Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 51


__ADS_3

karena Asua yang tak kunjung berbicara membuat Kenzo jadi bingung harus bersikap seperti apa kepada wanita itu, Sebab di sini seolah dirinya yang salah dengan memaksakan Asya untuk ikut dengannya padahal sebenarnya maksud dan tujuannya itu baik yaitu membuat Asya lebih merasakan udara segar tidak terlalu terpaku pada masalah yang ada.


" kalau kamu diam seperti begini Mana aku tahu kesalahanku apa dan juga keinginan kamu bagaimana, Memangnya kamu pikir aku ini dukun yang bisa tahu isi di dalam otak kamu sekarang ini?" tanya Kenzo Yang benar-benar Tak habis pikir dengan Sikap yang ditunjukkan Asya itu.


" Makanya kamu jadi orang tuh Jangan seenak jidat kamu melakukan sesuatu setidaknya Mikir dong sama maunya aku, Mentari kamu ke sana lah ke sini lah menurut kehendak Kamu pikir aku ini barang yang bisa saja kamu Bawa kemanapun sesuka hati kamu?" tanya Asya dengan nadanya begitu sinis sebab tidak menyukai dengan sikap Kenzo itu yang menurutnya terlalu berlebihan.


" ya tadi kan aku minta maaf kalau memang sudah salah hanya kamunya saja yang memasang wajah cemberut terus, seolah tidak memperdulikan kehadiranku sama sekali aku jadi bosan sendiri ngomong sendiri tidak ada orang sama sekali di sekitarku?" Kenzo yang sama sekali tidak mau disalahkan membuat Asya tidak tahu harus bersikap seperti apa.


sedangkan Devano dan Rama yang masih berada di parkiran perusahaannya Kenzo, berdiri tanpa ekspresi dan juga tak ada niat sedikitpun untuk menjawab salam semua orangnya melintasi di situ. keduanya Sedang berpikir keras Bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Asya tanpa Kenzo, sebab sepertinya jika sebenarnya Kenzo itu secara tidak langsung melarang Dev untuk menemui Asya secara pribadi.


" Jadi bagaimana sekarang kita pulang saja atau Tuan Dev mau saya menghubungi orang suruhan kita yang berada di sini untuk mengikuti Di mana keberadaan Asya sekarang, karena biar bagaimanapun kita kan sudah mengenal dia jadi otomatis tidak ada salahnya kalau mengikuti dia dari belakang?" Tanya Rama memastikan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Asistennya itu bukannya bertambah senang yang ada dirinya bertambah kesal,karena perkataan yang dilontarkan itu sudah sangat terlambat menurutnya.


Dev memilih diam daripada yang ada nanti dirinya bakal tambah emosi,tapi diamnya Dev itu membuat Rama merasa khawatir karena pasti bakal ada perang dunia lanjutan karena belum usai.


"Maaf Tuan,apakah anda baik baik saja?" Tanya Rama memastikan.


Dev yang semula ingin diam mendadak terpaksa harus berbicara,karena jika tidak bisa di pastikan semuanya bakal bahaya nantinya.

__ADS_1


"Menurut kamu orang yang bakal kamu suruh dalam waktu lima menit bisa menemukan mereka di kota sebesar ini,sadar kamu ya ini itu Den Haag bukan Merauke jadi kamu dengan gampang bakal menemukan mereka?" Tanya Dev sinis.


" Ya semua itu tidak akan bermasalah jika kita mau mencobanya,tapi itu semua juga kan tergantung atas izin dari anda Tuan!"Entah keberanian darimana sampai Rama dengan percaya dirinya menjawab apa yang dikatakan oleh Dev itu.


"Kamu berani memberikan perintah untuk saya begitu,terus menurut kamu saya bakal mengikutinya?" Tanya Dev dengan tatapan sinisnya.


"Maafkan atas kelancangan saya tadi Tuan,hanya saja tidak salahnya juga kan kalau mencoba!" Rama masih mencoba membujuk Dev agar mengikutinya.


