Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Destroy


__ADS_3

tanpa memerlukan banyak waktu Rio sudah mendapatkan obat yang diperintahkan oleh istrinya tadi, setelah itu langsung melajukan mobilnya menuju ke Kembali Pulang. sepanjang perjalanan dirinya memikirkan keadaan Asya yang tiba-tiba saja sakit, padahal dalam pikirannya tadi bu keponakan istrinya itu pergi dalam keadaan sehat Kenapa pulang dengan keadaan sakit?


belum lagi ketika dirinya melewati depan rumahnya Gerry, terlihat pria itu keluar dengan mobilnya menggunakan jaket.


" itu anak kenapa kok penampilannya kayak orang lagi stres begitu, padahal sudah jam segini apa dia tidak tahu kalau tadi Asya pulang ke rumah? sebenarnya mereka berdua kenapa sampai-sampai Gerry tidak memilih untuk menyusul Asya seperti biasanya, Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi!" batin Rio yang mulai mencemaskan keadaan Asya.


Karena kini kondisi keponakannya itu lebih penting Rio memilih tak menggubris Gerry yang terlihat sangat buru-buru pergi dari situ, karena baginya mengurus Asya adalah prioritas paling utama setelah istrinya karena Biar bagaimanapun gadis cantik itu sudah keduanya anggap seperti anak kandung mereka dan tidak ingin hal buruk terjadi padanya.

__ADS_1


" kamu Gimana perasaannya apa Ada yang sakit, biar Tante lihat atau mungkin Tubuh kamu kecapean biar tante bantu pijitin agar lebih rileks? "tanya Dewi memastikan dan hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Asya.


Asya merasa tak enak hati jika harus terus-menerus merepotkan Dewi dan suaminya, biar bagaimanapun meskipun keduanya tidak pernah mengeluh tapi Asya harus sadar diri sebab siapalah dirinya yang hanya merupakan anak yatim piatu yang tidak sengaja bertemu dengan orang baik.


" Aku baik-baik saja kok Tante, jadi jangan khawatir ya nanti kalau aku ada apa-apa bakalan aku bilang tapi untuk sekarang aku baik-baik saja kok! " sahut Asya memastikan karena tidak ingin Dewi tahu jika dirinya Tengah.


" Aku udah makan kok Tante tadi, kalau lapar Aku bakal ambil sendiri deh di dapur Jadi tante tidak usah Cemas ya karena Asya bukan anak kecil lagi!" sahut Asya Mencoba tersenyum padahal dirinya sedang merasa Terpukul.

__ADS_1


ketika sesuatu yang milikmu yang sangat berharga diambil dalam keadaan sadar dan terpaksa pasti sebagian orang bakal menunjukkannya dengan meratapi nasib ataupun menangis hingga membuat semua orang menjadi panik, tetapi Asya masih mencoba untuk berpikir logis karena tidak mungkin memaksakan orang lain disekitarnya berpikir jika dirinya saja belum berani mengatakan yang sebenarnya. maka dari itu dirinya mencoba bersikap biasa saja meskipun Kalau boleh memilih untuk jujur dirinya begitu sakit hati karena hilang sudah harga dirinya sebagai seorang wanita.


" Maaf ya Papa lama soalnya Apotek yang buka 24 jam itu sedikit jauh! " ujar Rio yang sudah datang dengan membawakan bungkusan obat.


" Lain kali itu kalau jalanan lagi sunyi Papa ngebut aja untung juga Asya tidak dalam keadaan gawat darurat kalau tidak bisa berabe kan urusannya?" sungut Dewi sambil menyerahkan 1 tablet obat ke pada Asya untuk diminum tetapi masih memasang wajah cemberut kepada suaminya.


bukannya marah dengan perkataan istrinya itu Rio malah menganggukkan kepala pertanda setuju sebab memang dirinya tadi sedikit lelet untung juga Asya tidak kenapa-napa.

__ADS_1


" Iya Mama maaf Nanti papa bakal usahakan deh tidak bakalan lelet seperti tadi, tapi kamu tidak papa kan Asya sekarang?" tanya Rio memastikan.


__ADS_2