Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 37


__ADS_3

Kenzo begitu terkejut mendengar suara sang Mama tepat di hadapannya, padahal dirinya sedang ini tidur yang tenang tanpa gangguan sedikitpun.


dengan perlahan dibukanya matanya walaupun Masih berat sebenarnya, setelah memastikan Siapa yang berada di hadapannya kini membuat Kenzo mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan kehadiran Rianti di situ.


" Mama kok bisa ada di sini Memangnya nggak punya kerjaan lain lagi, ini masih terlalu pagi loh untuk melakukan sesuatu? dan juga kalau Mama ngomong terus nanti kalau Asya bangun Gimana coba, semalam itu tidak bisa tidur dengan benar karena mengalami mimpi yang membuat dia saja enggan untuk memejamkan matanya lagi!" jelas Kenzo membuat Rianti menatap Tak Tega ke arah Asya yang sedang terlelap itu.


tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak mungkin membiarkan Kenzo berada di kamar itu hanya berdua saja dengan Asya, sebab bisa berabe urusannya nanti jika Dewi bangun dan mendapatkan Kenzo di situ pasti mereka bakalan berpikir yang tidak-tidak dan membuat hubungan persaudaraan mereka menjadi keruh Karena salah paham.


" bukan begitu juga sih hanya saja mama itu takut nanti orang lain bakalan salah paham kalau kamu ada di sini bareng dengan Asya kamu kalau mau melakukan sesuatu dipikirkan dulu jangan asal main hantam Pergi Saja nanti kalau orang berpikiran kamu menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan urusannya bakalan bisa ribet loh!" jelas Riyanti yang menarik paksa tubuh Kenzo agar segera bangun.


ketika Rianti menarik tubuhnya Kenzo terkejut ada selimut yang jatuh ke bawah padahal seingat nya tadi dirinya Hanya duduk saja di sofa tanpa menggunakan selimut itu sama sekali, tidak mungkin juga kan Rianti datang membawakan dirinya selimut tapi setelah itu langsung memanggilnya bangun.


" ini selimut. Mama yang kasih ke aku, atau siapa yang memberikannya?" tanya Kenzo penasaran kepada Mamanya itu.


" Aduh Memangnya kamu pikir Mama ini orangnya tidak punya pekerjaan sampai harus melakukan hal konyol seperti begitu, jangan pikun deh jadi orang mungkin saja kamu tadi lupa kalau sedang menggunakan barang ini kan? Ya sudah jangan banyak ngomong lagi pergi ke luar jalan menuju ke kamar kamu sana terserah mau melanjutkan tidur atau langsung mandi suka-suka Kamu lah, yang penting Intinya jangan coba-coba kamu berada di sini saat ini juga karena mama bakalan marah besar loh ke kamu." usir Rianti sambil mengibaskan tangannya agar Kenzo segera pergi dari situ.


meskipun wajahnya berat untuk melakukan hal itu Tapi tetap saja Kenzo memilih untuk pergi daripada Mamanya itu bakalan marah-marah tidak jelas, hanya saja sebelum dirinya pergi ingin memastikan jika Asya sedang tidur dengan nyaman nya tanpa terganggu oleh suara apapun itu.


Kenzo memilih untuk mengikuti perintah dari mamanya itu, karena Biar bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Riyanti itu tidak ada salahnya sama. dirinya juga tidak ingin berdebat dengan sang Paman karena dengan lancar memasuki kamar anak gadis orang tanpa permisi, Biar bagaimanapun Kenzo sangat tidak akrab dengan Rio yang sama-sama kaku dan juga irit bicara.


" Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kamar dulu deh mama kalau bisa jangan bangunin Asya soalnya dia tadi malam tidak bisa tidur, aku jadi tidak tega kalau sampai melihat dia bangun dengan mata panda yang menyiksa!" pinta Kenzo memelas membuat Rianti menatap tajam ke arahnya.


" kamu itu bukan siapa-siapanya dia tapi kenapa peduli banget sih, Hey tanpa kamu ngomong juga mama paham apa yang harus Mama lakukan dan juga tidak? Lain kali itu jangan mengklaim sesuatu menjadi milik kamu jika memang belum resmi kamu dapatkan, sebab jatuhnya itu terlihat begitu menjengkelkan dan juga sangat tidak sedap dipandang! " ujar Rianti sambil menyindir putranya itu karena sepertinya takut dirinya bakal melakukan sesuatu yang mengganggu ketenangan Asya.


Kenzo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika melihat nada sewot Mamanya itu, Padahal tadi dirinya juga hanya meminta bukan juga memerintahkan atau juga mencoba menasehati Mamanya itu.

__ADS_1


" dasar ribet sekali jadi orang, aku akan berbicara sesuai fakta Kenapa berbuat seolah aku ini adalah penjahat yang tidak bisa mengobrol sesuatu yang begitu serius!" Ketus Kenzo kalau kembali ke kamarnya Sudah cukup dirinya berdebat dengan sang mama pagi-pagi ini.


sedangkan Asya yang mendengar ada orang yang berbicara mustahil jika dirinya bisa tertidur dengan pulas, otomatis dirinya langsung terbangun ketika ada suara yang begitu keras dan juga beruntun atau nonstop.


