Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 29


__ADS_3

Kenzo bukannya pergi malah mendekat kearah Asya,dirinya bahkan menatap tajam kearah wanita itu sambil berusaha memojokan Asya di dinding.


Asya yang tak siap mendadak kebingungan lalu kakinya lemas seketika,karena serangan mendadak yang dilakukan oleh Kenzo barusan.


"Kamu mau ngapain?"Tanya Asya sambil menatap penuh heran kearah Kenzo.


Kenzo tersenyum smirk ketika melihat wajah ketakutan milik Asya itu, Siapa suruh tadi mencoba untuk menantang dirinya Ya sudah sekarang gilirannya menantang balik.


" kenapa, takut? atau pengen teriak biar didengar sama semua orang kalau aku lagi macam-macam sama kamu, ya sudah silakan lakukan saja aku mah Sejak Kapan takut sama orang?" tantang Kenzo sambil tersenyum mengejek ke arah Asya yang sedang menatap kesal ke arahnya.


" Maksud kamu itu apa sih? Siapa yang suruh kamu datang kesini terus malah memancing emosi ku agar marah-marah, lebih baik kamu keluar dari sini sebelum aku benar-benar emosi sama kamu terus melakukan hal yang sama sekali tidak diinginkan!" usir Asya sambil menunjuk ke arah pintu agar Kenzo segera keluar dari dalam kamarnya.


bukannya keluar Kenzo malah duduk manis di sofa tunggal yang berada di dalam kamar Itu, sebab melihat wajah Asya yang lagi marah sangat menyenangkan menurut pria itu.


" loh kamu kok malah duduk, Padahal tadi kamu dengarkan kalau aku suruh kamu untuk keluar dari sini?" tanya Asya heran dengan Kenzo yang bukannya keluar malah duduk manis.


Kenzo tersenyum manis sambil menepuk kedua pahanya pertanda menyuruhnya Asya duduk di pangkuannya, membuat Asya masih trauma dengan perlakuan Gerry mendadak langsung pucat seketika di tempatnya.


bahkan kini Asya yang tadi berdiri dengan tenang ia mendadak langsung lemas dan terduduk Di bawah lantai, tubuh wanita itu menggigil karena ketakutan sebab dalam pikirannya dirinya bakal mendapatkan perlakuan yang sama lagi dari Kenzo seperti yang dilakukan oleh Gerry.


" Aku mohon jangan lakukan hal itu lagi padaku, itu sangat menyakitkan dan juga aku tak ingin lagi di perlakukan seperti seorang budak!" Lirih Asya Sampai Menutup kedua telinganya dengan kepala menunduk tak ingin menatap ke arah manapun.


Kenzo yang tadi tersenyum senang karena berhasil membungkam mulutnya Asya agar tidak marah-marah yang tidak jelas, mendadak berubah cemas dengan Respon yang diberikan oleh Asya dihadapannya kini.


Asya yang kini terlihat seperti orang yang tengah memiliki trauma berat tentang sesuatu, membuat Kenzo kebingungan harus bersikap bagaimana. Akan tetapi jika dibiarkan saja bisa dipastikan Asya bakalan lebih para lagi, tanpa berpikir panjang dirinya pun langsung mendekati Asya dan memegang bahunya namun segera mungkin Asya tepis tangannya agar tidak mendekat.


" tolong Jangan mendekat dan juga tolong jangan menyentuhku sedikitpun, menjauh aku mohon menjauh dan jangan pernah memanggil namaku dengan mulut kotor mu itu!" lirih Asya sambil membuang nampan yang berisi makanan yang tadi dibawa oleh Kenzo untuknya.


Brakk


Kenzo tertegun dengan apa yang dilakukan oleh Asya, belum lagi wanita itu yang tidak ingin dirinya sentuh sama sekali membuat pria tampan itu kebingungan harus bersikap seperti apa.


sedangkan di lantai bawah semua orang saling menatap ketika mendengar bunyi benda jatuh dari kamar Asya, Dewi yang dari tadi merasa cemas tanpa banyak bicara lagi langsung berlari ke lantai atas untuk melihat keadaan putrinya.


