Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 142


__ADS_3

Lilian benar-benar tidak menyukai sikap putranya itu yang selalu saja membenarkan diri dan tidak ingin disalahkan, padahal jelas-jelas Apa yang dilakukan oleh Dev itu merupakan sebuah sikap yang membuat dirinya malu dan juga tidak tahu harus berpikir seperti apa lagi agar putranya itu paham.


" kamu itu sebenarnya jadi anak ingin masa depannya seperti apa sih, dikasih jalan yang ternyaman dan juga terbaik tapi kamu malah memilih jalan yang berliku dan juga Penuh Tantangan?" tanya Lilian yang benar-benar tidak tahu lagi harus mengeluarkan kata-kata apa agar Dev paham dengan keinginan hatinya dan juga tidak selalu mengecewakan dirinya.


" sebenarnya masalah itu simple saja Mah hanya mamanya saja yang bikin terlalu heboh dan juga seperti aku melakukan Kejahatan yang tidak bisa dimaafkan, Padahal aku kan hanya ingin mengambil kembali apa yang akan menjadi aku ke depannya bukannya mengganggu gugat sesuatu yang tidak jelas!" ujar Dev membuat Lilian mengerutkan keningnya karena memang kebingungan dengan kata-kata ambigu yang dilontarkan oleh pria itu'


" mencari jodoh di usia seperti kamu ini memang harus dilakukan karena intinya hanya satu yaitu segala sesuatu harus diawali dengan berusaha, tanya saja kalau untuk mengganggu gugat jodohnya orang ataupun mengganggu rumah tangganya orang yang lebih baik kamu jadi jomblo atau Bujang Lapok sekalian agar tidak ada hati yang tersakiti!" jelas Lilian tetapi Dev memang tetap pada pendiriannya yaitu Asya merupakan miliknya dan bukan milik siapapun itu termasuk Kenzo yang notabene suami wanita itu.


" hari itu aku hanya para jomblo Maka dari itu dia bisa mengambil kembali Asya dari samping ku padahal sebentar lagi kami bakalan menikah, nanti berikutnya Kalau ketemu lagi terus aku mengambil kembali aku baru dia hanya macam-macam aku kali ini tidak bakalan tinggal diam!" Dev bener-bener nekat dan juga tidak ikhlas memberikan Asya untuk Kenzo padahal sebenarnya pria itu harus tahu bahwa sudah ada anak diantara mereka.


" kamu ini lebih baik menikah segera dengan Rebecca agar otak kamu bisa sedikit kinclong tidak miring kiri kanan yang membuat mama jadi bingung harus mencernanya seperti apa, nanti setelah kamu menikah Terserah kamu mau ngapain aja itu urusan kamu karena nanti sudah ada yang bakalan menghajar kamu tentunya!" itulah jalan terakhir yang harus dipilih oleh Lilian jika tidak ingin anaknya menjadi orang yang kurang ajar dan tidak punya martabat sebagai seorang pria.


" Mama kalau mau milih calon suami untuk anak sendiri itu setidaknya perhatikan dulu dong perawakannya seperti apa Jangan hanya asal saja, nanti yang ada mama tidurnya tenang kalau malam tapi akunya bakalan Terasa seperti tidur bersama dengan hantu gentayangan. " ujar Dev yang benar-benar tidak menyukai jika Mamanya itu menjodohkan dirinya dengan wanita yang sangat-sangat membuat matanya terasa begitu sakit ketika menatapnya.


" itu sebenarnya urusannya kamu bukan urusannya sama mama karena kalau ingin mempercantik istri ya harus cari uang banyak dong biar rebecca-nya bisa perawatan, jadi lebih baik sekarang kamu pikirkan caranya bagaimana agar nanti kita bisa segera melamar wanita itu untuk menjadi istri kamu Takutnya nanti bakal diambil orang!" sungguh apa yang dikatakan Lilian merupakan hal yang tidak pernah diinginkan oleh Dev sedikitpun karena menurut pria itu semua pilihan Mamanya itu tidak ada yang benar.


