Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 119


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan terlihat Asya makin tambah tidak semangat berada di tempat itu, rasa-rasanya wanita itu ingin pulang saja dan juga pergi ke tempat lain yang lebih membuatnya nyaman dan tenang tetapi intinya tidak berada di negara itu.


cancel yang menarik koper dari belakangnya Asya menatap heran ke arah istrinya itu karena terlihat begitu malas dan juga enggan untuk keluar dari bandara, padahal waktu saat mereka pergi dari rumah Asya tidak seperti begitu dan tidak ada masalah yang membuat wanita itu terlihat enggan.


" kamu baik-baik saja atau Ada yang ingin kamu sampaikan sebelum kita sampai ke penginapan, kalau ada katakan saja aku tidak masalah yang penting Intinya kamu jangan pernah meminta pulang saat ini juga?"Tanya Kenzo memastikan membuat Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Ingin meminta pulang tapi Asya tidak tega melihat ekspresi antusias suaminya kini, karena itu sama saja akan membuat suaminya itu merasa kecewa sebab sudah jauh-jauh ke tempat itu tetapi tidak menikmati sesuatu yang ada dan langsung pulang.


" mungkin karena perjalanannya terlalu jauh jadinya aku Jet Lag, tapi aku tidak bakalan meminta pulang soalnya rugi dong sudah sampai di negara ini dan juga seumur hidup aku baru sampai di sini masa iya tidak menikmatinya?" Sahut Asya memaksakan senyuman di wajahnya tidak ingin membuat suaminya itu kecewa kepadanya karena Biar bagaimanapun ini semua sudah diatur Kenzo dari jauh-jauh hari bahkan sampai meninggalkan kantornya demi bisa sampai ke tempat ini.


" Syukurlah kalau kayak begitu Soalnya sayang kamu belum menikmati semua yang di sini kalau tidak kamu bakalan betah soalnya tempat di sini itu memiliki surga dunianya para wanita, maka dari itu aku mengajak kalian ke sini sekaligus membuat anak kita lebih rileks dan juga bakalan memiliki cerita nantinya saat sudah besar karena dibawa orang tuanya untuk keliling dunia." Jelas Kenzo membuat Asya ingin sekali tertawa karena anak mereka itu baru berusia 1 tahun lebih yang mana bisa mengetahui Di mana tempat yang sedang ia datangi ataupun yang ia lakukan.


" mas kamu itu ada-ada saja deh kalau ngomong masa anak sekecil ini nanti kalau pulang dari sini bakalan bisa bercerita tentang tempat yang ia datangi, Lain kali itu menciptakan bahasa itu dipikir dulu apakah nanti bakalan menjadi kenyataan atau hanya bualan belaka?" ejek Asya yang terlihat sudah lebih rileks dan santai tidak seperti tadi yang begitu besar dan tidak nyaman berada di tempat itu entah apa yang membuat wanita itu seperti begitu Kenzo pun tidak tahu menahu.


" saya sudah kalau kayak gitu kita langsung ke penginapan saja biar bisa istirahat di sana, karena menyangkut kita bakalan lama di tempat ini jadi otomatis kita lebih santai-santai dahulu dan tidak terlalu terburu-buru untuk pergi." Jelas Kenzo dan Asya hanya pasrah saja tidak mungkin juga akan menolak apa yang menjadi keinginan suaminya itu yang dari tadi terlihat begitu antusias dan juga selalu menceritakan kelebihan Tempat yang mereka datangi sekarang ini.


" aku mah terserah apa kata kamu saja Mas nggak mau banyak berkomentar, soalnya nanti bakalan mumet dan juga terlalu banyak perdebatan yang terjadi dan juga Aku lagi capek banget untuk melakukan semua itu sekarang ini." ujar Asya lalu keduanya pun pergi dari situ menuju ke tempat penginapan yang biasa dipakai oleh para turis ketika mengunjungi tempat itu.


Gerry yang kebetulan lewat ke arah bandara merasa mengenal sosok yang ada di hadapannya kini, hanya saja yang membuat dirinya bingung sosok tersebut sedang menggendong anak kecil dan juga berjalan sambil berpegang tangan dengan seorang pria asing.


Gerry yang tengah berada di dalam mobil milik laboratorium tempat dirinya melakukan penelitian dengan timnya langsung menghentikan mobil itu di pinggir jalan, dan berlari menuju ke arah sosok yang tidak asing menurutnya.


Persetan dengan segala hirup berikut kota itu karena intinya dirinya datang ke situ bukan hanya untuk melakukan penelitian melainkan mencari belahan jiwanya yang hilang, coba saja kalau dahulu ia tidak melakukan hal konyol dan gila sesuai dengan keinginan Mona maka otomatis mereka berdua mungkin masih tertawa bersama saat ini.


