Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 183


__ADS_3

Kenzo yang mendengar apa yang dikatakan oleh Gerry langsung mendekati pria itu dan memasang tatapan penuh keheranan ke arahnya, seolah ingin memastikan sebenarnya Apa maksud dari pria itu mengatakan semuanya dan juga ingin melakukan pemeriksaan kesehatan?


Memangnya selama ini dirinya tidak bisa memeriksakan kesehatan ke tempat lain Kenapa harus di situ Di saat keluarganya sedang melakukan pemeriksaan, Apakah pria itu sengaja ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dirinya berniat membantu Elnara .


"Apa maksud kamu ingin diperiksa kesehatan dan juga kenapa kamu harus melakukannya Di saat seperti begini? Memangnya kamu tidak bisa melakukan hal itu di tempat yang terpisah, atau memang kamu sengaja melakukan hal ini biar menunjukkan kepada semuanya kalau Sebenarnya kamu itu merupakan orang yang baik dan pantas dimaafkan segala kesalahan kamu yang dulu?" Tanya Kenzo.


Gerry tersenyum mengejek mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo barusan, karena menurutnya pria itu sepertinya sengaja ingin mengatakan hal itu agar dirinya berubah pikiran dan tidak usah membantu Asya dan keluarganya sama sekali.


"Memangnya ada yang salah kalau aku berbuat baik? Ataukah ada peraturan yang melarangku untuk melakukan semua itu saat ini, kalau memang iya katakan saja aku bakalan melakukan seperti yang kamu katakan?"tanya Gerry dengan tatapan sinisnya seolah Sebenarnya apa yang ia katakan tadi itu hanya merupakan sebuah sindiran secara tidak langsung.


"Terserah dari kamu saja mau berbicara apa! Akan tetapi intinya aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun membantu anakku hanya karena punya alasan yang lain, karena aku bakalan berusaha memberikan yang terbaik untuk anakku dan tidak akan pernah mau mengharapkan bantuan dari orang asing!" Tegas Kenzo dengan tatapan matanya yang nyalang sebab biar bagaimanapun Apa yang dilakukan oleh Gerry itu sudah sangat menyakiti perasaan istrinya saat ini.


Terlihat dari Respon yang diberikan oleh Asya Oleh karena itu wanita itu dari tadi hanya terdiam bahkan tatapannya pun terasa begitu kosong, pertanda ada berbagai macam beban pikiran yang sedang ia rasakan namun tidak bisa dirinya lontarkan.


"Tetapi alangkah lebih baiknya semakin orang yang mengecek kondisi mereka semakin bagus, supaya kita lebih bisa tahu sebenarnya siapa yang pantas menjadi pendonor untuk semuanya!" mau tidak mau Dokter tersebut memberikan saran sebab memang dirinya tahu melakukan sesuatu tanpa atas persetujuan pasien itu sudah terlalu berlebihan hanya saja jika ada jalan keluar untuk melakukan semua nya Kenapa tidak mencobanya lebih dahulu.


Ingin sekali Kenzo tertawa sebab sepertinya keadaan sekarang itu sangat tidak mendukung dirinya, kalau saja ia mementingkan ego otomatis anaknya yang bakalan kenapa-napa tetapi bolehkah dirinya sedikit meminta bahwa berharap semuanya bisa memikirkan perasaannya saat ini.


Namun balik lagi ketika mengingat kondisi Elnara saat ini otomatis memang diri nya tidak bisa berbuat apa-apa, maka dari itu dirinya pun memberikan jalan agar Dewi beserta Gerry dan juga kedua orang tuanya bisa masuk ke dalam ruangan pemeriksaan untuk mengambil sampel yang diperlukan.


Meskipun ada rasa tidak rela tetapi mau bagaimana lagi, maka dari itu pria itu memilih untuk mengusap wajahnya dari tadi membuat Asya langsung mendekati suaminya itu dan memeluknya dari belakang.


Ada perasaan bersalah yang begitu menyeruak di dalam benak wanita itu sebab menurutnya terasa begitu menyakitkan jika berada di posisi Kenzo, namun bagaimana lagi sebab biar bagaimanapun mereka harus berusaha menekan ego karena ada nyawa yang harus diselamatkan.

__ADS_1


"Maafkan aku Mas! Oleh karena kejadian yang aku bawa ini membuat kamu harus menerima semua akibatnya, bahkan karena aib yang aku bawa pun membuat kamu tidak bisa didengarkan kali ini!" Lirih Asya yang terlihat begitu sakit hati ketika suaminya yang biasanya kuat tegas berwibawa kali ini sangat tidak berdaya di depan matanya secara langsung.


Kenzo yang tidak ingin istrinya itu tahu keindahan hatinya memilih untuk membalikkan badannya untuk menghadap ke arah Asya, lalu menangkup kedua pipi wanita itu dan mencoba untuk memberikan senyum terbaiknya.