" sudah lebih baik kamu masuk kedalam mobil terus antar aku pulang ke rumah Soalnya kalau kita lama-lama di sini sepertinya otak kamu bakalan bergeser terus, dan kamu tahu kan kalau sampai terjadi apa-apa pada saya yang menjadi tanggung jawab besar itu adalah kamu dan siap-siap saja karena amukan sang Maha Dewi Lilian Smith!" perintah Dev yang mulai Jengah dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Rama itu yang terkesan seperti ingin sekali bertemu dengan Asya padahal dirinya saja mah biasa saja sebab menurutnya Kalau jodoh tidak bakalan kemana.


Deva betul dengan sikap donjuan nya asisten yang selalu saja berusaha tebar pesona kepada setiap wanita yang ditemuinya, dan dirinya tidak mau jika Asya adalah korban kesekian kalinya asistennya itu.


" yah sepertinya aku harus mundur secara perlahan soalnya Tuan Dev sudah sadar kalau aku sebenarnya ingin juga mendekati Asya,soalnya mau bagaimana lagi ketika pesona wanita itu tak bisa mengalihkan dunia ku?" Batin Rama frustasi soalnya wanita secantik Asya itu sangat pantas dijadikan koleksi miliknya.


"Kamu dilarang memikirkan Asya,mulai sekarang Kini Dan Nanti apapun keadaannya dan juga statusnya! karena Siapa sih yang tidak tahu sikap kamu diluar sana belakangan ini, yang selalu saja menghancurkan masa depan anak gadisnya orang demi memuaskan si Jacky kamu yang tidak tertidur itu? kamu boleh melakukan kepada siapa saja tapi tidak untuk Asia karena sampai hal itu terjadi lebih baik kamu langsung menggali kuburan, dan terserah juga kamu mau permak Seperti apa modelnya karena intinya itu nanti bakalan dipakai oleh kamu sendiri'" Sindir Dev membuat Rama langsung menghentikan fantasinya yang dari tadi sedang berlangsung karena dirinya juga masih sayangnya awasi dan juga mengingat tabiat Dave yang setiap mengatakan segala sesuatu selalu saja ia lakukan secara nyata tanpa mau memikirkan apapun itu.


" Sepertinya anda salah menilai saya Tuhan karena biar bagaimanapun saya tahu siapa itu Asia di mata Anda dan tidak mungkin juga saya merebutnya, karena Biar bagaimanapun Masih banyak wanita bahenol diluaran sana yang lebih segala-galanya dari dia!" kilah Rama yang mencoba untuk membuat Dev percaya kepadanya dan tidak mencurigai yang bukan-bukan.


" Oh bagus itu kalau kamu sadar diri jika sebenarnya majikan itu lebih berkelas daripada pesuruhnya, soalnya terkadang zaman sekarang itu pesuruh lebih sombong daripada seorang majikan dan saya tidak yakin jika kamu ingin melakukan hal itu kepada saya. " sahut Dev ambigu membuat Rama hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya Tuannya itu sedang tidak bisa diajak bercanda.

__ADS_1


" karena sepertinya apa yang Anda katakan itu itu tidak saya alami sama sekali tuan, maka dari itu saya juga sadar diri dan juga memilih untuk tetap setia kepada koleksi saya selama ini!" penjelasan Rama yang begitu percaya diri seolah menyiratkan Jika Dev itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya yang jelas-jelas seorang perayu ulung.


" Terserah kamu mau seperti apa jadinya ke depan ya Yang penting intinya 1 Jangan pernah menghancurkan reputasi saya dengan penyakit kelamin yang bakal kamu alami, sebab wanita yang berjulukan Salome itu susah sekali menjaga dirinya agar terhindar dari segala macam penyakit." ingin sekali Rama menjawab apa yang dikatakan oleh Tuan nya itu hanya saja masa iya pembahasan yang begitu pribadi harus dikatakan juga sekarang ini.


" Kenapa diam jangan bilang apa yang saya katakan tadi itu benar sekali dan kamu tidak punya kata-kata lagi untuk membantahnya, terserah kamu kedepannya mau berbuat apa itu sesuka kamu dan juga uang uangnya kamu kan hanya saja selalu aku garis bawahi Jangan pernah mencampuri urusan pribadi dan juga urusan kantor serta Jangan pernah juga mengusik ketenangan pribadi ku sendiri!" tegas Dev itu yang tanpa ingin dibantah oleh siapapun karena menurutnya apa yang dia katakan saat ini adalah sebuah perintah yang mutlak tanpa ada bantahan sedikitpun.