Sesampainya di atas kamar Asya pemandangan yang ada membuat Dewi langsung tertegun, terlihat Asya menunduk sambil menutup kedua telinganya dan Kenzo yang berusaha untuk menenangkannya.


" Astaga Asya kenapa Ken, dia kok bisa sampai seperti begini?" Kanya Dewi penasaran sambil menatap kearah Kenzo dan Asya secara bergantian.

__ADS_1


Kenzo kebingungan harus menjawab apa sebab memang dirinya tadi tidak melakukan hal yang aneh-aneh kecuali hanya menggertak Asya saja, hanya saja respon wanita itu yang secara mendadak membuat Kenzo kebingungan harus menjawab apa pertanyaan Dewi barusan.


Dewi yang tidak menunggu jawaban yang diberikan oleh Kenzo langsung mendekat kearah putrinya itu, dilihatnya tubuh Asya bergetar seperti orang yang tengah ketakutan.


" Asya, ini mama sayang! kamu kenapa kok bisa seperti begini nak jadinya, kamu jangan takut tidak ada orang jahat yang bakalan menyakiti kamu lagi karena ada Mama di sini?" bujuk Dewi sambil mengusap pelan bahu agar kembali rileks dan tidak ketakutan yang berlebihan seperti tadi.


secara perlahan Asya pun mendekat kearah Dewi dan memeluk erat tubuh wanita paruh baya itu, dirinya butuh dukungan dari orang-orang sekitar agar tidak mengingat kembali dengan trauma yang telah Ia alami di dalam hidupnya barusan ini.


" tolong suruh dia keluar mah, karena dia itu sama saja kayak Gerry penjahat dan juga tidak punya hati nurani!" pinta Asya dengan wajah memelas membuat diri merasa Tak Tega kepadanya dan juga tak enak hati kepada Kenzo.


" Ken, Maafkan tante nak tapi sepertinya kamu keluar dulu deh dari dalam sini biar Asya kembali tenang setelah itu boleh kamu masuk lagi untuk memastikan keadaannya!" Pinta Dewi sambil memasang tatapan memohon agar Kenzo memahami apa yang tengah dirasakan oleh Asya sekarang.


" Baiklah bibi, nanti kalau ada apa-apa Jangan lupa teriak Panggil Kenzo agar Kenzo segera bisa membantu kalian!" sahut Kenzo yang sebenarnya berat sekali untuk pergi dari tempat itu hanya saja melihat wajah memohon dari Dewi membuat dirinya tak tega.


Kenzo pergi dari tempat itu dengan menyimpan berjuta pertanyaan di dalam benaknya, yang paling penting adalah kenapa sampai Asya begitu Takut melihat dirinya yang tadi mencoba untuk memojokkan wanita itu?


" dia sebenarnya kenapa, kok bisa-bisanya hanya ku gertak sedikit namun ketakutan seperti begitu?" tanya Kenzo penasaran memilih untuk kembali ke meja makan bergabung dengan yang lain.


ketika hendak turun ke lantai bawah Kenzo berpapasan dengan pamannya yaitu Rio, terlihat pria paruh baya itu tak kalah khawatir dengan istrinya yang tengah menemani Asya di dalam kamar.


" paman...


" dia ada di dalam Ditemani sama Bibi, Paman silakan menyusul ke atas Aku mau ketemu sama papa dan mama!" setelah mengatakan hal itu Kenzo segera menuju ke meja makan untuk berbicara serius dengan mamanya.


terlihat wajah Rianti begitu tegang ketika melihat kedatangan putranya itu, tanpa menunggu Kenzo untuk duduk Riyanti langsung menanyakan apa yang dari tadi membuat dirinya cemas.


" Gimana keadaan Asya, apa dia baik-baik saja kan?" tanya Rianti memastikan membuat Kenzo Lagi Dan Lagi bertambah heran dengan semua orang.


