Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 47


__ADS_3

Mona berkali-kali membersihkan bekas sentuhan bandot tua itu di tubuhnya, karena menurutnya pasti ada kotoran yang menempel tanpa dirinya sadar sama sekali.


jika bukan karena terpaksa maka Seujung Kuku pun Mona tidak ingin berhubungan dengan pria seperti begitu yang kalau bisa dibilang tubuhnya sudah bau tanah tinggal matahari terbenam langsung tewas, hanya saja hidup itu tidak bisa hanya duduk terus numpang makan sama minum doang di orang jika kita tidak punya penghasilan otomatis tidak dihargai sama sekali.


" nanti kalau teman-teman kampus melihat ku berjalan dengan pria tua begitu kira-kira mereka bakalan ngomong apa ya, terus aku juga harus menjawab apa soalnya tidak mungkin dong aku ngomong kalau itu Opa ku Sedangkan tingkahnya dia saja kita seperti kakek tua kegenitan?" Mona benar-benar terlihat begitu frustasi tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi Mau bilang undur diri tidak mungkin sebab sudah dijalani tinggal menikmati hasil dan berdoa semoga kejadian ini tidak terbongkar ke muka umum dan alhasil harga dirinya bakalan jatuh melayang sampai ke bawah.


ketika Mona frustasi menatapi nasib berbeda pula dengan Vina tapi sebenarnya hampir mirip juga sih hanya terletak perbedaannya yaitu Vina ditinggal pas lagi sayang-sayangnya,bagaimana tidak frustasi jika dirinya sekarang hanya seorang diri tanpa sahabat yang pengertian.


Untuk pergi ke kampus saja Vina enggan melakukannya ,karena baginya semua itu tidak penting jika tak ada Asya.


"Sya,coba kalau mau pergi itu setidaknya ajak ajak lah denganku! Biar tidak merasakan sendiri seperti begini,sudah begitu semua anak kampus mulutnya tidak ada yang benar semua pada nyariin kamu padahal aku jelas-jelas ada disitu?" Vina bahkan terlihat seperti orang yang sangat kehilangan membuat Valdi yang sudah beberapa kali bertemu dengannya menatap heran ke arah wanita itu yang bertingkah seperti orang gila kesekian kalinya.

__ADS_1


" itu cewek kenapa sih setiap kali bertemu dengan dia membuat otak harus selalu travelling ke mana-mana untuk memastikan Sebenarnya dia itu Normal atau tidak, masa iya sudah dua kali tiga kali ketemu kok suka sekali ngomong sendiri?" Aldi saat itu sedang menuju ke salah satu supermarket terbesar di tempat itu untuk membeli sesuatu yang disuruh oleh mamanya hanya saja ketika bertemu dengan Vina fokusnya sudah terbagi dan otomatis apa yang disuruh sudah tidak diingatkan sama sekali.


sedangkan Vina yang berada di etalase bagian kosmetik hanya bisa memilah-milah barang itu tanpa ada niat untuk membeli, soalnya apa yang mau dibeli Ketika semua yang dibutuhkan masih banyak dan tidak perlu ditambah dalam waktu dekat.


" Kamu itu sebenarnya niat mau beli tidak sih di tempat ini atau Kamu itu sebenarnya niat mau beli tidak sih di tempat ini atau nanti saat petugas CCTV itu lengah Kamu akan menyolong barang-barang di sini?" katanya Valdi dengan tatapan sinisnya membuat Vina mendengus kesal karena setiap kali bertemu dengan pria yang mulutnya lemes itu pasti otaknya bakalan ikutan error juga.


" Kamu itu kenapa sih selalu menguntit ku ke mana-mana, Memangnya Dalam hidup kamu sudah tidak ada pekerjaan lain lagi sehingga harus melakukan hal yang unfaedah seperti itu?" tanya Vina kesal bahkan sampai-sampai dirinya tidak ada niat untuk bertanya baik-baik kepada Valdi yang juga tak kalah marah darinya karena sakit udah Yang macam-macam.


Vina yang mood-nya lagi hancur memilih tidak meladeni lebih lanjut sikap Sombongnya Valdi itu, karena menurutnya sama saja tidak bakalan membuat dirinya lebih oke ataupun lebih segar.


Valdi tak terima ketika melihat Vina yang tidak menghargai keadaan dan juga kedatangan sama sekali di situ, padahal dirinya hanya ingin lebih akrab agar nanti kalau ketemu lagi tidak harus berdebat terus.

__ADS_1


Vina yang merasa Jika ada yang mengikutinya kearah belakang dan netranya langsung membulat sempurna ketika melihat yang mengikutinya itu adalah pria yang dari kemarin selalu mencari masalah, Jika saja membunuh itu tidak dilarang percobaan pertama yang sudah Vina kasih ya itu kepada Valdi dengan tulus ikhlas tanpa ada unsur paksaan sama sekali.


" Kamu kenapa malah mengikutiku ke sini Memangnya kamu tidak punya pekerjaan lain lagi selain melakukan hal yang begini, Lagian aku itu sedang suntuk tidak ingin diganggu sama siapapun dan kapanpun jadi tolong aku minta Maha pengertiannya agar aku bisa bebas walau hanya sejam dua jam doang lah?" tanya Vina membuat Valdi mengerutkan keningnya.


" Memangnya kamu pikir aku juga ada niatan untuk mengikuti kamu orang tadi aku mau ke bagian bumbu dapur kok, Bagaimana kamu menyingkir sejenak pasti tidak akan pernah merasa Jika ada yang sedang mengikuti kamu kemana pun kamu mau!" jelas Valdi itu membuat Vina Jengah sendiri karena pria itu terlihat berkilah nya itu sangat lincah dan begitu natural membuat siapapun pasti terpercaya oleh wajah polos itu,


" waduh kamu juga ada di sini pantesan dari tadi aku lihat di kampus tidak melihat batang hidung kamu yang pesek itu di sana, ternyata kamu sedang keluyuran di sini dan lebih parahnya lagi malah berduaan sama cowok?" tanya Andi yang sedang menyindir Vina padahal tidak sadar jika dirinya juga ikutan bolos.


" Eh kamu kok malam ini diriku seperti itu memangnya bedanya aku sama kamu tuh apa sekarang bukannya kita berdua sama-sama bolos, jadi untuk lebih amannya lagi lebih baik kamu diam Soalnya kalau kamu berbicara biar sedikit saja pasti makan langsung mengundang masalah? "Andi menatap tajam kearah Valdi yang sudah berani berani mendekati gacoannya yang merupakan tempat untuk dirinya mengerjai seseorang.


" Terserah kamu mau ngomong apa aku mau pulang soalnya mumet Kalau ketemu sama kamu di manapun, nanti besok lusa kalau mau ketemu lagi Tolong jangan curiga yang tidak tidak karena kepalaku sakit untuk menjelaskan semua hal yang tidak pernah aku lakukan ke kamu?" sungut Vina kalau segera keluar dari tempat itu dengan tidak membawa satupun barang belanjaan karena memang dirinya ke situ hanya untuk semata menjernihkan pemikiran bukan untuk menghabiskan uang.

__ADS_1


sepeninggal Vina, kini tersisa hanya Valdi dan Andi Tengah saling tatap Sebab mereka dua bingung apa yang harus mereka lakukan untuk terlihat lebih akrab.


__ADS_2