
Asya sepanjang jalan hanya tersenyum ke arah suaminya itu yang dari tadi hanya memasang wajah statusnya entah apa yang sedang ada dalam pikirannya dirinya pun tidak tahu, mungkin ini efek akibat dari pertanyaan Lorin tadi yang membuat Kenzo menjadi emosi sebab segala sesuatu yang tidak ingin ditanyakan kenapa malah orang lain yang melakukan hal itu.
" Kamu itu kenapa sih wajahnya dari tadi kok ditekuk Terus apa ada sesuatu yang sedang tidak kamu inginkan atau yang sedang bikin kamu emosi? tu lihat El sampai senyum-senyum lihat babinya yang dari tadi memasang wajah masam seperti pakaian yang belum disetrika, padahal El yakin loh Papinya itu merupakan orang yang paling tertampan sejagat raya ini!" menggoda Asya namun bukannya membuat suaminya itu menjadi lebih baik malah tambah parah.
" Nanti kalau kamu sudah kembali kuliah dan melihat orang lain Lebih mudah daripada aku pasti bakalan mengatakan mereka yang lebih tampan, soalnya aku ini kan sudah tua dan keriput hanya sudah dimana-mana dan juga suka marah-marah yang tidak jelas!" sahut Kenzo Ketus membuat Asya hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
" aku itu kapan sih ngomongnya mau kuliah lagi ke kamu Atau juga sudah meminta izin selama ini, kamu sendiri tahu kan kalau aku itu 1 kali 24 jam selalu mengurus kamu dan juga ElNara masa iya ada pikiran ke arah situ?" tanya Asya memastikan karena merasa sangat tidak masuk akal apa yang menjadi pemikiran Kenzo saat ini.
"Ya aku kan takutnya pikiran kamu terkontaminasi oleh wanita gila tadi dan akhirnya berubah pikiran sebab setelah mendengar hal-hal yang tidak diinginkan aku mah padahal kamu tahu sendiri kan aku bukannya membatasi kamu untuk meraih cita-cita tapi untuk sekarang ini yang aku inginkan kamu lebih fokus kepada rumah tangga yang baru saja kita bangun! " sahut Kenzo yang tidak ingin menatap ke arah istrinya itu.
"Mas,Kamu yakin tidak ada hal lain yang sedang kamu sembunyikan dari aku? Soalnya sepertinya kamu itu sedang menyembunyikan sesuatu dan aku tahu apa itu,soalnya wajah kamu itu tidak bisa berbohong apalagi kuping kamu itu lho?" Ledek Asya membuat Kenzo langsung tertawa padahal pria itu tadi sudah sangat percaya diri bahwa tidak akan terpengaruh sama sekali walau Asya membujuk nya bagaimana rupa.
"Sayang,mana ada hanya lihat dari kuping saja sudah tahu kalau orang itu berbohong atau tidak?" Tanya Kenzo tak terima.
Elnara yang anteng di pangkuan Mami nya ikutan tertawa ketika melihat kedua orang tuanya juga tertawa,bayi kecil itu selama ini adalah pembawa kebahagiaan dan juga keberuntungan bagi keluarga besar Delano dan juga Dirgantara.
Dirinya yang selalu tenang juga tidak rewel membuat Asya tidak kesulitan untuk mengasuhnya bahkan Ibu muda itu tidak perlu bersusah payah menyewa Baby Sister untuk mengasuhnya,sebab Asya bisa menghandle putrinya sendiri tanpa campur tangan dari orang lain.
"Ya ampun Anak nya Mami juga ikutan tertawa ya? Iya kamu lihat sendiri kan ulah Papi kamu itu seperti apa,selalu saja suka bohong ke Mami padahal kata El bohong itu dosa lho!" sindir Asya.
"Sayang,kok El nya dibawa bawa? Nanti aku kan jadi malu karena sudah memberikan contoh yang tidak baik,dan juga pasti Di bakal mengejek Papi nya nanti!" Sahut Kenzo tak terima dengan apa yang dikatakan oleh istirnya itu.
Ketiganya tertawa kecil karena mengingat apa yang mereka bahas barusan,tanpa menyadari jika ada hati yang sedang terbakar tapi bukan karena api.
"Bos,sudahlah jangan terlalu memikirkan orang yang sudah bahagia !" Bujuk Rama membuat Dev menatap tajam kearah nya.
__ADS_1
"Kamu jangan bilang membujukku agar mengalah supaya kamu bisa mendekati asisten pria perebut itu,karena sampai kapanpun aku tidak bakal ikhlas jika hal itu terjadi?" Sungut Dev yang memang tidak terima dengan apa yang akan dilakukan oleh Rama selama ini.
Rama selalu saja beralasan ada urusan penting ketika Dev menyuruh nya pergi ke Negara lain,hanya karena tidak ingin meninggalkan Millen yang jelas jelas sangat membenci untuk dekat dengan pria aneh seperti Rama itu.
"Ya habisnya aku itu merasa perasaan yang lain ketika berdekatan dengan dia,maka dari itu aku selalu merasa jika dia itu sebenarnya jodoh yang dikirim Tuhan padaku !" Jelas Rama penuh percaya diri.
