
Andi hanya tersenyum melihat wajah penuh kekesalan milik istrinya itu dirinya saja sampai dibuat bingung kenapa wanita itu selalu saja mengundang masalah yang sebenarnya tidak ada sama sekali, padahal tadi itu mereka berdua sudah ngobrolnya lebih santai dan rileks tidak tampak bakal ada yang namanya perdebatan susulan seperti biasanya.
menurutnya banyak hal yang tidak terduga selama berumah tangga dengan Vina, mulai dari pergaulannya selama ini yang harus lebih mulai dibatasi kemudian mengobrol juga dengan orang lain tidak usah sampai yang terlalu heboh seperti yang ia lakukan selama ini.
" Sebenarnya aku itu bukan ingin mengekang kamu atau membuat kamu merasa tidak bebas, hanya saja terkadang apa yang kita inginkan belum tentu harus kita dapatkan dan begitu yang aku inginkan saat ini. aku dari dulu selalu bermimpi punya istri yang selalu bakal mengikutiku ke manapun aku pergi, dan kalau memang dia tidak bisa maka bakal menungguku saat aku pulang kerja! kebetulan profesi kita berdua akan sama jadi otomatis perginya pun berbarengan pulangnya pun barengan, maka dari itu aku tidak pernah ingin kamu ketemu dengan orang lain di luar sana karena kita tidak tahu apa yang bakalan terjadi!" jelas Andi membuat Vina tidak terima dengan apa yang ia katakan tadi.
" sebenarnya aku itu tidak keberatan juga kalau kamu melarangku untuk melakukan hal-hal di luar dari pekerjaan, hanya saja terkadang seorang wanita itu butuh udara segar dan juga butuh sesuatu untuk membuat perasaan bosannya itu bakalan hilang! Kamu tahu kan sejatinya manusia itu tidak bisa direkam dan juga setiap keinginannya tidak bisa dilarang jika itu untuk kebaikan, maka dari itu setiap kali aku kalau mau kumpul sama teman mau membahas tentang pekerjaan dan kamu melarangnya Hal itu membuat aku merasa jengkel!" ujar Vina membuat Andi hanya bisa menghela nafasnya dan berusaha Tetap tenang karena Biar bagaimanapun posisi mereka berdua sekarang berada dalam taksi dan otomatis ada orang lain di situ juga.
" Maafkan aku jika selama ini selalu harus membuat kamu menuruti apa yang aku inginkan, tetapi tolong jangan seperti begitu yaitu merasa terbebani dengan peraturan yang aku buat! ini semua demi kebaikan kita dan juga bukan karena keegoisannya aku, rumah tangga itu harus saling mengerti bukan hanya harus ingin dimengerti dan juga rumah tangga itu harus lebih terbuka tidak monoton seperti begitu saja! " jelas Andi lagi karena memang dirinya yang sebagai kepala keluarga tidak boleh bosan-bosan memberikan arahan kepada anggota keluarganya agar bisa sejalan dengan kemauannya dan tidak bertolak belakang.
Andi ingin istrinya itu lebih paham dengan apa yang ia inginkan dan juga harapannya di dalam rumah tangga mereka, meskipun memang terkadang itu terasa seperti memaksa tapi begitulah gayanya dalam bersikap jadi otomatis yang ia inginkan ke depannya yaitu Vina lebih mengerti dengan sikapnya.
" Iya aku paham dengan gaya pemikiran kamu selama ini karena biar bagaimanapun kita kenal dekat bukan hanya saat kuliah melainkan saat masih berseragam putih abu-abu, dan aku juga tahu kebiasaan kamu yang selalu ingin didengar meskipun kemauan kamu itu terkadang rada-rada nyeleneh dan juga aneh!" ejek Vina membuat Andi mendengus kesal soalnya Siapa sih yang terima dikatakan nyeleneh dan aneh.
" Biar jelek-jelek Begini aku itu suami kamu dan juga orang yang sudah tiap hari mengajak kamu main sepak bola di atas ranjang, jadi karena posisi kamu yang sukanya di bawah otomatis kamu memang harus mendengarkan arahan dari pemimpin dong!" perkataan Andi yang deduktif seperti itu membuat Vina menatap tak percaya ke arah suaminya itu syukur juga Sopir itu tidak paham dengan bahasa yang mereka berdua gunakan kalau tidak otomatis bakalan merasa menjadi obat nyamuk.
Ketika seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya. tanyakanlah ke orang tua kita, kakek nenek kita, pernikahan mereka langgeng, Justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya.
(Te*e Li*e)
kata-kata itulah yang bisa dijadikan sebagai pedoman ataupun pikiran kita setiap hari agar tidak menjadi beban di dalam rumah tangga, karena Biar bagaimanapun rumah tangga itu didasari dengan saling menerima kekurangan pasangan masing-masing bukan hanya menginginkan kelebihannya saja.
jika kita hanya menginginkan kelebihan pasangan maka otomatis orang lain juga pasti bisa melakukannya, tetapi jika kamu mencoba untuk menerima kelebihannya dan juga kekurangannya maka bisa dibilang kamu akan menjadi orang spesial dalam hatinya.
kini keduanya sudah sampai di tempat wisata yang dimaksud Karena tempat-tempat itulah yang selama ini menjadi destinasi yang selalu dibanggakan oleh penduduk sekitar, karena Biar bagaimanapun kata Den Haag merupakan salah satu kota yang paling terkenal di Belanda.
