Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 171


__ADS_3

Vina kesal kepada suaminya itu karena sepertinya pria itu sedang mengejek dirinya dengan mengatakan hal yang tidak tidak, melihat sikap Andi yang seperti tidak ada beban sama sekali membuat Vina ingin sekali menghajar kepala suaminya itu sampai bonyok.


"kamu itu mau menurunkan aku sekarang atau aku yang bakalan menghancur kamu soalnya sudah mencari Kesempatan Dalam kesempitan, Padahal aku itu masih sangat marah kepada kamu karena sudah terlalu cerewet dan juga membuat aku emosi?"teriak Vina yang tidak terima sama sekali Jika Andi menyentuh dirinya walau hanya sedikit saja karena menurutnya pria itu harus dibuat jerah agar tidak macam-macam dan juga membuat ia emosi.


Andi memilih untuk bungkam karena sama saja jika dirinya merespon ataupun menjawab apa yang dikatakan oleh sang istri yang ada itu bakalan terjadi perang dunia ke sekian kalinya, Siapa sih yang tidak tahu sikap Vina yang tidak pernah mau mengalah jika apa yang ia yakini benar tetapi orang lain mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kesalahan.


dan juga dirinya tidak mungkin membantah Sebab ia tahu tadi itu kata-kata yang dilontarkan merupakan sebuah kata-kata yang sangat tidak sopan, siapa saja pasti merasa kesal jika mengatakan hal yang sangat menyinggung harga diri dan juga merupakan hal yang bisa dibilang sesuatu yang merendahkan harkat dan martabat seorang wanita.


padahal hidup di dunia ini sebenarnya simpel sekali yaitu jika engkau menghormati seseorang otomatis dirinya bakalan menghormati balik engkau, namun jika engkau menganggap dirimu lebih tinggi daripada orang lain dan orang lain itu hanya sejengkal di bawah kakimu otomatis mereka tidak akan pernah menganggap kehadiranmu sama sekali.


Percayalah mencari seorang musuh Itu adalah sebuah hal yang sangat gampang dilakukan karena memang tidak susah tetapi mencari teman di antara ribuan ataupun jutaan orang itu merupakan sebuah hal yang langka, karena Kadang orang itu hanya menjadi teman kita karena ingin mendapatkan keuntungan bukan karena memang tulus ingin berteman.


"kita sudah sampai di hotel Ayo sekarang kamu turun atau kamu ingin aku mandikan sekalian soalnya kan kita sudah beberapa hari ini tidak mandi bareng, mungkin aku bisa merilekskan pikiran kamu agar lebih terbuka dan menyadari bahwa suamimu ini sangat tampan?"tanya Andi sambil naik turunkan alisnya bukannya membuat Vina bahagia karena kata-kata gombalan yang begitu receh tapi membuat wanita itu ingin sekali muntah.


"percaya diri sih boleh tapi jangan kelewat batas nanti jatuhnya lebay, Lagian Tuhan memberikan aku tangan sama kaki itu buat bekerja bukan malah duduk saja Jadi untuk apa aku harus meminta bantuan kamu?"tanya Vina sinis tetapi ya Andi menganggapnya sebagai angin lalu karena menurutnya hidup dengan Vina selama beberapa bulan ini sudah terbiasa dengan segala tingkah dan juga cerewisnya wanita itu.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu ya Ingat jangan pernah merindukan aku soalnya rindu itu sangat berat, aku tidak bakalan lama aku soalnya aku juga tidak tega meninggalkan kamu yang pastinya bakalan tersiksa karena sendirian!"Andi masih saja mengatakan hal-hal nyeleneh yang ingin membuat istrinya itu tetap kesal sebab menurutnya Vina kalau lagi marah itu sungguh sangat menggemaskan.


Vina mendengus kesal ketika melihat punggung suaminya itu yang sudah sedikit menjauh darinya, namun kekesalannya sudah sedikit reda kini kembali lagi mencuat di permukaan ketika Andi bukannya masuk ke kamar mandi Tetapi malah kembali kepadanya.


"Apa kamu yakin tidak merindukan aku atau mungkin kamu ikut berendam di dalam Soalnya di luar kan lagi dingin dan aku yakin kamu pasti membutuhkan kehangata, aku kan sebagai seorang suami yang siap siaga otomatis tidak akan tega membiarkan belahan jiwanya tersiksa sendirian!"demi Dewa Neptunus yang bertatah di atas langit menurut Vina sikap suaminya itu sungguh mencerminkan sikap-sikap ABG labil yang lagi ingin hanya romantisan tapi kata-kata romantisnya itu sungguh sangat membuat orang muak.

__ADS_1


"kamu kalau bicara sekali lagi aku bakalan hajar kamu beneran ini, soalnya bikin jengkel dan juga membuat orang lain darah tingginya jadi kumat!"ancam Vina sambil menunjukkan bogem mentah yang ada di depan Andi saat ini membuat pria itu jadi bergidik menerima ternyata istrinya sebar bar itu.


