
Begitulah yang di katakan oleh Dewi agar semua nya tidak bertengkar dan mempertahankan ide mereka masing masing,padahal Bayi nya saja masih betah berada dalam perut Mama nya.
"Benar tuh apa yang Mbak Dewi bilang,hanya mereka itu saja yang kelebihan buat cari perkara. Padahal aku tadi tidak berada di posisi mereka,tapi biasalah keturunan Bule itu suka sekali cari perkara!" kali ini Rianti berusaha menjadi orang yang netral agar tidak kena marah oleh Dewi padahal sebenarnya tadi ia termasuk orang yang paling gesit dalam membantah.
"Wah Mama ini memang hebat ya,sampai harus membuat orang lain yang di salahkan?" Tanya George tak terima dengan sikap istrinya itu.
"Biarlah orang keturunan Indo kalau berkilah paling jago!" Kenzo menimpali dan juga membalikkan keadaan lalu setelah itu tanpa aba aba langsung menggendong tubuh istrinya membuat semua menjerit karena begitu terkejut.
"Awwww,Mass! Kamu kenapa pake acara gendong segala,terus di depan orang orang lagi aku kan jadi malu?" Tanya Asya pelan karena memang benar benar terkejut dengan sikap Suami nya itu.
Kenzo tersenyum ketika melihat wajah semua orang hanya menatap heran kearah nya,karena memang ini adalah keinginan pria itu selama ini.
"Saat kamu datang kerumah ini pertama kali aku biarkan kamu masuk dengan kedua kaki kamu,karena memang saat itu kita bukan siapa siapa. Akan tetapi hari ini saat kamu datang kesini dan sudah menjadi Istriku,maka aku bakal menggendong kamu dan berjalan dengan kakiku agar kamu sadar dan tahu bahwa dimanapun kakiku melangkah kamu juga akan selalu berjalan bersamaku !" Jelas Kenzo membuat Asya begitu terharu dengan apa yang di katakan oleh suami nya itu.
Wanita itu memeluk erat leher suaminya itu dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenzo,merasakan detak jantung pria yang akan menjadi pemimpin dalam hidup nya untuk selama nya.
🍀Maaf Jika cerita ini langsung ke Hari Bahagia,karena memang terkadang kesusahan itu tidak terlalu berlangsung lama karena Tuhan pasti sudah menyiapkan sesuatu yang indah🍀🍀
"Kenzo tolong Ya,jangan kau garap menantu ku dahulu karena nanti malam masih ada resepsi yang sedang menanti kalian!" Teriak Rianti dari lantai bawah karena melihat Kenzo yang membawa istrinya ke dalam kamar mereka.
"Astaga Mah,kenapa sih selalu menggangu dan membahas hal itu? Memang nya aku cicip sedikit tidak bisa,lagian apa ada yang melarang kalau suami tidak boleh menyentuh istrinya sendiri!" Sungut Kenzo membuat Asya memukul pelan pundak suami nya itu.
"Mas ih, kamu ini hanya bikin malu saja? Lain kali kalau ngomong itu di pikir dulu dong,malu itu harus di depan meskipun sama keluarga sendiri!" Bisik Asya pelan.
"Tenang Yang,karena suami mu ini bakal merealisasikan seperti yang di takutkan oleh mertua kamu tadi." Sahut Kenzo dengan sambil tertawa kecil karena memang tidak bisa menahan wajah cemberut istrinya itu.
Sesampainya di kamar mereka yang terlihat biasa saja,karena memang Asya benci aroma Bunga atau apapun itu maka nya Rianti tidak bisa melakukan ide gila mereka itu.
Padahal selama ini dirinya ingin sekali saat malam pengantin,anak anak mereka itu tidur beralaskan bunga tapi sayang belum juga hal itu tercapai malah sudah di cegah lebih dahulu.
"sayang kamu mau mandi dulu atau langsung istirahat,atau mau langsung makan saja?" Tanya Kenzo yang entah mengapa mungkin faktor gugup jadi bertanya yang aneh aneh.
"Kamu yang aku tanya apa tidak mau makan sesuatu?" Tanya Asya dengan tatapan menyelidik.
Sebenarnya agak tidak masuk akal jika saat setelah menikah pasangan bakal malu malu,jadi ceritanya Author sedikit mau membuat ceritanya berbeda dengan membuat kedua anak manusia itu menjadi lebih agresif.
Kenzo yang merasa ada lampu hijau yang menyala tanpa di minta membuat dirinya begitu bahagia,karena tidak bisa di ungkapan dengan kata kata ataupun ekspresif yang bagaimana karena hanya bisa di lakukan dengan perbuatan.
"Yang kita gas Kah?" Tanya Kenzo antusias.
"Iya Mas,jangan pake rem tapi ingat jangan terlalu loss karena nanti Baby El nya gimana?" Tanya Asya sambil tertawa pelan.
"Tenang Yang,si Jacky kalau masuk bakal pake helm biar tidak kena Baby El tersayang!" Sahut Kenzo dan mulai memegang sana dan meremas ini.
