Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 180


__ADS_3

Vina tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Asya barusan, sebab menurutnya perhatian yang diberikan oleh sahabatnya tidak pernah berubah dari dulu meskipun sekarang Wanita itu sudah mempunyai keluarga kecilnya dan harus ada yang diprioritaskan.


"Capekku itu terbayarkan dengan melihat kamu serta anak kamu karena ya selama ini kan kamu tahu kalau aku tuh ingin sekali ketemu kalian, maka dari itu aku begitu antusias ketika kamu menelpon kemarin untuk datang ke sini karena itu sama saja membuat aku tidak perlu menunggu lama untuk bertemu kalian!" Sahut Vina sambil tersenyum membuat semua orang di ruangan itu merasa begitu bersyukur Ternyata persahabatan kedua wanita itu tidak pernah Lekang Oleh Waktu meskipun status mereka.


"suami kamu di mana dari tadi tidak kelihatan, Apa jangan-jangan kalian bertengkar lagi ya?"tanya Asya dengan tatapan menyelidik membuat Vina memicingkan matanya kesal terhadap sahabatnya itu karena selalu saja menaruh curiga kepadanya.


"Kamu itu sebenarnya ada di pihak mana sih? Bukannya kamu harus membelaku yang notabene merupakan sahabat kamu bukan malah membela dia, Lagian untuk apa aku Bertengkar terus dengannya yang ada aku sekarang itu bahagia karena bertemu dengan kamu! "jelas Vina santai tetapi berbeda dengan Asya masih merasa kurang puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh Vina barusan karena Terasa seperti ada yang mengganjal.


"dia sebenarnya sakit apa sampai harus dirawat begini? kasihan tangan kecilnya itu harus merintih kesakitan akibat ditusuk jarum infus yang begitu tajam, Mama yang sudah Setua ini saja masih merasa takut dengan benda itu apalagi dia ya masih anak-anak!"terlihat Rianti begitu tidak tega melihat cucunya yang harus menginap di rumah sakit kemudian dengan tangannya yang sebelah tidak bisa bergerak bebas oleh karena terpasang infus.


"nanti aku bakal jelaskan tetapi sekarang Aku boleh minta mama untuk ikut denganku pergi ke ruangan laboratorium, soalnya aku sengaja mengumpulkan kalian semua di sini untuk mendapatkan donor sumsum tulang belakang yang tepat kepada Elnara!"tanpa Asya Jelaskan Lebih detail lagi semua orang sudah paham bahwa sakit seperti apa yang harus membutuhkan donor sumsum tulang belakang.

__ADS_1


kaki Dewi melemas membuat wanita itu rasa-rasanya sudah tidak mampu lagi berdiri dengan benar sebab kabar yang ia dengar barusan itu sungguh kabar yang tidak pernah terpikirkan sedikitpun, bahkan bisa dibilang dirinya sudah seperti orang bodoh sampai-sampai tidak bisa berbuat apapun maka dari itu ditatapnya putrinya Asya untuk sekedar mendapatkan kata-kata yang bisa menguatkannya.


"Jadi maksudnya kamu mau mengajak Mama untuk memeriksa Apakah mama bisa menjadi pedoman untuk dia atau tidak? Baiklah Mama bakal lakukan itu yang penting intinya cucu Mama tetap sehat tidak usah sakit seperti begini, kalau boleh meminta biarkan sakitnya dipindahkan ke mama yang sudah tua bangka ini yang nantinya kalau hidup terlalu lama di dunia hanya untuk merepotkan kalian semua!"Rio memeluk erat tubuh istrinya ketika mendengar kata-kata yang penuh kepasrahan dari mulutnya sungguh sebagai seorang suami tidak ingin istrinya terlihat lemah seperti begitu.


"kita pasti bisa melalui ini semua, Asya biar kamu di sini saja Papa yang bakalan mengantarkan Mama kamu ke ruangan laboratorium! soalnya nanti takutnya Elnara bangun terus mencari kamu Nanti dia bakalan rewel, untuk urusan selanjutnya Biarkan kami yang bertindak kamu cukup tetap sehat dan juga tetap semangat agar semangat kami yang lain pun tidak ikutan padam!"Rio tahu bagaimana perasaan Putri mereka itu pasti Asya tidak pernah berpikir bakal menerima cobaan yang sebesar ini.


"aku yang bakalan tetap mengantarkan kalian soalnya di sini sudah ada aunty cerewetnya beserta dengan papanya dan juga Oma sama Opanya juga, nanti setelah pemeriksaan aku bakalan Langsung kembali ke sini tetapi Yang pasti sekarang biarkan aku mendengar semua ya Dokter!"ujar Asya yang tetap kokoh pada pendiriannya membuat wanita itu memilih untuk keluar dari ruangan itu tetapi langkah kakinya langsung Terhenti Di depan pintu tidak ada niatan untuk mundur ataupun maju.


Gerry menatap ke arah wanita cantik yang dari dulu sampai sekarang selalu mempunyai ruang di hatinya, pria itu bahkan terlihat meneteskan air mata karena ingin sekali direngkuh tubuh mungil itu di dalam dekapannya tetapi sayang wanita itu bukan miliknya lagi seperti dulu.


jika dulu ia ingin melakukan apapun kepada Asya tidak ada yang bakalan melarang meskipun itu Mona sekalipun, namun kini hanya bisa dipandanginya tubuh itu tanpa bisa disentuhnya entah kalau mau mengajaknya mengobrol wanita itu bakalan merespon atau tidak.

__ADS_1


"Asya! Aku merindukan kamu, Gimana kabarnya si kecil? maafkan kelancangan kami yang datang tanpa memberitahukan kepada kalian lebih dahulu, tetapi Percayalah ketika sudah mendengar hal buruk tentang Putri kecil kamu itu hati aku terasa begitu sakit dan juga tidak tenang makanya aku memilih datang ke sini antara respon kamu seperti apa nantinya!"ujar Gerry perlahan.


Asya tertegun ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gerry barusan, dirinya Sempat berpikir Mungkinkah yang namanya ikatan batin itu tidak akan pernah tergantikan Meskipun tidak saling menyadari dan juga mengenal.


"sayang kamu kenapa dari tadi masih di situ padahal mama sama papa juga mau keluar loh?"tanya Kenzo yang merasa heran dengan sikap istrinya itu yang dari tadi hanya berhenti di depan pintu tidak ada niatan yang mau keluar ataupun mau kembali masuk ke dalam.


"Mas!"hanya satu kata itu yang bisa terucap dari bibirnya Asya saat ini.


Dewi dan juga Rio serta semua yang ada di situ Saling pandang karena mereka yakin Asya pasti sudah bertemu dengan keluarga Erlangga di depan, Hal itu membuat Dewi sedikit waspada takutnya putrinya itu kembali merasa syok Akibat apa yang ia alami beberapa tahun lalu padahal sebenarnya Tanpa mereka sadari Asya sudah pernah bertemu dengan Gerry sebelumnya di Milan Italy.


"Astaga ini Bagaimana pah jadinya? mama takut Asya kembali terpuruk seperti dulu soalnya Mama tidak mau dia bertemu dengan orang itu, tetapi kalau mereka masih di depan nantinya Bagaimana soalnya tadi mama lupa kalau sebenarnya mereka ada di sini?"ujar Dewi yang terlihat begitu frustasi sampai-sampai Vina harus berusaha menenangkan wanita itu karena menurutnya harusnya Dewi bersikap biasa saja karena setiap masalah di dunia ini pasti ada jalan keluar yang harus bisa untuk dilalui meskipun dengan keadaan yang begitu terpaksa.

__ADS_1


__ADS_2