
"Ya jelas dia pergi karena Mama dari tadi hanya marah marah saja,makanya punya anak kalau sudah gede jangan terlalu dimarahi tuh kan lihat akibatnya?" Tanya Dito membuat Norah menatap kesal kearah suaminya itu.
"Ceritanya Papa lagi nyalahin Mama begitu,memang nya Papa tidak sadar kalau disini itu Papa juga salah ?" Tanya Norah dengan tersenyum mengejek.
Dito mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang ditanyakan oleh sang istri, perasaan dirinya tidak salah apa-apa di sini tetapi kenapa malah dilibatkan.
" Mama kalau bicara itu sadar diri dong Masa iya orang Tiap hari mama yang mengomel terus Papa yang dibilang salah, kalau seperti begitu mendingan Papa juga ikutan mengomel biar kita sama-sama salah!" jelas Dito membuat Norah memasang tatapan terpercaya ke arah suaminya itu.
" memangnya papa berani kalau marah-marah sama mama tiap hari, Memangnya mau jatah hariannya dikurangi? doyan makan seperti papa mau berhenti nanti apa jadinya, kayaknya nanti orang kantor bakalan diomelin setiap saat?" begitulah senjata seorang wanita ketika suaminya terlihat lebih tinggi otomatis pasti hal tersebut dibawa-bawa.
" ya masalahnya kan gampang kalau mama tidak kasih makan ya Papa bisa jajan di luar dong, kan sekarang jajanannya dijual bebas bahkan dengan berbagai varian rasa dan berbagai ukuran juga mau yang jumbo ataupun yang mini!" Norah benar-benar dibuat mengangkat kedua jempolnya dengan jawaban sang suami sungguh di luar ekspektasi.
" widih ternyata Tuan Dito Erlangga lagi mau cari perkara ya dengan istrinya sendiri, memangnya papa pikir di dunia ini hanya kaum pria saja bisa cari jajan Mama juga kok bisa kasih jajan buat orang lain? " Gerry yang hendak keluar untuk meminum air merasa heran dengan kedua orang tuanya yang malah membahas soal makan minum di siang garing seperti begitu.
__ADS_1
" mama sama papa itu lagi membahas apa kok terlihatnya seperti hampir mau bertengkar, Kenapa makin tua makin parah ya sikapnya sudah terlihat seperti bocah yang baru belajar gede? " tanya Gerry membuat Norah langsung memasang tatapan membunuhnya.
" Kamu jadi anak Kok berani sekali mengatur orang tua ya, lebih baik kamu pergi tidur sana jangan menunjukkan wajah kamu itu nanti lama-lama bisa Mama Hajar!" usir Norah sambil mengibaskan tangannya tetapi Gerry malah mendekat ke arah Papanya.
" Papa punya istri kok hobinya marah sekali Memangnya dikasih makan apa sih? sehari saja kalau tidak marah-marah itu sepertinya susah sekali, apa tunggu sampai Mama sakit gigi dulu baru rumah ini bisa sunyi dengan omelannya?" tanya Gerry membuat Dito ingin sekali tertawa tetapi berbeda dengan Norah yang malah menatap tak percaya ke arah keduanya.
" kalian berdua Malam ini tidur di luar dan kalau mau makan Makannya juga di luar tapi tidak membawa ATM dan juga dompet, biar kalian tahu rasa soalnya sudah berani mempermalukan mama dan juga mengatakan Mama secara tidak langsung tepat di hadapan orangnya!" ancam Norah.
" kenapa bawa-bawa sampai acara mengusir segala, perasaan tadi kan tidak bahas sampai seperti begitu ? Ya sudah kalau aku salah aku minta maaf karena sudah memancing emosinya mama, tapi lain kali jangan marah-marah lagi Soalnya mama aku tuh yang paling cantik di dunia tapi karena hobinya marah akhirnya Tuh keriputnya nongol!" Gery masih saja berusaha menggoda Norah karena menurutnya suasana ini yang sangat dirindukan selama setahun lebih sebab dirinya masih dihantui rasa bersalah terlihat begitu kaku untuk mengajak sang Mama bercanda.
sedangkan di salah satu rumah sakit swasta di kota itu tempat Mona dirawat ada banyak wartawan yang sedang menunggu di situ, membuat kedua orang tuanya kebingungan untuk bergerak sebab ruang gerak mereka dibatasi sama sekali dengan kehadiran para pencari berita itu.
bahkan bisa dibilang segala sesuatu tentang wanita itu di masa lalu dimunculkan kembali di permukaan sehingga membuat orang yang awalnya iba kepadanya kini malah tertawa mengejek, sebab menurut mereka wanita seperti itu memang pantas diperlakukan seperti begitu agar dirinya sadar tidak selamanya apa yang ia lakukan itu terasa enak pasti suatu saat bakalan disakiti dengan cara seperti yang ia lakukan selama ini.