Gerry tidak peduli jika para pengguna jalan yang lain memakinya ataupun mengatakan hal yang tidak sedap kepadanya karena dengan sengaja memarkir mobil sembarangan, karena menurutnya apa yang ia lihat sekarang ini jauh lebih penting dari apapun itu Bahkan jika ada petugas kepolisian yang menilang dirinya pun ia tak mempermasalahkan hal itu.

__ADS_1


senyuman yang dahulu hilang dari wajah pria itu kini telah kembali karena semakin dekat dengan sosok yang menurutnya tidak asing semakin terasa begitu ia mengenalnya dengan begitu baik, tapi satu yang membuat Gerry kebingungan tangan pria yang berada di samping wanitanya itu terlihat begitu posesif seolah wanita tersebut adalah hak miliknya dan tidak ingin orang lain mengganggunya.


" aku yakin itu kamu karena bukan sehari dua hari kita bersama aku yakin itu kamu karena apapun yang kamu miliki aku pasti mengenalnya dengan begitu baik, tetapi mereka siapa dan kenapa bisa kalian seakrab itu Sedangkan selama bersamaku kamu tidak pernah seperti begitu?" lirih Gerry seperti orang yang kesetanan dan tidak tahu sopan santun mengklaim milik orang lain sebagai miliknya.


Asya yang merasa bulu kuduknya merinding merasa heran karena sepertinya ada yang sedang mengikuti langkah kakinya dan juga cancel, dirinya tidak ingin menoleh ke arah belakang karena menurutnya itu sama saja bakal membuat Kenzo merespon apa yang tengah ia rasakan sekarang.


namun yang namanya Kenzo tidak pernah tutup mata dengan Apa yang dirasakan oleh sang istri dirinya pasti peka terhadap perasaan Asya, maka dari itu ia pun mempererat genggaman tangannya dan tersenyum ke arah istrinya agar tidak terlalu tegang seperti begitu.


" sayang, kamu kenapa sih wajahnya dari tadi kok selalu berubah-ubah seperti orang lagi bermain peran? kita itu sudah sampai di tempat ini dengan selamat harus kamu syukuri itu Bukan malas seperti begini responnya, malu tuh sama anak kita yang dari tadi selalu antusias seperti Bakalan mendapatkan mainan yang tidak pernah terduga dalam hidupnya!" bujuk Kenzo sambil menunjuk ke arah Elnara yang terlihat begitu anteng di dalam gendongan Maminya.


" ih Dianya mana paham dengan perasaan maminya orang selama ini dia senang senang saja kalau digendong, kamu tuh sedikit-sedikit selalu sama kan Aku Dengan Dia Memangnya kamu pikir aku ini anak kecil terus melahirkan anak kecil juga?" tanya Asya Ketus.


melihat wajah istrinya itu yang begitu menggemaskan membuat Kenzo tidak peduli di sekitarnya dan memilih langsung mengecup pipi Asya pelan, membuat seorang pria yang tengah berada di belakang mereka Langsung lemah seketika dan ingin sekali menghajar pria yang melakukan hal itu.


" sepertinya ada yang sedang baper nih atas apa yang aku lakukan barusan, kamu tenang saja suamimu ini bakal melakukan hal yang lebih gila lagi daripada ini yang penting Intinya kamu Siapkan mental dan pikiran untuk memacu adrenalin bersamaku?" Goda Kenzo sambil naik turunkan alisnya membuat Asya menatap jengah ke arahnya.


" kamu kalau mau memacu adrenalin lebih baik sendirian Jangan pernah mengajakku karena aku tidak ada niat sama sekali untuk melakukannya, lagian itu enaknya di kamu Tapi sengsaranya di aku Kamu kan orangnya tidak punya malu." tolak Asya bukannya membuat Kenzo marah pria itu malah terkekeh geli melihat wajah cemberut istrinya itu.


" kamu kalau marah seperti begini rasa-rasanya ya aku itu seperti mempunyai dua anak kecil yang sedang menangis meminta dibelikan permen, tapi kamu tenang saja Apapun yang kamu beli di tempat ini uang suamimu tidak akan pernah habis!" ujar Kenzo penuh percaya diri membuat Asya hanya mengedipkan bahunya karena menurutnya suaminya itu kalau lagi ingin narsis bakalan kelewatan batas.


Percayalah tanpa disadari oleh sepasang suami istri itu ada sepasang mata yang tengah menatap nanar ke arah mereka berdua, tidak perlu dirinya mendekat dan juga tidak perlu mengajak berbicara karena suara yang didengarnya itu merupakan suara yang paling ia kenal seumur hidupnya.


dirinya begitu terluka karena baru beberapa jam menginjakkan kaki di tempat itu sudah diberikan kejutan yang luar biasa tak terduga, hanya saja dirinya merasa tidak boleh pesimis karena menurutnya apa yang ia lihat itu belum tentu kenyataannya sesuai yang terjadi sekarang ini.


