
melihat sahabatnya tiba-tiba mematikan ponselnya membuat Vina menatap tak percaya ke arah benda yang sedang dipegangnya itu, dirinya merasa seolah sedang di prank atau mungkin ada yang masalah dengan ponselnya saat ini karena biar bagaimanapun ia masih ingin berbicara dengan Asya.
"perasaan tadi kan kami berdua masih ngomong yang jelas kenapa sekarang benda ini malah mati, Apa memang Asya kesal kepadaku sehingga mematikan panggilannya secara sepihak tanpa ngomong dulu?"tanya Vina dalam hati karena memang dirinya sangat dibuat penasaran dengan perlakuan yang tiba-tiba seperti begitu padahal Ia sangat membutuhkan tempat untuk curhat hari ini.
ingin sekali Vina menghubungi kembali sahabatnya itu tetapi mendengar jawabannya dilontarkan oleh Asya tadi membuat dirinya juga sedikit was-was, sebab Siapa yang tidak mengetahui kelakuan Asya kalau lagi marah pasti bakalan ngomong-ngomong terus tanpa jeda.
"kalau misalnya aku menghubunginya sekali lagi dan dirinya merasa terganggu kembali otomatis aku yang bakal disalahkan, Siapa sih yang tidak tahu sikap pemarahnya itu yang suka sekarang menggangguku tetapi tidak ingat lagi dengan apa yang aku inginkan Yang Lain?"Vina dalam hati.
Vina memilih mengurungkan niatnya itu untuk menghubungi Asya kembali karena dirinya yakin bukan malah mendengar sapaan hangat tetapi yang ada bakalan dimarahi habis-habisan, soalnya sikap temannya itu jika sedang bad mood maka otomatis walaupun nyamuk yang lewat sekalipun bakalan disalahin.
karena tidak ada hal yang harus dikerjakan karena dirinya sedang menginap di hotel dan juga posisinya sendirian maka dirinya memilih untuk keluar menghirup udara pagi, meskipun berada di tempat asing Tetapi tidak mungkin juga kan harus mengurung diri sebab itu sama saja dengan dirinya ingin menyiksa diri sendiri.
"Lebih baik aku nikmati udara segar di sini daripada bengong di dalam kamar terus nanti kesurupan eh susah sendiri kan, Lagian ini Andi ke mana sih Aku dari tadi tidak mau menjemputku Apa memang dia senang kalau aku pergi seperti begini?"Vina bukannya sadar jika ponselnya itu belum juga ia buka blokiran nomor suaminya Tetapi malah menyalahkan Andi seolah segala sesuatu dalam hidupnya hanya pria itu saja yang salah bukan dirinya.
Percayalah menunggu tanpa kepastian itulah yang tengah dirasakan oleh pria yang sudah menyandang status sebagai seorang suami, sebab menurut janji Vina semalam bahwa wanita itu bakalan menghubungi dirinya di pagi hari Tetapi sampai sekarang ponselnya itu bergerak sedikit pun juga tidak karena memang tidak ada notifikasi chat atau panggilan yang masuk.
Mungkin beberapa jam yang lalu Gerry sudah mengganggunya sehingga fokusnya sedikit terbagi dan lebih rileks tidak Banyak mengeluh memikirkan keberadaan sang istri, namun sekarang sudah kembali lagi pikiran yang galau sebab Vina itu seolah melupakan bahwa dirinya sebenarnya sudah mempunyai suami jadi otomatis yang namanya kabur terlalu lama itu merupakan sesuatu yang tidak pantas.
"punya istri satu saja kok ribetnya minta ampun Ya bagaimana dengan orang yang punya istrinya lebih dari satu, kalau itu jadi aku sepertinya lebih baik salto terjun bebas ke tengah laut biar lebih adem ayem!" Gumam Andi frustasi akibat sikap istrinya itu yang seolah melupakan keberadaannya yang jelas-jelas masih hidup dan masih bernapas bebas di dunia ini.
"Apa aku yang mencoba menghubunginya lebih dulu siapa tahu dia bakalan merespon, karena biasanya wanita itu jika sedang merajuk sukanya dibujuk bukan malah dibiarkan?"Gumam Andi lagi bahkan kali ini dirinya sudah mencoba untuk menelpon istrinya tetapi sayang nomor yang ia hubungi itu sedang dialihkan.
__ADS_1
"ini kok nomornya tidak bisa dihubungi jangan bilang dia masih memblokir nomorku dan tidak membiarkan aku untuk dapat menghubunginya, ajaib sekali sikap istriku ini sampai-sampai melakukan hal yang tidak pernah aku pikirkan sama sekali?"Andi benar-benar kebingungan harus berbuat seperti apa lagi karena memang dari semalam ponsel Vina itu tidak bisa dihubungi dirinya baru merasa lega ketika wanita itu memberi kabar kepadanya namun setelah itu pagi ini dirinya menghubungi kembali tidak bisa sama sekali.