"Aku baik-baik saja selagi kamu juga baik-baik saja, aku bakalan selalu tersenyum jika kamu juga tersenyum! Maka dari itu kamu jangan pernah merasa bahwa tidak enak hati kepadaku dan juga takut bahwa aku bakalan memarahi kamu, sebab biar bagaimanapun Aku tidak akan pernah melimpahkan semua yang terjadi saat ini kepada kamu karena itu sama saja dengan Aku tidak pernah mengerti dengan perasaan istriku sendiri!"Kenzo benar-benar tidak menyukai jika Asya berubah menjadi wanita yang sedikit cengeng.


"Terima kasih Mas karena selama ini sudah mau menerima Lebih dan kurang ku, aku janji akan selalu memberitahukan kepada kamu jika perasaanku tidak enak dan juga ada hal yang mengganjal di dalam hidupku!"Asya berkata seperti itu sebab dirinya tidak tega Kalau sampai ada orang yang dengan sengaja merusak Kebahagiaan rumah tangga mereka.


Percayalah seseorang yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan merasa begitu tertusuk hatinya bahkan rasa sakit itu sungguh-sungguh sangat parah sampai-sampai dirinya pun mencoba untuk mengingkari rasa itu, soalnya seumur hidup baru kali ini dirinya merasakan perasaan yang begitu tertekan dan juga akan kehilangan yang begitu besar di dalam hidupnya baginya nyawanya itu tidak ada apa-apanya karena yang lebih penting adalah sosok Asya.


"kalau kamu sudah selesai silakan kamu keluar karena Untuk apa kamu di sini dan melihat hal-hal yang tidak pantas untuk kamu lihat, dan ingat karena sudah selesai pemeriksaan tinggal menunggu hasilnya keluar dan setelah hasilnya keluar kamu tolong pergi secepat mungkin dari kehidupan putriku dan juga keluarganya!"tegas Dewi sebab menurutnya Gerry itu tidak punya hak untuk tetap berada di situ.


"Maafkan aku tante jika sudah membuat tante merasa bahwa kehadiranku di sini membuat semua orang merasa tidak nyaman, hanya saja Ijinkan aku untuk menemani kalian meskipun hanya di luar ruangan tanpa diizinkan masuk pun aku tidak masalah yang penting aku ingin bersama kalian meski secara tidak langsung!" lirih Gerry wajahnya yang penuh permohonan sebab biar bagaimanapun percuma dirinya terbang jauh-jauh dari Indonesia jika akhirnya harus menelan pil pahit seperti begini.


"Saya tahu saya salah maka dari itu saya datang untuk memperbaikinya dan tidak ada niatan untuk lari dari kesalahan itu, maka dari itu saya mohon Tolong terima permohonan tulus saya ini yang tidak ada nada bermain di dalamnya apalagi ingin mencari muka!" Lirih Gerry.


"anak muda Saya dari tadi sudah berusaha untuk diam dan juga membiarkan kamu untuk berbicara, akan tetapi sepertinya kamu tidak pernah mengerti dengan yang namanya kenyamanan orang lain maka dari itu saya pastikan Jika kamu sampai berbuat nekat kamu bakalan kehilangan nyawa saat itu juga!"Rio mencoba menggertak seorang Gerry tetapi untuk melakukan secara langsung tidak mungkin karena biar bagaimanapun nyawa seseorang yang punya adalah orang tersebut bukan orang lain Jadi tidak pantas menghilangkan nyawa Ketika Tuhan sendiri memberikan secara gratis.


Gerry yang selama ini Jarang bertemu dengan Rio merasa sedikit waspada dengan pria itu sebab tutur katanya dan juga gaya berbicaranya itu Terdengar sangat tegas dan penuh nada intimidasi di dalamnya, maka dari itu mengalah lebih baik tetapi bukan berarti kalah hanya saja ingin menunggu momen yang pas ketika semua orang tidak terlalu bermusuhan dan juga memusuhi dirinya secara berlebihan.


Norah adalah wanita yang paling merasa sakit hati hari ini karena dengan mata kepalanya sendiri putranya ditolak mentah-mentah di hadapannya, kemarahan dan juga kekecewaan yang selama ini dirinya rasakan untuk Gerry menguap seketika.


sebab dirinya menjadi saksi hidup untuk putranya saat ini ketika kehadirannya ditolak oleh dunia maka jika orang tua juga menolak kehadiran putranya akan berlari ke mana lagi dirinya, maka dari itu digenggam erat tangan Gerry lalu menuntun anaknya itu agar ikut keluar dari ruangan tersebut sesuai dengan permintaan semua orang.

__ADS_1


"Mama tapi aku masih mau di sini dan menunggu hasil yang bakalan keluar, aku mohon Tolong jangan mengajakku untuk pergi dari sini karena hanya dengan ini Aku bisa membuktikan kalau sebenarnya aku sungguh menyesal dengan apa yang aku lakukan!"mohon Gerry bahkan pria itu sampai-sampai mengeluarkan air matanya sebab tidak ingin meninggalkan tempat itu jika hasil yang pasti belum dirinya dapatkan dan ketahui dengan jelas.