" Mama Biarkan saja Aku mencari istri sendiri nanti kalau 6 bulan dari sekarang aku tak kunjung mendapatkannya Ya terserah mau dinikahkan sama siapa saja, tapi untuk sekarang Tolong jangan memaksaku untuk menikah dengan wanita yang sangat-sangat tidak aku sukai sama sekali!" bujuk Dev tetapi Lilian bukanlah orang bodoh yang bisa saja dibohongi oleh pemuda itu.


" hehehe tidak bisa begitu ferguso Memangnya kamu pikir di dunia ini ada orang yang bakalan membiarkan Kesempatan Kedua jika kesempatan yang pertama saja tidak bisa digunakan dengan baik, tidak usah banyak komentar pokoknya kamu harus ikut apa yang mama katakan jika tidak ingin dicap sebagai anak durhaka!" sinis Lilian yang sangat tahu modus operandi yang biasa diperankan oleh Dev agar dirinya selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh anaknya itu.


mendengar kata-kata final dari sang mama membuat Dev mendengus kesal dan juga ingin sekali menghubungi Rama yang tidak ada kabar sedikitpun, apalagi ketika dirinya tahu bahwa wanita itu sedang mengejar-ngejar asisten Kenzo yang merupakan musuh bebuyutannya.


" apa dia pikir wanita di sini sudah habis Jadi maunya kejar wanita di negerinya orang Padahal di sini itu bisa dibilang tidak kalau hot dari di sana, sudah begitu kalau mereka benar-benar jadian terus akunya harus seperti bagaimana untuk bersikap nanti ketika bertemu dengan bosnya wanita itu?" gumam Dev monolog tetapi masih bisa didengar oleh Lilian yang berada di sampingnya.

__ADS_1


" nah tuh kan kamu tahu sendiri akibat dari kelakuan kamu itu ada orang lain yang bakalan kena imbasnya, coba saja kalau kamu dari awal berpikir jernih otomatis mungkin Rama tidak bakalan tinggal di sana sebab wanita itu tidak akan marah ataupun melakukan hal yang seperti sekarang ini kan?" tanya Lilian.


" dasarnya Rama saja yang tidak bisa melakukan apa-apa sehingga akhirnya pemilihan yang mengejar seorang wanita, Padahal selama ini kan dia selalu untuk mempesona di mana-mana kenapa sekarang berubah total seperti begitu?" tanya Dev.


terkadang apa yang kita tanyakan dan apa juga yang kita pikirkan itulah merupakan jawaban yang pasti dari pertanyaan kita selama ini, Dev tidak sadar jika sama asisten itu sedang berjuang untuk masa depannya tetapi tidak mengganggu hubungan orang lain meskipun di luaran sana banyak wanita yang mengantri tentunya.


coba saja kalau dirinya bisa berpikir jernih otomatis akan mendukung setiap langkah kaki yang dilakukan oleh Rama dan juga mempermudah gerak-gerik pria itu, sebab biar bagaimanapun dirinya adalah orang yang paling berjasa di dalam karir yang sedang dirintis oleh Dev saat ini.


" kamunya saja yang tidak sadar diri kalau sebenarnya Rama itu sedang memperjuangkan sesuatu yang bakalan ia gapai untuk hari esoknya, dan kamu lihat sekarang kan tidak ada orang yang disakiti ataupun merasa dipersulit dengan apa yang dilakukan oleh Rama berbeda dengan kamu yang malah membuat orang lain menjadi emosi dan melakukan hal yang tidak tidak(!" jelas Lilian yang sengaja menyindir putranya itu agar paham.