" dia sebenarnya kenapa sampai kalian semua meresponnya seperti begini, Terus kenapa dia kelihatannya seperti orang yang memiliki trauma berat yang sepertinya susah sekali untuk dilupakan?" tanya Kenzo penasaran dengan perubahan sikap Asya tadi.


mendengar pertanyaan putranya itu Rianti hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus menjelaskan awalnya dari mana dan akhirnyapun sampai di mana, karena memang apa yang terjadi pada AC itu tidak pantas untuk diceritakan ke semua orang tapi mengingat yang berada di dekatnya sekarang adalah anak dan suaminya mau tidak mau dirinya harus menjelaskan secara detail agar mereka tidak bertanya-tanya.


" Setelah Mama menceritakan hal ini tolong kalian jangan pernah berpikir macam-macam tentang Asya, karena dia hanya korban dari kurang ajar nya pria yang tidak bertanggung jawab berkedok sebagai sahabatnya selama ini!" pinta Riyanti membuat Kenzo dan George Saling pandang.


" mama, bisa tidak jangan bertele-tele seperti begini? aku tadi tanya itu langsung ke intinya tidak perlu harus memutar jungkir balik ke sana ke mari, kalau mama memang tidak ada niat buat cerita mendingan tidak bisa saja deh daripada bikin orang mati penasaran!" kesal Kenzo dengan sikap mamanya yang menurutnya terlalu banyak bikin peraturan.


Rianti tahu kalau putranya itu sedang penasaran setengah Mau mampus dengan keadaan Asya, hanya saja dirinya juga kesal jika harus didesak agar segera menceritakan hal yang sebenarnya tidak ingin dirinya Ceritakan sama sekali.

__ADS_1


" iya sudah mama mau cerita tapi kamu jangan ngegas seperti begitu juga kan, Soalnya mama itu harus menyiapkan hati dan pikiran untuk fokus cerita pada hal ini!" sinis Riyanti karena kesal dengan sikap putranya yang arogan nya sudah keluar kembali di permukaan.


" jadi kenapa sampai mas Rio dan Mbak Dewi memutuskan pindah ke sini itu karena Asya menjadi korban pemerkosaan, dan parahnya lagi orang yang melakukan hal itu adalah orang yang selama ini dipercaya sebagai kakak lelakinya!" jelas Rianti dengan satu kali tarikan nafas membuat Kenzo serasa dihantam Palu godam miliknya Thor sungguh sangat menyakitkan.


Jika saja Gerry berada di dekat kenzo bisa dipastikan pria itu bakalan babak belur dihajar oleh Nya, Bagaimana kenzo tidak kesal ketika orang lain yang melakukan hal itu kepada Asya tapi dirinya juga yang terkena imbasnya.


" orangnya itu sekarang ada di mana?" tanya Kenzo dengan wajah datarnya bahkan terlihat sangat menakutkan.


mendengar pertanyaan putranya itu membuat Rianti dan George menatap heran ke arah Kenzo, Sebab mereka tidak pernah membayangkan jika respon Kenzo bakalan seperti begini.


" Kamu mau ngapain, jangan nekat deh kamu jadi orang nanti kalau masalahnya tambah runyam gimana? terus nanti kalau orang semua tahu gimana keadaan Asya sekarang siapa mau tanggung jawab dengan Rasa trauma yang muncul nantinya, yang begini saja kita sudah dibuat pusing apalagi kalau lebih banyak orang lagi yang tahu? " tanya Rianti mencoba untuk membuka pemikiran putranya itu agar tidak salah langkah.


" aku tanya di mana orang itu sekarang, Mama jangan mengalihkan perhatian ataupun membicarakan sesuatu yang menurutku sangat tidak penting!" ujar Kenzo dengan nada bicaranya sudah sedikit ditinggikan karena tidak menyukai jawaban yang diberikan oleh Rianti tadi.


" kalau misalnya kamu tahu dia sekarang ada di mana memangnya kamu mau ngapain, mau pukul dia sampai kamu puas atau mau bunuh dia Sampai hati kamu lega?" tanya Rianti memastikan membuat Kenzo menghela nafasnya kasar karena merasa kesal dengan jawaban yang tidak dirinya dapatkan dari tadi.


