Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 88


__ADS_3

Vina yang terlalu Asyik melamun bahkan tak mendengar sedikitpun apa yang di katakan oleh Andi,karena baginya apa yang ia dengar barusan adalah suatu hal yang pantas untuk di pertanyakan.


"Vina,kamu kok malah diam?" Tanya Andi heran.


Akhirnya Vina kembali juga ke alam nyata,terlihat gadis itu berusaha mengusap pelan dada nya karena benar benar terkejut dengan apa yang di lakukan Andi ini.


"Iya Ada apa? Kita sudah sampai yah,maaf aku tadi malah bengong saja seolah kamu tidak ada?" Vina sudah seperti orang kebingungan dengan semua nya.


Andi hanya tersenyum saja melihat tingkah gadis yang seperti orang baru bangun tidur itu,padahal mereka berdua tadi baik baik saja entah mengapa gadis itu yang ada malah bertingkah aneh.


"Kamu baik baik saja kan,atau tidak enak badan?" Tanya Andi lagi yang kebingungan harus bagaimana ketika Vina malah tidak menjawab apa yang ia tanyakan tadi.


"Eh itu aku baik baik saja,lagian mana ada orang yang sakit nya tiba tiba seperti itu?" Tanya Vina tak terima.


"Oh syukurlah kalau begitu soal nya kamu sedikit aneh jadi nya kan aku bingung,perasan tadi itu cerewet sekali malah sampai marah marah pula kenapa sekarang jadi pendiam?" Tanya Andi sambil tersenyum mengejek.


Vina mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Andi barusan,memang nya ada yang salah jika dirinya menggunakan mulut sebagai milik yang di berikan oleh Tuhan.


"Jadi kamu mau nya aku tuh Konser gitu dalam mobil nya kamu,terus setelah itu kamu ngomong kalau menyesal mengajak orang super berisik untuk pergi?" Tanya Vina sinis.


Beginilah yang membuat Andi malas dekat dengan wanita karena kaum pria selalu salah,coba kalau bergerak salah semua pastinya apalagi memberikan komentar ketika tidak di butuhkan pasti bakal lebih salah lagi.


Padahal tidak selama nya maksud tujuan orang itu sama pasti bakal berbeda namun kalau diartikan pasti bakal sama.


"Maaf kalau aku sudah buat kamu marah,tapi bisakah hanya kali ini saja kamu tidak macam macam dan membahas sesuatu yang nantinya bakal membuat kita berdebat?" Pinta Andi pelan tapi langsung tepat mengenai dalam hatinya Vina membuat Wanita itu akhirnya sadar jika sebenar nya ia telah melalukan kesalahan.


"Aku yang seharus nya minta maaf karena sudah ngomong yang aneh aneh oe kamu,ya sudah kita jangan bahas hal yang tidak penting lebih baik bahas soal yang lain saja!" Ujar Vina yang mulai tersenyum ceria karena sama saja jika membahas sesuatu yang tidak penting itu membuat orang merasa kepala sakit.


"Bagaimana kalau bahas soal kita?" Tanya Andi.


Nah ini nih pertanyaan yang membuat kinerja jantung Vina selalu tidak benar karena sangat tiba tiba tanpa persiapan,padahal kinerja jantung nya sedang tidak bisa di ajak kompromi.


"Memang nya apa yang may di bahas kalau tentang kita?" Tanya Vina pura pura heran padahal ia sebenar nya sedang deg degan.


"Ya maksud nya kamu kan sendiri terus aku juga,kenapa di gabungkan menjadi kamu dan aku biar jadi satu?" Tanya Andi memastikan.


Oksigen,mana oksigen soalnya Vina sekarang sedang membutuhkan nya,karena apa yang di lakukan Andi mendadak membuat gadis itu menjadi panas dingin.


"Kita menjadi satu itu seperti apa ya soalnya aku saja bingung mau berpikir harus seperti bagaimana,kamu kan tahu gimana aku kalau tiba tiba ada pertanyaan yang aneh seperti itu?" Tanya Vina yang mendadak pura pura beg*


Andi berusaha menghembuskan nafasnya kasar dan di keluarkan secara benar,memang sih sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengatakan perasaan tapi kalau di tunda lagi pasti kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali.

