Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 156


__ADS_3

Vina mana tetap percaya ke arah ponselnya Bagaimana tidak dirinya yang sedang serius dari tadi ingin mendengarkan saran yang terbaik dari Asya tetapi dengan cara tidak memojokkan dirinya itu eh sekarang malah panggilan Itu tiba-tiba dimatikan, setidaknya kasih salam perpisahan yang manis tidak membuat dirinya jadi kebingungan ya mungkin itu tidak masalah!


dirinya ingin kembali menelpon Asya hanya saja otomatis rasa kesal itu pasti ada, karena memang benar Siapa sih yang tidak kesal ketika lagi mengobrol serius malah dikatakan yang aneh-aneh.


" Ini anak kok keterlaluan sekali ya bukannya meladeniku sampai curhatanku habis eh malah dimatikan begitu saja panggilannya, Padahal aku itu kan sedang curhat tadi ingin mendapatkan sebuah kepastian di dalam hidup dan bagaimana kelanjutan hubunganku dengan Andi?" sungut Vina sambil menatap ke arah ponselnya itu.


" apa aku hubungi dia saja soalnya kan ngobrolnya kan baru sebentar, Terserah dia mau mengangkatnya atau tidak setidaknya aku sudah mencoba agar dia tahu bahwa Sebenarnya aku sangat membutuhkan bantuannya saat ini!" ujar Vina penuh percaya diri lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Asya saat itu juga.


" kamu sudah selesai bicaranya sama teman kamu yang super duper aneh itu, Kok bisa ya persahabatan kalian itu bertahan lama padahal sepertinya orangnya itu sangat tidak mengasyikkan dan cerewet? " tanya Kenzo memastikan istrinya padahal sebenarnya pria itu sedang modus sebab menurutnya jika urusan Asya dan Vina sudah selesai otomatis wanita itu bakalan mengurus dirinya saat ini.


mendengar pertanyaan Kenzo itu membuat istrinya menatap tajam ke arahnya karena menurut Asya pertanyaan Kenzo itu unfaedah tidak ada kegunaannya sama sekali, Padahal tadi itu Asya hanya sedang kesal jadi mematikan panggilannya tetapi sekarang dirinya berniat kembali menelpon sahabatnya itu karena ia yakin pasti Vina sedang galau Merana.

__ADS_1


" kamu Kenapa bertanya seperti begitu seolah mengharapkan bahwa memang aku tidak boleh menghubungi Vina lagi, Eh tadi itu aku lagi kesel kepadanya karena ngomongnya ngelantur terus tetapi sekarang kekesalanku tuh sudah hilang makanya aku mau menghubungi dia lagi!" jelas Asya sambil memberenggut kesal.


" sekarang itu pertanyaannya Memangnya ada kegunaannya kalau kamu menghubungi dia lagi, karena menurutku Biarkan saja dia mau berbuat seperti apa mau melakukannya bagaimanapun soalnya kan kita sudah tidak punya urusan dengan dia lagi?" tanya Kenzo yang terlihat santai membuat Asya ingin sekali tertawa soalnya dirinya merasa lucu dengan Sikap yang ditunjukkan oleh suaminya itu.


" persahabatan kami itu sudah terjalin lebih dari 10 tahun dan itu bukan dilandaskan karena saling menguntungkan ataupun mencari keuntungan, melainkan karena pola pemikiran kami yang sama hati kami yang tidak pernah saling membedakan dan ketulusan yang kami berikan itu bukan sesuatu yang palsu!" penjelasan Asya itu membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena menurutnya jawaban yang diberikan oleh istrinya itu terasa begitu berlebihan dan juga memangnya masih ada di zaman sekarang ini persahabatan tanpa mementingkan diri sendiri.


" tapi menurutku lebih baik kamu jangan terlalu merespon seseorang ataupun bersikap secara berlebihan soalnya sekarang Itu kamu punya tanggung jawab ya mesti harus kamu perhatikan, jika sudah seperti begini otomatis kamu bakalan fokus ke Masalahnya dia padahal sebenarnya mereka sudah menikah otomatis sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalah. orang awalnya menikah itu pasti tidak boleh hanya memikirkan enaknya saja mereka harus memikirkan susahnya dulu, sebab menyatukan dua pribadi yang berbeda karakter berbeda pemikiran itu merupakan sesuatu hal yang gampang-gampang sulit. " Kenzo terdengar seperti seorang motivator yang sedang memberikan pandangan kepada pasangan yang baru menikah padahal sebenarnya sikapnya tidak beda jauh dengan Andi yang terlalu posesif berlebihan dan juga tidak ingin apa yang menjadi miliknya dilihat ataupun diklaim sebagai milik orang lain.


Kenzo menghela nafasnya kasar ketika tatapannya mengarah kepada El Nara yang sedang menatap dirinya dan sang istri, Mungkin memang tidak bagus berdebat di hadapan sang anak yang belum paham apapun tetapi takutnya berdampak pada psikisnya.


" Ketika seseorang berjuang untuk melawan segalanya demi kehidupan terkadang mereka merasa seperti orang bodoh yang ditindas oleh orang lain karena apa yang ia miliki itu tidak seberapa, padahal sebenarnya di luaran sana masih banyak orang yang keadaannya ataupun nasibnya lebih miris! jika sekarang kita merasa bahwa kita itu lebih daripada orang lain Jangan coba terlena dengan hal itu, karena bisa jadi apa yang engkau punya sekarang besok lusa bakalan diambil minggu depannya!" ujar Asya setelah itu pergi meninggalkan sang suami karena ingin mencoba menghubungi Vina kembali sebab dirinya juga tidak tega membiarkan sang sahabat sendiri yang di dalam hotel tanpa ada teman curhat.

__ADS_1


pucuk dicinta ulam pun tiba ketika Asya hendak menelpon Vina ternyata sahabatnya itu sudah menelponnya lebih dahulu, bahagia tentu saja siapa sih yang tidak bahagia ketika Ternyata apa yang engkau pikirkan bukan sebuah kenyataan.


" Ya Tuhan Asya aku bersyukur akhirnya kamu merespon panggilanku juga soalnya aku pikir kamu sudah melupakan sahabatmu ini, aku tuh lagi butuh dukungan butuh teman bicara Meskipun tidak terlihat tapi setidaknya apa yang aku rasakan yang sesak di dalam dada itu bisa aku Keluarkan!" ujar Vina yang begitu antusias ketika Asya merespon panggilannya dan tentu saja tidak memerlukan waktu yang begitu lama juga kan.


" Ya iyalah jelas aku bersyukur Soalnya aku kan takut jangan sampai kamu berpikiran pendek dan mengakhiri hidup kamu di tempat asing, soal kamu aku tidak pernah memikirkan Tapi kasihan suami kamu bakalan Nelangsa soalnya baru merasakan surga Bumi eh ternyata istrinya langsung keok!" ledek Asya dari seberang tetapi bukannya membuat Vina marah wanita itu malah tertawa.


"Haha, kamu kok pintar sekali sih memuji diriku Aku kan jadi malu saat ini?" ujar Vina membuat Asya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang jika wanita itu sedang kalut selalu saja membalikkan sesuatu kata sindiran menjadi pujian.


ajaib bukan seorang Vina?


" ya Kamu benar sekali aku itu sedang memuji kamu soalnya sepertinya manusia seperti kamu itu haus pujian, hanya saja lain kali jangan terlalu berlebihan soalnya kasihan nanti kamu dibilang sedang belajar menjadi orang yang tidak waras!" Sindir Asya lagi tetapi Vina mah bodo amat.

__ADS_1


__ADS_2