Den Haag merupakan kota terbesar ketiga di Belanda, Sekaligus merupakan pusat pemerintahan negara itu dan rumah bagi keluarga Kerajaan. ini juga kota yang penuh sejarah, banyak museum yang indah dan galeri seni dan peluang hiburan yang tak terhitung jumlahnya. Dekat dengan laut utara,Den Haag juga rumah bagi Kementerian pemerintah dan kedutaan besar bersama dengan markas dari beberapa organisasi internasional termasuk Mahkamah Internasional.
__ADS_1
Den Haag merupakan kota seni dan merupakan rumah bagi banyak seniman Belanda terkemuka, Tidak diragukan lagi tertarik oleh jalan-jalan kota yang menyenangkan alun-alun dan promenade yang elegan dan luas dan daerah pinggiran perumahan yang menarik.
Tujuan awal keduanya yaitu The Binnenhof.
Di tengah-tengah bagian tertua dari Den Haag adalah Binnenhof-Inner Court, sebuah kelompok bangunan yang tidak beraturan yang dibangun di sekitar halaman Tengah yang luas. dengan asal usulnya sejak tahun 1250 dan terikat dengan pembangunan kastil, segera menjadi kediaman aristokrasi yang berkuasa dari ini rumah kedua kamar parlemen. Bangunan yang paling penting dari Kompleks adalah Ridderzaal yang indah,atau Hall ksatria.
masih digunakan untuk fungsi dari resepsi dan di sayap Utara ruangan itu adalah kediaman resmi perdana menteri, juga penting adalah rumah pengadilan Rolzaal yang berasal dari tahun 1511 dengan lukisan abad ke-17 karya Gerard De lairece.
sorotan lainnya termasuk kamar pertama, yang terkenal karena medali yang dilukisnya menggambarkan negarawan dan potret Raja William 2 di bawah lambang negara itu. kamar kedua otoritas legislatif yang mengawasi pemerintah- duduk di bekas ballroom dari 1815 hingga 1992.
(Alamat,1-H,2511 AA Den Haag)
setelah puas mengunjungi spot wisata yang satunya kini mereka berdua beralih ke tempat lain yaitu Istana Damai.
Peace Palace yang terkenal sebuah bangunan bata megah yang dibangun antara tahun 1907 sampai dengan 1913, sebagian besar dibayar oleh filantropis Andrew Carnegie.
dibangun dalam campuran gaya Gotic dan neoklasik itu diapit façade panjangnya yang berat dengan atapnya yang menjulang tinggi dan menara setinggi 80 m, rumah ke Mahkamah Internasional pengadilan arbitrase permanen Akademi hukum internasional dan perpustakaan hukum internasional menawarkan dekorasi interior yang disumbangkan oleh berbagai negara.
(Dilansir dari Mbah Goggle)
setelah keduanya puas berjalan-jalan tak terasa hari sudah sore bahkan bisa dibilang keduanya seperti orang yang lupa waktu, dan lebih parahnya lagi waktu makan siang Mereka pun Terlewatkan karena memang pemandangannya disuguhkan begitu membuat semua orang Melupakan segalanya'
" Yang kita pulang atau pilih penginapan di dekat sini saja, soalnya sepertinya tanggung kalau dari sini terus kembali ke rumahnya Asya?" tanya Vina memastikan.
" ya aku menurut nyamannya kamu saja seperti bagaimana kalau memang mau pulang ya kita pulang kalau memang mau menginap ya sudah kita cari penginapan, Soalnya kalau mendengarkan saranku pasti bakalan salah lagi soalnya kamu kan sukanya aneh-aneh." jawab Andi yang seperti tidak ikhlas.
Ya jelas tidak ikhlas orang dirinya ini hari dijadikan fotografer dadakan oleh istrinya sendiri, padahal di mana-mana itu orang kalau bawa pasangan itu posenya harus romantis ini mah sama saja bohong.
__ADS_1
Vina yang mendengar ada bicara suaminya itu seperti antara ikhlas dan tidak membuat dirinya menatap heran ke arahnya, karena menurut pemikirannya yang ingin pergi ke tempat ini adalah kemauan mereka berdua kenapa sekarang setelah seharian berkeliling malah akhirnya seperti tidak menyukai untuk datang ke situ.
" kamu marah karena aku ajak ke sini?" tanya Vina langsung daripada dirinya sendiri yang memikirkan apa yang ada dalam pikiran suaminya.
" Menurut kamu aku harus kayak gimana diam saja atau harus langsung marah-marah ke kamu?" Andi bukannya menjawab pertanyaan Vina dirinya malah menanyakan hal yang sangat tidak masuk akal dan ambigu.
