
" bukan longgar lautan Bro tetapi langgar lautan, Lain kali itu penggunaan bahasanya harus lebih tepat Soalnya kita punya anak kecil yang bakalan meniru semua yang kita katakan nantinya!" teriak Asya yang sengaja kembali mendekati suaminya hanya ingin untuk memperbaiki kata-kata Kenzo yang salah tadi.
berbeda dengan Kenzo yang menyambut antusias kedatangan Asya yang menurutnya wanita itu sebenarnya perhatian kepada dirinya, Ya jelas perhatian lah orang dirinya kan merupakan pria yang paling sempurna dan juga suami idaman.
" Nah gitu dong jadi istri itu tidak boleh membiarkan suami menganggur sendirian harusnya diajak mengobrol agar hubungan lebih erat dan juga dekat, Jika kamu terus marah-marah dan juga menjauh sepertiku begitu nanti Apa kata dunia ini?" perkataan Kenzo itu menurut Asya terlalu berlebihan dan juga tidak patut untuk didengarkan karena Hanya mengundang emosi kepada dirinya.
Kenzo yang melihat Asya kembali pergi mana tetap percaya ke arah istrinya itu sebab tadi pikirnya Asya perhatian kepadanya sehingga kembali ke situ eh tapi ternyata dugaannya salah besar, yang ada sekarang Asia terlihat berjalan berlenggak-lenggok layaknya modal profesional dan menuju ke kolam renang bukan untuk berenang sih karena dia masih memakai piyama.
" Sayang kalau Gaya kamu seperti begitu tahu tidak ada yang sedang menderita di bawah sana, dan juga dia sepertinya merindukan pawangnya yang tidak perhatian sama sekali! " pria Kenzo yang dirinya yakin jika Asya mendengarkannya sebab jarak mereka berdua tidak terlalu jauh.
" sorry hari ini pawangnya lagi libur tidak ingin bermain-main dengan yang dibawa karena dia lagi ingin bermain-main yang di atas, Jadi kalau begitu harusnya yang dibawa itu juga disuruh ikutan libur ya kira-kira barang seminggu begitu!" teriak Asya yang tidak mau kalah membuat Kenzo mendengus kesal karena jawaban istrinya itu tidak pernah diharapkan sama sekali di dalam hari-hari yang ia lalui.
" Oh Tuhan ternyata suka dukanya punya istri yang sikapnya super duper cuek itu ternyata sangat menyulitkan hidupku, sudah tahu suaminya Lagi bersedih dan juga meminta tolong tapi dirinya malah tidak menunggu bersama sekali!" lirih Kenzo terlihat seperti ingin menangis niatnya tadi untuk memasak buat istrinya sudah diurungkan karena sama saja nanti setelah tenaga Asya kembali full tidak akan pernah mau untuk diajaknya bermain kuda-kudaan.
" Gimana kabarnya Vina ya aku kok tiba-tiba memikirkan dia, Kasihan juga tuh anak sudah jalan jauh-jauh untuk menemuiku eh malah akunya pergi dan tidak memberi kabar sama sekali? " gumam Asya yang entah kenapa tiba-tiba memikirkan keadaan sahabatnya itu.
Kenzo yang tanpa sengaja ketika dirinya menyusul sang istri ke arah kolam renang mendengar apa yang dikatakan oleh Asya barusan, sebenarnya dirinya tidak tega juga karena Asya Pasti sangat merindukan sahabatnya itu yang rela datang jauh-jauh.
" lagi memikirkan apa sih sampai kelihatannya serius seperti begitu, jangan bilang kamu sudah memikirkan nanti sebentar malam Kita bakalan ML gayanya seperti apa? " tanya Kenzo yang pura-pura tidak tahu menahu Apa yang sedang dipikirkan oleh Asya.
Plak
Asya mendengar suaminya itu yang terlalu kelebihan narsis langsung memukul pelan lengan pria itu agar sadar dan kembali ke alam nyata, sebab Kenzo itu selalu saja membahas hal yang tidak jauh dari situ sehingga membuat dirinya saja kadang-kadang malas untuk meladeninya karena terlalu berlebihan.