" Halo anak cantik kamu sudah bangun ya Dari tadi, maafin ya Tante tadi ribut-ribut sama Kenzo soalnya itu anak nakal? tadi itu Tante sudah lihat kok kamu bergerak hanya karena ada Kenzo takutnya kamu merasa tidak nyaman makanya tante diam-diam saja, Kalau kamu masih mengantuk tidur kembali saja nak nanti kalau Tante sudah selesai masak atau bakalan panggil kamu deh! " tawar membuat Asya mau tak mau harus bangun dari tidurnya dan menatap kearah wanita paruh baya yang masih cantik itu.


" Pagi Tante, Ya nggak papa apa kalau Tante datang kesini pagi-pagi Soalnya itu Kenzo melawan lho dari semalam aku suruh keluar dari sini! entah setan Apa yang sedang masuk dalam otaknya sampai berbuat yang tidak-tidak, sudah begitu kita bilangin baik-baik dianya nggak mau terima seolah pengen marah-marah begitu!" ujar Asya sambil tersenyum membayangkan keras kepalanya Kenzo yang susah sekali diajak kompromi semalam.


" sebenarnya Tante itu bukannya mau lebay atau karena dia itu anaknya tante tetapi memang sikapnya dia seperti begitu, dia selama ini tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun bukan karena dia memiliki kelainan hanya saja dia belum merasa nyaman katanya! Kamulah orang pertama yang dia tungguin waktu tidur tante yang sakit saja tidak pernah dia melakukan hal itu, jadi tante mohon ke kamu tolong jangan marah karena sikap dia yang begitu lancang ya!" pinta Rianti sambil mengusap pelan kepala Asya yang tengah menatap ke arahnya.


Asya tak bisa menjanjikan sesuatu karena biar bagaimanapun dirinya mempunyai trauma yang otomatis tidak akan menghilang begitu saja, hanya saja untuk menghormati permintaan wanita paruh baya itu tidak ada salahnya kan dia mengucapkan sesuatu tetapi tidak berjanji.


" kalau besok lusa dia hanya sopan seperti begitu Tidak masalah tapi kalau sampai dia melakukan hal yang tidak-tidak tante jangan marah loh kalau aku marah-marah, karena tante tahu kan kejadianku seperti apa sebelum datang ke sini Jadi aku mohon Tolong jangan memaksaku untuk melakukan sesuatu yang membuatku tidak merasa nyaman sedikitpun?" sahut Asya dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Rianti.


" Iya Tante paham dengan apa yang kamu katakan tadi dan juga tante tidak mungkin memaksakan kehendak untuk kamu menyukai sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman, jalani saja seperti air mengalir tenang tapi tidak menghanyutkan juga!" Dewi begitu tersentuh mendengar kata-kata penguatan yang diberikan oleh adik iparnya itu padahal tadi dirinya Berencana untuk masuk ke kamar Asya pagi-pagi untuk mengecek keadaan putrinya itu seperti apa.


" Astaga Mbak aku kaget banget loh kok tiba-tiba muncul seperti setidaknya Ketuk pintu dulu dong, untung juga jantung aku nih kuat tidak bakalan bergeser sedikitpun meskipun dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba muncul?" Rianti sambil mengusap pelan dadanya yang terasa begitu bergemuruh karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Dewi tadi.


" maafkan aku ya Ti, soalnya aku pikir kamu itu orangnya tidak gampang kaget ya sudah makanya aku tes kantong eh tau-taunya langsung melehoy!" ledek Dewi membuat suasana langsung riuh maklumlah para wanita kalau kumpul pasti mulut ya non-stop bicaranya maklumlah wanita kan terlalu banyak mulutnya Silakan hitung kalau penasaran.


" sayang kamu sudah bangun, ayo mandi setelah itu kita bikin sarapan deh biar kamu nggak bosan dalam kamar?" tanya Dewi memastikan keadaan putrinya itu.


" ih anaknya baru bangun masa iya langsung disuruh bantu masak, Nanti kalo tangannya kepotong gimana coba?" tolak Riyanti tidak menyukai permintaan dari kakak iparnya itu.


" Aku biasa kok Tante bantu Mama di dapur Soalnya kata Mama kalau aku itu nggak tahu masak nanti kalau punya suami mau dikasih makan apa, karena biar bagaimanapun cinta itu tidak bisa membuat orang lain kenyang!" sahut Asya sampai tersenyum karena memang selama ini dirinya selalu mengingat apa yang dikatakan oleh Dewi kepadanya.

__ADS_1


" nah begitu baru anak mama selalu membela Mama di manapun dan kapanpun, jadi biar mama Kalau ngomong tidak bakalan takut sendirian lagi soalnya kan jantung hati Mama bakalan ngebelain!" Puji Dewi sambil tersenyum.


