
wanita itu malah menatap sinis ke arah Mona yang terlihat begitu sensitif hari ini, karena dalam pikirannya itu pasti sesuai dengan apa yang ia pikirkan dari tadi sebab sesuai dengan kenyataan dan tidak bisa dipungkiri.
" aku memang wanita tua tapi Harga Diriku itu masih lebih daripada kamu yang merupakan anak ingusan dari bawah, masih kecil tapi sok belaga kayak orang dewasa yang selalu saja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang!" Sindir wanita itu karena memang kehidupan yang dijalani orang seperti Mona Itu sudah merupakan santapan sehari-hari bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan.
" eh mau aku seperti apa bukan urusan kamu lebih baik kamu urusi saja keluargamu dan juga suamimu jangan sampai dia kepentok sama orang lain, Siapa suruh punya badan sudah mirip seperti ikan buntalan!" Ketus Mona yang tidak mau kalah ketika ada yang mencoba untuk mengatakan hal yang tidak tidak kepadanya.
wanita itu memilih tidak merespon apa yang dikatakan oleh Mona barusan karena menurutnya hanya membuang tenaga dan pikiran, sebab kalau dirinya melakukan hal yang sama seperti Mona otomatis sikapnya juga bakalan dicap masyarakat seperti begitu.
Mona pulang dari tempat itu sambil berjalan kaki Karena dirinya juga tidak berani untuk menahan taksi yang lewat karena nanti mau dibayar pakai apa, Padahal selama ini dirinya pantang melakukan hal itu sebab menurutnya gengsi itu harus dipelihara Jika ingin dihargai di masyarakat.
" ini semua gara-gara manusia kurang ajar itu yang tidak mampu membayar malah memberikan alasan yang rupa-rupa , untung juga Tadi dia memegang senjata Coba kalau tangan kosong otomatis pasti bakalan sudah ku lawan! " sungut Mona dalam hati karena memang nasib sialnya hari ini berawal dari pria yang tadi baru saja menghancurkan harapannya untuk shopping sebab apa yang dia inginkan tidak didapatkannya sama sekali.
Mona tidak melanjutkan kuliahnya dan memilih pekerjaan itu karena sama saja semua mahasiswa sudah mengetahui Apa pekerjaannya di luar kampus, daripada dirinya menjadi bulan-bulanan ejekan semua orang di tempat itu lebih baik memilih untuk menghindar toh tidak ada yang dirugikan juga kan.
ketika dirinya melewati Kompleks tempat Gerry dan keluarganya tinggal muncul kembali ide gila dalam benaknya, untuk mengecek kira-kira apa Gerry sudah pulang atau belum sebab selama setahun ini dirinya bolak-balik ke tempat itu tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali di dalamnya.
" ini kan Kompleks Perumahan tempat Gery tinggal, Apa tidak sebaiknya aku singgah saja siapa tahu dia ada dan bisa mengantarkan ku pulang? Lagian pasti Setelah dia melihat penampilanku yang sekarang bakal langsung menyesal dan meminta balikan, dan jika sampai hal itu terjadi maka otomatis Aku adalah manusia yang paling bahagia karena ATM berjalan itu sudah kembali!" gumam Mona monolog yang terlihat seperti orang stres sedang berbicara dengan makhluk tak kasat mata yang tengah menggodanya.
secara kebetulan Norah dan suaminya Dito baru saja kembali membeli makan malam Sebab mereka sangat merasakan kelaparan, Norah yang lebih dahulu melihat Mona tepat di depan rumahnya membuat wanita itu meradang sebab dari dulu sampai sekarang ia sangat membenci wanita yang tidak punya malu dan juga sopan santun terhadap orang tua itu.
" papa, itu wanita jadi-jadian Kenapa bisa ada di depan rumah kita ya? jangan bilang dia mau menggoda Gerry lagi agar kepincut sama dia dan akhirnya melakukan hal gila lagi, kalau sampai hal itu benar terjadi Mama bakalan bikin perhitungan ke dia sampai-sampai wanita itu tidak bakalan memikirkan tentang anak kita lagi. " Norah benar-benar tidak menyukai kehadiran wanita lain dihadapan ataupun juga kehidupan putranya Itu sebab menurutnya tidak ada satupun yang tulus dan hanya menginginkan hartanya saja tidak lebih dari itu.
__ADS_1
jikalau pun Gerry tidak bisa bersama dengan Asya dirinya pun tak mempermasalahkannya yang penting Intinya satu yaitu putranya itu bisa mendapatkan wanita yang sikapnya sama persis seperti Asya, yang tidak pernah mau menyulitkan orang lain dan juga tidak pernah melakukan hal-hal yang Di Luar Batas yang membuat kedua orang tuanya merasakan malu.