STOP IT ( Nanti dosa sayang)
Ketika pasangan suami istri itu sedang menikmati surga dunia, di lain tempat Vina sedang emosi karena kelakuan kedua pria yang tidak punya kerjaan itu.
__ADS_1
Bagaimana tidak emosi,ketika dirinya baru pulang dari kampus harus di kagetkan dengan kata yang Andi dan Valdi yang tengah tebar pesona.
"Oh pantesan kamu tadi tidak kelihatan batang hidung mu yang minimalis itu,karena sedang jadi satpam dadakan di rumah orang?" Tanya Vina sinis.
Andi hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena mendengar kata kata yang di lontarkan oleh Vina tadi,padahal yang ia harapkan adalah kata kata manis nan romantis agar hidup nya lebih bahagia dan bisa lebih percaya diri tepat di hadapan rival nya itu.
"Dan kamu,untuk apa datang kesini?" Tanya Vina sambil mengerutkan kening nya.
Valdi dengan percaya diri mendekat kearah Vina sambil memasang senyuman terbaik nya,karena siapa sih yang tidak senang ketika ada yang perhatian pada kehadirannya.
"Ya aku kesini karena kangen sama kamu,jadi gimana kamu senang kan karena aku datang kesini?" Tanya Valdi penuh percaya diri.
"Maksud kamu apa,yang ada dia itu menderita kalau ada kamu disini!" Bantah Andi yang tidak terima ketika ada yang menggangu dirinya yang sedang pdkt.
"Kenapa jadi kamu yang menderita,perasaan dia saja tidak berkomentar banyak kenapa malah kamu yang komentar? Atau jangan jangan kamu takut merasa bahwa aku yang lebih pantas berada disini,memang sih hal itu yang terlihat jelas dari semua nya!" Valdi begitu percaya diri membuat Andi sempat meradang karena tidak terima .
Vina yang merasa kesal dengan semua nya langsung ingin menonjok mereka berdua,hanya saja jika ia melakukan hal itu maka bisa di pastikan dirinya yang bakal kesusahan.
"Pulang atau aku bakal panggil hewan piaraan ku untuk menggigit kalian sekarang juga,soalnya kalian itu menjadi penggangu di rumah orang lain saja!" usir Vina membuat Andi menggeleng kepalanya karena mana mau pulang.
"Yah kamu kok gitu sih Vin,padahal aku sudah datang jauh jauh sampai bela belain tidak ke kampus hanya untuk datang kesini ?" Bujuk Andi yang secara tak langsung menegaskan jika ia lebih pantas di situ daripada Valdi.
"Eh kamu itu terlalu berlebihan karena yang pantas untuk berada di sini ya itu aku,karena biar bagaimanapun aku yang datang sangat jauh tapi tetap nekat kesini!" Valdi memotong apa yang di katakan oleh Andi.
"Ya Tuhan tolong,kalian itu bisa tidak mendengar kan apa yang aku katakan tadi? Atau memang kalian itu manusia yang tidak punya malu ,sampai harus di usir dengan cara apa lagi baru bisa paham?" Tanya Vina kesal.
"Yang bilang kamu ada disini itu siapa,yang harus nya pulang itu kalian berdua. Atau memang kalian tidak mau pulang ya sudah,aku saja yang pergi dari pada tambah mumet kalau dekat dengan kalian terus!" Sinis Vina.
Valdi dan Andi hanya berdiri bengong menatap tak percaya kearah Vina yang pergi begitu saja tidak peduli dengan keberadaan mereka,padahal percuma saja mereka berada di situ jika orang yang menjadi tujuan mereka berada di tempat itu tidak peduli.
"Ini semua gara gara kamu yang tidak punya kerjaan malah datang menggangu orang lain,bisa tidak kamu dekati saja wanita yang selama ini bergaul dengan kamu dan jangan menggangu dia? Karena dia itu aku sudah jaga dari dulu,jadi otomatis sekarang harus nya aku yang mulai berjuang!" Sarkas Andi yang merasa tidak suka dengan kehadiran Valdi.
" Harus nya kamu yang sadar diri kalau sebenarnya dia itu sudah tidak betah punya teman seperti kamu,jadi jangan terlalu memaksakan diri. Apa kamu tidak sadar buktinya kalau sekarang saja dia pergi,bukan nya menemani kamu atau menyuruh kamu masuk kedalam rumah nya!" Apa yang di katakan oleh Valdi memang merupakan pukulan telak bagi Andi yang langsung memerah wajahnya karena malu dan sadar diri.
Kecewa,ketika kita merasa dekat dan di hargai tapi ternyata orang lain tidak merasakan hal itu.
Apa artinya,bahwa kita terlalu percaya diri hingga tidak bisa membedakan antara yang nyata dan juga banyak khayalan belaka.
Valdi pergi dari situ dengan memasang tatapan sinis kepada Andi,yang malah berdiri bengong dengan semua nya ini.