Andi yang sudah merasa tidak nyaman memilih untuk check out dari Hotel Itu sebab sama saja berlama-lama di tempat itu hanya akan menimbulkan fitnah dan juga pasti Vina bakalan berpikir macam-macam, meskipun dirinya beralasan bawah capek dan juga terlalu mencari Vina yang tanpa kejelasan akhirnya memilih menginap di situ pasti ada saja bahan pembicaraan yang membuat dirinya harus disalahkan oleh istrinya itu.
mungkin karena Tuhan tidak ingin pasangan pengantin baru itu bertengkar ataupun sampai berlarut-larut masalah mereka tanpa disadari ternyata Andi dan Vina itu masuk di dalam lift Yang Sama, itu artinya dari semalam ketika Andi pusing memikirkan sang istri keberadaannya ada di mana ternyata mereka sama-sama menginap di tempat atau hotel yang sama hanya beda kamar.
Andi membulatkan matanya sempurna ketika menyadari bahwa orang yang baru masuk ke dalam lift itu adalah istrinya, begitu juga Vina yang sampai menutup mulutnya karena saking sangat terkejut belum lagi wajah suaminya itu yang terlihat begitu berantakan seperti baru habis terkena air comberan.
"kamu kok bisa di sini?"tanya keduanya secara bersamaan membuat orang-orang yang berada di situ juga menatap heran ke arah mereka berdua sebab bukan karena paham atau apa Tetapi malah tidak bisa mencerna bahasa yang mereka ucapkan Sebab mereka berdua kan berada di negara asing.
"kamu ikutin aku ya, Kan aku sudah bilang nanti aku bakalan kasih kabar setelah pikiranku tenang?"tanya Vina memastikan tetapi dengan nada ketusnya.
"kamu sudah puas kaburnya Terus sekarang Rencananya mau kabur lagi setelah ketemu dengan aku, Ya sudah terserah kamu kabur saja sana sudah sepuas hati kamu entah mau sampai kapan bertemu kembali Karena kamu sukanya begitu?"tanya Andi yang berusaha bersikap biasa saja karena biar bagaimanapun di tempat itu ada orang lain selain mereka berdua jadi otomatis biar bagaimanapun menjaga adat dan sopan santun yang dari negara sendiri itu penting agar orang-orang bisa tahu bahwa kita itu biarpun berada di negara asing Tetapi masih menjunjung tinggi yang namanya tata krama.
"kamu itu sebenarnya maunya apa sih, masalah sekecil apapun kamu akan kasih besar karena menurut kamu yang paling benar itu kamu sendiri? kalau tahu seperti begini Dari awal terus sama nikah kita lebih baik hanya mengenal kemudian setelah itu ya sudah jalan masing-masing, tapi sekarang kita itu sudah menikah sudah membangun sebuah komitmen dalam sebuah hubungan jadi otomatis kamu harus menghargaiku sebagai kepala keluarga!"Andi benar-benar kecewa dengan sang istri yang entah mengapa makin ke sini makin pembangkang seolah kehadirannya itu tidak penting sama sekali.
"Ya aku kan nanya lagi kesel saja sama kamu soalnya kan marah-marah tidak jelas terus berbuat salah aku ini kan punya salah yang besar begitu, Coba kalau dari awal kamu langsung ngomong tidak memasang wajah cemberut seperti begitu kan aku pasti tidak marah-marah seperti begini!"Vina mulai menurunkan nada bicaranya yang tadi terdengar begitu meninggi kini bahkan terdengar seperti gumaman saja tetapi Andi masih saja Terlanjur Sudah kecewa maka dari itu memilih untuk bungkam membuat Vina merasa tak enak hati.
"kamu masih marah kepadaku, Ya sudah aku minta maaf ya?"tanya Vina sambil memegang lengan baju suaminya itu tetapi Andi dengan tegas menepis tangan Vina dan beringsut menjauh darinya membuat Vina merasakan hatinya begitu sakit sebab diacuhkan seperti begitu.
"kita balik ke hotel tempat kamu menginap dan Tolong kamu renungi kesalahan yang sudah kamu lakukan, Jika kamu masih saja belum sadar apa yang kamu lakukan dan juga sadar jika selama ini kamu yang selalu membangkang maka kita sudahi saja hubungan ini!"ujar Andi lalu menyuruh Vina untuk jalan mendahului dirinya sebab dirinya benar-benar kesal dengan sikap sang istri yang susah sekali diatur dan hanya ingin mengatur orang saja Menurut kemauannya.
__ADS_1
Vina sepanjang jalan hanya menundukkan kepalanya karena dirinya benar-benar merasa bersalah dan juga takut ketika melihat wajah Andi yang terlihat begitu datar dan juga dingin, Padahal selama ini pria itu tidak pernah berkata kasar kepadanya apalagi membentak dirinya dan juga cuek seperti yang ia lakukan saat ini.