__ADS_1


"Ya maksudnya kita itu berpacaran dan setelah itu berkomitmen untuk menikah,maka dari itu kan sebutan yang cocok adalah satu bukan lagi menjadi dua!" Jelas Andi spontan tanpa tedeng aling.


Vina mendadak langsung lemas bukan karena kurang makan,ingin pingsan bukan karena kurang oksigen melainkan dirinya sangat di buat spot jantung oleh Andi.


"Jadi ceritanya kamu sedang menembak aku begitu,dan di atas mobil ini? Wah ini namanya sudah perbuatan yang melanggar kode etik,setidak nya kamu kas8u tahu sebelum nya biar aku dandan yang cantik!" Sungut Vina tapi sambil tersenyum.


Andi begitu bahagia karena respon yang di berikan Vina itu sedikit mengarah ke hal yang lebih baik,jadi otomatis dirinya tidak perlu memakai jurus rayuan maut seperti dulu yang selalu di dipertontonkan oleh para aktor laga.


" jadi menurut kamu apa jawaban atas pertanyaan ku tadi,apa kamu mau atau tidak?" Tanya Andi yang sangat penasaran.


Vina hanya menganggukan kepalanya karena malu untuk menolak ataupun menjawab,biarlah bahasa tubuh nya menjadi Isyarat tapi bisa di mengerti.


"Yesss Aku mulai hari ini sold Out,ini harus di rayakan tapi Gerry cunguk itu malah menghilang!" Bahagia dan juga kesal Dirasakan Andi secara bersamaan.


"Aku juga senang tapi sekaligus sedih karena sikap kalian Asya yang menghilang tanpa kabar itu,apa dia tidak sadar kalau sebenar nya aku itu sangat merindukan dia?" Sungut Vina yang tanpa sadar jika sedang menitikan air mata pertanda dirinya benar benar kecewa.


"Nanti kita bakal cari mereka sama sama,kalau sudah ketemu kita bakal buat mereka kecewa dan tidak bisa menghilang lagi seperti yang juga kita rasakan sekarang ini." Tawar Andi.


Terkadang kebahagiaan itu memang tidak pernah datang tepat waktu,tapi terkadang juga selalu datang nya belakangan. Maka dari itu jangan pernah melakukan sesuatu yang nanti nya akan kamu sesali nanti nya,berpikirlah sebelum mengambil sikap karena itulah menjadi penentu bagaimana sikapmu kelak.


Kini anak muda yang baru saja jadian itu memilih untuk menghabiskan waktu pertama mereka sebagai pasangan kekasih yang masih panas panas nya.


Sedangkan pasangan pengantin baru sekarang berada di gedung resepsi salah satu hotel termegah dan terbesar di kota itu,tentu saja semua itu dapat terlaksana karena sang polis acara adalah orang muda yang sukses dengan bisnis yang berkembang di mana mana.


Padahal tanpa mereka sadari dan ketahui jika sebenar nya Kenzo bukan lah Ayah dari anak yang sedang di kandung Asya itu,soalnya melihat kasih sayang dan perhatian yang diberikan pria itu otomatis pemikiran semua orang tidak akan sampai ke arah sana.


"Kenz,kalau ngobrol sama kolega bisnis kamu jangan terlalu lupa diri ya! Soalnya kasihan itu Asya dan juga cucu Mama,mereka pasti kecapean dengan semua ini!" bisik Rianti membuat Kenzo menganggukan kepalanya.


"Iya Mah,aku juga mana mau mereka kecapean! Kalau soal keadaan mereka itu merupakan hal yang selama ini aku pikirkan dan utamakan!" Jelas Kenzo lalu segera mencari istrinya yang sedang di garap para dan juga pegawai wanita di kantor nya.


"Nyonya,kenapa Wajah nya cantik sekali?" Tanya pegawai Kenzo yang ada disitu.


"Terima kasih tapi kamu terlalu berlebihan,soalnya dibandingkan aku kamu yang lebih cantik!" Sahut Asya membuat semua orang begitu senang dengan kehadiran Asya di samping Kenzo.


Prok prok prok


"Wah bagus ya,setelah menghancurkan masa depan ku sekarang malah asyik menikahi wanita lain!" tiba tiba semua orang hanya bisa berdiam diri karena memang suara itu sangat tiba tiba dan tidak terduga.


"Aku yang kamu rusak tapi wanita hamil karena pria lain yang kamu nikahi!" Sambung orang itu lagi membuat Wajah Asya memerah karena malu dan juga sakit hati.