"Ya sudah aku tidak bakalan mengganggu kamu untuk saat ini tapi kalau untuk Sebentar aku tidak bakalan menjanjikan hal itu, jadi lebih baik kamu Siapkan hati mental dan pikiran karena aku bakalan menyerang kamu sampai besok pagi soalnya sudah berapa malam ini puasa total!"ujar Andi lalu menghilang di balik pintu kamar mandi membuat Vina mengerutkan keningnya karena memang tidak percaya dengan kata-kata absurd Andi tadi.


"apa katanya tadi? berapa malam? Ya Tuhan Perasaan baru tadi malam deh kita tidak ngapa-ngapain kenapa sampainya perkataannya jadi melebar ke mana-mana, jangan bilang dia mau menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan yang ada Oh tidak akan kubiarkan ferguso!"gumam Vina bertekad bakalan membuat suaminya itu bakalan puasa lagi malam ini sebab kesalahan Andi itu masih diingatnya dengan jelas maka dari itu harus diselesaikan dulu baru bisa berunboxing berbagai macam gaya mungkin dari 1 sampai 40 mereka bakalan melakukan 1 sampai 15.


Andi di dalam kamar mandi hanya bisa tersenyum senang sebab menurutnya pasti sekarang Vina segedang merututi dirinya dan berbagai macam kata-kata mungkin satu isi kebun binatang bakalan wanita itu keluar kan, soalnya ia yang paling tahu bagaimana sikap istrinya itu Sebab mereka berteman itu ataupun saling mengenal itu bukan baru satu dua tahun melainkan sudah bertahun-tahun.


"terserahlah sebentar macan betina itu mau berbicara apa yang penting aku sebagai kepala keluarga harus bisa menunjukkan taringku dan tidak mau kalah darinya, nanti kalau urusan bertengkarnya biar dibelakangan saja soalnya si Jackie Chan lagi mau ingin bermain goa-goaan!" gumam Andi yang terlihat begitu bahagia karena akhirnya malam ini bakalan buka puasa lagi.


Vina yang sedang boring karena ditinggal sendirian padahal memang tadi dirinya yang meminta untuk sendiri ia memilih untuk menelpon AsYa kembali, sehari tidak mendengarkan suara sahabatnya itu terasa seperti beberapa tahun lamanya dan ia tidak mau kembali terjadi seperti kemarin-kemarin yaitu keduanya lost contact.


"Ya Tuhan ini Anak Kenapa sih tidak kapok-kapoknya mengganggu orang lain, Memangnya dia pikir aku tidak punya pekerjaan yang lain selain mengurusi dia? Awas aja kalau sampai dia menelpon dan membahas hal yang tidak-tidak serta kegunaannya itu tidak ada sama sekali, aku bakalan bikin perhitungan saat kembali ke sana dan membuat dia pulang ke Indonesia saat itu juga!"gerutu Asya tetapi tetap saja memilih menganggap panggilan itu.


Vina tersenyum ketika panggilannya direspon dari seberang meskipun dirinya tahu jika pasti kata-kata Makian yang bakalan ia dengar lebih dulu, tetapi jika yang melakukan hal itu adalah sahabatnya dirinya ikhlas karena ia yakin pasti Asya mengatakan hal itu tidak sampai dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"aakhirnya kamu merespon juga pantulanku soalnya aku pikir tadi itu kamu bakalan melupakan aku begitu saja dan membiarkan aku terperosok dalam jurang yang paling dalam, padahal aku tuh kan lagi butuh bahu untuk bersandar telinga untuk mendengar setiap curhatanku dan juga mata yang bisa melihat kalau aku tuh lagi galau serta tangan yang memberikan aku tepukan di pundak!"AAsia menembus kesal ketika mendengar kata-kata Vina yang terdengar begitu berlebihan dan juga seperti orang yang sedang patah hati versi ABG labil.


"kamu itu kalau menelponku hanya untuk membahas hal yang tidak jelas dan juga tidak ada faedahnya sama sekali lebih baik tidak usah saja deh soalnya menghabiskan waktuku dengan hal yang tidak berguna, Lain kali itu kalau mau membicarakan sesuatu dipikir dulu aku ini kan punya keluarga otomatis yang harus aku prioritaskan utama yang mereka!"sebenarnya Asya hanya mengatakan hal itu bukan untuk membuat Vina berhenti menghubunginya tetapi mau lihat sebagaimana kemampuan wanita itu berpikir dan mencerna terhadap protesnya barusan.


"Ya sudah karena kamu juga lagi menikmati family time-nya kamu aku harus membantu memberikan ide dan juga saran yang terbaik agar lebih berguna, dan juga kamu harus bersyukur kalau aku itu selalu mengingat kamu di manapun sampai-sampai tidak pernah henti menghubungi kamu untuk memastikan bahwa keadaan kamu itu baik-baik saja kan?"Vina benar-benar seorang wanita yang tidak punya rasa malu dan mungkin memang tidak ada rasa malunya ketika berhadapan dengan sahabatnya yang menurutnya adalah orang yang paling mengerti dirinya.