"Ya Tuhan apa dia marah besar ya kepadaku sampai-sampai berbicara kepadaku saja seperti orang asing, padahal memang aku kan tahu kalau aku salah tadi sudah minta maaf tapi kok malah hadiahnya masih merespon seperti begitu? "Lirih Vina dalam hati tetapi masih saja tidak bisa berkata-kata sebab nyalinya yang selama ini begitu berani tiba-tiba menciut seketika akibat Sikap yang ditunjukkan oleh Andi kepadanya saat ini.
"Jangan hanya bingung cepat katakan kamar kamu nomor berapa atau kamu maunya pergi ke sana sendirian dan aku pulang, kalau memang seperti begitu Tinggal katakan saja aku juga tidak bakalan memaksakan diri karena nanti terkesan aku yang terlalu memaksakan hubungan ini?"tanya Andi dingin membuat Vina menghela nafasnya kasar.
"itu di depan kita merupakan kamarku, kalau memang kamu tidak mau menginap di sini Ya sudah aku bakalan mengambil barang-barangku saja dan kita pergi?"tanya Vina Mau memastikan tetapi Andi tidak peduli sama sekali bahkan pria itu Malah berdiri membelakangi istrinya sambil mengambil ponselnya dan sibuk dengan benda persegi itu.
setelah membuka pintu Vina pun masuk ke dalam dan duduk di sofa yang berada di situ sementara Andi memilih ke kamar mandi, Andi yang sempat lewat di hadapan sang istri ingin sekali tertawa ketika melihat wajah Vina yang begitu ketakutan dan juga merasa bersalah.
hanya saja jika dirinya lemah dan dengan mudah memaafkan wanita itu otomatis Vina tidak bakalan sadar arti dan juga posisi dirinya di dalam rumah tangga mereka, biarlah sedikit menjadi kepala keluarga yang lebih tegas karena jika dengan begitu bisa membuat anggota keluarganya menjadi disiplin.
"Maafkan aku sayang bukannya bermaksud ingin menakuti kamu soalnya sikap kamu tuh keras kepala sekali Jadi kalau aku tidak melakukan seperti ini maka tadi kamu bakalan berteriak terus di dalam lift, Emangnya kamu pikir orang-orang tadi itu melihat kita dengan tampang apa? mereka itu merasa seperti kita ini pasangan yang sedang bertengkar dan juga sedang minggat sehingga malah bertengkar dalam lift, jadi ya Terpaksa aku melakukan jurus andalanku yaitu pura-pura marah padahal sebenarnya aku kangen banget ingin memeluk kamu yang semalaman tidak bisa ku gapai?"Andi benar-benar frustasi di dalam kamar mandi sebab ingin sekali dirinya merengkuh tubuh mungil sang istri tetapi karena ingin membuat Vina kapok dan juga jera mau tidak mau ya dirinya menahan dulu rasa itu meskipun sebenarnya sangat menyiksa.
Vina berkali-kali menatap ke arah pintu kamar mandi yang dari tadi tidak terbuka membuat pikirannya pun galau, dirinya merasa yakin jika sang suami sedang menghindar agar tidak bertemu dengannya dan Hal itu membuat dirinya menjadi tersiksa sebab selama ini Andi itu selalu menempel kepadanya kemanapun dirinya berada dan juga kemanapun dirinya pergi tetapi kali ini terasa berbeda dan ia merasa kehilangan.
"aku tadi kan sudah minta maaf Kenapa sih susah sekali untuk memaafkanku, Padahal dia juga kan punya salah tetapi kenapa giliran kali ini dia yang ngambek? "sungut Vina sambil memasang wajah cemberutnya tepat ketika Andi keluar dirinya mulai memasang wajah permohonannya agar Andi bisa segera memaafkan dirinya sebab berada di suasana yang canggung seperti begini membuat ia tidak nyaman.
Andi hanya mencoba untuk menatap ke arah Vina sekilas saja Padahal tadi dirinya sempat menangkup wajah cemberut sang istri sambil mulutnya berkomat kamit tidak jelas, namun ia berusaha bersikap biasa saja dan memilih untuk naik ke atas tempat tidur dan berbaring sambil membelakangi Vina yang tengah menatap ke arah punggungnya itu.
terdengar helaan nafas berkali-kali milik wanita itu seperti orang yang tengah memendam beban pikiran yang begitu sangat, apalagi merasa tidak dihiraukan oleh suaminya itu merupakan hal pertama yang baru ia rasakan selama mengenal pria itu dan sungguh itu rasanya begitu menyiksa dan sangat tidak menyenangkan.
__ADS_1
"ya sama saja kalau sudah ketemu dan akhirnya seperti begini lebih baik tidak usah ketemu sama sekali kan, Jadi orang kok sikapnya pemarah sekali padahal dia juga kan punya salah malah berbuat salah di sini aku itu sendiri yang punya salah dan dianya itu tidak sama sekali?"Sungut Vina dengan nada suaranya yang sedikit ya besarkan agar Andi mendengar dan memang benar pria itu mendengarkan tetap hanya tersenyum saja.