" mama bisa tidak jangan terlalu menyebut hal yang dahulu soalnya nanti aku bakalan keingat terus dan akan mengulanginya lagi, atau memang mama punya niat seperti begitu membuat aku kembali melakukan hal yang sama agar kami berdua segera menikah?" tanya Dev sambil tersenyum mengejek.


" pokoknya dalam waktu dekat ini kamu tidak ikut mama untuk melamar Rebecca buat kamu maka bisa dipastikan Mama bakalan marah besar dan tidak akan pernah menegur kamu lagi, soalnya kamu tahu sendiri kan keinginan Mama selama ini yaitu ingin kamu menikah memiliki keturunan agar bisa betah di rumah tidak pergi-pergi terus!" Lilian bukannya meminta tolong tetapi ini mau telat adalah perintah dari wanita paruh baya itu yang ingin sekali Anaknya menggapai bahagia sebelum dirinya pergi menghadap sang penciptanya.


" aku sih semuanya terserah Mama saja mau apa tetapi yang penting intinya hanya satu yaitu aku tidak ingin dipaksa berhubungan dengan orang yang tidak ingin aku lakukan hal itu, Mama tahu kan hidup itu hanya sekali saja tidak ada yang namanya kedua kalinya jadi otomatis yang terjadi Sekarang aku ingin menikmatinya betul-betul tanpa ada penyesalan di hari esok!" perdebatan antara Ibu dan Anak itu tidak akan pernah berhenti jika belum ada yang mau mengalah dan Lilian tahu kalau putranya itu tidak akan pernah mau melakukan hal itu.


berdiam diri dan hanya pasrah serta meminta kepada Sang Kuasa Mungkin Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Lilian, tapi otomatis pengharapannya sebagai orang tua selalu ada dalam benaknya yaitu ingin anaknya itu Bahagia tidak salah memilih jalan ataupun mengambil langkah.


" mama sama papa menikah awalnya juga dijodohkan tapi sampai sekarang tidak ada niatan untuk mencari ataupun mau menikah lagi ketika papa kamu sudah tidak ada, orang yang kamu lihat tidak bagus belum tentu kenyataannya seperti yang kamu pikirkan itu. terkadang coba kamu sadari ketika suaminya tidak menghargai istrinya ternyata ada orang di luar sana yang malah menghargai wanita itu dengan begitu sangat, sehingga selalu dikatakan bahwa Rumput Tetangga itu lebih cantik daripada Rumput Sendiri!" setelah mengatakan hal itu Lilian pun pergi karena dirinya akan mengikuti arisan bersama dengan kelompok geng sosialitanya.


sebenarnya dirinya tidak ingin melakukan hal itu hanya saja daripada tinggal di rumah saja tanpa melakukan apapun, biarkan saja mereka mau berkata apa ataupun mau bertanya soal kehidupan pribadi putranya karena Setiap orang berhak mengajukan ataupun menyampaikan pendapat mereka.


sedangkan Dev memilih untuk kembali ke kantornya mengurus berkas-berkas yang sudah bertumpuk di atas meja entah menjadi gunung apa di situ, Apalagi pekerjaannya kini bertambah rumit ketika Rama meminta izin dalam batas waktu yang tidak ditentukan untuk Mengejar Cintanya Millen.

__ADS_1


" Hola Jeng Lilian Smith, Gimana kabarnya sih hari ini? wajah kamu kok hari ini terlihat begitu cemberut seolah tidak ada semangat hidupnya sama sekali, bukannya kemarin kamu bilang kalau anak kamu itu bakal mau menikah dan kamu pergi ke Den Haag untuk menjemput calon menantu kamu?" Lilian menatap sempurna ke arah sahabatnya yang bernama Desi itu yang kalau berbicara selalu kelewat jujur.