"kita bisa menunggu di luar karena mama yakin dokter pasti memberikan yang terbaik untuk kita, hanya untuk sekarang mama mohon kepada kamu untuk mengalah jangan terlalu keras kepala seperti biasanya karena posisi kita sekarang sangat berbeda!"jelas Norah mau tidak mau membuat Gerry mengikuti apa yang diinginkan oleh sang Mama karena biar bagaimanapun wanita yang melahirkannya itu sudah sekian kalinya merasa kecewa untuk sekarang dirinya tidak ingin menambah rasa kecewa itu lagi.


Sepeninggal mereka semua Dewi langsung mendekati putrinya yang ia yakini pasti tengah merasa gundah gulana yang begitu sangat di dalam benak nya,Asya terlihat memaksakan senyuman di wajahnya padahal sebenarnya gelasan di sudut matanya itu terlihat begitu kentara jika wanita itu Tengah memaksakan senyuman meski hatinya begitu terluka.


"Mama yakin kamu itu kuat dan juga mama yakin kalau anak mama ini merupakan ibu yang paling terkuat di jagat raya, Jangan pernah merasa berkecil hati dengan cobaan yang dihadapi karena Tuhan pasti sudah menyiapkan jalan yang paling terbaik untuk kalian nantinya!"bujuk Dewi yang mencoba menguatkan putrinya Itu sebab biar bagaimanapun hati seorang ibu pasti sangat peka dengan suasana hati anak yang dibesarkannya dari kecil meskipun bukan lahir dari dalam rahimnya.


Tangis Asya langsung pecah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya barusan, memang selama ini dirinya mencoba untuk tegar tetapi itu hanya berbohong sebab ketegaran itu tidak akan pernah bisa bertahan lama ketika melihat tubuh anak yang paling ia sayangi terbaring lemah tidak berdaya sedangkan dirinya sebagai orang yang melahirkan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Aku gagal mah menjadi orang tua dan juga seorang ibu, anak yang aku lahirkan sedang sakit tetapi aku tidak bisa membantunya sedikitpun!"Lirih Asya membuat Kenzo langsung mengecup pelan kening istrinya itu yang terlihat dari tadi tubuhnya sangat bergetar mungkin karena menahan tangisnya agar suaranya tidak keluar.


"Permisi semuanya hasil pemeriksaan keluarga pasien sudah ada dan kami punya kabar baik untuk anda semua sekaligus dengan kabar buruknya juga! maka dari itu saya ingin bertanya kepada semuanya kira-kira mau mendengarkan kabar Yang mana lebih dahulu, karena waktu kita sudah tidak banyak dan juga tidak boleh menunda hal yang baik juga kan?"semua orang yang berada di ruangan itu Saling pandang tidak terkecuali dengan keluarga Erlangga yang ternyata dari tadi hanya berdiri menunggu hasil di depan pintu sebab tidak berani masuk karena kehadiran mereka sangat tidak dinantikan di tempat itu.


"Saya mau mendengar kabar buruknya dulu baru setelah itu bolehlah kabar baik, Karena hati saya sudah menyiapkan diri untuk mendengar kabar apapun itu Jadi silakan katakan saja tidak perlu merasa sungkan ataupun khawatir dengan keadaan saya nantinya!" Sahut Asya yang penuh dengan ada percaya diri sebab dirinya sudah bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang bakalan terjadi kedepannya.


"kabar buruknya adalah kondisi pasien semakin drop bahkan saat tadi kalian semua ada di sini dia sudah pingsan sebanyak satu kali itu mungkin karena efek obat yang tengah ia jalani, karena mungkin tubuh mungilnya itu belum bisa merespon dengan baik sehingga akibatnya mengalami hal-hal seperti begitu yaitu kejang-kejang secara mendadak. dan jika ini terjadi terus-menerus otomatis kami tidak bisa membayangkan ataupun memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang bakalan terjadi kedepannya, Jadi kami mohon untuk sedikit menekan ego anda dan tidak terlalu mementingkan perasaan kalian hanya demi untuk keselamatan anak kecil itu!"dokter tersebut sebenarnya ingin langsung mengatakan kabar yang baik dan buruk satu kali Jalan hanya saja karena kemauan dari keluarga pasien makanya dirinya mengikuti ritme yang diinginkan oleh mereka.


Asya Belum berani merespon secara berlebihan karena kabar baiknya Dirinya belum mendengarkan, karena biasanya setelah hujan pasti ada pelangi makanya dirinya yakin pasti ada kabar baik di antara kabar buruk yang tadi sudah ia dengar.


"Dan kabar baiknya adalah kita sudah mendapatkan pendonor yang 100% memiliki gen yang sama dengan pasien juga DNA-nya serta segala sesuatu yang sangat cocok dengan pasien saat ini, mungkin karena pendonor tersebut merupakan 100% keluarga pasien jadi itu sangat mudah membantu segala sesuatu yang selama ini kita harapkan!"jelas dokter tersebut membuat tubuh Asya luruh di bawah lantai.


Ini merupakan hal yang paling ia benci selama ini yaitu akhirnya terbongkar setelah apa yang ia sembunyikan, padahal tidak ingin berhubungan dengan orang yang di masa lalunya merupakan harapannya selama bertahun-tahun tetapi sayang terkadang takdir selalu saja bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan.

__ADS_1


__ADS_2