__ADS_1
" ini semua itu gara-gara Mama yang terlalu memanjakan anak itu sehingga gaya hidupnya pun seperti orang yang kaya raya, masak selama ini anak keluyuran ke mana bergaul sama siapapun tidak tahu sama sekali? setiap kali Mona kasih uang pasti Mama bakalan menyuruh dia untuk kasih lebih banyak lagi dan tidak tanya apa pekerjaannya sebenarnya di luaran sana itu seperti apa, nanti lihat kan Kalau sudah seperti begini tidak mungkin ada kata untuk perbaik lagi yang ada kita hanya menanggung malu seumur hidup karena gagal menjadi orang tua untuk mendidik anak!" tegas Bambang yang merupakan Papa dari Mona.
" tapi mama kan juga tidak tahu kalau dia pekerjaannya kasih makan b*r**g yang Mama tahu itu dia sebagai SPG, Papa Jangan menyalahkan Mama terus dong Memangnya Mama yang suruh dia untuk bekerja seperti itu?" tanya Manda yang tidak terima dengan suaminya yang selalu saja menyalahkan dirinya.
" Oh jadi Mama tidak terima kalau anak kita hancur seperti begini Itu akibat dari didikan yang salah, terus Menurut mama yang salah itu papa karena mengikuti gaya hidupnya begitu mewah dan selalu bergaul dengan wanita sosialita penyesat itu?" tanya Bambang kali ini dengan nada suara yang lebih ditinggikan karena menurutnya Sikap yang ditunjukkan oleh sang istri itu sudah sangat keterlaluan.
" Papa saja yang tidak peka sebagai orang tua yang harusnya memberikan nafkah yang begitu banyak kepada anak istri, Memangnya menurut Papa dengan gaji Papa yang hanya segitu saja cukup buat beli kebutuhan yang lain?" tanya Manda yang sebenarnya gaya hidup Mona yang ingin semua serba ada itu bercermin dari sikap sang mama yang tidak pernah ingin dibilang sebagai wanita miskin dan tidak punya apa-apa.
" orang lain di luaran sana tidak punya makan hari ini mereka bakalan cari agar bisa makan, Tetapi kalian sudah dikasihi hidup yang berkecukupan Meskipun tidak sampai berlebihan masih saja mengeluh! Memangnya Apa sih yang kalian cari di dunia ini, kenikmatan Semata atau pahala yang banyak nanti Saat mati?" tanya Bambang yang benar-benar sudah habis kesabarannya bahkan para suster yang bertugas di situ pun harus berusaha melerai pertikaian suami istri itu karena Biar bagaimanapun itu dapat mengganggu kenyamanan pasien yang lain.
" Permisi ibu dan bapak di sini itu rumah sakit dan otomatis orang yang ada di sini itu tidak bisa dibilang orang sehat, mereka semua butuh istirahat dan juga kenyamanan Jika Bapak sama Ibu masih saja bertengkar lebih baik bawa anak Anda keluar dari sini karena kami tidak ingin hanya karena satu pasien semua pasien yang lain dirugikan!" kata-kata Suster itu membuat Bambang memilih untuk diam tetapi berbeda dengan Manda yang malah tidak terima.
" eh suster saya itu masih bisa cari rumah sakit yang lebih mewah dan lebih besar daripada di sini, Hanya saja karena tadi polisi menyuruh kami untuk tidak usah ke mana-mana makanya saya masih bertahan di sini! jadi jangan sok mengatur hidup orang lain urusan apa pasien Jangan hanya makan gaji buta, Saya di sini tuh bayar mahal-mahal masa iya hanya berbicara saja kalian merasa tidak terima sama sekali?" omel Manda bahkan dengan nada suaranya yang sedikit ditinggikan.
__ADS_1
" Ibu tolong jaga nada bicara Anda dan juga kata-kata Anda yang dikeluarkan tolong lebih sopan sedikit, Jika Anda sekali lagi berbuat sesuka hati di fasilitas umum seperti begini lebih baik tinggalkan saja rumah sakit ini karena kami masih punya pasien lain yang lebih harus kami prioritaskan!" Manda dibuat berkutik lagi karena Biar bagaimanapun dirinya sebenarnya sedang tidak mempunyai uang sebab biaya rawat di sini itu dirinya ambil dari dalam tasnya Mona yang tadi dapatkan dari mana Dirinya pun tidak tahu sama sekali.