Ini adalah hari bahagianya dan sebenar nya harapan dalam hidup nya yaitu tidak ada gangguan sampai selesai,entah bagaimana respon Kenzo nanti nya Asya memilih pergi dan tak peduli.

__ADS_1


Kenzo yang melihat Asya akan pergi mendadak lantai berlari kearah Istrinya itu dan menarik pergelangan tangan nya,sebab bagaimanapun dirinya sebagai seorang pria dan suami tentu saja tidak ingin pernikahan mereka yang baru seumur jagung harus di rusak oleh tamu yang tidak di undang.


"Sayang,kamu mau kemana? Bukan kah ini adalah hari Bahagia nya kita,kenapa malah kamu yang pergi sedangkan orang yang tidak di undang malah keluyuran sembarangan?" Tanya Kenzo sambil meraih tangan Asya dan mengecup nya.


Air mata Asya meleleh begitu saja mungkin karena efek kehamilan membuat dirinya lebih cengeng dari Biasa nya,dan hal itu membuat Kenzo merasa sakit hati..


Pria itu bahkan menggelengkan kepalanya berkali kali,karena ingin membuat Asya yakin jika semua baik baik saja.


Cup Cup Cup


Kenzo mencium puncak kepala Asya dan setelah itu kedua kelopak mata nya dan juga setelah itu yang terakhir ada lah bi*i* nya dengan sedikit lu**tan kecil.


Asya membulatkan matanya sempurna melihat tingkah tidak tahu malu suami nya itu,kok bisa bisa nya melakukan hal ini di depan umum meskipun budaya barat itu adalah hal yang lumrah tapi untuk Asya itu tetap ada sesuatu yang memalukan.


"Mas,kamu ini sangat memalukan!" bisik Asya dengan wajah yang memerah.


Para pegawai Kenzo yang tidak menyukai kehadiran pengacau itu langsung tanpa tedeng aling berdiri menghadang nya dengan tatapan yang sinis.


Percayalah para geng pembela itu yang menjadi kepala bagian nya adalah Millen,sang Asisten Kenzo yang serba bisa di segala suasana dan cuaca.


"Cepat katakan pada kami dan semua nya,bagian mana yang sudah di rusak oleh Boss kami?" Tanya Millen dengan tatapan membunuh.


"Aku tidak Virgin lagi karena dia!" teriak wanita itu.


Asya yang tangan nya sedang di genggam oleh Kenzo mendadak ingin sekali melepaskannya karena sudah tidak tahan,siapa yang tidak sakit hati ketika orang di masa lalu pasangan kita datang di saat yang tidak tepat.


"Oh Ya,boleh tahu kira kira kapan ya?" Tanya Millen sinis.


"Waktu aku di usir oleh nya karena mengatakan cinta,setelah mengusir ku pulang dia datang kepadaku dengan keadaan mabuk dan melakukan hal itu!" Jelas Wanita itu lagi dan kali ini Asya benar benar marah lalu segera melepaskan tangan Kenzo secara paksa dan mendekati wanita itu.


Plak Plak Plak


Semua mata menatap 5ak percaya kearah tubuh mungil tapi kekuatannya sangat tak di ragukan itu.


Asya menghajar Olivia hingga membuat wanita itu tersungkur,sebab ia benci dengan bibit pelakor yang suka nya memberikan kesaksian dusta dan menyebabkan hubungan orang lain menjadi berantakan.


"Kamu berani padaku." Belum lagi wanita itu berbicara habis Millen dan lain nya sudah menahan tangan nya agar tidak menyentuh Nyonya mereka itu.


"Olivia,kamu pikir aku tidak tahu dimana Kenzo saat itu? Asal kamu tahu waktu yang kamu menghayal sedang berduaan dengan dia,saat itu dia ada bersamaku!" tegas Asya.


Kenzo menitikan air matanya dan mendekati istrinya,ia lalu menggenggam tangan Asya lalu memasang tatapan mematikan membuat suasana di situ mendadak menjadi sunyi karena aura yang di pencarkan oleh pria itu.

__ADS_1


" Jangan pernah menyebut anakku adalah anak orang lain,atau aku bakal membuat mulut mu tidak berfungsi dari sekarang!" tegas Kenzo.


__ADS_2