" ceritanya kalian lagi ngeroyok aku gitu karena sendirian saja di sini, Ya sudah terserah soalnya aku juga pengen mengalah sama kalian berdua." ledek Rianti membuat mereka bertiga tersenyum sendiri.


" Ya sudah Mama sama tante lebih dulu ke dapur deh, aku mau mandi nanti kalau sudah selesai aku bakalan menyusul kebawa dulu. Soalnya ini badanku tuh Gerah banget Rasa Rasanya seperti baru habis olahraga lari keliling 5 km, Nanti kalau aku nggak mandi terus langsung ke bawa makanannya pasti bakalan ikutan bau." bujuk Asya setelah itu dirinya pergi dari situ.


Rianti dan Dewi saling tatap lebih memilih untuk mengikuti saran yang diberikan oleh Asya tadi, karena Biar bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Gadis itu tidak ada salahnya juga kan kalau diikuti.


" Mbak, Gimana sih rasanya punya anak gadis yang secantik Asya itu? soalnya aku penasaran banget Dia itu kalau dikelilingi sama orang yang ngefans sama dia Itu kira-kira gimana ya, Beruntung banget sih kamu Mbak mempunyai anak seperti dia yang tidak pernah menyusahkan orang tuanya selalu ceria dimanapun!" Rianti benar-benar tulus mengatakan hal itu karena biar bagaimanapun apa yang tengah dialami oleh Dewi Rio dan juga Asya itu merupakan sebuah cobaan dari Tuhan ingin memastikan Bagaimana Batas kesabaran mereka.


" aku itu merasa menjadi orangtua yang paling bahagia di dunia karena memiliki Putri sesempurna dia, kehadirannya itu seolah menjadi obat buat aku dan juga mas Rio yang selama ini selalu menyakitkan jika ada anak yang bakalan memanggil kami berdua dengan sebutan mama dan papa." sahut Dewi sambil tersenyum.


semuanya tersenyum bahagia ketika melihat Rianti dan Dewi yang begitu dekat, keduanya selama ini jarang sekali bertemu tapi sekali bertemu terlihat begitu akrab dan tidak ada kecanggungan sama sekali.


" kalian para wanita kalau ngobrol itu jangan kelamaan soalnya Memangnya Kalian mau buat kami makan angin agar kenyang, lama-lama perut sudah bulat seperti suami kamu itu bisa meledak karena kelebihan angin?" tanya Rio yang dari tadi sudah merasa lapar tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan jika wanita di rumah itu bakalan menyiapkan sarapan pagi buat mereka yang ada di situ.


" Mas jangan salah lho kalo ngomong, kata orang gendut itu seksi. maka dari itu aku selalu berusaha menjadi pria yang paling gendut agar Adik kamu itu tidak bisa berpaling dariku, buktinya sekarang bukannya dia menjauh malah makin lengketkan? " tanya George sambil membanggakan dirinya membuat Rianti menatap tajam kepada suaminya itu yang terlihat begitu percaya diri sampai menjatuhkan harga dirinya.


" Eh kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya selama ini itu aku pengen mendua lho dari kamu hanya saja karena sudah ada Kenzo makanya aku merasa tak tega, Jadi kalau kamu ngomong itu jangan terlalu percaya diri seolah pria hanya ada kamu saja di muka bumi ini!" jelas Rianti yang tak mau jika suaminya itu menyudutkan dirinya dihadapan saudaranya.


" Astaga kenapa jadi kalian berdua yang berdebat perasaan kita berdua biasa saja kan hanya ngomong saja tidak ada yang lebih, Lain kali kalau ngomong itu itu sesuai dengan kenyataan tapi jangan juga melebih-lebihkan fakta kepala kita sakit lho mendengarnya?" tanya Dewi heran karena tadi itu suaminya hanya bercanda Kenapa jadi George dan Rianti malah ngegas sekarang ini.


Bahagia Itu Sederhana ketika Apa yang kamu lakukan sekarang bisa membuat orang disekitarmu merasa nyaman dan betah, Bahagia itu tidak perlu emas permata ataupun sesuatu yang mewah karena tidak ada yang abadi di dunia ini.


Nikmatilah selagi kamu masih diberi nafas kehidupan jangan pernah melakukan sesuatu yang membuat semua orang merasa tidak menyukaimu, tetapi Percayalah Tuhan tidak pernah membiarkan umatnya melakukan kesalahan sedikitpun dan mentolerir hal itu.

__ADS_1


segala sesuatu di dunia ini adalah ciptaan Tuhan meskipun kita harus bekerja keras karena kita diberikan kelebihan yaitu otak untuk berpikir dan tenaga untuk bekerja, bahagiakan orang-orang di sekelilingmu selagi engkau masih bisa melakukan hal itu sebelum Apa yang kau punya sekarang diambil.


Asya, adalah gadis yang tengah meratapi nasibnya dan juga Tengah dirundung masalah yang dirinya yakin tidak akan ada jalan keluarnya karena begitulah yang terjadi pada seorang wanita jika bunganya sudah dibiarkan layu otomatis tidak akan pernah bisa berkembang lagi.


__ADS_2