" kamu itu bisa tidak seharian saja Jangan menggangguku terus soalnya aku lagi mumet sekarang ini, yang ada kamu bukan memberikan solusi kepadaku tetapi malah membuat aku itu Sedang berpikir bagaimana caranya mengenyahkan kamu dari dunia ini? " omel Asya membuat Kenzo terkekeh Geli.
" Wah sayang Memangnya kamu bisa jauh dariku perasaan kita ini kan the couple yang tidak pernah diragukan oleh semua orang bahkan bisa dibilang merupakan pasangan yang paling serasi sejagat raya, aku ini kan suami yang sangat membuat kamu merasa kangen kok malah kamu ingin sekali ingin melenyapkan ku dari dunia ini? " tanya Kenzo yang pura-pura menjadi pria yang terlihat begitu sakit hati karena perkataan istrinya barusan.
__ADS_1
" eh kamu tuh jangan bertingkah alay seperti begitu soalnya terlihatnya sangat aneh dan juga membuat orang lain merasa mumet, Aku itu lagi bingung memikirkan Vina dan juga Andi suaminya tetapi kamu malah berpikirnya hanya senang saja!" Ketus Asya membuat Kenzo yang tadi terlihat sedang tertawa dan juga tidak serius gini berubah menjadi serius seperti biasanya.
" Ya sudah kalau begitu kamu ambil ponselmu dan hubungi mereka saja untuk tanya keadaan mereka, Tapi ingat jangan pernah menghubungi Mama atau siapapun di rumah sebab jika kamu melakukan hal itu Aku pastikan kamu besok tidak akan bisa jalan dengan benar!" Asya yang senang akan kata-kata suaminya yang di awal tiba-tiba langsung mendengus kesal mendengar pernyataan terakhir yang diucapkan oleh pria itu.
" Ya Tuhan Kamu kenapa semakin ke sini semakin parah ya maniaknya, nanti kalau sampai kita pulang terus mama sama atau siapapun itu marah-marah kamu yang bakalan tanggung jawab karena ini semua ide gilanya kamu bukan aku!" Ketus Asya tetapi tetap pergi ke dalam kamar dan mengambil ponselnya yang selama ini selalu Kenzo taruh di dalam nakas dan tidak mengizinkan sang istri untuk memakainya.
ketika sampai di dalam kamar terlihat Elnara sudah bangun dari tidurnya tetapi langsung memainkan boneka Teddy kesayangannya, putrinya itu memang tidak pernah membuat dirinya khawatir karena anaknya sangat tenang tidak macam-macam dan juga tidak pernah rewel.
" Halo cantiknya Mami udah bangun ya Dari tadi? " tanya Asya membuat El menoleh ke arah sumber suara.
" Adek udah bangun dari tadi tapi Papi sama maminya ilang, karena adek itu anaknya baik ya sudah Adek main saja tidak menangis. Bukankah Adek itu anaknya pintar jadi papi sama mami bakalan bangga kan, soalnya punya anak yang sebaik adek ini?" tanya Elnara membuat Asya tersenyum.
itulah panggilan yang diberikan Elnara untuk dirinya sendiri bahwa dirinya merupakan adek, dan Kenzo serta Asya tidak mempermasalahkan hal itu karena menurutnya membiarkan putrinya itu berekspresi dengan apa yang ia inginkan merupakan hal yang wajar.
" ya benar juga sih kalau anak mami itu yang paling the best di antara semua yang ada, Oh ya adek lanjutkan mainnya ya Soalnya mami mau telepon aunty Vina dulu!" pamit Asya lalu memilih untuk duduk di ruang santai yang langsung berdekatan dengan kamarnya agar bisa secara langsung memantau Elnara .