" itu orang kenapa Aneh sekali ya berdiri di depan rumah orang tengah malam seperti begini? apa dia sudah tidak punya pekerjaan lain lagi selain mengganggu orang, ciri-ciri wanita seperti itu pantasnya dikarantina agar bisa tenang dan juga tidak berkeliaran di manapun. " seperti halnya sang istri Dito pun seperti begitu yaitu sangat tidak menyukai kehadiran Mona di sekitaran Gerry apalagi mencoba mendekatinya.
" Ya sudah kalau begitu kita usir saja dia biar tidak usah Muncul lagi di hadapan anak kita, masalah satunya saja belum kelar Eh ini mau tambah masalah satu lagi. kapan bisa tidur dengan tenang Jika setiap hari hanya seperti begini saja, papa ikut atau tinggal di mobil saja biar mama yang mengusir wanita itu? " tanya Norah Mau memastikan karena dirinya sudah merasa gemas dengan kehadiran Mona yang tidak Diundang dan juga tidak diharapkan itu.
" Ya jelas papa ikut lah ini kan menyangkut tentang keluarga kita dan di sini sebagai kepala keluarga kan Papa jadi otomatis setiap langkah yang diambil harus mengetahui Papa juga dong, Legend Papa ini sudah lama loh tidak marah-marah sama orang mungkin sekarang saatnya mengasah kembali bakat-bakat berantem zaman dahulu? " kedua pasangan suami istri itu memang pantas dijuluki sebagai pasangan tersomplak sejagat raya karena selalu saja menciptakan kehebohan dan juga berdebat di manapun Tetapi setelah itu dalam hitungan detik langsung baikan kembali.
"Gerry , kamu ada di dalam kan? kalau memang ada tolong keluar dong Aku ingin berbicara dengan kamu, aku mohon kepada kamu untuk mengindahkan keinginanku kali ini saja mengingat hubungan yang pernah terjadi antara kita berdua dulu!" teriak Mona yang tidak sadar jika Norah sudah berdiri di belakangnya dan siap-siap menghajarnya dengan wedges yang sedang dipakainya.
Bughh
"Awww, ini orang gila dari mana sih malam-malam kok bisa pukul orang lain sembarangan? "sungut Mona yang tidak terima dan juga tidak mau menoleh ke arah belakang karena menurutnya orang yang melakukan hal itu cumalah iseng saja'
" Aduh tante Maafkan aku tadi itu hanya keceplosan saja tapi tidak ada niat untuk bersungguh-sungguh, Tante Boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan melarangku untuk bertemu dengan Gerry kali ini saja! " drama yang dilakukan oleh Mona itu membuat Norah ingin sekali muntah tepatnya di hadapan wanita itu sebab sudah membuat dirinya seperti orang yang tidak punya pekerjaan sama sekali dengan meladeni wanita itu.
" waktu dulu saya melahirkan kiri kamu di mana saja sampai tidak membantu untuk mengurusnya, Nah sekarang dia sudah besar terus kamu datang mau minta untuk ketemu? itu kira-kira menurut kamu kegunaan kamu sebagai orang tua itu apa ya kalau sampai membiarkan anak kami bertemu dengan wanita siluman ular seperti kamu, jadi lebih baik kamu pulang ke rumah orang tua kamu terus sadar diri sadar sikap dan juga jangan lupa sadar penampilan kamu yang menurut kami sangat murahan itu!" Norah benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya ketika melihat berbagai macam warna di leher jenjangnya Mona itu yang menurutnya terlalu mengganggu pemandangan matanya.
Mona kebingungan harus menjawab Seperti apa pertanyaan yang dilontarkan oleh Norah barusan, Ya jelas waktu Gerry baru lahir dirinya juga baru lahir kenapa malah mengatakan hal yang tidak tidak seperti begitu.
" maksud Tante ngomong seperti begitu apa ya, soalnya aku sepertinya belum connect deh dengan semuanya?" tanya Mona mau memastikan tak lupa dengan memasang senyum palsu di wajahnya.
__ADS_1
" jadi karena kamu tidak paham Baiklah saya bakal menjelaskan kepada kamu sedetail mungkin agar mungkin besok lusa kamu bakalan berpikir dua kali untuk datang ke tempat ini, saya ini merupakan wanita yang melahirkan Gerry sekaligus orang yang membesarkannya hingga sampai sekarang. jadi Jika dia ingin berhubungan atau bertemu dengan orang lain harus melalui izin saya dulu, oleh karena kamu yang sudah datang ke sini maka kamu adalah orang pertama yang bakalan saya usir setelah kembali dari negara asing!" sinis Norah membuat Mona mendengus kesal dan sudah batas habis kesabarannya sehingga Persetan dengan yang namanya tata krama atau apapun itu.
" saya ke sini itu mau ketemu sama Gerry. Apa hubungannya dengan anda Ya dan juga izin yang diberikan, Kenapa jadi orang tua itu selalu mengekang anak Padahal jelas-jelas saya ini wanita baik-baik yang datang bertamu dan ingin berkunjung ke rumah sahabatnya yang sudah lama tidak dijumpainya?" tanya Mona sambil berdiri dengan bersedekap dada membuat Norah ingin sekali menonjok wajah wanita itu mungkin bisa dibilang sampai tak berbentuk agar dirinya bisa merasakan kepuasan yang tak terhingga.