Rama memilih bungkam tidak ada niatan sedikitpun di dalam hatinya untuk membantah apa yang dikatakan oleh Tuan nya itu, karena jika sampai dirinya melakukan hal itu bisa dipastikan kepalanya bakalan melayang saat itu juga tanpa bisa di kompromi sedikitpun.


Bukankah hidupnya tidak bakalan berhenti saat itu juga jika dirinya memilih untuk diam dan tidak merespon apa yang dikatakan oleh Dev barusan, karena jika menurutnya lebih aman Kenapa tidak melakukan hal itu bukannya untuk menjatuhkan harga diri tapi hanya untuk menjaga keamanan semuanya.


karena Dev yang tidak menyetujui saran yang dikatakan oleh Rama tadi,maka keduanya memilih kembali ke Apartemen yang mereka sewa.


Jika Rama berusaha menghapus nama Asya dihatinya,maka berbeda dengan Dev yang malah sedang gencar mengatur strategi untuk menggaet Asya agar mau menjadi calon istrinya kelak sesuai dengan apa yang dirinya janjikan kepada Lilian Smith mamanya.


" Oh iya bos ah hampir melupakan sesuatu kalau tadi itu nyonya besar menelpon saya untuk menanyakan Kapan kita kembali ke tanah air,sebab katanya orang tuanya Non Beca sedang gencar meminta pemajuan jadwal pernikahan kalian?" tanya Rama yang membuat Dev mendengus kesal karena secara tidak langsung pria itu sudah mengganggu acara melamun nya yang sedang sibuk memikirkan Bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Asya segera tanpa diganggu sedikitpun oleh Kenzo.


" Kamu itu kenapa sih malah membahas hal yang tidak penting sama sekali, Menurut kamu saya bakalan rugi kalau tidak jadi menikah dengan wanita jadi-jadian itu? Asal kamu tau saja jika saya itu lagi gencar untuk bertemu Asya ,bukanya malah memikirkan siluman rubah betina itu yang selalu saja cengeng dan juga pemaksa serta mengandalkan kekuatan kedua orang tua nya !" je jelas Dev membuat Rama sudah tidak tahu lagi harus berkata seperti apa karena sepertinya keputusan Tuhan yaitu sudah bulat dan tidak ingin satupun diganggu gugat oleh orang-orang sekitarnya apalagi notabene dirinya yang hanyalah seorang pesuruh.


" tapi kalau soal itu Bisakah jika anda sendiri yang mengatakan secara langsung kepada nyonya besar, soalnya Sepertinya saya tidak berani berbicara secara langsung kepada dia karena nanti akhirnya bakalan saya yang disalahkan!" bukannya ingin lepas tangan dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Dave itu hanya saja Bukankah mencari aman itu adalah sebuah perbuatan yang secara tidak langsung melindungi diri dan juga orang di sekitar.

__ADS_1


" Oh jadi ceritanya kamu ingin saya yang berbicara kepada Mama agar Asya itu menjadi urusan kamu Sebab saya sudah kehilangan fokus, Lain kali itu kalau berbicara sesuatu sadar-sadar Memangnya kamu pikir saya ini anak kemarin sore?" tanya Dev sinis Padahal lama hanya memberikan jalan agar pria itu lebih terbuka tentang apa yang diinginkan dan juga tidak diinginkan olehnya sama sekali bukan malah melimpahkan kepada orang lain ada kekuasaan apa coba!


" Aduh kenapa saya yang disalahkan lagi padahal tadi itu hanya memberikan jalan yang terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan ataupun berkecil hati, tapi jika hasil akhirnya tetap saya yang salah ya sama saja bohong karena ini seperti Tuhan yang lari dari tanggung jawab dan saya dipaksa melakukannya?" batin Rama frustasi. drama frustasi


__ADS_2