" Ya Tuhan ini kutu kupret satu ini lari ke arah mana sih sampai-sampai teleponnya pun tidak aktif, apa dia sengaja mau membalas dendam kepadaku karena beberapa hari ini susah sekali untuk dihubungi?" omel Asya sambil menatap ke arah ponselnya yang dari tadi sedang menelpon Vina tetap hanya operator cantik atau tidak yang menjawab dirinya bukan orang yang dimaksud.
mungkin karena ikatan batin atau karena memang persahabatan mereka yang bisa dibilang bukan seumuran jagung, membuat Vina yang berada di Den Haag yang sebenarnya ingin bersiap tidur ingin sekali membuka ponselnya yang dinonaktifkan karena tidak ingin dihubungi oleh suaminya.
" kenapa aku jadi tiba-tiba memikirkan Asya ya, apa aku harus mengaktifkan kembali ponselku karena Siapa tahu dia menghubungiku?" tanya Vina kepada dirinya sendiri yang ia yakin tidak akan ada jawaban yang didapatkan karena jawaban itu berasal dari dirinya juga kan.
tetapi sebelum itu Vina sengaja memblokir nomor ponsel suaminya agar tidak bisa menghubungi dirinya Lalu setelah melakukan itu dirinya menghubungi Asya tapi sayang nomor wanita itu malah sibuk sekarang.
" ini Asya tuh sebenarnya kangen tidak sih sama aku masa iya aku pengen ngomong sama dia sudah dari beberapa hari yang lalu tapi kok ponselnya nonaktif, dan sekarang lebih parahnya setelah sudah aktif malah nomornya sibuk? " lirih Vina yang terlihat sudah seperti orang gila karena menangis sesuatu yang tidak jelas.
berbeda dengan Asya tetapi sebenarnya hampir sama dengan kekesalan mereka berdua, soalnya tadi Asya mencoba menghubungi Vina Tetapi nomor wanita itu masih di luar jangkauan.
__ADS_1
" ini anak kok Nomornya tidak aktif terus Memangnya dia sedang lagi berbuat apa sih sampai-sampai harus melakukan hal itu, apa dia tidak tahu kalau aku tuh sedang mencemaskan dia karena takut dia bakalan kenapa-napa di negeri orang?" sungut Asya yang tidak menyukai sikap Vina yang malah menonaktifkan ponselnya.
" gimana Sayang bisa tidak teman kamu itu dihubungi, kalau memang tidak bisa ya mungkin dia memang lagi butuh privasi karena katanya kan mereka lagi berbulan madu seperti kita? " tanya Kenzo memastikan karena melihat wajah istrinya itu belum sumringah masih masam seperti tadi .
" mas Bisa tidak Kalau sebelum bertanya secara tiba-tiba seperti begitu diberi komando dulu agar aku tahu bahwa ada orang di belakangku, atau Kamu sengaja membuat aku mati muda agar kamu bisa menikah lagi?" sungut Asya karena memang benar-benar terkejut dengan segala sikap suaminya yang selalu saja mengejutkan dirinya dengan melakukan hal-hal yang tidak terduga.
" Maafkan aku sayang soalnya tadi kamu terlalu sibuk dengan ponselmu maka dari itu kalau aku memanggilnya pun kamu tidak bakalan fokus, jadi gimana nomor sahabat kamu itu sudah bisa dihubungi atau belum? " tanya Kenzo lagi membuat Asya Memilih Untuk Sekali lagi menghubungi Vina.
dan bersyukur ketika dirinya hendak menelepon Vina sudah lebih dahulu meneleponnya membuat Asya langsung tersenyum, tetapi sebelum itu dirinya berniat memarahi wanita itu karena sudah membuat dirinya seperti orang kebingungan yang tidak jelas.
" Eh kamu itu kalau punya ponsel bisa tidak dikasih menyala setiap saat jangan Malah dimatikan Memangnya kamu pikir dia itu mau dimatikan sebenarnya ponsel itu inginnya dihidupkan, kalau memang kamu tidak ada niat lagi untuk memegang ponsel lebih baik kamu pulang ke Indonesia terus kasih hadiah buat tukang Siomay langganan kita itu?" gerutu Asya padahal sebenarnya Dirinya belum mengucapkan salam atau sekedar menyapa Vina melainkan langsung nyerocos tidak jelas.