" aku yakin kamu pasti masih sendiri dan juga melakukan penelitian yang sama sepertiku saat ini, aku yakin mereka itu hanya datang dan numpang untuk berada di dekat kamu tetapi kamu adalah milikku dan tidak akan pernah terbantahkan hal itu." Gerry optimis jika apa yang dilihatnya sekarang itu berbeda dengan kenyataannya dan dirinya tidak akan pernah percaya jika belum memastikannya lebih dahulu.

__ADS_1


maka dari itu dirinya pun memilih kembali ke mobilnya dan berusaha untuk mengikuti Asya dan Kenzo entah ke mana mereka akan pergi karena dirinya tidak ingin ketinggalan jejak, Bukankah Dewi Fortuna sedang berbuah baik kepadanya sehingga dirinya tidak perlu memerlukan waktu yang lama untuk bertemu dengan Asya tanpa kendala sedikitpun dan tanpa ia berusaha.


Kenzo tidak merasakan sesuatu yang ganjil di sekelilingnya karena menurutnya ini tempat asing otomatis kewaspadaan memang harus ada, tetapi Bukankah dirinya Tidak mengenali dan juga tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang sekarang jadi tidak perlu ia cemaskan hal yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi.


" kamu mau kita singgah makan lebih dahulu atau langsung ke penginapan saja, Soalnya sayang kan kalau melewati tempat makan yang begitu enak di sini?" Tawar Kenzo.


" aku tuh inginnya pulang tidak ingin singgah-singgah di manapun Lagian kalau memang nanti saat sampai di penginapan kelaparan dia tinggal pesan online saja kan, masa iya di negara maju seperti begini Hal itu pun tidak ada kan mustahil?" Jelas Asya membuat Kenzo hanya bisa menganggukkan kepalanya.


" Kamu benar sekali istriku tercinta Kenapa ada Jaman secanggih begini tapi kita seolah melupakannya, nanti apa kata anak kita besar sebab kedua orang tuanya sangat tidak paham teknologi," keduanya terkekeh geli mendengar dan menyadari apa yang diucapkan seolah dunia hanya milik mereka berdua dan orang lain itu hanya menumpang untuk mandi dan gosok gigi setelah itu terbang kembali ke awan.


Gerry sudah tidak peduli lagi dengan urusan yang sebenarnya tadi sudah rencananya ia bakalan pergi ke sana, toh meskipun nanti dirinya dikomplain ataupun dikatakan panjang lebar dia sudah tidak peduli karena tujuannya datang ke tempat itu sudah terpenuhi secara langsung.


" aku yakin kita pasti bakalan kembali lagi dan juga melanjutkan cita-cita kita berdua yang dahulu sempat tertunda, yaitu membangun klinik milik kita berdua dengan menggunakan uang tabungan yang sudah kita simpan selama ini!" begitu banyak hari indah yang telah dirinya dan juga Asya rancang tetapi karena kesalahan yang disadari olehnya tetapi tidak diinginkan oleh Asya membuat semuanya jadi terbengkalai dan tidak ada satupun yang menjadi kenyataan.


pria itu bahkan tidak sadar dari awal jika sebenarnya hubungannya dengan Mona itu merupakan Toxic, yang sebenarnya sudah sama salah dari awal tetapi tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan saat semuanya sudah menjadi tidak lebih sehat.


padahal Andi dan juga Vina sudah selalu memperingatkan dirinya tetapi ia tak peduli sama sekali, karena menurutnya yang menjalani semuanya itu adalah dirinya orang lain tidak pantas untuk menjadi juri dalam kehidupannya.


memang benar terkadang Penyesalan itu datangnya di akhir bukan di awal karena Kalau datangnya di awal otomatis Setiap manusia di muka bumi ini tidak akan pernah melakukan kesalahan, maka dari itu menyesal kemudian merupakan hal yang sudah biasa tetapi berusaha untuk memperbaikinya itu merupakan hal yang luar biasa.


tidak rumit memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan karena itu sama saja membuat orang lain sadar jika sebenarnya kita tidak ada niat untuk melakukannya, hanya saja berbeda dengan kasus yang dialami oleh Gerry dan juga Asya sebab siapa saja di posisi wanita itu pasti bakalan kecewa dan tidak ingin mengenal pria Kurang ajar.


untung juga hari ini hanya Gerry seorang diri yang menemukan Asya meskipun hanya dilihatnya dari punggung saja dan keseluruhan wajah wanita itu tidak dilihatnya sama sekali, hanya saja punggung itu yang selama bertahun-tahun ia lihat dan suara itu selama bertahun-tahun pula ia dengar jadi otomatis tidak mungkin dirinya salah sangka terhadap orang lain.


jika Norah ada di situ pasti wanita itu tidak akan peduli dengan sekitarnya dan langsung antusias bertemu dengan Asya dan semua masalah langsung clear saat itu juga, hanya saja Gerry berbeda dirinya ingin bertemu Asya seorang diri dan juga berbicara dari hati ke hati dengan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2