" Mama jawab dulu pertanyaanku setelah itu bakalan aku jawab lagi pertanyaan Mama yang tadi, tetapi jika mamahnya bungkam tidak bicara yang jelas jangan salahkan aku juga jika pertanyaan Mama itu bakalan mengambang begitu saja tanpa ada jawabannya sedikitpun dari aku!" ujar Kenzo yang sikap keras kepalanya itu menurun dari Riyanti.


" kamu itu jadi anak kurang ajar banget ya sama orang tua, Mama itu butuh jawaban kamu karena penentunya Ya itu sudah jawaban kamu tadi! " kesal Rianti dengan sikap putranya itu bahkan bersiap-siap ingin menghajar kepala Kenzo dengan gelas air yang sedang dirinya pegang.


sedangkan Kenzo memilih malas tahu tidak peduli dengan emosi yang tengah dirasakan oleh Mamanya itu, toh dirinya tidak punya masalah Jika mamanya tidak ingin menjawab pertanyaannya karena ia dapat mencari tahu dengan sendirinya tanpa ada yang membantu sedikitpun.


" Ya sudah kalau memang mama tidak mau jawab pertanyaanku tadi aku bakalan cari tahu dengan caraku sendiri, Tapi saat keputusanku sudah kubuat mengubahnya ataupun membujukku agar menghentikan semuanya!" tegas Kenzo lalu beranjak kembali ke kamarnya.


pria itu Bahkan tak mempedulikan keberadaan orang tuanya Tengah menatap heran ke arahnya, sebab dirinya sekarang butuh sesuatu untuk menyegarkan pikiran karena jika tidak bisa dipastikan malam juga dirinya bakalan terbang ke Indonesia.


" Papa, menurut papa itu Kenzo kenapa ya sampai wajahnya menakutkan seperti begitu seolah ingin menerkam seseorang? "tanya Riyanti kepada suaminya.


" Papa saja bingung kenapa dia meresponnya Sampai sebegitunya, Padahal selama ini Kenzo mana pernah peduli dengan urusan orang lain?" sahut George membuat keduanya Harus berpikir keras dan perubahan sikap Putra mereka itu.


" semoga saja apa yang Mama pikirkan ini tidak terjadi sama sekali, kalau tidak nanti apa kata Mas Rio sama Mbak Dewi kepada kita? " lirih Rianti frustasi dengan keadaan sekarang.


" Ya sudah daripada Kita bengong disini lebih baik kita ke atas untuk memastikan keadaan Asya sekarang, kasihan Mas Rio sama Mbak Dewi pasti sedang kebingungan sekarang!" ajak Riyanti karena dari tadi tidak melihat kehadiran Rio dan Dewi yang sedang mencoba untuk menenangkan Asya.


" untung juga itu anak ada di jauh Coba kalau ada di hadapan Papa sudah bakalan Papa Hajar sampai bonyok, Memangnya dia pikir anak gadis orang itu tidak ada yang kasih makan sampai sebesar itu sehingga melakukan sesuatu tidak mengingat perasaan orang tuanya!" ujar George kesal dengan sikap Gerry yang main celup seperti teh celup tanpa memikirkan orang yang dirinya celup.


" Ya habisnya mau gimana bapak lihat sendiri kalau Asya itukan merupakan gadis cantik putih mulus bersih lagi, Jadi siapa saja yang melihatnya pasti bakalan tergoda buktinya Putra kita sampai-sampai terlihat begitu peduli!" ujar Rianti santai yang meyakini jika Kenzo memiliki perasaan lebih terhadap Asya.

__ADS_1


" jangan sampai apa Mama katakan itu benar ya karena memang dia selama ini kan tidak seperti begitu, tapi kalau menurut Papa tidak ada masa masalahnya juga kan kalau sampaikan sama memiliki perasaan seperti begitu?" tanya George memastikan pendapat istrinya apakah sama dengannya atau tidak.


__ADS_2