Vina yang pikirannya sedang kalut dan mendengar Asya malah memarahinya bukannya mengerti dengan keadaannya membuat wanita itu entah mengapa tiba-tiba menjadi cengeng, dirinya bahkan menangis dengan begitu histeris membuat Asya langsung menjauhkan ponsel dari kupingnya karena memang terasa begitu keras suara Vina.
"Huwaaa, Kamu jahat bukannya mengerti dengan keadaanku kamu malah memarahiku lagi! padahal aku tuh lagi butuh dukungan sebab hatiku terasa begitu patah luka tapi tidak berdarah, ingin mengolesnya dengan betadin tapi ternyata aku sadar kalau ini negerinya orang mana ada betadinnya ! " lirih Vina membuat Asya mengerutkan keningnya sebenarnya sahabatnya itu sedang memainkan drama apalagi sampai-sampai mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal seperti begitu.
" kenapa kamu malah menangis perasaan aku hanya berkomentar karena kamu yang salah? Memangnya hati kamu Kenapa sampai bisa luka tapi tak berdarah seperti begitu, apaan di bermainnya terlalu kasar sampai tembus-tembus ke dalam-dalam organ dalam kamu?" tanya Asya yang malah berpikiran ke arah sana Padahal tadi dirinya secara tidak langsung mengatakan suaminya Maniak padahal dirinya juga di dalam otak terisi hanya hal itu saja.
"Huwaaa, kamu Kenapa setelah menikah malah hanya memikirkan hal itu saja Padahal aku lagi sedih dan juga butuh dukungan Serta perhatian? Kamu kenapa tidak setia kawan seperti begini padahal sahabatmu yang sedang patah jantung bukan hati, bisa tidak kamu memberikan kata-kata penghiburan seperti puisi yang romantis atau kata-kata bijak?" tangis Vina sebenarnya sudah reda Tetapi hanya wanita itu sedikit sesegukan membuat Asya mendengus kesal.
" sudah jangan lebay seperti begitu Memangnya kamu tidak malu sama umur, Kalau ada masalah itu cerita jangan malah cengeng karena cengeng itu hanya membuat kamu bingung untuk berpikir dan juga menandakan kalau kamu itu sebenarnya masih Bocil! " Vina langsung diam seketika ketika Asya menyebutnya Bocil.
" Aku bukan Bocil karena kalau aku Bocil mana ada mau menikahi aku, kan umur kita sama lebih parahnya juga kamu sudah lama menikahnya sudah punya anak ya kalau begitu Jangan sebut Bocil dong?" Sungut Vina membuat Asya sedikit terhibur dengan tingkah kocak sahabatnya itu.
" Ya sudah kalau begitu kita bukan Bocil tapi mantan Bocil, Memangnya kamu Ada masalah apa sampai kelihatannya sensitif seperti begitu?" tanya Asya memastikan membuat Vina yang tadi sedikit melupakan masalahnya langsung mengingatnya kembali.
" aku lagi sendirian di kamar hotel Tidak ada yang menemani Padahal aku butuh teman curhat dan juga teman makan soalnya perut aku udah keroncongan dari tadi, tapi kebingungan mau memesan makanan dengan cara apa masa iya aku harus keluar hotel padahal lagi minggat!" perkataan Vina yang begitu ambigu membuat Asya hanya bisa menggelengkan kepalanya berusaha untuk mencerna semuanya.
__ADS_1
berbeda dengan Kenzo yang hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena dikiranya hanya istrinya itu saja yang suka ngambek ternyata ada makhluk yang lebih parah dari itu, dan makhluk itu yang sedang dirindukan oleh istrinya karena merupakan sahabat karibnya selama bertahun-tahun..