" Oh jadi maksud kamu Saya dan istri saya tidak mempunyai hak-hak kepada Putra kami sendiri, dan kamu adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan kebebasan bertemu dengan dia?" kali ini Dito menimpali perdebatan antara istrinya dan juga wanita asing yang tidak tahu malu bertamu di depan rumah orang di jam yang sudah sangat larut.
Mona mendengus kesal karena sepertinya Norah dan juga suaminya itu hanya ingin memutar balikan fakta dan juga ingin memberikan alasan serta mencegahnya untuk bisa bertemu dengan Gerry, padahal yang jelas-jelas dirinya dahulu merupakan kekasih pria itu sampai dirinya pergi dan juga tidak ada kabar selama setahun lebih.
" Ya sudah kalau kalian tidak mau mengijinkan aku bertemu dengan Gerry maka aku bakalan masuk dalam rumah ini dengan atau tanpa izin kalian sedikit, Memangnya ada yang salah kalau wanita bertamu di rumah seorang pria tengah malam begini?" tanya Mona dengan tatapan sinisnya membuat Norah langsung maju mendekati wanita itu dan mencekal tangannya agar tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.
" kamu lebih baik pergi dari sini sebelum ku patahkan kaki dan tanganmu agar tidak bisa berfungsi sama sekali, jadi orang harus sadar diri jika tuan rumah menolak kedatangan tamunya otomatis karena tamu itu merupakan orang yang paling tidak disukai. jadi kalau kamu manusia yang mempunyai perasaan malu yang lebih baik kamu pergi saja dari sini, sebelum besok pagi Kabar Berita Nasional bakalan heboh tentang kamu dan juga tentang segala yang kamu lakukan selama ini!" ancam Norah yang benar-benar sudah mengantungi segala bukti yang menyangkut Mona karena dalam pikirannya pasti sewaktu-waktu bakalan bisa digunakan sebagai senjata untuk mengancam wanita itu agar tidak macam-macam.
" kalian ini semuanya pada Kenapa sih Terus sibuk dan mencampur urusan kehidupan pribadi orang lain, urusi saja kehidupan kalian itu jangan pernah mengorek-ngorek tentang masalah yang sedang dihadapi oleh orang yang tidak kalian kenal sama sekali!" Mona terlihat begitu emosi ketika Norah menyinggung tentang masalah pribadinya Padahal dari tadi ia tidak ingin membahas soal yang begituan.
" itu kan sebenarnya dari tanya kamu kenapa sampai orang lain harus mencari tahu tentang kehidupan wanita yang seperti kamu ini, menurut kamu masuk akal seorang gadis keluar dari rumah di tengah malam seperti begini dan malah bertamu ke rumah seorang pria?" tanya Dito yang sangat tidak menyukai Mona yang sama sekali tidak ada sopan-sopannya terhadap istrinya.
" kamu bisa pergi dari sini atau saya bakalan telepon polisi dan menangkap kamu karena sudah mengganggu kenyamanan orang lain?" tanya Gerry yang entah kapan dan dari mana tapi pria itu sudah berdiri tepat di hadapan semua orang yang tengah menatap penuh tanda tanya ke arahnya.
" Jadi beneran kamu sudah pulang kembali ke sini dan tidak bakalan pergi lagi, Wah aku senang sekali soalnya pembahasan soal pernikahan kita kan sempat tertunda gara-gara kepergian kamu yang tanpa pamit itu?" tanya Mona yang tidak ada rasa malunya sama sekali bahkan dirinya berencana ingin bergelayut manja di lengannya Gerry tetapi segera ditepis oleh pria itu yang sangat merasa jijik terhadapnya.
" Ingat jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu atau bakalan ku patahkan sekarang, lebih baik kamu fokus dengan apa yang aku katakan tadi yaitu segera pergi dari sini sebelum aku melakukan hal yang tidak bakalan kamu juga seumur hidup!" Gerry benar-benar menatap tajam ke arah Mona dan tatapan itu benar-benar membuat wanita itu bergidik ngeri karena sangat berbeda seperti biasanya.
__ADS_1
" kamu berubah tidak seperti yang dulu, dulu itu kamu selalu saja Menurut apa yang aku katakan dan juga tidak pernah membantah!" lirih Mona yang berpura-pura seperti ingin menangis karena Gerry sudah membentaknya dan berharap jika pria itu bakal berubah pikiran dan bersikap manis seperti yang dahulu lagi.
namun berbeda dengan Norah yang merasa seperti ada yang salah Ataupun mungkin dirinya yang salah dengar tentang apa yang dikatakan oleh Mona tentang pernikahan tadi, kalau memang sesuai dengan apa yang ia dengar maka bisa dipastikan dirinya tidak akan memaafkan Gerry sampai kapanpun.