesenangan saja, membuat setiap orang yang melihatnya pasti merasa bangga dengan ajaran yang ditetapkan oleh kedua orang tuanya yang tidak ingin anak mereka menjadi pribadi yang manja dan menyusahkan orang lain.


__ADS_2