__ADS_1


"Vin, sikap kamu yang seperti ini nanti bakalan bisa membuat orang lain salah paham loh kalau kita itu sebenarnya rada-rada nyeleneh! sebenarnya kegunaan suami kamu itu apa sampai-sampai setiap kali ada masalah yang dihubungi hanya aku Bukannya dia, Kalau kayak begini kan lebih baik biarlah dia punya dua istri biar yang satu kalau lagi nggak mood minggat karena yang ada lainnya bakalan menemani?"Vina membulatkan matanya sempurna ketika mendengar saran yang diberikan oleh sahabatnya itu karena menurutnya sungguh sangat keterlaluan dan juga tidak memikirkan perasaannya.


"kamu keterlaluan sih Masa iya mendukung suamiku untuk poligami, orang mengurus aku saja dianya tidak becus aku lagi mengurus yang lainnya yang ada itu aku bakal rindu belaian karena hidup tanpa kasih sayang!"ucap Vina yang mendramatisir keadaan membuat Asya tidak tahu lagi harus berbicara apa sebab sama saja tidak bakalan dipahami juga.


"ya kalau begitu tidak ingin dimadu setidaknya kamu respon dialah biar dianya tidak bosan dan merasa bahwa kamu itu adalah istri yang sempurna karena memahami apa yang sedang dipikirkan suaminya, Tetapi kalau kamu cuek terus tidak peduli dengan kehadirannya ya pasti dia bakalan berpikir ke arah yang seperti aku bilang tadi dan nanti Saat itu terjadi Siapa yang bakalan nangis darah?"omel Asya yang merasa jenuh dengan sikap temannya itu yang seperti anak kecil tetapi dipaksa kawin padahal sudah tua.


"aku kan merasa bahwa dia itu kan sudah besar otomatis kalau Aku merajuk sedikit pasti dianya bakalan paham dong apa yang aku inginkan, dan mungkin ya bisa kata-kata pujian atau belaian yang bagaimana begitu Biar akunya sedikit terenyuh tetapi mana yang ada mah kosong?" tanpa Vina sadari curhatannya itu ternyata didengar oleh sang suami hanya bisa menggelengkan kepala sebab ternyata istrinya itu selalu bersikap seperti anak kecil dan meminta perhatian lebih dari nya.


"ya kalau kamu rindu belaian tinggal minta dong pasti dia bakalan sukarela memberikannya kecuali kalau kamu mau minta hal itu dari suaminya orang, yang ada bukannya belaian yang kamu dapat tetapi Pukulan Maut dari sang istri yang menuduh ada pelakor di tengah mereka!"ujar Asya.


"Idih Memangnya kamu lihat tampang aku itu mirip-mirip pelakor apa, asal kamu tahu ya aku ini adalah salah satu orang yang bakalan menuntut Jika ada pelakor yang berkeliaran di sekitarku!"ujar Vina yang menggebu-gebu.


Kenzo yang sudah selesai mandi dan ingin mengenakan pakaiannya merasa bingung karena istrinya yang biasa menyiapkannya tetapi kenapa malah hari ini tidak ada, ketika dirinya mendekati Asya yang sedang mengurus anak mereka merasa bingung karena yang ada itu istrinya itu sedang menelpon seseorang dan dari Kedengarannya itu seperti suara Vina.


"bilang sama itu istrinya orang bisa tidak jangan terlalu mengganggu istriku sebab urusannya itu mengurusi Aku bukan mengurusi dia, punya suami bukannya diurus malah mengganggu urusan rumah tangga orang lain!"ujar Kenzo membuat Asya tertawa sedangkan Vina mendengus kesal dari seberang.


"suami kamu tuh kalau ngomong kelebihan jujur membuat aku saja sampai ke kupingku nih mau lepas dan juga wajahku sudah memerah karena malu, bilang ke dia ya kalau lain kali mau komentar sama orang Tunggu orang yang mau dikomentarin itu tidak ada dulu atau tidak mendengarkan dulu baru dia ngomong biar terasa tidak begitu menyakitkan!"ujar Vina membuat Kenzo langsung mengambil ponsel istrinya itu.


"Ya habisnya mau tidak komentar Bagaimana mulai dari pagi orang lain belum bangun Kamu sudah menelpon mengganggunya Terus saat dia lagi sedang mengurusi aku dan anakku eh kamunya malah menelponnya lagi, sekarang pertanyaannya kamu sadar tidak kalau Asia itu punya suami dan juga punya anak maka harus ada orang yang dia urus bukan seperti kamu yang sudah punya suami tapi berlagak seperti masih bujangan!"Asya benar-benar yakin juga Vina bertemu dengan suaminya pasti yang ada itu hanya perdebatan saja sebab kedua manusia itu sama-sama keras kepala dan juga suka sekali berkomentar pedas.


"Idih suami posesif! orang pinjam istrinya hanya beberapa menit saja sudah seperti Mau dibawa pergi, apalagi nanti kalau dibawa pergi beneran bisa lama-lama nanti terjun bebas ke laut!"ledek Vina lalu mematikan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2