Sedangkan Vina yang tadi hanya pura pura masuk kedalam rumah,langsung berlari keluar ketika melihat Andi yang hendak naik kedalam mobil nya.
"Heiii cunguk berhenti !" teriak Vina sambil setengah berlari.
Andi mengurungkan niat nya itu ketika mendengar Vina memanggil nya,dirinya begitu bahagia meski sedikit tersiksa dengan panggilan yang tidak mengenak kan dari wanita itu.
"Kamu ada perlukah datang ke rumah ku?" Tanya Vina penasaran.
__ADS_1
"Ah tadi kebetulan lewat jadi sekalian mampir,aku kira Kamu nya sudah pulang dari kampus !" bohong Andi.
"Kamu kenapa tadi tidak pergi ke kampus,apa kamu ada urusan di luar sampai tidak pergi?" Tanya Vina dengan tatapan menyelidik.
Bahagia ,jika perhatian yang selama ini kita harapkan datang tanpa diduga sebelum nya.
"Kamu kangen ya kalau aku tidak pergi ke kampus ,karena tidak bisa melihat wajah tampan ku ini ?" Tanya Andi begitu bahagia.
"Percaya diri banget kamu jadi orang,oh iya sudah ada kabar dari Asya dan Gerry?" Tanya Vina yang memang dari awal berniat bertanya ke Andi kabar terbaru dari kedua sahabat nya itu.
"Aku juga belum ada kabar dari semenjak mereka berdua menghilang secara tiba tiba itu,bahkan aku sempat tanya kepada para pegawai tata usaha kira kira ada info tidak tentang primadona kampus kita itu tapi mereka bungkam!" Desah Andi frustasi dan tidak tahu harus berbicara apa lagi.
"Hah,mereka berdua itu sebenar nya kemana sih? kenapa kalau mau pindah tinggal pamit saja kok susah sekali,padahal kita kan khawatir!" Ketus Vina.
"Kamu mau jalan jalan tidak?" Tawar Andi yang berusaha menjadi orang yang berguna di saat seperti ini.
Vina yang sedang suntuk memikirkan semua nya tidak akan pernah menolak permintaan yang berharga ini,soalnya kapan lagi dirinya menyusahkan pria yang menjadi sahabat dekat nya saat masih ada Asya dan Gerry.
"Tapi kamu tanggung kan biaya jajan ku,soalnya siapa juga yang mau jalan tapi makan angin?" Tanya Vina dengan tatapan menyelidik membuat Andi mendengus kesal.
" Ya jelas aku ada modal dulu baru bisa ajak kamu,memang nya kamu pikir aku mau menanggung malu dengan tidak memberikan makan untuk anak orang yang aku ajak jalan?" Tanya Andi tapi sambil mengacak gemas rambut Vina.
" Ya sudah kalau begitu kira pergi sekarang,takutnya kamu bakal berubah pikiran dan akhirnya jadi rugi dong aku nya!" Ajak Vina sambil menarik tangan Andi agar jangan terlalu lama mengulur waktu.
"Kamu sudah tidak sabar ya mau berduaan dengan ku,ya maklum lah aku kan pria tampan yang membuat semua orang merasa betah!" Ujar Andi penuh percaya diri.
Vina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah penuh percaya diri Andi itu,walau memang di akui nya dalam hati kalau pesona Andi memang tidak di ragukan.
Kalau boleh jujur rasa itu pasti ada tapi mau bagaimana lagi dirinya lahir pada lingkungan yang mengharuskan pria yang lebih dulu,karena jika wanita yang lebih agresif nanti di bilang sebagai wanita yang kurang baik
Tapi jika di biarkan menunggu lama lama bisa bangkotan dulu baru dirinya bisa laku,apalagi melihat gerak gerik Andi yang jauh dari kata yang cocok untuk berjuang lebih dahulu.
" Andi!" Panggil Vina.
"Iya Sayang!" Sahut Andi.
Blushh
Wajah Vina memerah karena malu,ya jelas malu apalagi dengan gaya menyahut Andi yang begitu manis dan halus seperti biasanya.
otak nya yang dari tadi ia sudah siapkan kata kata yang pas mendadak langsung blank,sebab ia tiba tiba tidak tahu harus berbicara apa lagi.
siapa yang tidak dibuat blank ketika apa yang ingin Ia katakan tiba-tiba langsung dipatahkan dengan kata-kata yang tidak pernah terduga dalam pikirannya Walau sedikit saja, sedangkan Andi merasa deg-degan dari tadi soalnya ia takut Vina bakal tidak nyaman karena sikap nya yang tiba tiba tadi .
Ya namanya respon dadakan tentu saja pasti membuat orang lain merasa tak nyaman,tapi mau bagaimana lagi masa dirinya yang notabene seorang pria hanya diam dan menunggu.
Kalau begitu terus alamat jodohnya bakal di ambil orang,sebab belum berjuang saja sudah banyak godaan yang datang.
__ADS_1