" ah Kamunya saja yang salah dengar Memangnya Sejak kapan aku ngomong kayak gitu, aku itu kan rencananya ke sana hanya untuk menjemput Dev pulang karena Biar bagaimanapun perusahaan di sini kan harus ada yang mengurusnya bukan untuk mau menjemput anak orang! Memangnya kamu pikir cari calon menantu itu gampang tinggal asal ambil terus dinikahkan dengan anak kita, hei ada ibu bapaknya yang mesti kita minta izin dan juga dia bukan barang yang asal diambil saja!" kali ini Lilian lebih meninggikan nada bicaranya bukan karena ingin Berlaku tidak sopan tetapi jika ia tidak seperti begitu otomatis mereka semua bakal menanyakan hal yang tidak tidak.


" Sebenarnya sih aku itu tidak masalah kamu mau ke sana mau berbuat apapun itu kan Sesuka kamu uang-uangnya kamu kok bukan uangnya aku, hanya saja Asal kamu tahu saja ya Anak kamu itu lagi viral sekarang akibat dari dandanannya yang super menor melehoy itu!" sahut Desi membuat Lilian mendengus kesal ternyata kejadian itu sudah sampai di mana-mana padahal pikirnya sudah selesai dan tidak ada pembahasan lanjutan.


" Ya sudah kalau kalian semua sudah tahu dan lihat diam-diam saja deh kalau begitu Soalnya aku pusing harus ngomong seperti apa lagi, nanti Lain kali kalau ada yang tanya bilang saja kalian tidak kenal sama orang yang ada di video itu kan semua masalah jadi beres." omel Lilian membuat Desi hanya bisa tertawa.


" kamu sabar saja biasanya setiap orang tua yang mau mencari jodoh untuk anaknya itu ada saja kendalanya, yang penting Intinya cuma satu yaitu banyak berdoa dan meminta tidak usah diberikannya muluk-muluk yang penting intinya sesuai dengan kriteria dan keinginan keluarga besar!" apa yang dikatakan Desi itu memang benar dan memang Lilian tidak menyangkal hal itu karena untuk apa meminta lebih jika yang biasa saja belum dapat.


Dev yang sudah berada di kantornya terlihat bersin berkali-kali dan dirinya yakin jika ini ada sangkut pautnya dengan sang mama, soalnya Kebiasaan ibu-ibu kalau ngumpul bersama teman-teman kalau tidak mau bicarakan suami ya Otomatis membicarakan anak sendiri.


" semoga saja mama tidak menjatuhkan Harga Diriku kali ini, soalnya kalau sampai hal itu terjadi mau taruh di mana mukaku yang sudah paling tampan sejagat raya!" pinta Dev dalam hati sampai tidak sadar jika sebenarnya pintu sudah diketok dari luar.


tok tok tok


" Permisi tuan ini dengan saya Intan, apa bisa saya masuk?" tanya salah satu pegawai Dev yang bertugas menggantikan Rama sekarang.


" Iya masuk saja!" sahut Dev malas.


Intan masuk dengan memakai pakaian yang kurang bahan bahkan bisa dibilang mungkin ada kainnya sepenggal yang terbuang sehingga tidak bisa menutupi apa yang ada, melihat Hal itu membuat Dev mendengar kesal karena dipikirannya pasti pegawainya itu mengira dirinya kurang belaian sehingga wajib mempertontonkan hal-hal duniawi itu.


" kamu untuk apa datang ke sini kalau memang tidak ada yang penting ya sudah langsung keluar tapi kalau ada yang penting cepat ngomong dan pergi, karena saya itu masih punya pekerjaan yang lebih tumpuk dan juga lebih banyak daripada melihat wajah kamu!" Sindir Dev membuat Intan langsung menjadi salah tingkah dan kebingungan harus menjawab apa.

__ADS_1


padahal sebenarnya Intan ini merupakan salah satu Primadona yang ada di tempat itu hanya saja mungkin matanya deh lagi soak jadi tidak bisa berfungsi dengan benar, tetapi jika Dev menjadi Rama otomatis Intan pun bakalan disikat saat itu juga.


__ADS_2