
"terus Si Kenz tadi buru buru mau kemana dia,sampai sampai Mama mau tanya soal kalian saja dia bilang sedang terburu buru. Tante Rianti saja yang serius menanyakan hal itu katanya kalau bertanya terus lama lama bisa kehilangan calon menantu,sebenarnya maksud nya dia itu apa ya?" Tanya Dewi memastikan membuat Asya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"Astaga tadi bersamaku sudah heboh eh tau tau nya sama Mama juga heboh,dasar pria pemaksa yang selalu saja buat onar di mana dia berada?" Sungut Asya dalam hati.
Dewi menatap penuh tanda tanya kearah Asya yang dari tadi hanya melamun,padahal dirinya sedang menunggu jawaban dari nya.
"Jadi gimana?" Tanya Dewi penasaran.
"Gimana apa nya Sih,Mah?" Tanya Asya yang seolah melupakan hal yang sangat di inginkan oleh Mama nya itu.
"Sya,Ayolah jangan seperti orang pikun atau melupakan hal yang penting seperti ini,memang nya kamu tega membuat Mama mati penasaran." Ujar Dewi yang merasa gemas dengan sikap putrinya itu yang seolah memang tidak ingin membahas apapun lagi.
"Tapi kan aku memang tidak tahu apa apa dengan semua rencana Mas Kenz,yang selalu saja tiba tiba dalam mengambil keputusan?" Jelas Asya yang masih berusaha berbohong karena tidak mungkin juga harus jujur dengan sesuatu yang tidak bisa di katakan jika tidak ada Kenzo di samping nya.
"Kamu mah tega sama Mama,padahal dalam hati ingin sekali tahu semua yang ingin kamu lakukan kedepan nya." Desah Dewi frustasi karena tidak ada yang membantu dirinya.
"Sabar saja Mah!" Ucap Asya sambil terkekeh geli karena sikap yang di tunjukan Mama nya itu sudah seperti orang yang kesusahan karena masalah yang begitu besar.
Ketika Asya yang sedang harap harap cemas dengan urusan yang sedang di jalani oleh Kenzo,di tempat lain terlihat Dev yang sedang kebingungan ketika melihat Kenzo yang keluar dari mobil dengan membawa berkas di tangan nya kearah kantor pencatatan pernikahan.
"Lho Tuan,itu bukan nya Tuan Kenzo Delano! Untuk apa dia masuk kedalam kantor catatan pernikahan,memang nya siapa yang mau menikah?" Tanya Rama yang membuat Dev mendengus kesal karena tanpa pria itu mengatakan nya dirinya juga sudah tahu bahkan sangat tahu sekali.
__ADS_1
"Kamu bisa diam dan lakukan apa yang kamu tanyakan tadi?" Tanya Dev dengan nada yang begitu menusuk.
"Maksudnya,saya juga masuk kedalam dan mencari tahu apa yang di lakukan Tuan Kenzo?" Tanya Rama memastikan.
"Menurut kamu ?" Tanya Dev kesal.
Mau tidak mau,rela tidak rela Rama memilih mengikuti perintah dari Tuan nya itu. Sebelum dirinya menjadi orang yang tidak bisa bernafas lagi,lebih baik cari aman dengan tidak memancing singa jantan mengamuk.
"Ah habis sudah harga diriku ketika masuk di dalam sini bukan nya mendaftar pernikahan malah menguntit orang lain,sungguh sebuah keputusan yang sangat menyakitkan." Lirih Rama dalam hati tapi tetap memasang wajah atau cool agar harga dirinya tidak jatuh di hadapan para pegawai yang berpakaian seksi itu.
"Cantik tolong jangan terlalu menatap kearah ku karena sepertinya aku tidak jamin bakal bisa bertahan dari tugas yang di berikan oleh Tuan Dev." Rama yang merupakan casanova sejati mana mau melepaskan kesempatan yang ada karena tidak mungkin bakal datang dua kali.
Hanya saja jika menyangkut Dev,dirinya tidak mungkin melakukan kesalahan yang bakal menjadi Bumerang yang bisa menyerang balik dirinya kapan saja dan dimana saja.
"Iya boleh!" Sahut Wanita itu.
"Tadi ada tuan yang memakai baju warna Biru dan membawa berkas masuk kedalam ruangan itu,kira kira dia sedang melaporkan hal apa ya?" Tanya Rama pelan.
Wanita itu mengingat apa yang di lakukan Kenzo tadi didalam ruangan itu,tapi juga sedikit tidak fokus dengan arah pandang Rama yang begitu nakal.
"Maaf,kalau mata keranjang anda tidak bisa di kondisikan maka sebaik nya keluar dari sini sekarang,sebab saya sudah bersuami dan juga tidak sedang mencari pengganti karena makan satu saja tidak tahu habis habis masa iya harus cari yang baru?" Sungut wanita itu kasar.
__ADS_1
Rama yang dari tadi mengira jika pesonanya bakal membuat para wanita menggigil,mendadak langsung terhempas jauh kedasar jurang yang paling dalam.
" Maafkan saya Nona, tadi itu bukan bermaksud tidak sopan hanya saja Mungkin anda salah dengar sehingga mengira saya sedang menggoda Anda. Padahal saya itu datang ke sini hanya untuk menanyakan hal yang tadi,karena ingin menanyakan hal yang penting ini!" Jelas Rama yang mencoba untuk tetap stay cool padahal malu nya itu tak tertolong lagi.
"Kalau urusan anda sudah selesai, bisa pergi dari sini?" Tanya Wanita itu lagi membuat Rama mengerutkan keningnya karena dirinya belum mendapat apapun eh malah sudah di usir.
"Sabar Manis,tapi bisakah kita lebih rileks agar bisa berbicara secara lebih akrab?" Tanya Rama yang mulai bergidik ngeri melihat wajah wanita itu yang sudah mulai memerah karena merasa terganggu.
"Mau pilih yang mana,pergi dari sini atau Security yang bakal menyimpan kamu ke laut!" Ketus Wanita itu lalu pergi dari situ.
Rama yang perlu mendapatkan informasi apa pun akhirnya dengan gigit jari Kembali keluar menemui tuannya itu, tetapi pemandangan yang ia lihat membuat hanya bisa mengelus dada.
Bagaimana tidak terlihat Dev dan Kenzo sedang adu argumen,membenarkan setiap pemikiran mereka tanpa pedulikan orang lain sama sekali yang sedang menatap kearah kedua pria tampan itu.
"Kalau sudah kalah telak lebih baik sadar diri dan atur posisi agar tidak menjadi benalu,karena sikap seorang benalu itu sangat meresahkan orang sekitar"! Ujar Kenzo sinis.
"Maksud kamu bicara seperti itu apa,terus yang kamu katakan benalu itu siapa?" Tanya Dev sinis karena merasa tersinggung.
"Wah ternyata ada yang sudah berani mengelak,dan juga rasa percaya diri begitu tinggi hingga tidak sadar pada apapun!" Ujar Kenzo sambil tersenyum mengejek kearah Dev.
Dev ingin sekali membungkam mulut Kenzo dengan satu kali pukulan maut darinya,hanya saja dirinya juga kembali berfikir jernih jika mana berani mengambil resiko jika nanti bisnis nya yang jadi taruhan nya.
__ADS_1
"Jadi Asyaku setuju menikah dengan pria yang songong seperti mu,wah aku jadi curiga dengan cara kamu yang pasti sudah mengancam diri nya?" Tanya Dev tapi tidak membuat Kenzo emosi yang ada malah pria itu terlihat begitu santai.