" kamu kesurupan setan apa sampai tiba-tiba berbicara yang tidak jelas seperti begitu, kalau dari awal memang tidak ikhlas datang ke sini yang ngomong biar aku sendirian jalan nanti sudah sampai di sini baru marah-marah tidak jelas?" nah tuh kan Vina bukannya meredam ada bicaranya malah tambah ngegas.
" ah terserah kamu saja deh mau berbicara apa soalnya aku lagi males ngomong, sebab kalau bicara sama kamu itu bukannya mendengarkan keluh seseorang lain agar paham apa yang diinginkan tetapi kamunya langsung marah lebih dulu. di mana-mana itu orang kalau ngomong didengar dulu entah salah atau benar jangan merasa diri paling benar terus nanti orang lain salah terus begitu, jadi istri itu ngebantah apa yang dikatakan suami boleh sah-sah saja tetapi yang bagaimana dulu!" Vina bukannya paham dengan apa yang Andi inginkan dirinya malah merasa tidak terima karena diceramahi di tempat umum dan dalam keadaan yang sangat tidak tepat.
" Ya sudah kalau begitu kamu pulang sana Bila perlu langsung kembali ke rumah di Indonesia soalnya aku lagi malas ketemu sama kamu apalagi melihat wajah kamu itu membuat aku merasa muak, soalnya sikap kamu itu selalu berubah-ubah seperti wanita yang lagi PMS kadang bagus kadang juga cerewet Tetapi kalau mau menjadi pendiam juga membuat orang bingung. " setelah mengatakan hal itu Vina pun pergi meninggalkan sang suami tidak peduli dengan wajah tak percaya milik Andi itu sebab menurutnya jika terus berada di dekatnya otomatis mereka berdua bakalan bertengkar hebat dan alhasil menjadi viral di negaranya orang.
" Wah aku yang marah tadinya kenapa sekarang giliran dia? Kenapa sih harus ada makhluk yang namanya wanita di dunia ini, kerjaannya hanya bikin ribet saja? " sungut Andi yang tanpa sadar jika sebenarnya Vina sudah menaiki taksi dan meninggalkannya sendirian di situ.
Andi gelagapan ketika menyadari jika istrinya sudah tidak berada di dekatnya lagi dirinya pun ke sana kemari seperti orang yang kesetanan dan tak kunjung menemukan apa yang ia cari, rasa marah yang tadi sempat ia rasakan mau pergi begitu saja berganti dengan rasa cemas. sebab Bagaimana dirinya tidak cemas karena Vina merupakan orang baru di situ dan juga belum paham dengan seluk beluk kota itu, meskipun Memang sekarang teknologi semakin canggih tetapi membiarkan seorang wanita di negara asing dengan segala macam budaya yang berbeda otomatis lain ceritanya.
" Ya Tuhan Vina Kok bisa sih main pergi begitu saja, kalau sudah kayak begini kan bakalan lebih rumit lagi Kan masalahnya. " desah Andi frustasi tetapi mau bagaimana lagi jika dirinya Hanya berdiam di satu tempat itu mana bisa Oh mau ketemu sama Vina.
kebetulan di dekat situ ada pos penjaga yang mungkin bisa dimintai tolong untuk mengecek CCTV yang berada di situ supaya mengetahui sebenarnya Vina ke arah mana, tetapi satu yang membuat autor bingung itu Andi kan punya ponsel panik sih boleh tapi setidaknya juga jangan melupakan hal yang penting itu.
" Permisi tuan Apakah saya bisa meminta tolong untuk mengecek CCTV di area yang itu, soalnya tadi saya terpisah dengan istri saya dan sekarang sudah bingung dia tadi perginya ke arah mana? " pinta Andi membuat pria yang berjaga di situ menatap heran ke arahnya.
" Apakah anda sudah berusaha menelponnya, Siapa tahu mungkin dia ada di area yang lain di tempat ini? "tanya pria itu memastikan membuat Andi langsung menepuk jidatnya karena bisa melupakan hal itu.
" Astaga tadi saya lupa mungkin karena saking paniknya!" ujar Andi lalu segera mengambil benda persegi dari dalam satu celananya dan berusaha menelpon sang istri.
percobaan pertama menelepon Vina, Andi harus mengalami kekecewaan. soalnya bukannya sang istri yang menjawab tetapi operator cantik dari seberang yang membalas telepon darinya, membuat pria itu tambah lagi kadar kepanikannya soalnya nomor Vina sudah tidak bisa dihubungi sama sekali.
__ADS_1
Ya jelas saya tidak bisa dihubungi orang pikiran pertama Vina saat pergi meninggalkan Andi yaitu mematikan ponselnya, soalnya dirinya juga kan harus lebih bisa membuat suaminya itu Jera dan tidak lagi marah-marah yang tidak jelas seperti tadi.
perjalanan tadi pagi yang dilalui dengan perasaan yang gembira dan juga begitu antusias berubah menjadi rasa panik dan juga emosi yang berkecamuk, mungkin jika keduanya sedikit menurunkan ego pasti hal ini tidak akan pernah terjadi dan mereka pasti bisa melalui hari ini dengan perasaan yang begitu bahagia.