"Tapi aku merasa kalau wanita itu memang benar benar sangat tidak menyukai kehadiran kamu,yang mungkin ia rasa kalau kamu itu sebenarnya virus yang sangat mematikan !" ledek Dev.
"Tuan asal anda tahu ya,kalau sebenarnya itu mungkin Tuhan membuat kisah cintaku lebih dramatis supaya bisa menjadi bahan cerita untuk hari esok?" Tanya Rama.
" sepertinya Tuhan itu bukan karena kasihan dengan kamu ataupun ingin membuat hubungan kamu menjadi lebih dramatis,melainkan dia itu sedang ingin menghukum manusia kurang ajar seperti kamu yang selama ini sudah menghancurkan masa depan para umat wanitanya!" Balas Dev yang membuat Rama harus lebih memperlebar luas otak nya agar bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Tuan nya itu.
"Sepertinya anda salah besar Tuan,selama ini aku bukan menghancurkan masa depan para wanita tetapi mereka yang datang dan menyuruh aku merasakan apa yang sudah di siapkan oleh Tuhan. Jadi daripada sesuatu yang enak di lewatkan begitu saja,lebih baik aku menikmati apa yang ada kan jarang ada kesempatan emas seperti itu?" Ujar Rama dengan bangga nya mengatakan hal yang sebenarnya merupakan aib yang harusnya di sembunyikan.
"Jadi menurut kamu selama ini kejahatan yang kamu lakukan itu merupakan hal yang wajar,sehingga tidak masalah apabila hal itu terjadi ?" Tanya Dev sinis.
Rama kebingungan harus berbicara apa soalnya tuannya itu selalu saja menyalahkan dirinya ketika menyangkut kebiasaannya yang selama ini,padahal dirinya selama ini mencoba menjadi orang yang lebih baik lagi.
Namun tidak mungkin juga kan dirinya memaksakan pemikiran orang lain jika pribadi tersebut yang tidak ingin berubah,sebab setiap orang punya pola pikir masing masing dan kita tidak bisa memaksa untuk sama persis.
"Ah Tuan,anda sudah membuat ku menjadi orang yang paling kurang ajar di dunia ini! Jadi lebih baik aku bunuh diri saja,biar Yayang Millen ku merana!" Sahut Rama frustasi.
Dev tidak peduli dengan keadaan yang sedang ditunjukan oleh Rama itu,karena baginya itu adalah kamuflase yang sedang diperagakan oleh pria itu.
Sebab siapa yang tidak tahu kebiasaan pria itu yang selalu saja mengatakan sesuatu yang dengan cara membuat orang lain berbelas kasihan padanya,padahal dirinya hanya tidak ingin dimarahi ataupun diangkat lagi soal kesalahan yang telah ia lakukan.
__ADS_1
"Kamu jangan menampakkan wajah yang menjijikan seperti itu karena aku mau muntah,cepat kamu cari tahu dimana Asya tinggal dan ingat apapun yang terjadi kamu harus melaporkan padaku sesegera mungkin!" tegas Dev yang tidak ingin dibantah.
"Tapi Tuan,anda sadar kan kalau suaminya Nona Asya itu bukan pria sembarangan?" Tanya Rama yang tidak ingin tuannya itu salah langkah.
"Itu bukan urusan kamu apa lagi membantah apa yang aku katakan,yang harus kamu tahu yaitu apa yang aku perintahkan itulah yang harus kamu kerjakan!" Sambung Dev lagi yang tetap tidak berubah pikiran untuk melakukan hal yang tidak tidak.
Rama diam dan tidak mungkin berkomentar banyak sebab dirinya sadar diri dan posisi,kalau memang diam adalah hal yang terbaik maka ia terpaksa melakukan hal itu karena sudah mentok dan tidak bisa di ubah oleh nya yang hanyalah seorang bawahan saja.
Biarlah diikuti apa yang diinginkan oleh Dev,nanti saat sudah terjadi baru responnya seperti apa itu juga merupakan urusan pria itu.
Karena kebiasaan manusia itu adalah selalu menyesal di kemudian hari,dan setelah menyesal barulah berusaha untuk minta maaf.
Kalau tidak dapat maaf barulah melakukan hal nekat yang ***** bengek banyak nya,dan itu semua hanya membuat mata sakit.
Asya yang merasa perasaan nya tak enak mengajak suaminya untuk pergi kerumah Papa sama Mamanya,sebab daripada mereka kembali ke Apartemen padahal jaraknya lumayan jauh dan juga jalanan sudah padat merayap karena waktunya orang pulang kerja.
"Mas,kita kerumah Mama saja ya?" Tanya Asya membuat Kenzo menatap heran kearah nya.
"Kenapa tiba tiba Yang?" Tanya Kenzo heran.
"Ya tidak saja hanya ingin main kesana,daripada bosan dirumah hanya kita bertiga saja!" Jelas Asya.
"Tapi kan kasihan kalau El tidak istirahat sebab kamu tahu sendiri kan bagaimana hebohnya Mama kalau kita sudah datang,kamu kenapa tiba tiba begini meminta hal yang mendadak?" Tanya Kenzo yang merasa yakin ada yang di sembunyikan.
Asya mendesah kasar sebab suami nya itu memang sangat tidak bisa diajak kerja sama,apalagi mengatakan hal yang tiba tiba.
__ADS_1